The Returning Point Of The Legend

The Returning Point Of The Legend
Grimoire



“Tiger Sword, Gerakan Pertama : Tiger Slash” Larry melakukan 4 tebasan ke sebatang pohon dengan meninggalkan jejak serangan seperti cakaran harimau berukuran besar.


“prok prok prok, kamu semakin pandai Larry. Aku tak yakin bahwa kau tak memiliki chakra naga. Ah, tetap


disayangkan. Andaikan kamu memiliki chakra naga, kamu dapat memperkuat seranganmu” Paman Asmos memuji kemajuan Larry satu bulan ini. Larry sangat rajin dalam berlatih, dan tubuhnya pun sudah mulai berisi. Paman Asmos terus melatih dan memberikan semangat kepadanya.


Seperti biasa, selesai berlatih Larry langsung mengumpulkan bahan untuk ramuan yang akan dijualnya dan mendapatkan beberapa koin tembaga, sesekali dia juga mendapat koin perak dari hasil


penjualannya.


“Larry, kami mau tanya sesuatu kepadamu” Naomy dan Mark mendekati Larry yang akan berbaring ditempat tidurnya.


“Ah, iya silahkan”


“Apa yang kamu lakukan dalam satu bulan ini ?” Kesibukan Larry dengan aktivitasnya selama satu bulan ini menuai


kecurigaan serta kekhawatiran bagi para penghuni panti. Larry seakan berubah, dia selalu berangkat pagi dan pulang sore setiap hari.


“Ah, aku cuma meregangkan tubuhku”


“Larry, kita telah tumbuh bersama selama bertahun-tahun. Jadi, aku mohon jangan menutupi apapun dari kami” Naomy meyakinkan Larry untuk memberitahukan apa yang telah ia lakukan selama satu


bulan ini.


“Ah, baiklah. Sejujurnya, aku sekarang berlatih pedang kepada Paman Asmos. Kalian pasti tahu, aku akan


mengikuti ujian masuk ke Akademi Lorenz dua bulan lagi”


 “M-mm, Larry, bukannya kamu itu, mmm kamu tak punya chakra naga. Lalu, bagaimana kamu berlatih berpedang ?” Naomy tahu akan keinginan Larry untuk masuk ke akademi, namun Naomy juga tahu bahwa Larry tidak punya bakat sama sekali dalam penyihir maupun pendekar.


“Apa aku tak boleh berlatih pedang walau tak memiliki chakra naga ?”


“B..-Boleh sih. Tapi kan…” Mark bingung melanjutkan perkataannya


“Oh, masalah itu tenang saja. Aku berlatih dengan sungguh-sungguh kok. Bahkan aku telah menguasai 2 dari 3 gerakan tiger sword dalam satu bulan”


“Eh…?” Jawaban Larry mengagetkan kedua saudara sepantinya


“Aku tak salah dengarkan ?” Mark memastikan kembali jawaban Larry


“Tentu saja” Jawab Larry dengan ringan


“Lantas, rahasia tubuhmu yang mulai berisi ini apa ?. Tak mungkin Paman Asmos memberikan makan sampai kamu seperti ini” Naomy melanjutkan penyelidikannya terhadap Larry.


“Ah, masalah itu. Aku meminum beberapa ramuan yang berkhasiat baik untuk tubuh” Larry mengeluarkan 2 botol


ramuan yang telah ia buat. Selama ini, Larry selalu meminjam peralatan masak milik Paman Asmos untuk membuat ramuannya, apalagi rumah Paman Asmos yang memang berada di hutan membuat tidak ada orang yang tahu apa yang dikerjakan oleh Larry.


“Tentu saja aku yang membuatnya” tambah Larry


Naomy dan Mark hanya mematung menanggapi jawaban Larry, entah kenapa mereka merasa masih banyak hal yang dirahasiakan oleh Larry.


“Ah iya. Naomy, Mark, apa kalian berminat belajar di Akademi ?”


“T-tentu saja kami minat. Hanya saja, bagaimana bisa kita meninggalkan panti. Bunda pasti kerepotan apabila kita tidak membantunya” Balas Naomy


“Dan lagi, kita tidak punya uang untuk membayar uang pendaftaran” Tambah Mark


setiap kota, kita akan mendapat beasiswa selama disana. Nah, dengan kebiasaan hidup kita yang sederhana, tentu kita masih dapat menyisihkan uang sehingga bisa kita kirim ke panti. Dan lagi, jika kita tidak di panti, kita bisa mengurangi pengeluaran panti juga. Lagian, anak-anak itu sudah cukup besar untuk dapat membantu bunda”


Mark dan Naomy termenung dengan perkataan Larry, mereka tentunya setuju akan pernyataan tersebut.


“Ah iya, untuk masalah uang pendaftaran itu aku yang akan pikirkan. Tenang saja” Tambah Larry meyakinkan keduanya


“T-tapi. Aku bahkan sama sekali tak punya grimoire untuk belajar sihir”


“Kalau itu, terima ini” Larry memberikan sebuah grimoire elemen air kepada Naomy


Di dunia ini, Grimoire merupakan hal lumrah dan diperjual belikan. Setiap orang harus memiliki satu grimoire


dasar dan selanjutnya dia kembangkan sendiri. Jadi, grimoire yang dijual hanya mempunyai satu skill (sihir) saja. Tentunya setiap orang hanya bisa membeli grimoire sesuai elemen yang ia punya.


“Dari mana kau mendapatkannya ?” Naomy semakin heran dengan Larry. Di sisi lain, Mark malah bengong menyaksikan kawannya yang memberikan grimoire semudah itu.


“Ah, itu aku beli dengan uang


hasil penjualan ramuanku selama satu bulan”


“Tapi, inikan harganya 1 koin emas. Aku tak bisa menerima ini”


“Bukankah core chakramu berwarna nila ?” Kualitas sihir seseorang tergantung dari warna core yang ia miliki. Warna core ini bertahap sesuai warna pelangi, dimulai dari merah sampai ungu. Warna core chakra Naomy berwarna Nila. Itu tandanya dia  memiliki warna core tertinggi kedua setelah warna ungu.


“Ah, iya benar”


“Kalau begitu, sangat disayangkan jika tidak dilatih. Terima saja, kita saudara disini”


“Ah, baiklah kalau begitu”


“Hey hey hey, bagaimana denganku ?. Mana grimoire untukku ?” Mark bersemangat melihat Naomy mendapat sebuah grimorie


“Bukankah chakramu chakra naga ya ?”


“Tentu saja” Balas Mark dengan lantang


“Kalau begitu kamu tak perlu grimoire bodoh”


“Urgghh” Mark mengelus kepalanya yang dipukul oleh Naomy


“Kalau untukmu, aku sudah siapkan sesuatu yang lain” Larry memberikan seringai senyum yang jahat


 


Catatan Author :


"Yo minna, sebelumnya saya minta maaf karena selama kurang lebih 2 minggu saya tidak bisa update. Saya ada kegiatan pembelajaran tambahan liburan ini. Tapi, tenang saja, akhir januari atau februari nanti saya adakan crazy up sekitar 10 episode"


Chapter ini saya juga sengaja agak dibanyakin, pengennya sih dihandle semua chapter selama disana. Tapi, berhubung saya lagi libur dan banyak kerjaan di rumah, ya gak sempet nulis deh.


Tak lupa untuk minta dukungannya melalui like atau kritik dan sarannya. Mau vote juga boleh sih, wkwk.


See you next time minna :)