THE DESTINY OF THE SUN AND THE MOON

THE DESTINY OF THE SUN AND THE MOON
BAB 48-SEMUANYA SUDAH TERLAMBAT



Seluruh Kekaisaran Eilidh gempar! Baru saja beberapa jam setelah Rapat Kekaisaran, Berita itu menyebar dengan sangat cepat.


Bukan hanya berita mengenai Duke Curt yang telah melakukan pengkhianatan dan juga pengguna sihir kegelapan, tapi berita yang lebih gemparnya lagi adalah Pangeran Blaze yang ternyata adalah orang yang di berkahi oleh Sang Dewa Matahari.


Para pendeta kuil pun langsung berbondong-bondong untuk memastikannya dan saat melihat mata Blaze yang kini berubah putih keemasan dengan lambang matahari di tengahnya itu membuat mereka benar-benar bersuka cita karena orang yang di berkahi oleh Dewa Matahari kini sudah datang.


Langsung saja para pendeta kuil itu mengajukan proposal pada Kaisar Horus untuk membuat perayaan dengan kembalinya orang yang di berkahi oleh Dewa Matahari ini setelah beratus-ratus tahun lalu tidak ada yang menerima berkat dari Dewa Sonne itu. Namun Kaisar sendiri menolaknya dengan beberapa alasan, yang pertama pihak Istana Kekaisaran saat ini sibuk dengan kasus kejahatan yang di lakukan oleh Duke Curt dan selanjutnya adalah Pesta Ulang Tahun dari Putra Mahkota yang sudah dekat. Oleh karena itu, Kaisar mengajukan perayaan untuk menyambut orang yang di berkahi oleh Sang Dewa Matahari akan di lakukan bulan depan dan para pendeta kuil itu pun akhirnya menyetujuinya.


"Hah.... Aku benar-benar tidak punya muka untuk bertemu dengan Vivi sekarang...." Gumam Blaze dengan senyuman miris yang terbentuk di wajah tampannya itu.


Ia terus mengingatnya. Saat ia mengetahui kenyataan pahit dimana ia tidak bisa menyelamatkan Castor dan Helios.... Saat ia dengan terpaksa berpura-pura tidak peduli lagi dengan Vivi agar Emira dan Kayla tidak mengincar Vivi lagu dan juga membuat mereka percaya kalau ia juga sudah terpengaruh oleh sihir kegelapan mereka... Saat tangannya ini menyiksa Vivi di penjara bawah... Saat mulutnya ini mengatakan kata-kata yang begitu jahat pada Vivi... Dan.... Saat ia melemparkan obor api yang membara untuk membakar Vivi.....


Ia melakukan semua itu supaya ia dan Vivi bisa kembali ke masa lalu dan mengubah masa depan yang begitu mengerikan itu. Tapi ia takut.... Ia sangat takut dengan kata Vivi di saat-saat ia tengah di bakar hidup-hidup itu.... Ia takut kalau Vivi mengetahui kenyataan kalau Blaze sekarang juga mengingat kehidupan mereka sebelumnya dan membuat Vivi semakin membencinya lagi....


Ia sudah mengambil resiko akan di benci oleh Vivi sebelumnya, namun saat hal itu sudah ada di depan mata.... Ia merasa begitu takut....


Blaze tersenyum pahit, "Aku... Benar-benar Kakak yang tidak keren ya.... Vivi....."


***


Si Kediaman Duke Curt, Duchess Curt dan juga Bell) langsung di tangkap oleh Duke Allison dan juga pasukan elit Kekaisaran. Baik Duchess Curt dan Bella langsung memberontak ketika mereka hendak di tangkap, nam) tentu saja mereka tidak kabur dari Duke Allison dan juga para anggota pasukan elite Kekaisaran.


Duchess langsung di bawa ke penjara bawah tanah bersama Duke Curt yang terlebih dahulu berada di sana sementara Bella di bawa oleh para pasukan elit Kekaisaran ke Kediaman Keluarga Duke Allison atau lebih tepatnya di penjara bawah tanah di Kediaman Duke Allison.


BRUUKKK!!!


Bella langsung tersungkur di dalam salah satu sel di penjara bawah tanah milik Duke Allison itu. Dan dengan cepat salah satu ksatria dari pasukan elit Kekaisaran langsung mengunci sel itu.


"A--- APA-APAAN INI?! KELUARKAN AKU DARI SINI!!!! AKU SALAH APA???!! AYAHKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN TINDAKAN KETERLALUAN KALIAN INI!!" Teriak Bella dengan penuh kemarahan.


Para anggota Pasukan Elite di sana hanya diam dengan celotehan Bella itu, sampai akhirnya mereka dengan serempak berlutut ala ksatria saat Arthur datang ke sana.


"TUAN DUKE MUDA ALLISON... Apa-apaan ini?! Ini adalah tindakan yang sangat keterlaluan dengan memenjarakan saya seperti ini!" Desis Bella dengan penuh amarah, matanya menatap ke depan penuh dendam ke arah Arthur.


Dengan tenang Arthur pun memerintahkan semua Prajurit elit Kekaisaran untuk pergi dari sana dan mereka pun akhirnya pergi keluar dari penjara bawah tanah Kediaman Duke Allison itu.


Arthur hanya menatapnya dengan sangat datar, "Ini perintah dari Pangeran Blaze. Kau memiliki kekuatan sihir gelap yang sangat besar bahkan jauh lebih besar dari milik Ayahmu itu. Itu berarti.... Kau adalah orang pertama yang menemukan sihir kegelapan bukan?"


DEG!!


Bella terdiam karena memang dialah yang pertama kali menyentuh sihir kegelapan di keluarga mereka enam tahun yang lalu. Bella sendiri menerima buku itu dari seorang anak perempuan rahasia milik Kaisar ketika ia berkunjung ke Istana Utama da Ayahnya memperkenalkan kepada Sang Tuan Putri Rahasia atau Putri Bungsu Kekaisaran Eilidh yang sebenarnya karena Tuan Putri ini adalah adik beda Ibu dari Tuan Putri Viviane.


Tentu saja saat itu Bella merasa sangat terkejut dengan keberadaan Emira. Namun Bella juga yakin kalau Emira benar-benar merupakan keturunan dari Kaisar Horus karena memiliki rambut merah dan juga mata emas kekuningan seperti milik Kaisar Horus, Putra Mahkota Castor, Pangeran Helios dan juga Pangeran Blaze. Jika di bandingkan dengan Vivi, Emira jauh lebih pantas di sebut sebagai Tuan Putri karena penampilan fisiknya yang mencerminkan dirinya yang seorang keturunan dari keluarga Kekaisaran Eilidh, tidak seperti Vivi yang memang memiliki fisik yang sama persis dengan Ibunya.


Belum lagi Permaisuri Ivona yang berasal dari kalangan rakyat biasa jelata yang berhasil menggoda Kaisar untuk Permaisuri, Emira yang memiliki Ibu yang seorang bangsawan meski hanya sekelas Baron namun masih memiliki darah Keluarga Kekaisaran yang kental menurut Bella jauh lebih baik daripada Vivi yang darah rakyat jelatanya yang lebih kenta.


Oleh karena itu, Bella pun berteman dengan sangat baik dengan Emira dan Emira lah yang memperkenalkannya kepada sihir kegelapan itu.


"Kau tahu? Buku ini menyimpan sihir-sihir yang akan membuat kita bahagia lohh... Mau ku ajari tentang sihir-sihir ini?"


Awalnya Bella hanya iseng mempelajarinya, namun setelah melihat sikap Helios yang masih saja fokus ke keluarga dan juga pelajarannya itu membuat Bella geram.


Bella adalah tunangannya! Harusnya Helios itu lebih mementingkannya di bandingkan apapun di dunia ini! Dan karena itulah, Bella mempelajari sihir kegelapan dengan tipe Iblis ini dengan lebih giat lagi dan benar saja, dia menggunakan sihir itu untuk mempengaruhi Pangeran Helios supaya Helios hanya memperdulikan tentang dirinya saja.


Setelah itu, hidupnya terasa begitu sempurna! Dengan Helios yang tunduk padanya, pada pelayan yang merupakan mainannya, dan juga kekuasaan keluarganya pun semakin besar! Semua itu berkat ia berteman dengan Tuan Putri Emira!!!


"Bukankah ini tidak adil.... Kakakku Viviane hanya lebih tua beberapa bulan itu memiliki kehidupan sempurna layaknya Tuan Putri pada umu. Hidup bergelimang harta... Punya istana pribadi...Di layani oleh para pelayan... Di hormati dan di sayangi oleh rakyat.... Belum lagi kenyataan dia yang seorang gadis yang akan menjadi pendamping Dewa Matahari yang membuat ia semakin di puja..... Sementara aku? Lihatlah! Hanya adalah beberapa orang saja yang mengetahui keberadaanku ini hidup di lorong penuh kegelapan seperti tikus kotor dan juga di rahasiakan dari dunia, bukankah Dewa benar-benar tidak adil pada padaku?"


Ya.... Bella merasa kasihan pada Emira, dan sebenarnya ia juga ingin mengatakan yang sebenarnya pada Emira kalau ialah gadis yang di pilih oleh Dewa Matahari yang sebenarnya. Bella tahu ia adalah Pengantin yang asli namun Bella sendiri merasa takut mengatakan hal ini pada Emira karena ia takut mati di usia yang masih muda. Oleh karena itu, itu adalah rahasia untuk dirinya sendiri.


"Dan juga, aku lupa mengatakannya. Mulai sekarang, kau tidak akan pernah bisa pergi dari penjara ini karena tempat ini sudah di lapisi oleh sihir penghalang cahaya tingkat tinggi. Bahkan temanmu yang memiliki sihir kegelapan dan mengikat kontrak dengan Dewa Kehancuran pun tidak akan bisa menerobos kemari" kata Arthur dengan tenang.


Bella yang mendengar langsung Shock, bagaimana Arthur mengetahui tentang Emira dan juga tentang gadis itu yang memiliki sihir kegelapan dan mengikat kontrak dengan Dewa Kehancuran?!


"Ba-- bagaimana bisa...." Cicit Bella.


Arthur tersenyum tipis, namun perlahan melebar dan seketika cahaya putih keemasan muncul dari tubuhnya. Si saat yang bersamaan, tubuh Bella langsung terpental mundur dan menabrak tembok penjara bawah tanah itu. Perlahan tangannya yang tadi terkena cahaya putih keemasan itu pun terluka dengan parah. Seperti luka bakar yang mengerikan dan membuat Bella merasa sangat kesakitan.


Bella menyadari.... Ini adalah cahaya suci matahari yang merupakan racun paling mematikan bagi dirinya yang merupakan seorang pengguna dari sihir kegelapan.


Matanya terbelalak lebar saat ia melihat sosok Arthur yang sekarang, tubuhnya bergemetar hebat.


"Hmm...? Jadi... Sebelum Blaze datang, mari kita keluar dulu semua kekuatan sihir kegelapan yang ada di dalam tubuhmu ini"


Dan sekarang Bella menyadari.... Kalau ia seharusnya jujur saja kepada semua orang termasuk kepada kedua orang tuanya sendiri tentang Kebenaran bahwa ialah gadis suci terpilih sebagai pengantin 'Dewa Matahari' yang sebenarnya dan bukan Viv.


Karena kalau ia jujur.... Mungkin ia tidak akan berhadapan dengan orang yang berada di depannya sekarang ini....


Semuanya sudah terlambat bagi Bella untuk menyesali semua ini.