The Returning Point Of The Legend

The Returning Point Of The Legend
Episode 14 Akting



“Habisi para makhluk menjijikan itu” Perintah pemimpin bandit memulai pertempuran berdarah antara pasukan undead milik Larry  melawan para bandit.


Cahaya rembulan yang awalnya terang mulai menggelap tertutup awan hitam yang melintas, membuat para bandit kesulitan menghadapi cakaran dan terkaman para undead magical beast. Sementara itu, pemimpin bandit melakukan pertarungan yang sengit dengan Larry .Dentuman demi dentuman suara pedang beradu menggelegar memecah keheningan malam.


“Gawat, jika aku tidak menyelesaikannya dengan cepat maka mode black knight ini akan segera cooldown.


Dengan kekuatanku saat ini, akan sulit melawan pemimpin bandit tanpa mode black knight”  Larry memikirkan berbagai cara yang dapat ia lakukan untuk menyelesaikan pertarungan dengan cepat.


‘Bagaimana bisa ? Bukankah dia seorang magician ? Tidak mungkin menyamai kekuatan bertempurku yang jelas-jelas seorang pendekar’ Pemimpin bandit bergetar hebat melihat kemampuan sang pengendali undead magical beast yang ia hadapi


Terlalu lama dengan rasa keterkejutan, pemimpin bandit memperlihatkan beberapa celah yang langsung disambut oleh Larry.


‘Zraatt’


Larry berhasil melukai pinggang lawannya yang disusul dengan beberapa tebasan kecil ke area tangan dan kaki


lawannya. Sementara itu, pasukannya berhasil melumpuhkan 15 bandit dengan bayaran musnahnya 10 pasukan undeadnya. Tentunya bayaran yang kecil, karena Larry dapat mengisi ulang kembali pasukannya dengan membunuh magical beast yang lain.


“Cepat pergi dari sini sebelum aku memusnahkan kalian semua” Larry memberikan kesempatan untuk para bandit


yang tersisa untuk menyelamatkan diri. Tentu saja pemimpin bandit yang telah terluka tersebut langsung memanfaatkan kesempatan emas tersebut, mereka tunggang langgang berlari menjauh dari desa.


'Huuh, untung aktingku untuk pura-pura membiarkan para bandit pergi sangat bagus. Jika tidak, aku bisa mati gara-gara mode black knight-ku akan berakhir 1 menit lagi' Batin Larry seraya menatap kepergian para bandit


Larry menatap sebentar para warga setelah para bandit menghilang dari pandangan mereka. Para warga berteriak histeris melihat mata merah menyala dengan hawa gelap menyelimutinya. Larry kemudian menjauh dari lokasi berkumpulnya semua warga. Larry bergerak keluar menuju gerbang desa bersama para undeadnya, sebelum itu Larry menuju beberapa kandang warga untuk mengambil beberapa ekor domba.


-mbeeek, mbeeek


Larry menatap gusar makhluk berbulu putih yang telah ia bawa pergi dari kandang para warga. 10 ekor domba mengembik keras pertanda takut dengan makhluk hitam yang mengelilingi mereka. Di lain itu, Larry sangat bingung dengan apa yang harus ia lakukan kepada makhluk-makhluk ini. Tentunya Larry sengaja mengambil beberapa ternak warga, sehingga sangkaan orang-orang adalah sosok tersebut mencari bahan ritual untuk memanggil undead, hal ini karena necromancer merupakan hal tabu dan jarang ditemui oleh ras manusia. Tentunya akan terjadi kehebohan apabila ada sosok kegelapan membantu suatu desa tanpa pamrih, bisa-bisa desa tersebut dicurigai bersekutu dengan ras iblis.


“Apa aku jual saja ya ?”


“Entahlah, lebih baik aku tidur saja”


“-Hoaaam”


“Ternyata bertarung dengan para bandit sangat melelahkan juga ya”


“Ngomong-ngomong, sepertinya pemimpin bandit itu adalah pendekar bronze tahap  akhir”


“Haaah, untung saja aku tadi tepat waktu. Jika sampai mode black night terlepas di tengah pertempuran sepertinya aku akan segera di kebumikan”


Larry memerintahkan 5 undead-nya untuk berjaga di sekitar para domba. Sedangkan dirinya pergi menuju rumah Paman Asmos. Sudah seminggu paman Asmos pergi ke kota untuk melakukan beberapa urusan yang tidak diceritakan kepada muridnya, sehingga Larry dan Mark berlatih secara mandiri. Paman Asmos juga menitipkan rumahnya pada kedua muridnya itu.


 


 


Yoo, Minna !


Maaf ya seminggu lebih gak update. Author baru sembuh dari sakit, ehehe. Berita baiknya, minggu depan author mau crazy up, tapi 5 chapter dulu aja ya.


Tak lupa, author minta kritik dan sarannya, juga like-nya. Hehehe


Jangan lupa tekan tombol 'Love' ya, supaya gak ketinggalan update.