The Returning Point Of The Legend

The Returning Point Of The Legend
Episode 29 Grimoire II



“Groarrr”


“Manusia beraninya kau memasuki teritorialku dan membunuh anak-anakku”


Sesosok monster humanoid berkepala banteng dan memiliki empat tangan meraung ganas menatap kedatangan Larry dan pasukannya yang tidak bersahabat.


“Maaf saja, tapi aku harus membasmi kalian semua. Kalau tidak, aku gak jadi kawin”


Larry menjawab dengan jenaka, ia berusaha untuk mencairkan ketegangannya menatap sosok humanoid setinggi empat meter tersebut.


‘Four-hands Minatour Zombie’


Tak berniat untuk berbasa-basi lagi, Larry memanggil semua undeadnya kecuali buaya raksasa yang ia dapat di tepi danau. Dengan mode black knight-nya Larry menerjang salah satu two-heads dog zombie dibantu dengan beberapa undeadnya. Sementara itu, para undead yang lain menyibukkan dua lawan lainnya. Larry mengarahkan dua pertiga undeadnya untuk membantunya menundukan zombie anjing berkepala dua, sedangkan sisanya ia gunakan sekedar mengalihkan perhatian zombie lainnya. Dengan strategi ini, Larry dapat menundukan lawannya dengan cepat dan dapat membasmi musuhnya satu demi satu. Oleh karena itu, ia sengaja memilih beberapa undeadnya yang berfokus pada kecepatan sebagai pengalih perhatian dua zombie lainnya.


“Groaar, beraninya kalian para monster udik melawanku”


Monster humanoid yang menjadi boss dari dungeon ini meraung kesal melihat serangan demi serangannya mudah dihindari oleh undead magical beast dihadapannya.


“Magical beast level 2 : Desert Leopard”


“Magical beast level 2 : Two-tails sand Lizard”


“Magical beast level 2 : Shadow cat”


Minatour berfokus pada serangan dan musuh alaminya adalah tipe kecepatan yang sedikit demi sedikit memberikan luka tanpa terkena serangan dari minatour.


Larry memberikan pukulan demi pukulan dengan kekuatan kegelapan yang terkonsentrasi di kepalan tangannya. Selang 10 menit, Larry berhasil menjatuhkan salah satu dari dua zombie anjing berkepala dua. Larry dan pasukannya segera menyerbu satu lagi zombie anjing berkepala dua. Bermain dengan waktu, Larry tak berani lalai dalam memberikan serangan pada lawan dihadapannya. Sisa waktu penggunaan mode Black Knight-nya hanya 20 menit lagi.


Selang beberapa menit, melawan belasan undead dan pukulan Larry, zombie anjing berkepala dua memberikan serangan terakhir sebelum menutup mata selamanya. Larry segera bergegas membantu melumpuhkan boss utama dari dungeon ini. Tubuhnya yang tinggi dan empat tangannya saling berkonsolidasi menyerang dan bertahan membuat pasukan Larry kesulitan untuk memberikan dampak serangan.


Sebuah celah terbuka ketika zombie tersebut sedikit membungkuk melemparkan serangan dengan dua tangannya. Larry melesat ke depan dengan kepalan tinjunya telah siap untuk membentur dada lawannya. Seakan tahu rencana Larry, zombie tersebut memberikan perlawanan dengan melayangkan tinjunya. Konfrontasi kekuatan tidak terelakan, Larry melesat membentur dinding gua setelah bentrokan tinju terjadi. Larry memuntahkan seteguk darahnya ketika merasakan beberapa tulang rusuknya patah. Dilain sisi, salah satu tangan minotaur zombie juga hancur dan mundur beberapa langkah. Ini menandakan bahwa kekuatan Larry tidak jauh dibawah dari zombie tersebut. Siapa yang tidak tahu bahwa minotaur adalah monster dengan kekuatan yang besar.


Tak ingin terjadi dua kali, Larry menggunakan taktik awalnya menggunakan empat undead dengan tipe kecepatan. Sedikit demi sedikit keempat undead mengikis otot yang ada tepat dibawah belakang lututnya.


‘dugg’


Selang lima menit, minotaur tersebut menekuk salah satu lututnya ketika otot kakinya putus.


‘bluug’


Suara benturan semakin keras ketika tubuh minotaur sepenuhnya rubuh setelah kedua otot kakinya diputus oleh keempat undead Larry.


Tak menunggu lama, semua undead menyerang membabi buta menghancurkan tubuh minotaur.


‘bbrrr’


Sebuah pintu terbuka kembali didinding gua tepat setelah belakang leher minotaur dipaksa putus oleh gigitan seekor undead harimau. Sebuah peti yang terbuat dari besi hitam terpampang di dalam ruangan berukuran 2 x 2 meter itu.


Larry membuka peti itu dengan hati-hati. Empat buah benda terpampang dalam peti tersebut. Larry meihat sepasang pedang pendek sepanjang siku sampai ujung jari tengah. Sebuah buku dan sebuah cincin berteteskan safir berwarna biru kehitaman.


Larry tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya ketika melihat buku tua yang ada dihadapnya. Sebuah grimoire.


‘grimoire : Body Recontruction’