The Returning Point Of The Legend

The Returning Point Of The Legend
Episode 25 Syarat



 


 


“Raise Undead” Larry menengadahkan tangannya kearah buaya tersebut.


Tak lama muncul sebuah  lingkaran gelap dibawah tubuh buaya tersebut. Lingkaran itu  mulai mengeluarkan kabut gelap yang sedikit demi sedikit  kabut tersebut mulai menelan tubuh buaya raksasa.


“Groaaarr”


Geraman undead  buaya raksasa tersebut mengejutkan semua magical beast disana. Mata merahnya menatap semua yang ada didepannya.


Nenek Lian dan Lily tertegun melihat undead buaya tersebut, mereka tentunya tau sekuat apa buaya magical beast tersebut. Kini, setelah mendengar deskripsi dari Larry-mereka tahu bahwa kekuatannya akan dua kali lipat daripada kekuatan semasa hidupnya.


‘Brukk’


“Larry, kau tak apa ?” Larry terjatuh setelah mengekstrak magical beast buaya menjadi undead miliknya.


“Sepertinya aku kehabisan mana, hehe”


“Tak heran jika kau kehabisan mana setelah menghidupkan monster tingkat 3 hanya dengan kekuatanmu yang segitu. Nak, sepertinya perjalananmu masih panjang” Nenek Lian sedikit merenungkan sesuatu.


“Baiklah, kembali ke rumah untuk beristirahat”


Larry dan sepasang cucu nenek tersebut kembali ke Lereng gunung. Bedanya, mereka kini menaiki undead milik Larry. Kekuatannya yang meningkat mendominasi perairan dibawah lereng gunung.


Keesokannya, Larry kembali berbincang dengan Nenek Lian dan Lily setelah sarapan. Nenek Lian memberikan persetujuan untuk memberikan air mata black witch milik Lily.


“Larry, aku bisa menyutujui permintaanmu untuk memberikan air mata black witch. Hanya saja, ada 3 syarat yang harus aku berikan kepadamu. Jika kamu menyanggupinya, maka kamu dapat membawa air mata black witch Lily untuk mengobati ibumu”


“Nenek Lian, boleh sebutkan apa yang harus aku lakukan ?” Larry sedikit antusias mendengar hal itu, akan tetapi dia juga memikirkan persyaratan yang harus ia penuhi. Tapi yang Larry yakini, apapun demi ibu nya di dunia ini, dia akan melakukan apapun walau harus menerjang lautan api dan mendaki gunung pedang.


“Pertama, kamu harus menaklukan dungeon yang ada di puncak gunung dan bawakan harta yang ada disana kepada kami”


“Kamu tak tau dungeon apa ?” Tanya Lily dengan heran, anak kecilpun tau dungeon dengan baik. Tetapi, pemuda dihadapannya tertegun setelah mendengar kata dungeon.


“Dungeon adalah sarang monster, tetapi dipenuhi dengan banyak harta. Hanya saja, biasanya yang menempati dungeon adalah monster dengan ras yang sama. Jika peradaban monster disana sudah sangat berkembang, mereka sering menginvasi wilayah di sekitarnya”. Jelas Lily dengan tatapan sedikit khawatir.


“Dungeon yang ada disana adalah dungeon yang diisi dengan zombie, sepertinya akan sangat cocok melawan undead milikmu” Nenek Lian menambahkan penjelasan Lily, sekaligus memberikan Larry upaya pertimbangan untuk menerima syarat tersebut.


“Baiklah, sepertinya tidak akan terlalu sulit” Larry menerima persyaratan pertama dengan ringan. Dia sangat paham bahwa kekuatan zombie adalah kuantitas dan bukan kualitas, jadi dengan satu undead buaya yang dia dapat kemarin akan cukup untuk meluluh lantakkan para zombie tersebut.


“Nenek Lian, syarat keduanya ?”


“Eh, Lily, kenapa wajahmu memerah ?. Apa kamu sakit ?”


“Ti-tidaak, a-aku b-baik saja”


‘Haaah, dasar masa muda’ Nenek Lian menghembuskan napasnya melihat kelakuan dua muda mudi didepannya.


‘Sepertinya memang sudah waktunya untuk mencari itu’ Gumam Nenek Lian


“Emmzt, jadi Nek, syarat kedua apa ?” Larry mengulangi kembali pertanyaannya. Dia ingin segera menyelesaikan tugasnya dan kembali ke panti asuhan untuk memberikan pengobatan bagi bundanya yang setiap hari akan lebih parah dari sebelumnya. Waktu yang ia punya hanya 2 minggu lagi, jadi dia tidak memiliki banyak waktu tersisa untuk melakukan banyak hal.


“Syarat kedua adalah ….”


“… kamu harus menikahi Lily” Nenek Lian menjawab dengan sedikit rasa enggan, namun dia tidak memiliki banyak pilihan.


Lily adalah cucunya dan dia adalah seorang black magician. Pengguna sihir kegelapan adalah tabu untuk manusia, sehingga akan sulit mencari pasangan yang bersedia menjaganya. Dikucilkan, diusir dan didiskriminasi merupakan hal yang selalu dirasakan oleh seorang black magician.


“Eh ?”


"Menikahi Lily ?"