
Semua orang di dalam ruangan itu tampak sangat terkejut ketika membaca kertas-kertas yang baru saja di bagikan pelayan kepada mereka. Pasalnya, isi dari kertas-kertas itu berisi laporan keuangan istana dan juga bukti adanya penggelapan dana yang terjadi di wilayah Utara Kekaisaran Eilidh yang merupakan wilayah milik Duke Curt yang memang di berikan oleh Kaisar sebagai imbalan atas pencapaian kerja Duke Curt sebuah ajudan dan tangan kanan Kaisar Horus.
Walaupun tidak ada yang mencurigakan dari laporan pajak di wilayah Utara, namun terlihat jelas ada bukti penggelapan dana pajak yang di salurkan kepada Kediaman Duke Curt. Artinya, Duke Curt sendiri sudah memanipulasi laporan mengenai keuangan yang ada di wilayah Utara agar mendapat uang anggaran dari pihak istana yang malah mengalir ke Kediaman Duke Curt dan juga membayar pajak yang cukup murah.
"Bukankah ini sudah sangat keterlaluan?" Desis Duke Erickson yang merasa geram.
Memang ia sudah merasa curiga dengan pengelolaan keuangan wilayah Utara. Wilayah Utara sendiri di kenal memiliki tanah yang subur untuk pertanian mereka. Bahkan mereka selalu memiliki panen yang melimpah dan juga berkualitas. Namun entah kenapa ia mendengar bahwa orang-orang di wilayah Utara hanya ada beberapa keluarga bangsawan saja yang hidup dengan makmur, sementara para rakyat biasa di sana masih berada di dalam kemiskinan. Padahal dengan anggaran istana yang di salurkan, hasil panen yang melimpah dan juga pajak yang murah harusnya kehidupan orang-orang di wilayah Utara itu makmur.
Sempat Duke Erickson sendiri yang menyelidikinya, namun dari setiap pengakuan rakyat miskin yang mayoritas dari mereka adalah petani mereka mengaku hidup dengan kecukupan, hanya saja saat Duke Erickson datang ke sana memang mereka baru saja kehabisan uang karena habis berpesta pora untuk merayakan pesta panen mereka.
Semua orang-orang itu menjawab hal yang sama, Namun Duke Erickson sendiri mengetahui kalau mereka berbohong dan sepertinya menyembunyikan sesuatu. Akan tetapi mau bagaimana pun Duke Erickson mencoba menggali informasi lebih banyak lagi, hasilnya tetap nihil dan karena ia tidak ingin memaksa mereka mengatakan hal yang sebenarnya, akhirnya Duke Erickson pun menyerah dalam menyelidikan itu.
"Belum lagi lihatlah di sana, terjadi pelanggaran pekerja dan juga laporan mengenai ancaman yang di lakukan oleh Duke Curt kepada semua para pekerja dan juga rakyat di wilayah Utara. Ini bukan masalah yang kecil...." Kata Castor kepada para bangsawan.
Semua orang kembali fokus ke dalam kertas laporan yang mereka pegang.
Permaisuri Ivona menutup mulutnya dengan tatapan yang sangat tidak percaya lalu menatap ke arah Kaisar, "Ini bohong kan.... Ini pelanggaran yang sangat kejam. Ini masalah yang serius Yang Mulia!"
Permaisuri Ivona tersentak melihat Kaisar yang hanya menatap datar kertas itu, terlihat Kaisar tidak merasa terkejut sedikit pun tentang masalah pelanggaran pekerja dan pelanggaran hak yang terjadi di wilayah Utara.
'Apa jangan-jangan dia tahu.....? Dasar monster....' Pikir Permaisuri Ivona sambil memalingkan wajahnya dan menggigit bibir bawahnya.
Blaze yang melihat itu pun diam-diam mengepalkan tangannya. Ya.. ia tahu kalau Kaisar sendiri yang mengetahui hal ini, karena banyak budak wanita-wanita simpanan Kaisar yang berasal dari wilayah Utara, dan orang yang memasok para wanita itu tentu saja adalah Duke Curt.
"Ini bohong Yang Mulia! Anda sendiri tahu kalau wilayah Utara sangatlah makmur! Orang-orang di sana sangatlah bahagia dan kami selalu berpesta untuk merayakan panen kami ya melimpah! Ini benar-benar informasi yang ingin memfitnah saya!" Teriak Duke Curt.
Hening seketika, sampai Kaisar membuka suara, "Wilayah Utara memang makmur. Aku sendiri sering ke sana untuk memastikannya. Tidak ada kemiskinan, kelaparan, kesengsaraan dan pelanggaran hak yang terjadi di sana"
Seketika para bangsawan pun mengangguk setuju, mereka memang pernah ke wilayah Utara menemukan bahwa di seluruh rakyat di wilayah Utara memiliki rumah yang besar. Setiap melewati jalan di sana, mereka semua melihat bangunan-bangunan yang besar di sepanjang jalan di wilayah Utara. Jadi tidak mungkin mereka terjebak dalam kemiskinan seperti yang ada di laporan ini.
Namun suatu tawa pelan terdengar, dan suara itu berasal dari Pangeran Blaze.
"Apa yang lucu, Pangeran Blaze?" Tanya Kaisar yang menatapnya dengan tajam.
"Pfft... Ahaha... Maaf Yang Mulia... Saya tidak bisa menahan tawa saya" Jawab Blaze yang masih tertawa lalu beranjak kursinya, ia pun mulai berjalan pelan ke arah orang-orang yang di bawa oleh Sir Felix.
"Ya... Pelanggaran memang sangat sulit untuk di bongkar karena mereka cukup keras kepala untuk mengatakan hal yang sebenarnya. Tapi...."
Dengan gerakan yang cepat, Blaze langsung menarik
tangan seorang pelayan laki-laki dan menyikap lengan pelayan laki-laki itu dan memperlihatkan luka sayatan yang begitu banyak yang ada di tangan pelayan itu.
"Lihatlah ini, semua pelayan dan orang-orang ini memiliki luka yang sama dengan yang di miliki oleh pelayan ini!" Seru Blaze dengan suara yang lantang.
Pelayan menundukkan kepalanya, ia terlihat sangat ketakutan namun Permaisuri Ivona tersenyum lembut padanya.
"Tenang saja, di sini tidak akan ada yang menyakitimu. Apa kamu memiliki luka yang sama dengan pelayan laki-laki itu?" Tanya Permaisuri dengan suara yang begitu lembut dan menenangkan.
Tangis pelayan itu akhirnya pecah. Pelayan wanita itu lalu menyikap lengan seragamnya yang panjang dan memperlihatkan luka sayatan yang masih terlihat basah.
"Iy-- iya Yang Mulia... Hiks.. kami... Kami sangat tersiksa selama ini! Bukan hanya mendapat gaji yang kecil, namun kami juga di siksa hanya karena masalah kecil... Atau bahkan kami sama sekali tidak melakukan hikss.... Kesalahan! Tapi kami selalu di siksa... Oleh Duke... Duchess... Dan yang terparah adalah... Dari Nona Bella!!!" Tangis pelayan perempuan itu.
Semua orang tampak terkejut, bahkan Permaisuri pun ikut terkejut dengan pengakuan pelayan perempuan itu. Ia tidak menyangka kalau Bella yang merupakan tunangan dari Putra Keduanya Helios, ikut terlibat di sini.
Seorang pelayan perempuan lain pun ikut menangis dan jatuh berlutut, "Yang... Hikss.... Mulia... Kami selalu di ancam akan di bunuh... Hikss jika membocorkan hal ini... Apalagi... Hiks... Hobi dari Nona Bella adalah penyiksa kami... Para pelayan sendiri.... Beliau memecut kami dengan cambuk... Menyayat kami dengan pedang, pisau atau gunting.... Menampar kami dengan cincin berduri... Hiks... Dan bahkan memberikan salam kami luka bakar dari timah yang panas.... HANYA DEMI KESENANGAN saja!!!!"
"TUTUP MULUTMU PELAYAN!! BISA-BISANYA KAU MENUDUH PUTRIKU YANG MASIH BERUSIA ENAM BELAS TAHUN! DIA ADALAH SEORANG ANAK PEREMPUAN YANG BAIK!" Teriak Duke Curt dengan penuh amarah.
Tiba-tiba saja para pelayan yang lain mulai menangis dan bersujud, "Hiks.... Tolong bebaskan kami dari penderitaan ini Yang Mulia.... Hiks..."
Seorang pria dengan pakaian rakyat biasa yang lusuh mengangkat wajahnya yang sudah berderai air mata, "Kami... Hiks... Saat kedatangan Tuan Duke Erickson... kami... berbohong hiks.... Kami takut Yang Mulia... Kami di ancam akan di bunuh jika kami membocorkan hal ini! Para gadis-gadis muda di wilayah kami semua di bawa pergi... Kami tidak tahu kemana perginya mereka semua entah kemana.... Salah satunya adalah Putri saya.... Kami di ancam.... Akan di bunuh...."
Seorang pria lain ikut menyahut, "Kami rakyat yang bekerja sebagai petani hanya mendapat gaji yang sangat kecil... Bahkan tidak cukup untuk kehidupan kami membeli makanan sehari-hari.... Rumah besar kami hanyalah bangunan kosong tanpa barang apapun.... Kami tidur di bawah kain usang sebagai alas.... Kami di landa kemiskinan Yang Mulia!!!"
Seorang pelayan perempuan kembali membuka suara, "Kami.... Merasa sudah tidak tahan... Hiks... Lagi.... Kami bahkan berani menunjukkan luka yang ada di sekujur tubuh kami.... Itu adalah hasil penyiksaan keluarga Duke.... Hikss.... Hiks... Tolong selamatkan kami Yang Mulia Permaisuri... Kami mohon selamatkan kami.... Kami tidak mau di siksa oleh kembali oleh Nona Bella.... Beliau sangat kejam.... Beliau sering menyiksa kami... Hiks... Kami mohon selamatkan kami...."
"Itu tidak mungkin.... Bella tidak mungkin melakukan hal kejam seperti ini. Mereka hanya mengada-ada saja!" Kata Helios yang sedari tadi diam.
Ia terlihat bereaksi saat nama Bella di sebut, hal itu membuat Castor menghela nafas lelah.
"Dia benar-benar sudah di butakan oleh cinta..." Gumam Castor.
Blaze terdiam, ia pun melangkah mendekati kursi yang ditempati oleh Helios.
Helios mengerutkan keningnya ketika Blaze mendekatinya tanpa berani, "Apa yang kau lakukan yang sebenarnya, Blaze? Kau sudah membuat kekacauan ini bahkan menghasut Putra Mahkota untuk membuat semua omong kosong ini, apa kau tidak menyadari kesalah--"
BURRRGGG!!!!!
Belum sempat Helios selesai mengatakannya, tiba-tiba Blaze memukul wajah Kakak keduanya itu dengan sangat keras sampai-sampai membuat Helios terjatuh dari kursi dan terpental jauh.
Semua orang membelalakkan matanya ketika melihat kejadian itu, termasuk Arthur dan Dereck yang juga tidak menyangka kalau Blaze aku melakukan itu sementara Castor pun tersenyum puas karena hal yang ingin ia lakukan sedari tadi sudah di wakilkan oleh Blaze.
"Apa pukulan itu sudah cukup untuk menyadarkan otakmu yang telah bekerja itu, Kak Helios?" Tanya Blaze dengan nada yang begitu marah, ia juga menatap dingin ke arah Helios. "Atau masih belum cukup? Tenang saja, aku akan memukulmu sampai otakmu itu bekerja dengan semestinya"