The Returning Point Of The Legend

The Returning Point Of The Legend
Episode 23 Bidadari



Larry melesat masuk kedalam mulut buaya melewati gigi-gigi tajam yang berjejer dengan rapi. Larry mulai masuk lebih dalam ke ujung pangkal lidah buaya raksasa.


‘Tiger Sword, gerakan kedua : Tiger strike’


Larry memberikan sebuah tusukan ke langit-langit mulut buaya raksasa hijau. Sialnya, tusukan yang diberikan Larry tidak terlalu dalam.


“Cih, aku kira sekali tusuk akan langsung mengenai otaknya”


“Aa..aahhh..”


Buaya raksasa mendongakkan kepalanya ke langit, dia tidak membiarkan Larry menyerangnya lagi. Buaya tersebut berniat menelan Larry secara utuh dengan memasukkannya langsung menuju ususnya.


‘Peringatan! Sisa waktu penggunaan skill black knight hanya 2 menit lagi’


“Sial, aku tidak memperhatikan peringatan batas penggunaan. Dan lagi, apa ini ? armor black knight ku melepuh”


Cairan dengan kandungan asam tinggi yang terdapat dalam perut buaya raksasa memberikan reaksi terhadap Larry. Cairan tersebut mulai meleburkan armor black knight yang dipakai Larry.


‘Tiger sword : Tiger fang’


‘tiger sword : …..’


‘….: tiger slash’


Larry memberikan perlawanan terakhir sebelum armornya menghilang karena batas waktu penggunaan skillnya dan cairan asam dari perut buaya raksasa mencernanya.


Menerima berbagai serangan dari dalam perut membuat buaya hijau tersebut meronta kesana kemari. Larry yang


berada dalam perut buaya sangat kesulitan untuk dapat berdiri dan memberikan serangan.


‘Peringatan ! Batas waktu penggunaan skill tinggal 1 menit’




‘Peringatan ! Batas waktu penggunaan skill tinggal 30 detik’


Larry berusaha berdiri kembali dan langsung memberikan serangan.


“Tiger sword, gerakan ketiga :Tiger Fang”


Larry kehabisan tenaga setelah memberikan serangan terakhir dengan sekuat tenaganya.


‘Peringatan ! Batas waktu penggunaan skill tinggal 10 detik’


“Akh, sepertinya sampai disini saja ya petualanganku”


Pandangan Larry mulai kabur, sedikit demi sedikit mata Larry menutup.


“Sepertinya aku akan terbangun di bumi lagi”


“Tak apalah, petualanganku kali ini juga tak terlalu buruk”


“Tapi, bagaimana dengan bun… eh, ada cahay..”


Seberkas sinar cahaya matahari menusuk mata Larry. Padahal Larry berada dalam perut buaya.


‘Peringatan ! Batas waktu penggunaan skill habis’


_ _ _


“Ech, dimana aku ? Ini bukan atap rumahku bukan juga rumah atap panti”


“mmm, tuan, anda sudah bangun ?”


“Eh, siapa ?” Larry menengok ke sampingnya.


“Ah, ternyata aku sedang di akhirat. Pantas saja ada bidadari secantik ini”


 Larry semakin larut dalam lamunannya ketika melihat wanita berambut hitam sepunggung dengan setelan baju hitam berpadu kemerahan.


“Apakah aku akan masuk surga ? Tak heran sih karena aku dijemput bidadari secantik ini”


“Tapi, aku tak pernah mendengar ada bidadari memakai baju hitam”


“Atau jangan-jangan aku masuk neraka ?”


“Tapi, aku juga tak pernah mendengar ada iblis secantik ini”


“Lantas dimana aku ?”


Wanita dengan rambut hitam sepunggung tersebut hanya bisa menatap heran pemuda yang telah ia selamatkan.


‘Apakah dia kehilangan akalnya ya setelah ditelan buaya raksasa kemarin ?’


“Hei tu-tu-an, a-an-da masih hi-hi-d-dup kok” Wanita tersebut memberanikan diri untuk membangunkan Larry dari lamunan penuh fantasinya. Entah kapan wanita tersebut bertemu dengan lawan jenisnya. Dia telah tinggal di lereng gunung kematian cukup lama, sehingga tidak terbiasa berkomunikasi dengan  orang asing.


“Eh, benarkah ? Lantas kamu siapa ?”


“Na-na-nama s-saya L-li-Ly, tuan”


“Lily ya ? Apa kamu benar-benar bukan bidadari ? ataukah kamu iblis yang sedang menyamar ?”


Larry masih saja mengejar fantasi yang terpikirkan olehnya. Sepertinya, otak Larry yang sesungguhnya telah tercampur pikiran bodoh milik Joe.