The Returning Point Of The Legend

The Returning Point Of The Legend
Episode 19 Bunda



“Bagaimana tuan kondisi Bunda ? ?” Refleks Naomy mengajukan pertanyaan kepada tabib yang baru saja keluar dari kamar bunda


“Kondisinya sedikit mengkhawatirkan. Terjadi gangguan aliran mana dalam tubuhnya disebabkan suatu penyakit. Harusnya gejala ini muncul apabila pasien tidak sering menggunakan sihir” Seketika raut muka semua yang mendengarkan menjadi buruk, terutama Naomy. Dia paling mengerti bahwa selama beberapa waktu ini, bunda melatih dan memberikan mantra-mantra sihir yang telah dipelajari bunda sebelumnya.


“Obatnya sebenarnya sederhana, hanya saja untuk mendapatkan obat tersebut yang lumayan sulit” Jelas tabib


“Apa obatnya, aku akan lakukan apapun demi kesembuhan Bunda” Naomy dengan tegas mengatakan hal tersebut, dia tentunya paling merasa bersalah tentang sakitnya bunda.


“Air mata seorang black witch”


‘..-…” semua terdiam, tidak ada yang merespon. Atau mungkin, mereka semua bingung dengan apa yang mereka dengar.


“Kenapa harus air mata black witch ? tidak adakah obat lain ? Anda pasti tahu black witch sangat susah


ditemukan, karena mereka manusia yang menyendiri dan sering kali diusir oleh manusia yang lain karena kekuatan kegelapannya ?”


“Sayangnya, hanya itu obat yang saya ketahui untuk penyakit seperti ini. Untuk keberadaan Black Witch sendiri,


yang saya ketahui ada seorang gadis witch tinggal di hutan yang berada di lereng gunung kematian”


“Bu-bukankah tempat itu sedikit menyeramkan, ehehe” Refleks Mark memeluk tangan Larry ketika mendengar gunung kematian. SIapa yang tidak tahu gunung itu, gunung yang berisi magical beast yang berbahaya. Walaupun hanya magical beast level 2 dan 3 tetapi jenis magical beast disana paling dihindari, karena hampir semua magical beast memiliki racun yang mematikan.


“Ini-…” Naomy ragu dengan ucapannya sebelumnya, dia tahu jika dia memaksa pergi ke tempat itu, dia tidak


akan pernah kembali. Apalagi dengan kemampuannya yang masih rendah.


“Diskusikanlah terlebih dahulu, pasien akan bertahan kurang lebih 1 bulan lagi. Jika lebh dari itu, pasien akan


kehilangan kekuatan dan mananya. Semakin lama, dia akan kehilangan kemampuan untuk memfungsikan organ vitalnya”


“Maaf jika saya tidak dapat membantu banyak, saran saya, berikanlah hari-hari yang menyenangkan untuk


“Terima kasih tuan atas sarannya”


“Baiklah, saya pulang dulu. 3 hari sekali saya akan kesini untuk memeriksa kondisi pasien”


Semua hening mengantar kepergian tabib, bahkan setelah tabib tidak terlihat lagi pun mereka tetap hening. Gunung


kematian bukanlah tempat yang menyenangkan, banyak para pendekar silver maupun gold yang berakhir mengenaskan ketika mereka pergi kesana. Tentunya, banyak sumber daya berharga tersemayam disana, tetapi bayaran yang diperlukan juga tidak kalah sebanding dengan sumber daya yang ada.


“Teman-teman…” Larry memecah keheningan diantara mereka


“Bolehkah aku minta sesuatu kepada kalian ?” Mereka tidak menjawab, tapi perhatian Naomy dan Mark tertuju pada Larry.


“Aku akan pergi ke gunung kematian, tapi aku harap jika aku tidak kembali dalam waktu dekat kalian akan memaafkanku” Keduanya tersentak mendengar penuturan dari Larry.


“Larry, apa kau yakin ? Kau pasti tahu bahwa gunung kematian bukan sekedar gunung biasa. Bunda akan sedih jika dia tahu kamu pergi ke tempat itu”


“Aku tahu, makanya tolong katakan kepada bunda bahwa aku menjalankan tugas dari paman Asmos. Harusnya aku paman asmos sudah sampai ke rumahnya hari ini”


“Besok aku akan pergi, sore ini aku akan menemui Paman Asmos. Aku harap, kalian dapat menjaga bunda. Tetapi,


jangan lupa untuk terus berlatih demi seleksi nanti. Bunda akan senang jika kalian dapat menjamin kehidupan kalian di masa depan”


Larry kemudian masuk ke kamar Bunda, sampai sore hari dia menemani Bunda di kamar. Seakan, itu adalah hari terakhir Larry bertemu dengan Ibu keduanya.


Yoo, Minna.


Ini janji author ya buat crazy up di akhri januari atau awal februari.