
...--AUTHOR POV--...
Pesta ulang tahun Vivi yang ketujuh sekaligus perkenalannya sudah selesai, Ivona sendiri langsung kembali ke Istananya sedangkan Kaisar menghilang entah kemana. Meski begitu, Ivona tidak peduli karena tidak ada untungnya juga dia penasaran dengan kepergian Kaisar.
Setelah sampai di kamarnya, ia langsung memberi perintah kepada para pelayan pribadinya untuk menyiapkan air mandi untuknya. Pesta kalangan bangsawan ini sangatlah melelahkan, ia sudah mengalaminya selama bertahun-tahun pun ia masih merasa tidak terbiasa.
Pesta dengan barang-barang super mewah yang di pakainya, aula istana yang di hias dengan begitu mewah, orang-orangan dari kalangan bangsawan yang mengerubunginya dan selalu mengucapkan kalimat-kalimat yang penuh tipu muslihat, sungguh Ivona masih belum terbiasa dengan semua ini.
Setelah para pelayan selesai menyiapkan segala keperluannya untuk mandi, Ivona pun memerintahkan mereka segera keluar dari kamarnya dan memberikan izin kepada mereka untuk segera beristirahat. Kebiasaan seorang bangsawan atau keluarga Kerajaan adalah mandi dengan di bantu oleh para pelayan, namun Ivona selalu menolaknya karena ia merasa tidak nyaman ketika ada orang lain menggerayangi tubuhnya.
Bagaimana pun dia tetap berasal dari kalangan rakyat biasa belum lagi dia yang di besarkan di panti asuhan. Sejak kecil, Ivona adalah seorang anak yang mandiri dan tekun. Dengan kerja keras dan ketekunan miliknya itulah dia berhasil menjadi seorang desainer yang terkenal di seluruh Kekaisaran Eilidh ini. Hidupnya terasa begitu nyaman sampai ia melakukan suatu tindakan yang ia pikir mulia karena menolong seseorang yang hendak di bunuh ini malah menjadi hal yang sangat buruk baginya.
Di lepasnya set gaun pestanya yang glamor dan mewah, terlihatlah tubuh polos Ivona yang kini di penuhi dengan tanda keungu-unguan dan juga memar bekas cambukan serta pukulan di mana-mana. Inilah alasan kenapa Ivona tidak ingin para pelayan itu memandikannya, karena jika mereka membantunya mandi mereka pasti akan melihat tubuhnya yang tampak begitu mengerikan ini.
Pelaku yang menyebabkan tubuh Ivona seperti ini tentu saja dan tidak bukan adalah Kaisar Horus Anatoly Eilidh, suami Ivona sendiri. Terakhir mereka 'melakukan hubungan suami-istri' dua hari yang lalu, Horus melakukan fetish lamanya yaitu menyiksa Ivona habis-habisan dan membuat Ivona merasa tidak nyaman selama pesta tadi karena jujur saja tubuhnya masih terasa sakit. Tapi karena ini adalah pesta yang sangat penting bagi Putri tercintanya, ia pun memaksakan dirinya untuk menghadiri pesta itu dan tersenyum palsu kepada para bangsawan yang hobi menjilat itu sembari menahan rasa sakitnya.
Sebenarnya Horus sendiri sudah memberinya 'sedikit' sihir penyembuhan untuknya supaya luka-luka Ivona itu tidak membahayakan nyawanya, namun Horus tidak mau hasil 'karya'nya itu menghilangkan dengan cepat maka dari itu ia membiarkan beberapa luka yang masuk basah dan juga melarang Ivona untuk menyembuhkannya dengan sihir atau obat. Horus juga memberi ancaman kalau Ivona melanggarnya ia akan menghukum Ivona jauh lebih brutal lagi.
Perlahan Ivona pun merendamkan tubuhnya di kolam air panas yang ada di dalam kamar mandinya ini. Wanita bersurai hitam legam itu sedikit meringis ketika ada lukanya yang masih basah bersentuhan dengan air panas itu. Aroma-aroma bunga-bunga pun membuat tubuhnya sedikit rileks. Ia kemudian berendam sambil matanya yang mengarah ke atas dan menatap langit-langit kamar mandinya yang di hiasi dengan aksen-aksen indah.
Pikirannya melayang dan ia pun jadi mengingat sosok pria yang dulu atau mungkin sampai sekarang masih ia cintai. Count Cedric Floyd Hamilton, itulah nama pria itu. Sosok pria tampan yang saya baik hati dan tidak sombong, pria yang menjadi cinta pertama Ivona sejak pria itu menyelamatkannya dari para bandit. Pria yang juga merupakan tunangannya.... Pria yang mati di bunuh oleh Kaisar Horus di depan matanya sendiri.
Bukan hanya membunuh Cedric, Kaisar juga membantai seluruh anggota keluarga Count Hamilton sampai tidak tersisa. Bahkan, dengan kejamnya, Kaisar Horus memperkosa Ivona di depan mayat Cedric dan juga semua anggota keluarga Count Hamilton.....
Ivona memejamkan matanya begitu mengingat kejadian yang sangat mengerikan dan membuatnya trauma, bahkan sampai sekarang. Ia masih mengingat genangan darah dan potongan-potongan tubuh yang berceceran di mansion keluarga Count Hamilton itu.
Saat ia hanya bisa menangis dan juga mengerang saat Kaisar memperkosanya dengan penuh nafsu di depan para mayat itu.... Ketika kepala Cedric yang sudah terpisah dari tubuhnya dengan matanya terbuka yang menatap kosong tidak bernyawa ke arah Ivona yang sedang di perkosa oleh Kaisar Horus....
Mata biru bak lautan milik Ivona mulai berair, kesedihan yang begitu dalam mulai muncul kembali di dalam dirinya.
'Cedric....' pikir Ivona dengan air mata yang mulai turun di pipinya.
Dulu, ia sangat membenci Castor putra pertamanya sendiri karena ia selalu mengingatkannya pada kejadian mengerikan itu. Ia selalu menolak Castor, sungguh saat itu kondisi mentalnya begitu kacau bahkan terlihat seperti orang gila.
Hal itu di perparah ketika ia hamil anak Putra kedua, Helios. Beberapa kali ia berusaha untuk membunuh calon anaknya itu namun untungnya selalu berhasil di gagalkan oleh para prajurit elit yang di tugaskan untuk menjaga Ivona.
Baru saat ia hamil Putra Ketiganya, Blaze, pikiran dan hati Ivona mulai terbuka. Ia tidak bisa seperti itu selamanya, kini ia memiliki dua-tiga anak. Ia harus menjaga mereka, mendidik mereka dan memberikan kasih sayang pada mereka agar anak-anaknya itu tidak tumbuh menjadi seorang pria kejam seperti Ayah mereka.
Perlahan tapi pasti Ivona mulai bangkit, ia mulai mengerjakan tugas-tugasnya sebagai Permaisuri yang ia abaikan selama-lama bertahun-tahun lamanya dengan baik dan mulai aktif dalam kegiatan sosial para bangsawan.
Dan dua tahun setelah Blaze lahir, ia pun melahirkan Putrinya Vivi. Bagi Ivona, keempat anaknya ini adalah cahaya dan kekuatan Ivona untuk hidup di istana Kekaisaran yang kejam ini. Oleh karena itu, ia haru---
''Jadi Kamu berada di sini, sayang?''
Suara berat nan seduktif itu membuat Ivona sadar dari lamunannya itu, ia pun menoleh ke arah belakang dan melihat Kaisar Horus yang tengah berdiri di ambang pintu kamar mandi dan menatapnya dengan tatapan yang penuh nafsu.
Ivona menghela nafas lelah, ia tahu hal ini akan terjadi. Ivona jelas sudah tahu kebiasaan suaminya ini, entah apapun yang di lakukan Ivona, Kaisar akan selalu merasa bergairah setiap melihat Ivona. Apalagi dirinya yang dalam keadaan yang telanjang bulat seperti ini.
Ivona pun semakin menenggelamkan tubuhnya di dalam air dan melihat sikap Ivona yang menurut Kaisar sangat imut itu pun membuat Kaisar semakin bernafsu ingin segera 'melahap' istri cantiknya Ini.
Kaisar Horus pun menyeringai dan dengan perlahan ia mulai membuka pakaiannya, ''Kamu tidak masalah aku ingin bergabung denganmu, bukan?"
Ivona menghela nafas, ia jelas tahu, kalau malam ini ia pun tidak akan bisa lolos dari Kaisar.....