
Kaisar Horus menatap dalam ke arah wanita yang sedang tertidur pulas atau lebih tepatnya tidak sadarkan diri setelah 'kegiatan panas' mereka yang baru selesai beberapa menit yang lalu. Di ciumnya kening wanita yang bersurai hitam yang merupakan istri sahnya, Ivona Lareina Eilidh.
"Kali ini kau akan mengandung anakku kembali, Ivona" Kata Kaisar dengan suara pelan.
Kaisar Horus langsung melakukan apa yang di katakan oleh sosok bayangan hitam yang sudah sangat di kenalnya itu. Ia langsung menemui Ivona di Istana Permaisuri dan langsung memaksa Ivona untuk berhubungan badan. Ivona tentu menolaknya karena saat ini ia sendiri sudah merasa kelelahan dengan persiapan Pesta Ulang Tahun Putra Mahkota Castor yang tinggal satu minggu lagi dari sekarang. Tapi tentu Horus tidak menerima alasan itu dan langsung 'memangsa' Ivona dengan sangat kasar dan juga brutal seperti biasanya.
Pikirannya kembali terbang jauh, ia mengingat kenyataan yang sangat membuatnya kesal bercampur sedih. Kenyataan dimana Blaze adalah orang yang di berkahi oleh Dewa Matahari. Hal itu tentu akan membuat Blaze yang merupakan Putranya sendiri adalah orang yang akan menjadi musuh terbesarnya.
Cepat atau lambat, Blaze akan mengetahui tentang Horus yang memiliki sihir kegelapan tingkat tinggi ini. Karena Horus sendiri sudah menyadari sikap Blaze yang mulai berubah. Ia seperti tidak memiliki rasa takut padanya. Blaze kini menjelma sebagai seorang pembebas. Sama seperti Dewa Matahari yang memberikan kebebasan kepada para manusia dari kekejaman Dewa Kehancuran.
Horus sendiri ingin menertawakan takdir gilanya, dimana semua anaknya yang berasal dari wanita yang di cintainya ini mendapatkan potensi sihir cahaya yang begitu besar padahal baik dirinya maupun Ivona sama-sama tidak memiliki sihir cahaya, namun semua Putra dan Putrinya itu memiliki sihir cahaya yang berarti mereka tidak mudah di tembus oleh kekuatan sihir kegelapan.
Putra Mahkota yang menguasai sihir elemen angin dan cahaya, Pangeran Helios yang menguasai sihir elemen air dan cahaya, Pangeran Blaze yang menguasai sihir elemen api dan cahaya lalu Vivi yang menguasai sihir elemen fusi es yang menggabungkan air dan angin dan tentu saja Vivi juga memiliki sihir elemen cahaya.
Keempatnya memiliki keistimewaan masing-masing di dalam kekuasaan sihir mereka bahkan Blaze sendiri adalah orang yang di berkahi oleh Dewa Matahari dan Vivi yang memiliki sihir fusi. Sungguh para Dewa di dunia itu sedang membuat lelucon yang sangat lucu karena mereka sudah membuat Blaze dan Vivi terlahir dengan kekuatan yang sanggup mengubah dunia itu.
Sementara itu, Putrinya yang lain yaitu Emira, hasil perselingkuhan miliknya dengan pelayan pribadi sekaligus teman masa kecilnya itu juga memiliki keistimewaan yang selama ini Horus cari dan ia di idam-idamkan.
Emira memiliki sihir elemen kegelapan yang alami di dalam tubuhnya.
Memang mustahil seseorang memiliki sihir elemen kegelapan karena pada dasarnya sihir kegelapan bukanlah termasuk sihir elemen murni sejak seseorang di lahirkan melainkan sihir kegelapan itu hanya bisa di dapatkan dengan hasil latihan. Namun Horus menginginkan hal yang gila yaitu seorang anak dengan kekuatan sihir elemen kegelapan sedari lahir.
Ia menggunakan banyak cara untuk membuat hal yang ia idamkan itu menjadi kenyataan, hingga Kayla lah yang berhasil melahirkan anak yang ia idamkan itu.
Lalu soa Vivi, Vivi adalah gadis yang di takdirkan untuk persembahan kepada 'Dewa Matahari' yang selanjutnya. Awalnya Horus percaya pada hal itu namun lama-kelamaan Horus sendiri merasa ragu. Apa benar Vivi lahir yang akan menjadi 'pengantin' yang selanjutnya. Namun, sosok hitam pekat yang selalu berada di bayangannya ini merasa tidak masalah akan hal itu, ia malah terlihat sangat senang bahkan terlihat kegirangan mengetahui Vivi lah yang akan menjadi 'pengantin' itu. Horus sendiri tidak mengetahui apa yang ada di pikiran sosok asap hitam pekat itu.
Dan Helios, awalnya Horus menginginkan Helios menjadi seperti dirinya, karena Horus memiliki sihir elemen cahaya yang cukup lemah. Oleh karena itu, ia menyuruh Duke Curt untuk menambah kekuatan sihir kegelapan ini yang memang sebelumnya sudah di tanamkan oleh Bella untuk memanipulasi Helios supaya jatuh ke dalam sihir kegelapan ini. Namun rencana ini di hancurkan oleh Castor dan Blaze yang ternyata bekerja sama untuk membebaskan Helios dari belenggu kekuatan sihir kegelapan yang di tanamkan kepadanya dan juga membongkar semua kejahatan yang di lakukan oleh ajudan dan tangan kanan Horus yaitu Duke Curt.
Di tatapnya kembali wajah cantik Ivona yang terlihat pucat itu. Di peluknya lebih erat lagi tubuh telanjang wanita kesayangannya itu dengan lebih erat.
"Kali ini.... Aku akan memiliki anak kedua yang ku idamkan selama ini. Bukan dari orang lain melainkan darimu, Ivona. Karena aku tahu apa yang harus ku lakukan supaya anak itu terlahir seperti Emira" Kata Kaisar sembari menyeringai tipis.
--Di Tempat lain--
Seorang pemuda terbangun dari tidurnya, matanya berwarna putih keemasan dengan lambang matahari di tengahnya terbuka. Seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya putih keemasan yang lembut. Ia lalu bangkit dan memposisikan dirinya untuk duduk di padang rumput yang sangat luas Itu.
Ia lalu menatap ke arah bulan purnama yang begitu tampak sangat besar di sana. Angin malam yang dingin berhembus pelan, membuat rambut putih bercahaya miliknya itu sedikit bergoyang oleh hembusan angin Itu.
Tatapannya kepada bulan terlihat jelas bahwa ia sedang merindukan seseorang. Ia merindukan sosok wanita yang sangat ia cintai.
Meski ia bisa bertemu dengannya kapan saja, namun pria itu berkali-kali harus menahan dirinya supaya tidak langsung kehilangan kendali dan langsung memeluknya. Ia harus bersabar hingga waktu yang tepat, belum lagi ada bayangan kegelapan yang sangat begitu kuat di sekitar wanita yang ia cintai. Ia tidak bisa bertindak gegabah dengan mengungkapkan jati dirinya secara tiba-tiba seperti apa yang baru-baru ini di lakukan oleh seseorang yang di berkahi oleh dirinya dengan perlindungan darinya. Meski memang ia merasa sangat puas karena orang itu berani mengungkapkan jati dirinya dan langsung mendeklarasikan perang kepada pemilik kekuatan sihir kegelapan secara tidak langsung.
Apalagi wanita yang ia cintai itu sekarang masih berada di bawah umur dan juga tubuhnya sekarang juga merupakan seorang pemuda yang belum dewasa meski memang mentalnya sudahlah sangat dewasa. Tentu saja, umur aslinya sudah berumur ratusan ribu tahun lebih.
Pria-- atau lebih tepatnya pemuda itu terkekeh pelan, perlahan rambut putihnya berubah menjadi hitam pekat dan mata putih keemasan dengan lambang matahari di tengahnya pun ikut berubah menjadi warna hitam pekat yang senada dengan warna rambutnya.
"Sepertinya aku harus menunggu sedikit lagi. Biarkan saja mereka semua keluar ke permukaan lalu nanti langsung di hancurkan secara bersamaan. Ini bukan waktu yang tepat" Kata pemuda itu dengan tenang.
Ia lalu menggunakan sihir teleportasi dan langsung men-teleportasi dirinya di sebuah penjara bawah tanah. Di depannya, ada seorang perempuan dengan gaun mahal yang tampak begitu kotor tengah tertidur pulas di dalam sel tahanan yang berada di depannya itu.
"Hmm... Dia benar-benar bersih dari sihir kegelapan sekarang, namun aura hitamnya sebagai orang yang terpilih sebagai 'pengantin' menjadi pekat.... Hmm, mari kita menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan kebenaran ini. Dan aku akan menyerahkan semua ini kepada Blaze nantinya" Kata pemuda itu dengan pelan lalu mulai berjalan pergi dari penjara bawah tanah itu.