
Blaze terlihat menatap kertas yang ada di tangannya ini dengan tatapan yang begitu serius. Matanya bergerak dan membaca setiap huruf, kata,dan kalimat yang ada di kertas itu dengan seksama.
Tidak lama setelah itu, ia selesai membaca kertas itu dan langsung menghela nafas lelah.
"Apa-apaan ini.... Kenapa Kak Helios tega melakukan hal ini?" Kata Blaze dengan pelan.
Blaze sungguh tidak percaya dengan informasi yang barusan ia dapatkan dari sahabatnya, Arthur.
"Entahlah... Dia mungkin terlalu di butakan oleh cinta atau dia memang sudah termakan oleh Bujukan orang lain" Balas Arthur dengan nada yang tenang.
Sekarang mereka berdua berada di kediaman Duke Allison atau lebih tepatnya di tempat kediaman Arthur. Awalnya Blaze berniat untuk berkunjung ke rumah sahabatnya itu namun saat ada di sini ia malah menerima informasi yang jelas membuatnya begitu shock.
"Duke Curt terlibat bukan?" Tanya Blaze sambil menatap tajam ke arah Arthur.
"Siapa lagi kalau bukan dia? Dialah yang paling dekat dengan Pangeran Helios selain tunangannya yang juga Putrinya" Jawab Arthur dengan tenang.
"Darimana kau mendapatkan informasi ini?" Tanya Blaze lagi.
"Aku mendapatkannya dari informasi Guild mengenai dunia bawah Kekaisaran. Awalnya aku hanya mencari informasi tentang para bangsawan yang terlihat dengan pasar gelap, tapi tidak ku sangka kalau aku juga malah mendapat informasi ini" Jawab Arthur.
Blaze mengepalkan tangannya dengan penuh amarah, "Jika hal ini terjadi, bukan hanya reputasi dari Ibu dan Kak Castor di mata rakyat yang hancur tapi akan banyak sekali orang yang akan menjadi korban!"
Informasi itu adalah mengenai tentang transaksi pembelian racun di pasar gelap. Racun itu adalah Nerium Oleander. Racun yang terbuat dari bunga Oleander berwarna pink yang indah namun semua bagian darinya itu beracun, oleh karena itu pihak Kekaisaran sendiri sudah melarang semua orang di Kekaisaran untuk memiliki tanaman ini. Oleh karena itu, tanaman ini hanya bisa di temukan di pasar gelap. Dan berkat informasi dari Guild milik keluarga Duke Allison, Arthur bisa menemukan siapa yang memesan racun dari bunga Oleander ini.
Hanya beberapa orang yang mengetahui kalau keluarga Duke Allison adalah orang yang menguasai pasar gelap di balik bayangannya Guild dengan orang kepercayaan Duke Allison yang merupakan ketua Guild yang mengelola pasar gelap itu. Bahkan Kaisar Horus pun tidak mengetahui tentang hal ini, hanya mendiang Kaisar sebelumnya lah yang mengetahui hal ini dari Keluarga Kekaisaran dan sekarang ada Blaze yang juga mengetahui hal ini. Pihak Kekaisaran hanya mengetahui jika organisasi yang menguasai pasar gelap adalah Guild namun mereka tidak mengetahui tentang 'penguasa bayangan' nya.
Belum lagi informasi tentang perekrutan beberapa pelayan tambahan untuk membantu persiapan Pesta Ulang Tahun Putra Mahkota Castor yang di tangani oleh Pangeran Helios dan juga Duke Curt. Beberapa dari pelayan yang di rekrut itu di ketahui sebagai pembunuh bayaran dan dari informasi yang di dapatkan oleh Arthur, mereka mengincar Putra Mahkota Castor.
"Apa Kak Castor tahu tentang ini?" Tanya Blaze pelan.
"Sepertinya ia tahu, namun ia sama sekali belum membuat pergerakan" Jawab Arthur.
BRAKKK!!!!
"KENAPA KALAU DIA TAHU DIA MASIH DIAM SAJA???!!!!" Teriak Blaze dengan penuh amarah dan rasa kecewa. Sungguh, ia merasa kecewa pada Kakak keduanya yang tega merencanakan pembunuhan pada Kakak pertama mereka sendiri dan bahkan merencanakan untuk menjatuhkan reputasi Ibu mereka yang memang menangani pesta in.
Hal itu jelas apa membuat reputasi Ibu mereka yang mengatur pesta ini akan hancur seketika karena di nilai tidak becus karena racun yang sudah di larang oleh Kaisar bisa masuk dan bahkan meracuni para bangsawan.
"Aku akan menghajar Kak Helios sekarang juga..." Gumam Blaze dengan nada dingin yang menahan amarah yang sangat besar di dalam hatinya.
Mendengar sinyal bahaya itu pun langsung membuat Arthur bertindak dengan memasang sihir penghalang supaya Blaze tidak bisa keluar dari ruangan ini.
"Apa yang kau lakukan, Arthur?! Aku akan menghajar dan memukul kepala Kak Helios supaya ia sadar dengan apa yang ia lakukan sekarang!!" Seru Blaze pada Arthur.
"Tenangkan dirimu dulu, Blaze. Jangan bertindak ceroboh dalam hal ini" Kata Arthur mencoba yang menenangkan Blaze.
"BAGAIMANA AKU BISA TENANG KALAU ADA MASALAH SEPERTI INI DALAM KELUARGAKU????!!!!" Teriak Blaze.
Blaze kini tampak begitu frustasi. Amarah, kecewa, tidak percaya dan juga sedih yang menyelimuti dirinya sekarang. Blaze memang merasa kalau ia tidak dekat dengan Kakak Keduanya itu. Blaze memang sering mengunjunginya di istana Pangeran Helios, namun kunjungannya itu selalu di tolak oleh Pangeran Helios. Dan Kakak keduanya itu malah dekat dengan keluarga tunangannya itu, bahkan hampir setiap hari Bella yang merupakan tunangan Pangeran Helios selalu datang ke istana milik Pangeran Helios itu.
"Lebih baik kau tenangkan dirimu dulu Blaze, jika tiba-tiba kau datang dengan marah-marah seperti ini, bisa-bisa situasi akan semakin kacau. Sekarang lebih baik kau membantuku saja" Kata Arthur dengan nada yang tenang seperti biasa.
"Membantumu apa?! Masalahku saja ada banyak!" Bentak Blaze.
Arthur kini menyeringai tipis, "Bantu aku mengumpulkan bukti untuk menghancurkan Duke Curt"
Blaze tersentak, "Menjatuhkan Duke Curt... Apa itu perintah Ayahmu"
Arthur mengangkat bahunya, "Bukan. Ini memang isiatifku sendiri. Entah kenapa lama-lama aku merasa sangat tidak nyaman dengannya. Belum lagi saat aku berkunjung ke kediamannya sebulan yang lalu, aku melihat hampir seluruh pelayan di sana memiliki memar di tubuh mereka dan terlihat jelas kalau mereka sangat tertekan oleh sesuatu. Kebetulan aku juga menemukan banyak kejahatan yang di lakukan oleh Duke Curt, jadi aku ingin terus mengoreknya lebih dalam lagi untuk menjatuhkannya hingga ke dasar"
"Kau benar..... Aku juga merasakan hal yang aneh dari Duke Curt.... Ibu juga tampak begitu tidak menyukainya dan juga waspada padanya setiap mereka bertemu" Kata Blaze.
Blaze memang sering melihat asap hitam pekat yang mengelilingi keluarga Duke Curt, namun yang paling banyak adalah Putri dari Duke Curt yaitu Bella. Setiap Blaze melihat Bella, ia malah nyaris tidak dapat melihat wajah Bella karena saking pekatnya asap yang mengelilingi tubuhnyanya itu. Hal itu jelas membuat Blaze curiga kalau Keluarga Duke Curt terlibat dalam sihir kegelapan selain dua orang di mimpi-- tidak, di masa depan yang ia lihat saat ia berumur tujuh tahun. Ia yakin itu adalah masa depan dan bukan mimpi buruk karena ia sendiri menemukan jejak sihir miliknya di sana. Ialah yang mengulang waktu dengan sihir waktu yang merupakan sihir tingkat tinggi khusus yang sangat rumit dan hanya segelintir orang yang bisa melakukannya, hampir sama dengan sihir fusi namun bedanya sihir fusi itu alami di miliki sejak kelahiran sedangkan sihir waktu hanya bisa di pelajari. Blaze mengetahui hal ini karena ia yang sekarang sudah bisa menggunakan sihir waktu.
Ya... Blaze tahu kalau di masa depan akan dua orang yang menggunakan sihir gelap pada keluarganya ini. Namun Blaze sendiri tidak mengingat tentang mereka karena ingatannya akan masa depan sendiri masih kabur bahkan hingga sekarang. Namun yang jelas ia tahu kalau salah satu di antara mereka adalah pelayan pribadi Ayahnya dan juga kedua orang itulah yang membuat kehidupan keluarganya ini hancur berantakan. Blaze tidak tahu tentang masa depan kecuali saat Vivi di bakar hidup-hidup, jadi ia juga tidak tahu kalau Pangeran Helios juga melakukan hal keji seperti ini.
"Baiklah, aku akan membantumu. Duke Curt juga lah yang membujuk Kak Helios melakukan hal ini, jadi ayo kita jatuhkan dia sebelum pesta Ulang Tahun Kak Castor" Kata Blaze dengan tatapan yang serius.
Arthur tersenyum tipis, sahabatnya yang berisik ini juga bisa bersikap serius seperti ini jika keluarganya di usik. Dan tentunya, Arthur sangat mempercayai Blaze sampai ia juga mengungkapkan rahasia dari keluarganya itu.