
...--ATHOR POV--...
Sontak saja berita mengenai Luna yang di serang hewan buas langsung menyebar dengan luas. Setelah pertandingan berburu selesai untuk hari pertama ini, Duke Erickson langsung menghampiri tenda dokter yang untuk melihat keadaan Putrinya itu.
Duchess Erickson sendiri begitu panik ketika mendengar berita itu dan sampai menangis dan merasa bersyukur karena Putrinya dapat kembali dengan selamat. Dan sekarang, di tenda dokter yang luas itu telah berkumpul banyak orang penting di sana yaitu Kaisar Horus, Permaisuri Ivona, Putra Mahkota Castor, Pangeran Helios, Duke Erickson, Duchess Erickson, Duke Allison, Duke Curt, para dokter yang menangani Luna, juga beberapa Pendeta kuil Kekaisaran dan para Penyihir Kekaisaran.
Vivi, Pangeran Blaze dan juga Arthur pun ada di sana karena mereka juga terlibat dalam insiden ini, sementara Luna sendiri sudah sadar dan langsung menerima pelukan penuh rasa syukur dan Ayah dan Ibunya.
Ketika suasana yang penuh haru memenuhi keluarga Duke Erickson itu, tiba-tiba saja seorang petinggi Pendeta Kuil Kekaisaran menyela momen itu, "Ehem. Maaf saya bersikap tidak sepantasnya seperti ini pada keluarga kalian yang baru saja hampir mengalami sesuatu yang mengerikan. Tapi saya harus bertanya pada Nona Luna, kenapa anda keluar dari pembatas sihir penghalang. Harusnya anda tahu kalau itu sangat di larang karena hutan ini termasuk dalam kategori berbahaya karena banyak hewan buas yang berkeliaran dan menjadi habitat mereka"
Luna pun menatap ke arah pendeta itu, Saya tidak keluar dari pembatas sihir penghalang itu. Saya memang merasa kebosanan lalu berjalan-jalan di sekitar perbatasan ini, namun tiba-tiba saja ada sesuatu yang seperti sosok asap hitam pekat yang menyelimuti kaki saya dan menarik saya keluar dari pembatas itu dan masuk ke dalam hutan. Cengkeramannya pada kaki saya begitu kuat keras dan menyebabkan kaki saya terluka. Lalu saat sudah berada di tengah hutan, sosok asap hitam pekat itu merubah wujudnya menjadi sosok serigala hitam pekat raksasa dan juga bermata merah darah"
Ketika mendengar pengakuan dari Luna, sontak saja para Penyihir Kekaisaran langsung bereaksi keras.
"Itu tidak mungkin terjadi, Nona Erickson! Penghalang itu sangatlah kuat dan juga di turunkan dari generasi ke generasi. Penghalang itu tidak mungkin di masuki oleh benda asing dari luar!" Bantah salah satu petinggi Penyihir itu yang tidak percaya pada perkataan Luna.
Mendengar Putrinya di bentak seperti itu, membuat Duke Erickson langsung menatap tajam nan dingin ke arah Penyihir Kekaisaran itu.
"Kau berani-beraninya membentak Putriku!?" Desis Duke Erickson dingin, tampak dia yang merasa begitu marah dengan perkataan Petinggi Penyihir itu yang sudah berani membentak Luna.
Petinggi Penyihir Kekaisaran itu pun langsung diam setelah menyadari tindakannya yang membuat seorang Duke Erickson merasa begitu marah dan geram. Duchess Erickson yang melihat suaminya marah seperti itu pun memegang lengan suaminya dengan lembut, mencoba menenangkannya.
"Tapi apa yang di katakan Nona Luna benar, serigala hitam pekat raksasa itulah yang menyerangnya" Kata Vivi yang membuat semua orang mengalihkan pandangan mereka ke arah Vivi.
Permaisuri Ivona lalu berjalan mendekati Putrinya itu dan berlutut untuk menyamakan tingginya dengan Vivi, "Lalu kenapa Vivi tahu akan hal ini?"
Vivi memutar otaknya untuk mencari jawaban yang untuk pertanyaan dari Ibunya ini, "Umm... Itu, aku saat itu juga bosan dengan pesta teh itu. Dan saat berjalan-jalan, aku melihat Nona Luna yang berteriak minta tolong dengan tubuh yang seperti di seret oleh sesuatu kedalam hutan. Makanya aku menyusulnya, hehe~"
Mata Permaisuri pun berkaca-kaca lalu memeluk Vivi dengan erat, "syukurlah kamu dan Blaze selamat! Ibu tidak bisa membayangkan jika melihat kalian berdua terluka!"
Vivi merasa sedikit terkejut dengan pelukan Ibunya yang tiba-tiba itu, namun akhirnya ia pun tersenyum karena menikmati pelukan hangat dari Ibunya dan membalas pelukannya.
"Vivi benar, Ayah. Serigala itu sangatlah tidak wajar. Ada asap hitam pekat yang mengelilinginya dan untuk menolong Vivi dan Nona Erickson, aku pun menebas serigala raksasa itu dengan pedang yang sudah ku lapisi dengan sihir api" Ucap Blaze yang meneruskan perkataan dari Vivi.
"Berarti itu...." Gumam Duke Allison yang mulai menyadari apa yang baru saja terjadi, ia lalu memicingkan matanya dengan tajam dan menampilkan raut wajah yang begitu terkejut.
"Ti--tidak mungkin! Sihir kegelapan sudah hancur sejak lama! Tidak mungkin sihir itu masih ada sampai sekarang" Seru salah satu Petinggi Pendeta Kuil Kekaisaran.
"Apa kalian lupa dengan sihir elemen yang saya punya?" Tanya Arthur sambil menajamkan tatapannya dan menatap ke arah Petinggi Pendeta Kuil Kekaisaran itu, membuat di Pendeta Kuil Kekaisaran itu hanya terdiam.
"Sepertinya yang kalian tahu, saya memiliki sihir elemen murni Api dan Cahaya. Saat Pangeran Blaze berhasil menebas serigala raksasa itu dan membelahnya menjadi dua bagian, saya sempat mengambil asap hitam pekat itu sebelum benar-benar menghilang. Kekuatan cahaya saya benar-benar merasakannya. Kalau kekuatan yang saya pegang itu adalah sihir kegelapan yang menghilang sejak ratusan tahun yang lalu" Lanjut Arthur.
Memang semua pemilik kekuatan sihir elemen cahaya murni sangatlah sensitif pada kekuatan kegelapan. Mereka semacam memiliki sensor tersendiri untuk merasakan kehadiran sihir terkutuk itu karena sihir elemen cahaya murni adalah lawan dari sihir kegelapan.
Namun mereka juga merasa tidak percaya begitu saja karena sihir kegelapan sudah menghilang sejak ratusan tahun yang lalu atau lebih tepatnya saat beberapa penyihir yang kedapatan mempelajari sihir kegelapan dan orang-orang itu pun langsung di eksekusi mati.
Baiklah, pertama-tama kita harus memperketat penjagaan di wilayah pembatas untuk mencegah hal ini terjadi kembali" Perintah Kaisar pada akhirnya
"""Baik, Yang Mulia!!"""
Setelah itu pun orang-orang penting yang berdatangan untuk melihat keadaan Luna pun kembali ke kediaman masing-masing.
Sementara Vivi sendiri hanya terdiam, ia merasa kalau kejadian ini baru saja membuat ia menyadari suatu hal, tapi ia masih sangatlah lemah.....
Jika Pangeran Blaze dan juga Arthur tidak menolong mereka, Vivi tidak yakin kalau ia akan membawa Luna dengan selamat seperti ini.
"Ada apa, Tuan Putri?" Tanya Arthur yang berdiri di sampingnya dan menemukan Tuan Putri Kekaisaran Eilidh ini terlihat murung itu.
Vivi pun langsung tersentak lalu ia pun berkata sambil tertawa canggung, "Tidak ada apa-apa, Tuan Arthur. Hanya memikirkan beberapa hal yang kecil saja"
Arthur tampak menatap Vivi dengan dalam selama beberapa detik, namun pada akhirnya ia pun menganggukkan kepalanya dan membuat Vivi merasa sangat lega.
Namun Vivi kembali mengingat tentang kekuatan dari Blaze dan juga Arthur. Kekuatan mereka sangatlah kuat, Vivi merasa berdua sudah bukan tahap belajar seperti dirinya, mereka sudah pro akan hal yang tidak bisa di percaya ini.
Melihat kekuatan dari dua anak laki-laki jenius yang baru berusia sebelas tahun namun kekuatan mereka berdua memang sangatlah tidak bisa di remehkannya.
'Sepertinya.... Aku harus menambah porsi latihanku kembali lagi. Aku harus lebih berjuang dan menjadi kuat lagi!' pikir Vivi dengan penuh semangat.
Ya... Dia akan berjuang lebih keras lagi untuk menjadi semakin kuat!