THE DESTINY OF THE SUN AND THE MOON

THE DESTINY OF THE SUN AND THE MOON
BAB 31-PERTANDINGAN BERBURU PART III



...--AUTHOR POV--...


Luna menatap ragu pada keluarga Kekaisaran yang sedang bercengkerama dan terlihat harmonis di depan matanya itu.


Lagi-lagi ia melihat cahaya yang begitu terang yang mengelilingi Pangeran Blaze Putra Mahkota Castor dan Tuan Putri Viviane, juga cahaya yang mengelilingi Permaisuri Ivona dan juga cahaya yang sedikit redup yang mengelilingi Kaisar Horus dan Pangeran Helios.


Luna juga tidak tahu alasannya namun perhatiannya tertuju pada seorang yang memiliki cahaya yang paling terang di antara mereka semua,dia adalah Pangeran ketiga.


Ia meremas sedikit sapu tangan yang sudah ia sulam, ia merasa begitu malu jika harus memberikannya pada Blaze. Belum lagi Blaze yang menerima sapu tangan dengan sulaman yang begitu indah dari adiknya yang sepertinya sangat jenius, Viviane. Sementara sulamannya sendiri tampak sedikit berantakan, membuat Luna merasa tidak percaya diri untuk memberikannya pada Blaze.


Dengan wajah yang menunduk, ia pun mundur dari kerumunan sambil menyimpan sapu tangan bersulam buatannya itu ke dalam saku dari blazer dari yang ia pakai saat ini.


'Hahh.... Sepertinya sapu tangan ini untukku saja....' pikir Luna dengan ekspresi yang tidak bersemangat.


Sementara itu, Vivi pun terus memperhatikan Luna sampai anak perempuan yang lebih tua dua tahun darinya itu menghilang dari kerumunan. Tentunya, Vivi menjadi mengingat peristiwa tragis dimana Putri dari Duke Erickson itu tewas secara mengenaskan di acara pertandingan berburu pertamanya ini.


Ia mengingat betapa Duke Erickson dan istrinya, Duchess Erickson yang begitu terpukul dengan kematian Putri mereka satu-satunya itu. Mereka yang selama hampir lima tahun lamanya absen dari kegiatan sosial bangsawan dan juga pemerintah, saat mereka kembali pun mereka mulai memakai pakaian serba hitam dan tidak pernah tersenyum lagi. Bahkan suasana kediaman Duke Erickson yang awalnya penuh dengan kehangatan pun berubah menjadi begitu suram sesudah kepergian dari Nona Muda Keluarga Duke Erickson itu.


Jujur Vivi merasa sangat bersimpati pada mereka, apalagi saat ia tidak sengaja melihat kondisi mayat dari Luna yang sudah sangat mengerikan untuk dilihat dimana kepalanya hampir putus dan isi perutnya yang terbuka lebar. Dan saat tidak sengaja melihat itu, Vivi sampai langsung pingsan dan sesudah ia Sada, ia langsung demam selama seminggu penuh.


'Tunggu! Aku jadi ingat! Kalau tidak salah kejadian itu terjadi saat hari pertama pertandingan berburu ini kan? Berarti hari ini!' pikir Vivi.


Ya, insiden yang begitu tragis itu ada di hari pertama pertandingan berburu. Dan mayat Luna sendiri di temukan saat tepat di mana Matahari sudah tenggelam oleh para prajurit dan juga para bangsawan pria yang ikut mencari Luna setelah mendapat kabar Luna menghilang.


Namun Pertandingan Berburu pun masih dilanjutkan meski ada insiden mengerikan seperti ini atas keputusan Kaisar dan juga para Petinggi Kuil karena menurut Pendeta kuil, jika menghentikan kegiatan rutin ini maka Kekaisaran akan mendapatkan kesialan dan malapetaka, sama halnya dengan persembahan yang mereka berikan kepada Dewa Matahari dengan menyerahkan seorang gadis yang di bakar hidup-hidup untuk menjadi Pengantin dari Sang Dewa Matahari.


Alhasil Duke dan Duchess pun harus menunggu satu hari sebelum mereka pulang ke kediaman mereka untuk mempersiapkan pemakaman yang layak untuk putri mereka satu-satunya yang begitu mereka cintai itu yang diadakan keesokan harinya setelah pertandingan berburu. Para bangsawan juga menyampaikan bela sungkawa mereka beramai-ramai mengingat Duke Erickson dan istrinya Duchess Erickson hanya memiliki satu orang Putri saja.


'Aku harus mencegah insiden ini! Karena, jik insiden ini terjadi seperti di kehidupan sebelumnya, pusat sosial dan juga pemerintah adalah kacau balau selama bertahun-tahun! Dan ketika Duke dan Duchess Erickson ini kembali ke dunia sosial hal ini di manfaatkan oleh Kayla untuk memperkenalkan Emira kepada semua orang!' pikir Vivi lagi.


Ia mulai mengingat ketika itu situasi ekonomi pemerintahan begitu kacau karena absennya Duke Erickson yang merupakan pusat perdagangan terkuat di seluruh Kekaisaran ini. Begitu banyak rakyat yang mengeluh betapa sulitnya mereka mendapatkan uang meski Permaisuri Ivona Sud memberikan bantuan pada mereka.


Bahkan beberapa rakyat dan juga bangsawan mulai mencap Permaisuri Ivona sebagai Permaisuri yang gagal karena tidak becus untuk menangani rakyatnya. Karena tugas Permaisuri adalah mensejahterakan rakyatnya sementara Kaisar mengurusi pemerintah dan juga keamanan Kekaisaran.


Sontak saja berbagai respon dari orang-orang pun bermunculan. Ada yang tidak percaya, ada yang berpikiran iri, ada yang mulai mengejek mere dan bahkan ada yang menganggap kemunculan mereka di depan publik itu adalah sebuah anugerah karena setelah kemunculan Kayla dan Emira dengan perlahan situasi ekonomi mulai membaik kembali. Dan lama kelamaan semua orang oun menganggap Kayla dan Emira sebagai pembawa keberuntungan bagi Kekaisaran Eilidh ini.


'Padahal kalau di pikir-pikir secara logika, berkat Duke Erickson kah yang kembali dan membuat semuanya menjadi membaik, bukan mereka berdua! Mereka kan tidak melakukan apa-apa! Apa semua orang di masa depan mendadak menjadi bodoh ya?'' pikir Vivi yang mendadak merasa kesal sambil mengepalkan tangan kanannya.


''Umm? Ada apa Vivi? Kamu tampak kesal?'' Tanya Ibunya, Permaisuri Ivona yang melihat perubahan sikap Putri bungsunya itu yang sedang di gendong oleh Putra Mahkota Castor.


Vivi tersentak kaget mendengar pertanyaan dari Ibunya itu dan dengan cepat ia pun menyangkalnya' ''Ahaha... Aku nggak kesal kok Ibu... Aku hanya.... Ah! Aku juga ingin ikut pertandingan!"


Hening sesaat....


""""APAAAAA???!!!!!!""""


Dengan kompak Ivona, Horus, Castor Helios dan Blaze berteriak mendengarkan kata-kata yang barusan keluar dari mulut Vivi. Mereka tampak begitu shock.


"TIDAK BOLEH! VIVI TIDAK BOLEH IKUT, INI BERBAHAYA!!'' Teriak Kaisar yang menolak keras permintaan dari Putrinya itu yang langsung di anggukki oleh Castor, Helios dan Blaze.


"Ayahmu benar sayang, kamu tidak boleh ikut karena selain berbahaya, perempuan juga tidak boleh mengikuti pertandingan ini!'' Kata Ivona yang mencoba menjelaskan pada Putrinya itu.


"Kalau kamu mau binatang buruan, Kakak akan memberikannya padamu!'' Kata Castor dengan tegas.


"EH?! AKU JUGA AKAN MEMBERI SEMUA HASIL BURUANKU PADA VIVI SEORANG!!!" Teriak Blaze dengan penuh semangat dan tidak mau kalah dari Kakak sulungnya itu.


"Kalau aku...." Pangeran Helios sedikit melirik ke arah Bella namun dengan cepat ia pun kembali menatap ke arah Vivi, "Aku juga akan memberikan sebagian buruanku untukmu, Vivi"


Mendengar ucapan dari Pangeran Helios itulah sontak membuat Bella terkejut dan marah. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat namun dengan cepat Duke Curt menepuk bahu Putrinya itu untuk menyadarkannya kalau mereka sedang berada di tempat yang ramai.


Sementara Vivi sendiri melongo ketika mendapat reaksi itu. Ia sebenarnya tidak serius dengan ucapannya itu karena itu ia ucapkan untuk mengalihkan pembicaraan kepada Ibunya yang melihat dia yang merasa kesal. Namun ia bersyukur karena sepertinya ia berhasil mengalihkan pandangan Sang Ibu.


Vivi pun tersenyum, "Baiklah. Aku akan diam di sini bersama Ibu, Ayah dan juga para Kakak jaga diri ya"


Kaisar, Castor, Helios dan Blaze pun dengan serempak menganggukkan kepala mereka dan mereka bertekad untuk mendapat hasil buruan yang banyak untuk Vivi (untuk kasus Kaisar dan Helios hanya sebagian karena mereka akan memberikan hasil buruan mereka juga kepada pasangan mereka).