
...--AUTHOR POV--...
Vivi merasa sungguh merasa tidak percaya dengan berita yang barusan ia dengar dari Diana dan juga beberapa pelayannya.
"Duke Curt di tangkap?!" Seru Vivi yang masih tidak percaya.
Marie, yang merupakan salah satu pelayan dari Vivi menganggukkan kepalanya, "Benar Yang Mulia Tuan Putri! Berita ini sudah menyebar di seluruh Kekaisaran.
Diana juga ikut menjelaskan, "Duke Curt merencanakan sebuah pengkhianatan dengan memasukkan beberapa pelayan yang merupakan pembunuh bayaran dari dunia bawah, menyelundupkan racun dari tanaman hias Oleanders, penggelapan dana pajak, memanipulasi laporan keuangan di wilayah Utara, mengancam dan membuat orang-orang di wilayah Utara yang di kenal dengan kemakmurannya namun pada kenyataannya para rakyat di sana menderita kemiskinan karena semua uang dari hasil panen hanya di nikmati oleh keluarga Duke Curt saja, penyiksaan kepada para pelayan dan juga rakyat-rakyat di sana, perdagangan manusia khususnya para gadis muda di wilayah Utara lalu.... Memanipulasi Pangeran Helios menggunakan sihir hitam!!"
Mata biru bak lautan milik Vivi terbelalak setelah mendengar penjelasan dari Diana.
Duke Curt melakukan semua kejahatan itu? Tapi kenapa di kehidupan sebelumnya Duke Curt sama sekali tidak ketahuan dan malah sekarang semua kejahatannya terbongkar
Di kehidupan sebelumnya, Duke Curt tidak pernah di tangkap atau ketahuan melakukan pengkhianatan tapi.... Sekarang di kehidupan ini semua berubah! Apa yang terjadi? Apa ini merupakan Butterfly Effect karena ia juga sudah banyak melakukan perubahan?
"Dan anda harus mengetahui hal ini juga! Orang-orang yang yang membongkar semua kejahatan Duke Curt adalah Putra Mahkota Castor dan Pangeran Blaze!" Lanjut Rima, salah satu pelayannya juga dan membuat Vivi kembali merasa sangat terkejut.
"Putra Mahkota Castor .... Dan Pangeran Blaze?" Tanya Vivi dengan suara yang pelan dan mencoba memastikan apa yang ia dengar dari Rima.
Diana mengangguk sambil tersenyum, "Benar Yang Mulia. Kedua Kakak Yang Mulia lah yang membongkar semua kejahatan dari Duke Curt! Selain itu ada berita lain yang sangat membahagiakan semua orang di Kekaisaran ini, Pangeran Blaze tenyata adalah orang yang di berkahi oleh Sang Dewa Matahari, Dewa Sonne! Dia lah yang mengeluarkan semua kekuatan sihir kegelapan di dalam tubuh Duke Curt!"
DEG!
"Orang yang.... Yang di berkahi oleh Dewa Matahari...? Tanya Vivi dengan lirih.
Jantungnya berdegup kencang. Ia sungguh merasa tidak percaya dengan apa barusan ia dengar. Apa..... Maksudnya ini....?
Blaze adalah orang yang di berkahi oleh Dewa Matahari....? Orang yang sudah membakarnya hidup-hidup.....?
Tiba-tiba saja sekelebat bayangan kembali muncul di benaknya. Itu adalah api yang membara.... Api.... Api yang membakarnya hidup-hidup.... Sekilas ia melihat sosok Blaze berdiri di antara api yang berkobar hebat itu. Sosok Blaze yang tersenyum dengan puas dan air mata yang menunjukkan kesedihan yang mendalam.
Tunggu-- air mata? Kesedihan yang mendalam? Pangeran Blaze.... Menangis....
Bibir Blaze terlihat gemetar dan dengan perlahan bergerak mengucapkan satu kata.
"Maaf...."
"Yang Mulia!"
Vivi tersentak mendengar suara teriakan Diana yang memanggilnya itu, membuat ia langsung menatap ke arah Diana yang ternyata sudah ada di depannya dengan tangan kanannya yang berada di pundak Vivi dan menatapnya dengan tatapan yang sangat khawatir.
"Ada apa Yang Mulia? Wajah anda terlihat pucat.... Apa anda merasa sakit?" Tanya Diana dengan nada khawatir.
Vivi menggelengkan kepalanya dengan pelan, "Tidak.... Tidak apa-apa kok Diana, aku... Hanya sedikit melamun saja"
Vivi tersenyum tipis, mencoba meyakinkan Diana. Diana pun Akhirnya menghela nafas lega.
"Baiklah Yang Mulia, kami harus segera menyiapkan makan siang untuk anda" Kata Diana pada akhirnya.
Vivi mengangguk, "Iya...."
Diana dan para pelayan lain undur diri dan meninggalkan Vivi sendirian di dalam kamarnya itu.
Vivi kembali merenung. Apa bayangan itu? Apa itu ingatan? Tapi sebelumnya ia tidak pernah mengingatnya...
Belum lagi kenyataan yang ternyata Pangeran Helios yang di manipulasi oleh kekuatan sihir kegelapan. Di kehidupan ini, sudah ketahuan Duke Curt lah yang melakukan hal itu pada Pangeran Helios tapi di kehidupan sebelumnya kejahatan Duke Curt itu tidak ketahuan... Apa itu artinya di kehidupan sebelumnya Pangeran Helios masih berada di bawah kendali sihir kegelapan milik Duke Curt? Dan... Apa yang membuat Putra Mahkota Castor dan Pangeran Blaze berubah sikap seratus delapan puluh derajat padanya?
Vivi pun berjalan pelan menuju ke arah balkon kamarnya lalu membuka pintu kaca dan berdiri di balkon itu. Ia menatap taman bunga yang berada tepat di depannya itu dengan tatapan menerawang.
"Apa... Ada yang tidak ku ketahui selama ini...?" Gumam Vivi dengan binar kesedihan di mata biru laut indahnya itu.
--Sementara itu....--
Sidang Duke Curt sudah selesai. Keputusan mutlak Kaisar dimana Duke Curt dan Duchess Curt akan di hukum mati dengan cara di penggal akan di adakan di dua hari lagi. Sementara hukuman bagi Bella akan di serahkan kepada Blaze sepenuhnya karena sudah terbukti bahwa Bella lah yang menggunakan kekuatan sihir kegelapan tipe Iblis ini untuk pertama kalinya dan di susul Duke Curt dan Duchess Curt yang ikut mempelajari itu dari Putri mereka.
Hal ini di karenakan Blaze adalah orang yang di berkahi oleh Dewa Matahari, jadi dia adalah musuh alami dari kekuatan sihir kegelapan itu.
Helios sendiri sudah siuman. Akal sehatnya sudah kembali. Ia mengingat dan langsung meminta maaf pada Castor karena sudah melakukan hal yang sangat buruk kepadanya. Castor yang melihat adik Keduanya meminta maaf dengan tulus itu tentu saja memaafkannya karena Helios melakukan hal itu karena terpengaruh oleh sihir kegelapan dari Bella.
Helios juga menceritakan kalau ia saat itu hanya memikirkan tentang Bella saja. Semua yang ia lakukan seperti berpusat pada Bella dan bahkan melakukan tindakan yang mengancam nyawa saudaranya sendiri hanya demi Bella. Helios sendiri merasa bodoh karena ia sudah melakukan hal gila seperti itu meski ia memang berada di bawah kendali Bella yang menggunakan sihir kegelapan.
Blaze sendiri menjelaskan kepada Helios kalau Bella sudah menaruh sihir pemikat yang sangat kuat sehingga Helios menjadi hilang akal seperti itu. Sihir itu adalah tipe Iblis : Iblis Asmodeus yang merupakan tipe sihir pemikat dimana sang korban yang terkena sihir itu akan terpikat pada si pengguna sihir itu dan rela melakukan hal apapun demi si pengguna bahkan sampai rela melakukan apapun sama seperti yang Helios alami.
Blaze juga menceritakan kalau efek ini jika lebih dari sepuluh tahun dari sihir ini juga akan membuat seseorang menjadi seorang penggila *** dan melakukan *** dengan pengguna sihir itu dimana pun mereka berada tanpa memperdulikan sekitar ( Blaze bisa mengingat saat ia sering memergoki Helios dan Bella melakukan hal itu di sembarang tempat seperti taman pribadi Helios, perpustakaan, bahkan saat gang sempit di balai kota saat di kehidupan sebelumnya. Mendadak Blaze merinding mengingat semua itu dan bersyukur karena untuk saat ini, Helios belum mencapai tahap gila itu).
Baik Permaisuri Ivona, Castor dan Helios hanya bisa melongo mendengar penjelasan dari Blaze itu. Mereka tidak menyangka bahwa Blaze yang notabennya dikira mereka adalah seorang yang sangat polos dan juga belum mengerti tentang hal-hal dewasa semacam itu namun ternyata Blaze sudah mengerti hal itu. Mereka sungguh tidak mempercayai Blaze yang mereka kira polos ternyata sudah beranjak dewasa juga.
--Di sisi lain....--
Di penjara bawah tanah, seorang yang mengunakan jubah bertudung menemui Duke Curt yang ada di salah satu sel khusus di penjara bawah tanah itu. Duke Curt yang tengah dalam kondisi lemas itu membelalakkan matanya sekaligus merasa senang sekarang siapa orang yang datang menemuinya itu.
"Ya---Yang Mulai Kaisar.."
Ya, orang bertudung itu adalah Kaisar Horus. Horus menatap datar Duke Curt.
"Kau sungguh melakukan hal bodoh" Ucap Kaisar dengan nada yang sangat dingin. Seketika saja senyuman senang di wajah Duke Curt lenyap.
"Kau berani-beraninya akan menusuk Castor dengan car? yang begitu bodoh, padahal aku sudah mengatakan padamu jangan remehkan Putra Pertamaku itu" Lanjut Kaisar dengan tatapan dinginnya.
Ia kemudian mengeluarkan lingkaran sihir hitam kemerahan dan dengan sangat cepat muncul tombak hitam kemerahan yang langsung melesat ke arah Duke Curt dan langsung memenggal kepalanya dengan sekejap.
Darah itu menyemprot kemana-mana. Dan kepala Duke Curt pun jatuh menggelinding di ikuti oleh tubuhnya yang terjatuh bersimbah dengan darah.
"Ahh~ Papa membunuhnya~" Kata seorang anak kecil yang tiba-tiba muncul di belakang Kaisar.
Kaisar pun tersenyum lembut ke arah anak kecil itu.
"Kenapa kau ikut kemari, Putriku Emira?" Tanya Kaisar.
Emira tersenyum lebar, "Itu karena aku tahu Papa akan membunuhnya jadi aku ingin melihat kegagalan orang ini!"
Kaisar lalu menatap ke arah mayat Duke Curt itu dengan dingin, "Ya... Dia gagal. melaksanakan tugasnya. Dan lagi, kamu jangan keluar sembarangan. Sekarang ada Blaze yang bisa mendeteksi kekuatanmu itu"
"Tidak apa.... Kau, Kayla dan Emira akan aman. Selama kalian menggunakan sihir itu bahkan orang yang di berkahi oleh Sonne sialan itu tidak akan mendeteksi kekuatan kalian ini"
Sebuah suara berat nan mengerik, terdengar menggema di sana. Dan perlahan terlihat asap hitam pekat yang membentuk gumpalan besar dan memiliki warna mata merah darah.
Wajah Emira terlihat langsung berbinar dengan gembira, "Mr. Det!!!"
..."Jadi... Bagaimana dengan keadaan Ratuku?"...
Kaisar mendengus pelan, "Dia tentu baik-baik saja. Lagipula di hari yang di janjikan nanti kau akan memilikinya bukan?"
"Ya... Aku tidak sabar menunggu hari itu tiba... Tapi kurasa kau perlu menciptakan kembali seorang anak untuk menjadi wadahku, Horus"
"Anak?" Tanya Kaisar dengan bingung.
"Ya... Awalnya aku akan memilihmu sendiri sebagai wadah, namun samar-samar aku merasakan hawa keberadaan si sialan itu. Kau memerlukan wadah seorang lagi yang akan membuatku lebih kuat"
Seringai mengerikan pun muncul di wajah Kaisar, "Tentu aku akan melakukannya, Toh, aku juga salah satu 'bagian' dari dirimu"
"Itu bagus"
Emira yang mendengarkan percakapan keduanya pun mulai cemberut karena ia di abaikan. Lalu ia menatap mayat Duke Curt dan ia pun mengeluarkan lingkaran sihir berwarna hitam kemerahan pada mayat Duke. Perlahan kepala dan tubuh Duke , menyatu lalu Duke Curt pun bangkit berdiri dengan wajah yang datar dan sudah sangat pucat.
"Hihihi. Kan hukumannya dua hari lagi. Akan aneh kalau orang-orang tahu kalau dia sudah mati jadi aku mengubahnya menjadi mayat hidup untuk sementara!" Kata Emira dengan ceria sambil mengedipkan sebelah matanya.
Kaisar tersenyum puas lalu mengacak pundak rambut merah Emira, "Kau memang Putri yang bisa ku andal! Nah sekarang, mari kita kembali!"
Emira menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat lalu mereka berdua pun pergi dari penjara bawah tanah itu sambil berpegangan tangan. Sementara sosok asap hitam pekat tadi pun menghilang dan menyatu dengan bayangan kaisar Horus.