
“Sebulan lagi ujian masuk akademi akan dilaksanakan, Naomy bagaimana latihan sihirmu ?” Mark menyapa Naomy yang sedang memperhatikan langit dari jendela panti
“Eh, Mark ? Latihanku lumayan berjalan dengan lancar. Berkat bantuan bunda yang sama-sama memiliki elemen air memberikan banyak petunjuk kepadaku. Apalagi dibantu dengan ramuan mana dari Larry membuat latihanku lebih efektif”
Ramuan mana tersebut dapat mempercepat pemulihan mana seorang magician. Hambatan seorang magician dalam berlatih adalah keterbatasan mana yang ia miliki, sehingga ketika mana habis mereka harus menunggu mananya pulih kembali untuk melanjutkan latihan. Masalahnya, butuh waktu lama untuk tubuh dapat memulihkan mana yang ada dalam tubuh, sehingga sering kali dibantu oleh ramuan-ramuan yang dapat memulihkan
mana. Tentunya harganya terbilang cukup mahal karena hanya bangsawan dan masyarakat ekonomi menengah keatas yang dapat menggunakannya. Tetapi, beda cerita dengan Mark dan Naomy yang setiap hari mendapat ramuan secara cuma-cuma dari Larry.
Malam itu merupakan malam yang indah, sebelum satu persatu rumah di Desa Carne membumbungkan asap hitam pekat ke langit.
“Mark, lihat ada rumah yang terbakar” Tiba-tiba Naomy berteriak cukup keras, Mark langsung mendekat ke
jendela disamping Naomy
‘Tolooong !’
‘Ada bandiiit’
‘Cepat berkumpul di depan rumah kepala desa jika kalian masih sayang nyawa kalian’ Suara para bandit terdengar
diseluruh penjuru desa
‘Brakk’
‘yang menghuni rumah ini, cepat keluar dan berkumpul dengan warga lain’ perintah salah satu bandit kepada semua penghuni sebuah rumah tua. Tampak seorang ibu paruh baya diikuti beberapa anak-anak berusia 6-10 tahun dan sepasang remaja berusia 15 tahun berjalan sedikit terburu-buru, mereka takut bandit tersebut kehilangan kesabaran dan menyerang anak-anak. Tentunya mereka tidak bisa melawan, walaupun Bunda, Mark dan Naomy menguasai sedikit ilmu sihir dan beladiri yang dapat digunakan untuk menyerang para bandit. Nampak rumah rumah dibakar karena pemiliknya melawan para bandit.
Semua warga dikumpulkan di depan rumah kepala desa, tidak jauh dari mereka 40 bandit mengelilingi mereka.
“Bos, semua warga sudah dikumpulkan disini”
“Apa ada yang melarikan diri ?” Tanya seorang pria bertubuh besar nan kekar kepada salah satu bandit yang melaporkan keadaan desa tersebut
“Semua yang berusaha melarikan diri telah kami habisi bos”
“Bagus, 4 orang berjaga disini bersamaku. Sisanya, ambil apapun yang berharga di desa ini, Jangan sisakan satupun”
“Dan untuk para manusia bodoh penghuni desa ini, jika kalian melawan aku pastikan kalian akan kehilangan
rumah dan keluarga kalian. Camkan itu” Suara berat pemimpin bandit tersebut mengintimidasi seluruh warga yang berkumpul disana
Para bandit langsung pergi memasuki rumah-rumah yang ada di desa tanpa terlewat satupun
‘Hahaha, aku menemukan beberapa barang yang lumayan ber..’
Sebuah kepala terjatuh sebelum menyelesaikan ucapannya. Dia tidak pernah tahu, apa dan siapa yang telah memisahkan kepalanya dari tubuhnya.
‘Arghh’
‘Siapa kau.. arghh’
Tubuh-tubuh tanpa nyawa mulai berjatuhan diberbagai rumah yang sedang digeledah oleh para bandit, tangan
mereka penuh dengan harta sehingga tak sempat memberikan perlawanan sebelum sebilah benda hitam merenggut nyawa mereka.
‘B-Boss’ sekitar 15 bandit berlari cepat menuju pimpinan mereka dengan wajah terkejut dan penuh ketakutan.
‘Apa yang terjadi, dimana harta para warga ?’
‘B-Bos, gawat, kami menemukan banyak anggota kita yang terbunuh’
‘Apa, bagaimana bisa ? Bukankah seluruh warga telah kita kumpulkan. Siapa yang beraninya melawan kita ?’
‘Siapa disana ?’ Pemimpin bandit menatap sebuah lorong gelap. Pengalamannya sebagai kepala bandit dan berbagai pertarungan membuat kewaspadaannya meningkat
Tiba-tiba sesosok hitam muncul dari balik kegelapan dengan sebilah pedang mengucurkan darah segar.
Semua mata melotot memandang sosok hitam tersebut, tak terkecuali para warga. Sosok tersebut memakai sebuah armor berat berwarna hitam, pedang hitam dan mata bersinar merah. Para warga berteriak histeris melihat sosok tersebut, mereka tidak tahu apakah sosok tersebut pahlawan atau iblis.
“Siapapun dia, cepat habisi dia” Teriak pemimpin bandit kepada bawahannya. Sosok tersebut kini dikelilingi 20
bandit yang mengacungkan senjata masing-masing. Tapi, hanya satu kata yang diucapkan sosok tersebut
“..summon..” tiba-tiba muncul banyak lingkaran hitam di dekat sosok tersebut. Berbagai magical beast muncul dengan jumlah yang cukup banyak.
“Cih, cuma magical beast kelas 1” salah satu bandit tertawa
“Memang hanya magical beast kelas 1, masalahnya mereka semua adalah…”
“Undead” jawab bandit yang lain. Siapa yang tidak tahu, bagaimana sulitnya membunuh seekor undead, karena
kekuatan mereka meningkat menjadi 2 kali lipat ketika malam hari. Apalagi dengan kuantitas menutup celah mereka. Akan tetapi, tetap saja masalah terbesar para bandit tersebut adalah
…sosok hitam tersebut.