The Returning Point Of The Legend

The Returning Point Of The Legend
Episode 26 Zombie



“Eeeh ?”


“Menikahi Lily ?”


“Kenapa, Apa kau tak tertarik dengan cucuku ?” Nenek Lian menyunggingkan senyumnya memandangi keterkejutan Larry dengan syarat kedua. Sementara itu, Lily telah membenamkan wajahnya di punggung neneknya. Wajahnya memerah membalut kulit putih nan indah bak tomat yang baru dipetik dari pohonnya.


“T-tentu s-s-aja aku tert-tarik Nek. Hanya, apa Lily sudi dengan oran-ng seperti aku ?”


Larry, pada dasarnya adalah Joe. Seorang siswa gendut dengan IQ rendah yang selalu dipandang sebelah mata. Bahkan, beberapa hari sebelum dirinya terjebak di tubuh Larry- Joe baru saja ditolak mentah mentah ketika menyatakan cintanya pada pujaan hatinya kala itu, Reina.


Ditawari Lily, seorang gadis cantik nan polos dengan senyuman indahnya yang mampu menggelorakan hati setiap pria yang melihatnya. Siapa yang akan mampu untuk menolak ?. Dan kesempatan itu diberikan kepada Larry alias Joe, si siswa gendut dan jelek.


“A-aku, juga m-mau kok sama t-tuan L-Lar-ry”.


“Baiklah, itu sudah diputuskan, ahahaha” Nenek Lian tertawa sumringah melihat kelakuan sepasang sejoli yang baru saja memekarkan bunga-bunga cintanya.


“Larry, bersiaplah. 3 hari lagi kamu akan menyelesaikan dungeon yang ada di puncak gunung”


“Baiklah Nek, tapi apa syarat ketiga ?” Larry ingin memastikan semua syarat yang ia harus penuhi untuk mendapatkan air mata black witch milik Lily. Siapa yang tahu kalau-kalau syarat ketiga harus menikahi Nenek Lian. Larry hanya bergidik ngeri membayangkan hal itu.


“Syarat ketiga akan aku sebutkan setelah upacara pernikahan kalian”


“Ah, baiklah Nek kalau begitu. Saya akan mempersiapkan pasukan undead di padang pasir sebrang danau nek”


“E-eee, Lily aku akan berburu dulu” Larry pamit kepada Lily dengan malu-malu.


“Mn, hati-hati ya tuan Larry”


‘Uhh, sungguh calon istri yang imut’ Hati Larry meleleh melihat senyum Lily mengantar kepergiannya untuk menyiapkan pasukan undeadnya.


'Vivian, maafkan ibumu ini. Aku tak mau cucuku bernasib sama denganmu. Aku ingin ia mengepakkan sayapnya di dunia luar' gumam Nenek Lian melihat punggung Larry yang semakin menjauh dan senyum manis Lily yang ada disampingnya.


***


Keesokannya Larry telah tiba disebuah gua yang ada di puncak gunung kematian. Dalam penglihatannya banyak pasukan zombie yang berlalu lalang. Menjaga pintu masuk ke dalam dungeon.


‘Apa zombie yang mati bisa dibuat undead seperti milikku ya ?”


Undead milik Larry adalah jiwa yang dibangkitkan dengan skill milik Larry. Hanya, tubuhnya terdiri dari asap hitam yang berasimilasi dengan jasad monster tersebut. Sehingga ketahanan tubuhnya lebih lemah daripada zombie biasa. Akan tetapi kekuatannya meningkat dua kali lipat.


“Summon undead”


Dua undead serigala mulai mendekat ke pintu gua, membangunkan kewaspadaan para zombie. Disisi lain, Larry sedang mengamati pasukan zombie tersebut. Larry ingin memastikan kekuatan dan jumlah zombie yang ada disana dan membuat persiapan. Selain itu, juga menghindari pengepungan dari depan dan belakang ketika memasuki gua dungeon tersebut.


Para zombie yang berjaga memiliki kekuatan yang seimbang dengan magical beast level 2, tentunya bukan tandingan untuk undead Larry yang telah melipatkan kekuatannya.


“Groaaar” raungan seorang zombie (apa seekor ya ? hmm) mengejutkan Larry. Tak berselang lama dari raungan tersebut, muncul pasukan bantuan dari dalam gua tersebut. Kekuatan pasukan bantuan zombie lebih kuat daripada zombie yang menjaga gua. Tak lama kedua undead Larry telah terpojok menghadapi gempuran para zombie.


“Summon Undead”


Larry mengeraskan kepalan tangannya, terakhir kali pedangnya hancur ketika melawan buaya raksasa yang kini jadi undead miliknya. Larry dan delapan undead tambahan maju menyerang para zombie yang kini tengah mengelilingi kedua undead yang ia jadikan umpan.


Catatan Author


Terima kasih bagi semua pembaca yang bersedia mampir di coret-coretan asal saya. Hehe


Mohon dukungannya baik like dan vote. Juga saya mohon kritik dan sarannya, ini adalah novel pertama saya. Jadi, mohon dimaklumi dan mohon bimbingannya jika banyak kesalahan.


Salam sejahtera, semoga kita sehat selalu dan badai cepat berlalu