
Larry berteriak histeris melihat tumpukan abu yang menutupi bekas bangunan panti. Ia melihat para warga menatapnya dengan sinis dan penuh penghinaan. Ia meminta satu demi satu warga untuk memberi tahu apa yang telah terjadi, tapi semua orang mengacuhkannya. Larry kemudian bergegas menuju rumah Paman Asmos sebelum ia diberhentikan oleh seorang pemuda sebayanya di tengah jalan.
“Larry.. Tunggu, aku akan memberi tahumu apa yang terjadi”
“Tolong, tolong beritahu aku apa yang telah terjadi ?” Larry meminta dengan suara yang sangat berat, ia tak tahan melihat apa yang terjadi pada satu-satunya bangunan yang dapat ia panggil rumah di dunia ini.
“Baiklah, tapi sebelum itu. Aku meminta apapun yang akan kamu lakukan setelah aku memberitahumu, kamu dapat melepaskan aku dan ibuku. Aku jamin ibuku tidak bersalah apapun” Pemuda itu memohon dengan nada yang sangat lemah, ia merasa sangat bersalah.
“Baiklah, aku janji. Cepat ceritakan apa yang terjadi”
“Tiga hari yang lalu, semua warga dipimpin oleh kepala desa datang ke panti asuhanmu. Ia mengatakan bahwa ibu panti adalah seorang pemuja iblis dan mengajarkan anak-anak panti menjadi seorang pemuja iblis,…”
“Bohong, itu semua tidak benar. Bunda tak pernah mengajarkan sesuatu seperti menjadi seorang pemuja iblis” Larry memotong penjelasan pemuda tersebut.
“… Kepala desa mengatakan bahwa di dalam panti ada benda yang mencurigakan. Sebuah liontin yang dapat menyamarkan energi kegelapan, incognito necklace”
“Kepala desa memaksa masuk ke dalam panti dan menunjukkan kepada warga bahwa ia menemukan sebuah liontin. Dengan bukti itu, ia memimpin warga untuk melempari ibu panti dengan batu. Namun, semua anak panti merentangkan tangannya untuk menjaga ibu panti tanpa terkecuali. Mereka memeluk ibu panti yang kondisinya sangatlah lemah. Anehnya, bukan hanya kondisi ibu panti yang begitu. Tetapi anak panti lainnya sesungguhnya kondisi mereka sangat aneh. Mereka sangat lemah sampai-sampai tak ada yang bisa berbicara untuk menyanggah tuduhan tersebut. Akhirnya satu demi satu anak–anak panti berjatuhan, kemudian salah satu warga menyalakan api dan membakar panti. ” Pemuda itu menghela napas sebelum melanjutkan kembali ceritanya.
“Larry, aku tahu bahwa itu semua adalah konspirasi. Tapi aku tak dapat melakukan sesuatu untuk menyelamatkan mereka. Padahal aku berhutang nyawa kepadamu. Tapi aku mohon, ibuku tidak bersalah. Ia tidak mengikuti warga melakukannya. Aku mohon, aku tahu kamu memiliki kekuatan untuk menghancurkan desa kecil ini di masa depan. Tapi, jangan libatkan ibuku, tolong” Pemuda itu menangis tersedu, ia takut dan menyesal. Menyesal karena tidak dapat melakukan apapun kepada penolong hidupnya.
“Tapi, tapi, aku secara tidak sengaja melihat kepala desa dengan tabib yang merawat ibumu minum bersama dengan riangnya. A..Aku curiga bahwa …”
Mata Larry sangat merah, tapi ia tahu bahwa pemuda didepannya sangat jujur akan ceritanya. Ia adalah pemuda yang pernah Larry selamatkan ketika berlatih di hutan. Bahkan Larry mengobati luka-lukanya dengan potion yang dapat dianggap sangat berharga. Larry tahu bahwa pemuda tersebut hanyalah rakyat miskin yang tinggal berdua dengan ibunya, oleh karena itu pemuda tersebut sangat merasa bersalah tidak dapat melakukan apapun untuk membantu keluarga panti.
“Baiklah, tapi malam ini aku minta kalian meninggalkan desa ini terlebih dahulu. Aku akan mengganti rumahmu yang disini nanti” Larry menepuk pemuda itu. Matanya sudah tak berair lagi, dari sorot matanya memancar kebencian yang sangat mendalam.
“Tentu, tentu saja” Pemuda tersebut langsung berlari menuju rumahnya.
“Dasar warga tidak tahu berterima kasih, aku mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan kalian dari para bandit. Tapi balasan kalian adalah ini. Baik, baik, aku akan memberikan imbalan yang setimpal akan kepolosan kalian.”
“Kepala desa kan ?hmmph” Aura gelap menyelimuti Larry ketika tatapannya tajam melihat desa yang ia tinggali selama ini. Sebelum Larry menghilang entah kemana.