
...--AUTHOR POV--...
Kaisar Horus menatap ke arah Putrinya, Vivi yang menatapnya dengan tatapan memohon. Mata biru bak lautan itu tampak sedikit berkaca-kaca dan wajah cantik dan imut itu tampak menampilkan raut wajah yang membuatnya hampir kehilangan kendali untuk tidak menerjang Vivi sekarang juga.
'Tenanglah Horus, di sini masih banyak pelayan dan prajurit yang melayani Vivi. Tapi.... Kenapa Vivi yang sekarang semakin mirip saja dengan Ivona?' pikir Kaisar.
Kaisar juga mendengar kata-kata yang sedikit di tekan oleh Vivi tadi. Keluarga Kekaisaran hanya ada enam orang dan tidak ada yang lain. Namun kenyataannya anggota keluarga Kekaisaran ini ada delapan orang. Itulah rencana Kaisar untuk memperkenalkan dua anggota keluarga Kekaisaran yang lainnya.
Kayla dan Emira, wanita yang merupakan wanita rahasianya dan juga buah hatinya hasil dari hubungan mereka itu, Emira. Keduanya adalah orang yang mengetahui sisi lain Kaisar, sisi lain yang bahkan tidak pernah Kaisar perlihatkan pada semua orang.
"Vivi... Tapi Ayah kan sudah memakai pakai--"
"Kalau Ayah memakai pakaian yang lain, berarti Ayah bukan bagian dari kami!" Seru seorang pemuda yang berdiri di ambang pintu.
"Kak Blaze?!" Seru Vivi yang menatap terkejut karena ia tidak menyangka kalau Blaze akan datang ke ruangan pribadi Kaisar.
Blaze pun melangkah masuk, di susul dengan Castor dan Helios, ketiganya dengan kompak memakai setelan formal berwarna putih dan juga jubah berlambang Kekaisaran Eilidh yang berwarna senada dengan setelan mereka dengan corak keemasan.
"Blaze benar Ayah, Vivi sudah susah payah menyiapkan semua ini masa Ayah akan menyia-nyiakan usaha Vivi?" Kata Castor.
Helios mengangguk, "Itu benar. Wajah jika anggota Keluarga Kekaisaran memakai setelan pakaian yang sama, ini juga membuktikan pada semua orang kalau keluarga kita baik-baik saja setelah insiden Duke Curt kemarin"
"Benar Yang Mulia... Atau anda tidak ingin memakai pakaian yang serupa dengan kami?"
Suara lembut itu mengalun, di ambang pintu kini terlihat Ivona yang memakai gaun yang persis dengan milik Vivi, namun ia memakai mahkota kebesarannya sebagai Permaisuri di istana ini dan dengan tatapan lurus Ivona menatap ke arah Kaisar.
"Jadi... Apan keputusan anda?" Tanya Ivona lagi.
Kaisar Horus menatap ke arah Ivona dengan mata yang tidak berkedip. Ia sungguh merasa sangat terpesona dengan sosok wanita yang membuatnya begitu tergila-gila itu. Namun Horus juga merasa sedikit ada kejanggalan di dalam diri Ivona sekarang, biasanya Ivona tidak pernah berani menatapnya dengan tatapan lurus seperti ini. Ia selalu menghindari kontak mata dengan Horus namun kini Ivona menatapnya dengan begitu lurus.
Tatapan lurus Ivona yang menatap Horus itu baginya sungguh terlihat seksi dan menantang. Jika Kayla yang biasanya memang agresif dan menggoda setiap mereka berhubungan badan, Ivona cenderung pasif dan menolaknya. Bahkan sampai menangis keras.
Horus merasakan bagian bawahnya itu sedikit terbangun, 'Sial! Aku sudah cukup bergairah dengan tampilan Vivi yang sangat cantik dan imut ini. Sekarang di tambah dengan Ivona yang terlihat sangat ****... Sial! Aku benar-benar ingin menerkam mereka sekarang juga!'
Ivona yang melihat gairah yang muncul di mata Kaisar pun merasa sedikit takut, namun ia segera menguatkan hatinya untuk menjadi lebih sedikit demi Anak-anaknya.
Ivona lalu tersenyum sambil terus berjalan melangkah mendekat ke arah Kaisar, "Aku akan membantu Ayah kalian bersiap-siap, kalian keluarlah!"
Castor lalu menghela nafas, "Baiklah. Ayo kita pergi dulu dari sini"
Helios diam-diam menatap penuh amarah pada Kaisar namun dengan cepat ia membalikkan tubuhnya dan langsung berjalan keluar, sementara itu Blaze pun menggandeng tangan Vivi yang masih tampak kebingungan itu.
Kepergian mereka dari ruangan itu pun diikuti oleh para pelayan dan prajurit dan kini ruangan pribadi Kaisar ini hanya ada Kaisar dan Ivona sana.
Dengan gerakan yang sangat cepat, Horus menarik tangan Ivona dan menariknya ke dalam pelukannya.
"Kau sangat cantik Ivona... Aku ingin memakan mu sekarang juga...." Geram Kaisar dengan mata yang sudah tampak begitu tertutupi oleh nafsu.
"Itu tidak bisa Yang Mulia, sekarang kita harus pergi ke Pesta Ulang Tahun Castor sekarang" kata Ivona dengan nada yang tenang.
Meski memang terlihat tenang, jujur Ivona merasa begitu ketakutan namun sekali lagi, ia harus menjadi lebih kuat lagi demi Anak-anaknya.
"AKU TIDAK PEDULI!" Bentak Kaisar Horus, ia pun mendekatkan bibirnya ke telinga Ivona dan berbisik dengan nada yang begitu seduktif, "Kau tahu... Saat ini, kau yang menatapku dengan tatapan yang begitu seksi di mataku ini. Ingin rasanya aku memakan mu tanpa ampun dan menanamkan benih-benih ini ke dalam rahimmu saat ini"
Ivona merasa jijik mendengar Kata-kata yang begitu kotor dan sensitif yang di ucapkan suaminya itu. Ia pun memekik pelan saat ia merasakan sentuhan tangan Kaisar yang tengah memegangi telinganya itu dengan begitu rakus.
Ivona mati-matian menahan desahannya, ia tidak boleh mendesah karena akan membuat situasi ini semakin memburuk. Ivona tahu ia sudah membangunkan monster penggila **** ini, tapi Ivona tidak akan kalah padanya kali ini!
"Ya-- Yang Mulia, saya mohon segeralah berganti pakaian" kata Ivona dengan tenang dan membuat Kaisar Horus langsung menatapnya dengan tatapan yang tidak percaya.
aja tahu dengan sangat jelas titik lemah dari tubuh Ivona ini yaitu telinganya. Biasanya wanita itu akan langsung mendesah tidak karuan dan membuatnya semakin bersemangat untuk memangsa Ivona. Namun kali ini wanita itu berhasil menahan desahannya.
Seringai mengerikan muncul di wajah tampangnya itu, sungguh Ivona yang sekarang membuat Horus semakin mencintai wanita itu.
"Baiklah, aku akan mengganti bajuku. Lagipula ini memang keinginan Vivi. Aku harus menghargai hasil jerih payah dari Putriku ini, bukan" kata Kaisar yang mencium bibir Ivona dengan singkat dan akhirnya membebaskan Ivona dari kungkungannya. Setelah itu, ia pun pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Ivona menghela nafas lega, namun ia segera kembali merasa tegang ketika mendengar ******* Horus di kamar mandi.
"Yahhh.... Peluk dan beri aku kehangatan yang benar... Ivona istriku... ****! Kau sangat pintar!!!"
Ah.... Kaisar Horus sedang bermain 'solo' di kamar mandi sekarang. Namun Ivona sedikit merasa lega karena Kaisar Horus tidak membuat Ivona untuk melampiaskan hasratnya sekarang.
Yah... Mungkin otaknya sedikit bekerja karena ia merasa sayang kalau riasan Ivona dengan begitu sangat cantik itu akan rusak kalau ia memaksa Ivona untuk melakukan itu.