THE DESTINY OF THE SUN AND THE MOON

THE DESTINY OF THE SUN AND THE MOON
BAB 57-KEBENARAN YANG MULAI TERBONGKAR PART III



Blaze menatap datar ke arah Ibunya dan Castor. Ia hampir mengetahui semua yang di bicarakan oleh mereka berdua, satu-satunya yang tidak ia ketahui adalah fakta kalau Kaisar tertarik pada Vivi.


Demi Dewa Matahari dan Dewi Bulan, kenapa bisa ia, Castor, Helios dan Vivi bisa terlahir dari seorang pria yang sangat menjijikkan seperti itu? Namun di sisi lain Blaze juga tidak bisa menyangkalnya kalau ia adalah Putra dari Kaisar Horus karena bagaimana pun seorang anak tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi orang tua mereka. Blaze merasa sangat bersyukur Ivona lah yang menjadi Ibu mereka dan itu sudah cukup bagi Blaze sekarang.


Karena bagi Blaze sudah sejak lama sosok Ayah sudah begitu busuk di pandangannya.


Blaze melangkah memasuki ruangan, "Aku.... Juga mengetahuinya Ibu.... Tapi aku tidak menyangka kalau Ay-- ah tidak, orang itu tidak layak di panggil Ayah lagi. Maksudku tidak menyangka kalau Kaisar sampai tertarik pada Vivi yang notabenenya adalah Putrinya sendiri"


Helios ya berada di belakangnya pun melangkah cepat ke arah Ivona, di depan Ivona sekarang, ia menatap Ibunya dengan sendu.


"Apa semua itu benar.... Ibu...? Tanya Helios.


Katakan Helios masih tidak bisa mempercayai semua ini. Helios memang belum pernah melihat satu pun tingkah laku bejat Ayah mereka, berbeda dengan Ivona, Castor dan Blaze.


Air mata turun dari mata biru bak lautan milik Ivona. Ia merasa begitu tidak tega kepada anak-anak karena harus menerima kenyataan kalau Ayah mereka adalah orang yang sangat buruk berbeda dari yang selama ini ia perlihatkan kepada khalayak ramai selama ini.


Melihat Ibunya yang menangis itu, sudah cukup menjadi jawaban bahwa semua itu benar. Helios langsung memeluk Ibunya dengan erat, mencoba menenangkan Ibunya dan juga menguatkan hatinya sendiri.


Castor yang melihat pemandangan itu pun tidak bisa berkata-kata.


"Jadi... Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Helios dengan pelan.


"Kita harus mencegah Kayla dan juga Putrinya yaitu Emira yang akan di kenalkan oleh Kaisar pada para bangsawan besok di Pesta Ulang Tahun Putra Mahkota" Jawab Blaze dengan nada serius.


Ivona membelalakkan matanya, ia lalu melepaskan pelukan Helios dan menatap Blaze dengan tatapan yang tidak percaya.


"Apa yang kamu katakan Blaze? Apa Kaisar benar-benar akan membongkar aibnya sendiri di Pesta Ulang Tahun Kakakmu?" Tanya Ivona dengan nada suara yang bergemetar tidak percaya.


Melihat ekspresi yang di tunjukkan Ibunya itu jujur membuat Blaze tidak tega, namun Blaze pun menganggukkan kepalanya, "Benar Ibu. Aku pernah mendengarkan mereka mengatakan hal ini saat Duke Curt masih menjadi ajudan dari Kaisar.


Castor mengingat kembali kejadian itu, "Ah... Yang waktu itu, ya...."


Helios mengepalkan tangannya, "Ini tidak boleh di biarkan! Bukan hanya merusak harga diri keluarga Kekaisaran, hal ini akan membuat seluruh Kekaisaran menjadi kacau!"


Castor menghela nafas lelah, "Kau benar... Kaisar pasti sudah gila karena berniat melakukan hal ini"


"Tidak, sejak awal dia memang sudah gila" Kata Blaze dengan tatapan datar.


"Lalu bagaimana kita mencegah Kayla dan Putrinya untuk muncul ke permukaan? Kaisar pasti sudah merencanakan hal ini sejak lama dan waktu yang kita punya hanya sampai besok..." Kata Ivona.


Semua tampak berpikir keras.


Castor menggelengkan kepalanya, "Jangan. Jika mengeluarkan dekrit seperti itu secara tiba-tiba akan membuat semua orang curiga dan akan menjadi rumor yang berhembus hebat bahwa Kaisar memang memiliki niatan untuk mempunyai selir. Ketika rumor itu semakin menyebar, lambat laun Kayla dan Putrinya malah akan semakin berani untuk menunjukkan dirinya kepada semua orang"


"Itu benar Ibu, kita tidak boleh gegabah di dalam kehidupan di istana. Kita akan mengeluarkan dekrit Permaisuri jika kemungkinan buruknya Kayla dan Putrinya memang berhasil di perkenalkan" Angguk Helios yang menyetujui usulan dari Castor.


"Bagaimana kalau kita menggunakan cara Vivi saja?" Usul Blaze yang membuat Ivona, Castor dan Helios mendadak merasa bingung.


:Cara Vivi? Apa yang Vivi lakukan?" Tanya Castor bingung.


Blaze menyeringai tipis, ia lalu mengeluarkan lingkaran sihir dari gudang penyimpanan miliknya lalu dari dalam lingkaran sihir itu, muncul sebuah kotak yang tidak asing bagi Ivona dan Helios.


"Alasan sebenarnya karena kemarin Vivi memintaku untuk memberikan ini pada Kakak karena ia mendadak ada urusan. Vivi memberikan ini sebagai hadiah ulang tahun Kakak dan Vivi juga memberikan kepada semua anggota keluarga Kekaisaran termasuk Kaisar sendiri" Jelas Blaze kepada Castor.


Mendadak Ivona merasa tersentuh, "Blaze.... Ini berarti..."


Blaze menyeringai tipis, "Benar. Mari kita menolak secara halus keberadaan 'orang asing' di dalam keluarga kita"


Castor pun membuka kotak besar itu dan ia pun merasa terkejut, "Ini...."


Castor melihat secarik kertas di sana lalu membacanya dengan cermat, "Jadi begitu..."


"Apa ini artinya Vivi juga telah mengetahui hal ini?! Makanya dia merencanakan hal seperti ini" Tanya Helios yang langsung membuat Ivona dan Castor tersentak.


Apa benar.... Vivi juga telah mengetahui hal ini jadi dia melakukan semua ini.


"Memang ada kemungkinan besar Vivi juga sudah mengetahuinya, ingat Vivi dulu sangat sering mengunjungi ruang kerja Kaisar namun mendadak dia sangat jarang kesana lagi. Sekilas mungkin terlibat dia memang sibuk dengan semua mata pembelajaran miliknya, namun kalau di perhatikan lagi Vivi memang seperti menghindari Kaisar dan juga.... Kita..." Ujar Castor.


Blaze merasa kagum dengan pemikiran Castor yang langsung menebak semua itu dengan tepat. Vivi bukan hanya menghindari ayunan, namun para Kakaknya juga. Dalam diam Blaze tersenyum pahit mengingat kembali masa lalu di kehidupan sebelumnya. Setelah kematian Ibu mereka, Castor dan Helios terpengaruh sihir kegelapan dari Emira dan Kayla yang membuat keduanya begitu membenci Vivi.


Blaze yang saat itu tidak memiliki kekuatan yang cukup umur melawan mereka berdua pun hanya bisa berpura-pura ikut membenci Vivi agar Emira dan juga Kayla yang menggunakan Castor dan Helios tidak melakukan hal yang lebih ekstrim untuk menyakiti Vivi, ia juga sudah membunuh Vivi dan dirinya sendiri untuk kembali ke masa lalu untuk mengubah masa depan yang begitu mengerikan itu. Dan dengan tangannya ini... Ia sudah menyakiti Vivi...


Hal itu tetap menjadi fakta yang tidak akan pernah hilang dari dalam diri Blaze dan juga Vivi.


Dan karena Vivi yang juga mengingat semua yang telah terjadi di kehidupan sebelumnya, sudah pasti jelas Vivi memang sengaja menghindari para Kakaknya dan juga Kaisar.


"Kita masih belum bisa memastikan Vivi sudah mengetahui hal ini atau belum. Namun dengan apa yang Vivi sudah lakukan ini, kita bisa melakukan dekrit secara halus pada Kaisar bahwa kita menolak orang lain untuk masuk ke dalam keluarga kita ini" Kata Blaze pada akhirnya.


Blaze tahu akan begitu sulit bagi Vivi untuk memaafkannya, namun Blaze berdoa di dalam hatinya kalau suatu saat nanti Vivi bisa memaafkannya.