The Returning Point Of The Legend

The Returning Point Of The Legend
Episode 13 Black Knight



“Huft, ini magical beast terakhir sebelum batas penyimpanan undead-ku penuh”


“Haaah, untung saja aku mendapat skill ini, sehingga aku punya pasukan secara cuma-cuma”


“Tapi, karena undead yang bisa aku bangkitkan harus aku sendiri yang bunuh sedikit membuat aku kecewa”


“Tak apalah, walau hanya magical beast level 1 tapi karena jumlahnya mencapai 30 aku jadi lumayan terbantu.


Minimal mereka bisa mengalihkan perhatian jika aku diserang musuh sewaktu-waktu”


Larry bergumam sendiri menyaksikan 30 magical beast level 1 yang telah ia ubah menjadi undead dalam waktu satu minggu ini. Larry sengaja untuk berburu di malam hari karena kekuatan undead akan berlipat ketika matahari terbenam.Satu minggu ini, Larry habiskan untuk berlatih dan berburu berbagai magical beast level 1 bersama para undeadnya. Semakin hari, perburuan itu semakin mudah karena jumlah undead yang ia punya semakin bertambah, berbeda ketika dia pertama kali berburu untuk mendapatkan undead pertamanya. Larry hampir meregangkan nyawa melawan magical beast tersebut, tentunya karena kekuatan Larry belum cukup kuat untuk menghadapi magical beast dengan level terendah sendirian


“sriiiing’ Tiba-tiba sebuah notifikasi muncul di hadapan Larry


“Selamat, mode bertarung diperoleh”


“Black Night ?”


‘Mode bertarung Black Night’


‘Pengguna akan dilapisi armor hitam dengan defensif 3 kali lipat dari mode normal’


‘Bertarung bersama undead akan memperkuat kekuatan undead dua kali lipat’


‘HP bertambah 300’


‘Mp bertambah 300’


‘Senjata yang digunakan ketika menggunakan mode black night akan diperkuat, kecuali senjata dengan elemen


cahaya akan diperlemah’


“Yipiiii”


“Aku mendapat mode bertarung sekarang, dengan ini aku tidak akan mudah dikenali karena aku mendapat armor


secara cuma-cuma”


“Aku bahagia se-“


“Tunggu, asap apa itu ? Apa di desa terjadi kebakaran ?”


Larry langsung bergegas keluar dari hutan menuju desa Carne setelah menyimpan para undead-nya ke dimensional underworld. Sebuah dimensi yang akan dimiliki oleh masing-masing necromancy.


Luas dimensi tersebut berbanding lurus dengan kekuatan si pemilik. Semakin kuat si pengguna, maka semakin luas pula dimensi tersebut. Untuk Larry, karena dia baru dapat menggunakan skill tersebut sekitar satu minggu yang lalu dia hanya memiliki dimensi yang hanya bisa diisi dengan 30 undead sebagai batas maksimalnya. Setelah Larry memperkuat tubuhnya dengan latihan dan mengkonsumsi ramuan buatannya, dia akhirnya dapat mengaktifkan skill dan title yang dia peroleh.


“Siapa mereka ?”


“Apa mereka bandit ?”


Sesampainya Larry di gerbang menuju desa, Larry bersembunyi di sebuah pohon  tidak jauh dari gerbang tersebut. Akhirnya Larry menyusup ke dalam desa ketika semua bandit berkumpul di depan rumah kepala desa.


‘Bagus, 4 orang berjaga disini bersamaku. Sisanya, ambil apapun yang berharga di desa ini, Jangan sisakan satupun’


Suara seorang bandit dengan tubuh kekar yang Larry yakini sebagai pemimpinnya memerintahkan anak buahnya untuk menjarah semua barang berharga yang ada di desa. Semua penduduk bergidik mendengar perintah tersebtu, kecuali seorang warga yang menyeringai mendengar hal tersebut, dia kemudian bergegas pergi ke atap sebuah rumah dengan mengaktifkan mode bertarung yang baru saja  dia dapatkan beberapa puluh menit yang lalu.


‘Hahaha, aku menemukan beberapa barang yang lumayan ber-..’


Zraatt


“Satu”


Larry menebas sebuah tiang kepala milik seorang  bandit sebelum dia menyelesaikan ucapan kebahagiaanya menemukan perhiasan di salah satu rumah di Desa Carne.


“Dua”


..


..


‘toloong ! tidak, arg-‘


“Tujuh”


..


..


Sesosok makhluk hitam meloncat dari satu rumah ke rumah yang lain, naasnya setiap rumah yang ia datangi akan menimbulkan suara erangan penuh rasa sakit.


‘arghh’


“Ini yang ke-lima belas”


“Ech, kemana mereka pergi ?”


“Apa mereka menyadari bahwa aku membunuh rekan-rekan mereka ?”


“Persetanlah, siapapun yang berani menyentuh keluargaku disini akan merasakan akibatnya” Mata merah Larry


semakin terang ketika dia memperkuat tekadnya untuk membasmi semua bandit yang menyerang rumah kesayangannya tersebut. Larry kemudian pergi menuju tempat para bandit dan warga berkumpul.


‘B-Bos, gawat, kami menemukan banyak anggota kita yang terbunuh’


‘Apa, bagaimana bisa ? Bukankah seluruh warga telah kita kumpulkan. Siapa yang beraninya melawan kita ?’


‘Siapa disana ?’


“Hmmzt, sepertinya aku ketahuan” gumam Larry


Larry kemudian muncul dari sebuah lorong gelap, tentunya dengan mode black night yang ia dapatkan.


‘Peringatan, batas waktu penggunaan mode bertarung black night tinggal 10 menit’


Sebuah notifikasi muncul di depan Larry, tentunya hanya dia yang dapat membaca notifikasi tersebut.


“Sepertinya aku harus bergegas” Larry menggumam menatap notifikasi tersebut


Tanpa sadar, Larry telah dikepung 25  orang bandit yang telah mengacungkan senjatanya.


“Baiklah”


“Summon”


Seketika, muncul 30 undead magical beast disekitar Larry. Fenomena tersebut membuat para bandit dan warga bergidik ngeri.


 


Yoo, Minna. 


Maaf ya author tidak update rabu kemarin. Author kemarin pulang ke perantauan lagi, demi siapa coba ? demi dia yang tidak pernah peka. ehehehe


Author sekarang sedang berjuang menepati janji untuk crazy up di akhir atau wala februari nanti. Oleh karena itu, saya minta like dan kritik sarannya ya, supaya lebih semangat lagi buat up. Jangan lupa untuk favoritkan novel ini.


Salam Indonesia, salam sejahtera. WKWK