
Saat ini terjadi Rapat Kekaisaran mendapat yang di adakan oleh Putra Mahkota Castor. Rapat ini begitu mendadak dan bahkan Kaisar sendiri tidak tahu mengenai hal ini.
Para bangsawan mulai berkumpul di sebuah ruangan yang terdapat meja besar yang begitu panjang di sertai dengan banyak tempat duduk yang di peruntukkan para kepala bangsawan di setiap Rapat Kekaisaran.
"Memangnya ada apa ya Putra Mahkota sampai memanggil kita semua?" Tanya seorang kepala bangsawan.
"Entahlah, mungkin ada anggaran tambahan untuk Pesta Ulang Tahunnya?"
"Heh, pasti itu. Dia masih muda dan pasti ingin lebih mendapatkan pesta yang sangat mewah"
"Ya... pasti memang dia yang ingin anggaran lebih untuk Pesta Ulang Tahunnya"
Duke Allison yang sudah hadir dan duduk tenang di tempat duduknya pun hanya diam. Di antara para bangsawan ini, memang hanya dialah yang mengetahui alasan mengenai pertemuan Rapat Kekaisaran yang mendadak ini karena Putranya juga ikut terlibat di dalamnya.
"Saya rasa bukan itu" Kata Duke Erickson tiba-tiba, menyela pembicaraan para bangsawan lain yang cenderung menjelek-jelekkan Putra Mahkota Castor.
"Pasti ada masalah penting yang harus di bicarakan pada kita sekarang. Jika memang Putra Mahkota membutuhkan anggaran tambahan untuk Pesta Ulang Tahunnya, beliau pasti akan mengatakannya terlebih dahulu pada Yang Mulia Kaisar dan juga Yang Mulia Permaisuri karena saya mendengar dari Yang Mulia Kaisar bahwa ia dan juga Yang Mulia Permaisuri pun tidak di beritahu alasan mengenai Rapat Kekaisaran mendadak ini" Lanjut Duke Erickson yang membuat para bangsawan yang menjelek-jelekkan Putra Mahkota pun terdiam.
Itu benar. Jika memang Putra Mahkota memerlukan anggaran lebih, ia pasti akan mengatakannya pada Kaisar dan juga Permaisuri, ia tidak perlu repot-repot memanggil para kepala bangsawan dengan begitu mendadak seperti ini.
Duke Allison tersenyum tipis ke arah Duke Erickson, sahabatnya itu memang sangat bisa di andalkan kalau mengenai para bangsawan yang barusan menjelek-jelekkan Putra Mahkota Castor itu.
Tidak lama kemudian, Kaisar Horus datang bersama Permaisuri Ivona, Pangeran Helios dan juga Duke Curt. Melihat kedatangan Kaisar, seketika para bangsawan pun memberi hormat.
"""SALAM KAMI KEPADA MATAHARI, BULAN DAB DAN BULAN KECIL KEKAISARAN"""
Mereka langsung duduk di tempat mereka lalu setelah tidak lama mereka duduk, Putra Mahkota pun datang bersama ajudannya yaitu Dereck yang membawa tumpukan kertas, selain itu ada Pangeran Blaze dan juga Arthur yang jelas membuat Kaisar, Permaisuri, Pangeran Helios dan para bangsawan lain terkejut karena kedatangan dari Pangeran Blaze dan Arthur yang ikut masuk ke dalam ruangan rapat ini karena pasalnya mereka belum cukup umur datang ke Rapat Kekaisaran ini karena biasanya orang yang menghadiri rapat ini hanya harus memiliki batas umur minimal lima belas tahun. Meski memang merasa heran, mereka tetap memberi salam pada Putra Mahkota Castor dan juga Pangeran Blaze.
"""SALAM KAMI KEPADA MATAHARI KECIL DAN BULAN KECIL KEDUA KEKAISARAN"""
Castor dan Blaze pun duduk di kursi yang tersedia, begitu pula dengan Arthur. Sementara Dereck tetap berdiri di sebelah Castor.
"Jadi ada apa kau mengatakan Rapat Kekaisaran yang begitu mendadak seperti ini, Putra Mahkota?" Tanya Kaisar yang langsung the to point.
"Saya hanya menemukan informasi yang memang harus segera di sampaikan kepada anda, Yang Mulia Kaisar" Jawab Castor dengan nada tenang.
"Meski begitu, kenapa kamu sampai membawa Pangeran Blaze dan Tuan Duke Muda Arthur?" Tanya Permaisuri Ivona dengan nada yang terlihat begitu cemas.
Dereck lalu memberikan kertas-kertas yang ia bawa ke pada dua pelayan yang bertugas di ruangan itu dan dengan sigap para pelayan itu membagikan kertas itu pada setiap orang yang berpartisipasi dalam Rapat Kekaisaran ini.
Begitu membaca tulisan yang ada di kertas itu, Duke Erickson langsung membelalakkan matanya, "Ini.... Oleanders berhasil di selundupkan masuk Kekaisaran?!"
Bukan hanya Duke Erickson, Kaisar, Permaisuri dan para bangsawan lainnya pun sama-sama terkejut. Sementara itu Pangeran Helios tampak begitu shock dan langsung menatap ke arah Kakak Pertamanya itu. Pangeran Helios pun terdiam saa Castor menatapnya dengan tatapan yang begitu dingin.
"Ya... Seperti yang kita semua ketahui, bunga Oleanders sudah di larang untuk di tanam atau bahkan masuk ke dalam Kekaisaran karena bunga ini sangatlah beracun. Namun ada 'beberapa' orang yang melakukan transaksi ilegal di pasar gelap untuk membeli racun ini secara besar-besaran. Dan parahnya bukan hanya masuk ke wilayah Kekaisaran saja, tapi sudah masuk ke dalam istana juga" Terang Castor yang membuat semua orang kembali terkejut kecuali dua orang yang mulai merasa terpojok di dalam Rapat Kekaisaran ini.
"Apa maksud anda, Yang Mulia Putra Mahkota Castor?! Oleanders juga masuk ke dalam wilayah istana?!" Seru seorang bangsawan yang masih tidak percaya dengan informasi yang ia dapatkan.
Kali ini bukan Castor yang menjawab, Blaze lah yang kali ini angkat bicara, "Anda benar Count. Oleanders masuk ke dalam istana ini dengan begitu mudah berkat 'beberapa' orang yang memiliki pengaruh besar di dalam istana Kekaisaran yang memang berniat menyelundupkan racun ini ke dalam wilayah istana Kekaisaran.
Seketika para bangsawan pun mulai heboh ketika mendengar ucapan dari Blaze itu. Mereka mulai saling mencurigai satu sama lain.
"Jadi kau ingin mengatakan ada seseorang yang berani berkhianat di dalam istana ini dengan menyelundupkan Oleanders kemari?! Bagaimana bisa hal itu tidak terdeteksi oleh para prajurit dan juga penyihir Kekaisaran?!" Seru Kaisar yang terlihat mulai terpancing amarahnya. Ia sungguh merasa tidak percaya dengan penuturan kedua Putranya itu.
"Masalahnya Yang Mulia, orang-orang ini begitu sangat di percaya oleh Kekaisaran dan juga memiliki pengaruh yang sangat besar. Tentu saja tidak ada seorang pun yang mencurigai orang-orang tersebut" Balas Blaze dengan seringai licik di wajahnya.
Kaisar dan juga Permaisuri seketika tertegun melihat Putra Ketiga mereka yang bisa mengeluarkan ekspresi semacam itu. Pasalnya Blaze yang mereka kenal baik adalah orang yang sangat positif, ceria, polos, tidak bisa diam, dan juga sangat berisik, namun sekarang mereka tidak melihat semua itu pada diri Blaze. Blaze saat ini terlihat begitu tenang namun juga terlihat sangat berbahaya. Permaisuri Ivona yang merupakan Ibu Blaze pun menyadari Putra Ketiganya itu sedang menahan semua emosi yang ada di dalam dirinya.
Ia terlihat begitu menahan amarah, rasa kecewa, dan juga kesedihan di matanya meski Putra Ketiganya itu kini terlihat menyeringai licik. Ia bisa merasakan berbagai emosi yang berkecamuk di dalam mata kuning keemasan dari Blaze itu.
Belum sempat ada yang berkomentar lagi para pelayan kembali membagikan kertas-kertas berisi dokumen penting kepada semua orang yang berada di dalam ruangan itu. Dan setelah membaca isi tulisan itu.
"Ini.... TIDAK MUNGKIN!!!"
Castor menyeringai tipis, "Itu adalah dokumen tentang pekerja-pekerja tambahan untuk Pesta Ulang Tahun saya dan banyak di antara mereka semua adalah pembunuh bayaran dunia bawah yang belum terlacak oleh kita"
Para bangsawan kembali gaduh, mereka pun kompak langsung mencurigai satu orang.
"Dan tentu aku harus menanyakan hal ini kepada orang yang merekrut mereka. Penyelundupan racun Oleanders ke dalam wilayah istana juga pekerja-pekerja tambahan yang baru di rekrut, kedua hal ini berdekatan dengan Pesta Ulang Tahun saya. Bukankah begitu Duke Curt?" Kata Castor dengan seringai tipisnya dan matanya juga tajam menatap ke arah Duke Curt dan juga Pangeran Helios yang tampak sangat terkejut, bahkan tubuh Pangeran Helios pun bergemetar hebat.
'Langkah pertama sukses' pikir Castor dan Blaze bersamaan.