The Returning Point Of The Legend

The Returning Point Of The Legend
Episode 28 Bos Zombie



Gumpalan gas hijau menyeruak masuk ke dalam ruangan aula. Bagaikan mendapat angin segar, para zombie yang menjadi sumber dari racun tersebut semakin beringas mencakar dan menggigit pasukan Larry. Larry yang melihat gas hijau sedikit demi sedikit mendengus kesal. Jejak kekhawatiran muncul dalam raut wajahnya.


“Apa racun akan efektif untuk melemahkan undeadku ya ?”


Larry menimbang-nimbang kembali semua rencananya. Jika para undead tersebut melemah karena racun, maka kemungkinan ia mati semakin besar melihat gerombolan zombie yang masih sangat banyak, apalagi di balik tembok ruangan aula, terdapat sebuah ruangan lagi yang didiami oleh sosok terkuat dari para zombie.


“Cih, racun mayat yang merepotkan”


Wajah Larry sedikit sumringah melihat para undeadnya baik-baik saja ketika gumpalan gas hijau racun mayat mengelilingi mereka. Akan tetapi, bagi Larry itu adalah berita baik dalam situasinya yang sangat buruk. Larry menatap tiga botol anti-poison yang ia punya. Setiap botol anti-poison yang ia miliki dapat menjaganya tetap aman dari racun tingkat 1 selama 10 menit.


“Waktunya pertaruhan hidup lagi”


Larry kembali membuat pertaruhannya kembali. Ia harus membasmi semua zombie yang ada dalam aula. Jika racun akan menghilang setelah para zombie musnah, maka Larry akan tetap hidup. Dan jika racun tetap ada setelah para zombie musnah maka Larry yang akan mati. Bahkan, ada kemungkinan terburuk lainnya, yaitu Larry mati sebelum membunuh semua zombie.


“Glupp”


“Mode Black Knight : Aktifkan”


Larry meneguk sebotol anti-poison yang ia bawa dan langsung mengaktifkan mode black knightnya. Kekuatan tempur para undead melonjak naik bersamaan dengan aktifnya mode black knight milik Larry.


Kini, serangan para undead semakin intens menghadapi gerombolan zombie yang semakin ganas ditengah kabut racun mayat. Tak mau kalah, dengan aura gelap mengelilingi tubuhnya Larry juga meningkatkan kecepatannya dan menghancurkan setiap kepala zombie dengan satu ayunan kepalan tangan.


“Krekk”


Kepala zombie terakhir hancur ditangan Larry. Tak lama dinding aula kembali bergetar. Sebuah pintu terbuka dan …


“Wusssh”


Hempasan angin menerpa aula dan menghilangkan semua racun yang terdapat disana. Larry menghembuskan napas lega sebelum menegang kembali melihat tiga buah siluet yang terdapat di dalam ruangan yang baru saja terbuka.


“Summon : Undead”


Larry kembali memanggil lima undeadnya. Dengan langkah mantap ia masuk ke dalam ruangan tersebut. Larry tersentak sejenak, ia melihat tiga ekor monster yang sangat besar. Dua ekor zombie berukuran 3 meter dengan taring yang tajam dan dua buah kepala yang memiliki sinar merah memancar dari matanya.


“Two-heads dog zombie”


Larry mengenali zombie tersebut, disalah satu game-nya dulu ia pernah menghadapinya secara virtual. Akan tetapi berbeda dengan kondisi saat ini. Yang ia hadapi adalah nyata, dimana jika ia terbunuh oleh zombie tersebut maka ia akan mati. Berbeda dengan game yang ia mainkan, yang akan kembali hidup setelah mengalami kematian.


Di samping kedua two-heads dog zombie, terdapat siluet yang lebih tinggi. Sesosok zombie yang memiliki 4 tangan dan tubuh tegap memberikan kesan kematian yang sangat mendalam kepada Larry.


‘Groarrr’


“Manusia, beraninya kau mengacau di wilayahku”


Larry menegang mendengar raungan marah zombie berukuran empat meter di depannya. Yang lebih mengejutkan adalah zombie tersebut berbicara bahasa manusia.


“Four-hands Minotaur Zombie”


Catatan Author :


Terima kasih atas semua yang menyempatkan membaca coret-coretan saya. Mohon maaf jka banyak kesalahan. Mohon dukungannya dengan like, vote dan tombol love-nya. Juga, mohon kritik dan sarannya.


Salam semangat, semoga semua dalam kesehatan selalu.


Semoga badai segera berlalu