The Returning Point Of The Legend

The Returning Point Of The Legend
Keluarga



“Ah, apa itu mimpi ?” Joe terbangun di malam hari. Dia menatap lama atap putih yang sama sekali asing baginya.


“Siapa mereka ?” ada  beberapa anak kecil yang sedang tidur dengan pulas berjejer didekat Joe.


“Arggh, kepalaku sakit”


“Aku ingat sekarang. Aku sedang menjalani quest yang aku ambil waktu itu. Ech,”


“Kenapa tubuh ini bukan avatar game-ku ? dan lagi, ini bukan tubuh asliku ?”


“Jangan-jangan …”


“Ini tubuh Larry”


“Pantas saja tubuhku kurus”


“Larry, kamu sudah bangun ?”


“Ah, I-Iya sudah” Suara seorang gadis muda seumurannya mengagetkan lamunannya. Tak terasa Joe melamun sepanjang malam, malam itu bayangan memori Larry yang sesungguhnya sedikti demi sedikit masuk melalui lamunannya.


Walau tubuhnya adalah tubuh Larry, tetap saja itu adalah Joe, seorang pemuda kikuk yang dulu sulit bergaul karena penampilan dan otaknya yang super lemot


“Kamu tidak apa-apakan Larry ?”


“A-Aku baik-baik saja, Naomy” Gadis itu adalah Naomy, salah satu dari 3 anak panti yang berusia 15 tahun. Tentu saja Larry juga termasuk dari 3 anak itu. Sisanya, ada 7 orang anak kecil berumur 6-10 tahun.


“Kak Larry”


“Hei, kak Larry bangun”, semua anak panti langsung mengerubungi Joe.


“Kak, kakak tidak apa kan ?”


“Kakak, jangan tinggalkan kami”


“Kakak, jangan coba-coba tinggalkan kami lagi ya”


….


Semua anak panti mengungkapkan rasa sedih dan bahagia mereka, sedih karena hampir kehilangan sosok keluarga mereka. Dan bahagia karena Larry kembali dan sudah sadarkan diri.


Entah kenapa muncul rasa hangat di hati Joe.


“Inikah rasanya punya keluarga ?”


“Walaupun disini tidak ada ayah dan ibu, aku merasa sangat nyaman. Aku diterima disini” Gumam Joe ditengah istirahatnya. Banyak luka memar dan goresan di tubuh Larry, luka akibat benturan dengan batu ketika dia hanyut di sungai.


“Larry ?”


“Bolehkah aku pinjam tubuhmu ?”


“Mungkin ini egois, tapi aku mohon padamu”


“Dimanapun kamu berada sekarang, aku harap kau tenang disana”


“Aku berjanji, aku akan menjaga tubuhmu”


“Aku juga akan menjaga anak-anak panti”


“Aku juga akan menemukan Lilian…” entah kenapa, air mata menetes begitu saja ketika Joe menyebut nama Lilian


“…, aku-u akan membawanya ke panti ini lagi”


“Aku Janji”


Joe berdo’a untuk ketenangan Larry.


“Mulai hari ini, namaku adalah


Larry”


“Aku akan tumbuh dan berjuang dengan tubuh ini”


“Dengan keluargaku, ya keluargaku”


“Larry, bagaimana keadaanmu sekarang ? Lebih baik ?” Seorang Ibu paruh baya mendekatinya dengan semangkok bubur dan segelas air hangat yang diletakkan di atas nampan.


“Aku sudah lebih baik sekarang, terima kasih bunda telah merawatku”


“Kau ini, Bunda telah membesarkanmu sejak usia 5 tahun. Kau anak Bunda, wajar jika Bunda merawatmu”


“Ah iya, selama ini Bunda belum pernah menceritakan asal usulmu ya. Jika kamu telah lebih dewasa, Bunda akan menceritakannya”


“Baik bunda, dari manapun asal usulku. Bunda tetap ibuku” Joe sangat terharu ketika mengatakan hal itu.


Dulu, ketika Joe sakit, hanya maidnya yang selalu merawatnya. Sehingga, dia punya orang tua, tapi hanya sebatas


pemberi fasilitas. Berkumpul adalah hal yang jarang, sekalipun saat tahun baru. Apalagi ketika Fantasia Online dirilis, orang tua Joe sebagai manager dan salah satu petinggi disana semakin hanyut akan pekerjaannya.


“Joe, jika kamu sudah baikan. Tiga hari lagi ikut Bunda ke Rumah Walikota ya”


“Walikota ? Untuk apa bunda ?”


“Sampai sekarang, kamu tidak bisa membentuk cakra sihir ditubuhmu bukan ?”


“Jadi, Bunda harap kamu dapat bekerja disana. Walikota selama ini sangat baik kepada kita, dia juga yang


memberikan obat-obatan untukmu”


“Bunda, aku janji, aku akan menjadi seorang penyihir atau seorang pendekar naga”


“Bolehkah aku memutuskannya setelah ujian penerimaan murid di Akademi ?”


“Jika aku gagal, aku akan bekerja disana dengan senang hati”


“Baiklah kalau begitu” Bunda tersenyum hangat. Dia bahagia bahwa tidak terpancar wajah menyerah dimata Larry.


 


Catatan Author :


Terima kasih kepada para pembaca novel ini, berhubung ini novel baru dan murni hasil karangan saya, jadi mohon kritik dan sarannya.


Jangan lupa untuk meninggalkan like, sebagai penyemangat saya untuk update.