
“FIRE BALL”
“ FIRE BALL”
“FIRE BALL”
“ FIRE …”
Kepala desa terus membidik dan memborbardir Larry dengan sihir apinya. Kepala desa bukanlah orang yang memiliki bakat yang bagus dalam sihir, apalagi ia memiliki core chakra yang hanya berwarna Jingga. Satu tingkat diatas core merah yang dianggap sampah oleh para magician. Warna core chakra mempengaruhi bakat seseorang ketika mendalami ilmu sihir. Karena besar kecilnya standar kapasitas mana ditentukan dari warna core dari rendah ke tinggi sesuai dengan warna pelangi. Akan tetapi, beberapa faktor eksternal dan keberuntungan dapat mempengaruhi jumlah mana yang dapat dimiliki seseorang.
“AHHHH… FIRE JAVELIN” Kepala desa mengeluarkan sihir api terkuatnya. Sihir ini dapat menambah akselerasi dan kecepatan dalam menyerang. Menanggapi sihir yang berbeda, Larry mengeluarkan sebilah pedang panjang dan mengeluarkan satu dari tiga teknik sword tiger. Bentrokan energi terjadi antara sihir api dan teknik pedang Larry. Larry seketika mundur dan memanggil salah satu undeadnya ketika pedangnya hancur tak lama setelah bentrokan terjadi, lembing api itu langsung bergerak lurus dan hancur bersamaan dengan salah satu undead Larry yang terbakar.
“Hooo, sepertinya itu adalah perlawanan terakhir anda, TUAN KEPALA DESA”
“Toloong, lepaskan aku. Aku tak tahu apapun. Tolong… akan aku berikan apapun sebagai ganti nyawaku” Kepala desa terjatuh begitu saja ketika semua mananya terkuras habis. Lembing api yang terakhir dikeluarkannya telah menyedot seluruh mananya yang tersisa. Padahal skill api itu adalah kartu as-nya yang tak pernah gagal dalam menjatuhkan musuh-musuhnya selama ini.
“Hmmm, baiklah. Jadi, apa yang dapat anda tawarkan untuk harga kepala anda, TUAN KEPALA DESA ? hehe” Larry terkekeh ketika semua rencananya berjalan dengan mulus setahap demi setahap.
“A.a..aku tawarkan ini. Ini adalah sebuah grimoire api tingkat tinggi. A..a.a.aakuu belum sempat mempelajarinya”
“Hooo, oke-oke. Aku terima dengan baik. Selanjutnya, apa yang akan anda tawarkan untuk ….” Larry menepukan kedua telapak tangannya dan muncullah sesosok dark ape yang membawa seorang remaja laki-laki dipunggungnya. Wajahnya pucat gemetar ketika tubuhnya diturunkan ke lantai, tercium bau aneh yang berasal dari sela-sela pinggangnya.
“Ahh.. ANAKKU” Kepala desa langsung merangkul anaknya yang kini menggigil ketakutan seraya menatap makhluk hitam berbulu yang kini berdiri di belakang Larry.
“Hmmm, bagaimana dengan kalung yang anda temukan di panti beberapa hari yang lalu ?” Larry memberikan tawaran seolah melakukan transaksi barang biasa di pasar.
“B-baiklah.. I-iinii kalungnya. Tapi ampuni anakku” Kepala desa memohon dengan suara pilu, tapi dalam kepiluan itu ia diam-diam mengumpulkan mana kembali. Berusaha mengulur waktu untuk melaksanakan serangan kejutan kepada Larry yang lengah karena harta yang ia dapatkan.
“Okeee… selanjutnya, apa tawaran anda untuk istri cantikmu itu ? hehe” Larry terkekeh kembali ketika ia sedikit demi sedikit menguras harta berharga milik kepala desa.
“Tolonng, ampuni keluargaku. Aku sudah tak punya apapun lagi… tolong” Kepala desa merangkak dan maju ke hadapan Larry, ia memegang kaki Larry seraya tertunduk memohon dan mengemis-ngemis akan keselamatan keluarga dan dirinya. Akan tetapi, dibalik ratapan memohonnya itu terdapat seringai jahat di bibirnya.
“FIRE JAVELIINNN”
Kepala desa langsung menggunakan semua mananya yang telah ia kumpulkan seraya mengundur waktu mengemis-ngemis kepada Larry. Ia langsung mengarahkan lembing api itu menuju dada Larry.
Catatan Author :
Terima kasih kepada semua yang telah mendukung karya ini dan senantiasa menyempatkan waktu untuk berkunjung ke lapak saya, hehe. Oh iya, selamat hari raya idul adha bagi yang merayakan (walau udah telat sih,hehe).
Juga, saya tak lupa untuk meminta kritik dan sarannya untuk karya saya yang entah kapan jadwal rilisnya, hehe.
INTINYA, THANK YOU MINNA..