The Assassin'S Transmigration

The Assassin'S Transmigration
Bab Spesial - Pergi Ke Pantai



Evelin memiringkan kepalanya, meletakkan jari telunjuk di dagunya, matanya mengerjap, tampak imut, "Pantai?"


Elliot mengangguk, membungkus kedua pipi Evelin dengan tangan besarnya dan menciumnya dengan gemas.


"Ya pantai! Hari ini kita akan pergi ke pantai!"


Dia menggenggam tangan Evelin, bertanya dengan lembut, "Kamu nggak ada kerjaan, kan?"


Evelin tampak memikirkannya sebentar, dan menggeleng, berkata dengan tenang, "Nggak!"


Dia tersenyum puas, "Bagus! Kalo gitu kita langsung berangkat sekarang!"


"Sekarang?"


Dia berdiri dari kursi, mencium kepala Evelin, "Ya. Agar kamu bisa melihat laut lebih cepat, bukankah kamu bilang kemarin ingin melihat laut?"


Evelin yang mendengarnya tersenyum manis, berkata dengan lembut, "Ternyata kamu ingat! makasih."


Dia memeluk Elliot dan mencium pipinya, Elliot yang mendapat pelukan dan ciuman tersenyum senang, "Aku bahagia, kalo kamu juga bahagia! Apalagi melihat senyum kamu yang langka ini."


Dia mencubit kedua pipi Evelin hingga bibirnya melengkung.


"Aku juga bahagia, kalo El bahagia!" Dia kembali memeluk Elliot dengan erat.


Elliot memeluknya, meletakkan satu tangan di bawah lututnya dan tangan lain di bawah punggungnya, lalu mengangkatnya.


Evelin melilitkan tangannya di leher Elliot.


"Kalo gitu, ayo pergi!"


Mereka berjalan menuruni tangga dengan Evelin yang di gendong.


Evelin melihat ke arah, tidak tampak kesusahan saat membawa dia menuruni tangga, dia tersenyum, mencium pipi Elliot dan berkata dengan kagum, "El memang kuat!"


Elliot yang mendapat pujian tersenyum bangga, berkata dengan percaya diri, "Pacarnya siapa dulu dong!"


Evelin tersenyum, dia mencium Elliot sekali lagi, "Pacarnya Evelin adalah yang terbaik. Evelin punya pacar paling tampan dan paling baik sedunia!"


Elliot tertawa mendengar perkataan Evelin.


"Kamu sangat ahli mengatakan hal-hal yang sangat manis. Aku suka itu!"


"Tuan muda ingin kemana?" Seorang pria paruh baya yang menegangkan tuksedo bertanya dengan hormat. para pelayan di belakangnya juga membungkuk dengan hormat.


Dia mencium, lebih tepatnya menjilat dan menghisap pipi Evelin, "Aku akan pergi ke pantai dengan pacarku yang manis hari ini."


Evelin hany mendorong wajah Elliot dengan tang nya untuk menjauhkan Elliot.


Salah satu pelayan maju dan membungkuk dengan hormat, "Tuan muda! lebih baik memakaikan nona jaket atau pakaian tebal, karena cuaca di luar hari ini cukup dingin."


Pelayan yang lain angkat bicara, "Benar, tuan muda! bagaimana jika nona terkena flu atau masuk angin?"


Elliot yang mendengar itu mengangguk, segera memberi perintah, "Cepat bawa jaket yang tebal hingga angin bahkan tidak dapat menembusnya."


Evelin yang mendengar hal itu menepuk kepala Elliot dengan cemberut, "Kamu berlebihan banget! kalo nggak bisa di tembus angin, Nanti kan aku jadi pengap dan sesak."


Elliot memikirkannya sebentar, tertawa rendah, "Iya juga. Maafin El, sweetie."


Pelayan membawakan jaket dan mereka pun berangkat menuju pantai.


Elliot menyetir dengan satu tangan dan tangan yang lain menggenggam tangan Evelin, "Aku akan memberi mereka bonus."


Evelin yang sibuk melihat keluar jendela, berbalik, berkata dengan bingung, "Mereka?"


Elliot mengangguk, "Ya! Aku akan memberikan para pelayan bonus, karena mereka sangat perhatian terhadap gadis kecilku."


Evelin juga mengangguk, "Kau memang harus memberikan mereka bonus, karena mereka masih bisa bertahan sampai sekarang dengan majikan menyebalkan sepertimu!"


Elliot memasang wajah murung, berkata dengan sedih, "Sweetie, apa aku menyebalkan? apa kau tidak menyukaiku lagi?"


Evelin tertawa, mengusap kepala Elliot dan mencium bibirnya, "Aku bercanda, bagaimanapun sikap dan sifat El, Evelin akan selalu mencintai El."


Elliot menggenggam tangan Evelin lebih erat, dia tertawa bahagia, "Kamu sangat tahu bagaimana membuat aku bahagia."


Mereka tertawa bersama, berbicara dengan riang antara mereka sendiri.


"Ini sungguh dingin, untung saja kita membawa jaket."


Evelin mengangguk, sebenarnya ini tidak dingin sama sekali baginya, tapi mungkin itu berbeda bagi Elliot.


"Pakaian El terlalu tipis, apa El mau pakai jaket Evelin?"


Elliot menoleh ke arah Evelin, mereka sekarang sudah berada di tepi pantai, dia bisa merasakan air laut yang datang dan pergi.


Hanya ada beberapa orang di pantai sore itu, hingga suara air dan ombak terdengar sangat jelas, angin dingin melewati mereka berdua.


Dia memeluk dan mencium kepala Evelin, "Tidak! aku tidak kedinginan, lebih baik sweetie saja yang memakainya. Aku tidak ingin pacar ku yang manis ini sakit karena dingin."


Evelin mendongak, melihat Elliot dengan tatapan rumit, dia berbicara dengan suara rendah, "Kau tahu aku tidak bisa merasakan dingin, apalagi kemungkinan untuk aku sakit itu hampir mustahil."


Elliot meletakkan dagunya di kepala Evelin, berkata dengan lembut, "Aku tahu itu! tapi aku sungguh tidak kedinginan sweetie, jadi kamu tidak perlu memberiku jaket mu."


Dia membalikkan badan Evelin, memperlihatkan Evelin pemandangan laut sore hari yang indah, melilitkan tangannya di sekitar perut Evelin.


"Lihat! bukankah ini sangat indah."


Evelin melihat dengan kagum ke arah pemandangan di depannya, dia berkata dengan takjub, "Ya! ini sangat indah, aku tidak tahu kalau laut seindah ini."


"Apa kau tidak pernah ke pantai sebelumnya?"


"Tidak. Ini adalah pertama kalinya aku ke pantai."


"Benarkah?"


"Ya!"


Setelahnya, mereka berjalan-jalan di sekitar pantai selama beberapa menit. Elliot menggenggam tangan Evelin dengan tangan kanannya.


Evelin yang berada satu atau dua langkah di belakang Elliot mengeluarkan suaranya, "El.. Ayo pulang."


Elliot hanya menjawab dengan santai, "Beberapa menit lagi."


"Kenapa? Bukankah ini dingin?"


Elliot terus berjalan, "Aku ingin kau mengingat kalau aku adalah orang pertama yang mengajakmu ke pantai."


"Kau mungkin akan mengingatnya saat kau datang ke pantai."


"Aku pasti akan mengingatnya bahkan setelah kita pergi dari pantai."


Elliot terus berjalan, tidak mempedulikan angin dingin yang melewatinya, "Tidak. Kau pasti akan melupakannya!"


Dia melanjutkan, "Kau akan mengingatnya tahun depan, mungkin kau masih mengingatnya beberapa tahun setelahnya. Tapi, kau pasti tidak akan terlalu mengingatnya sepuluh tahun ke depan."


Evelin berjalan lebih cepat, berdiri di depan Elliot, "Kalau begitu, kita hanya perlu sering pergi ke pantai agar aku tidak melupakannya."


Elliot tertawa, mengelus kepala Evelin, "Ya! kita akan sering datang ke pantai, tapi itu tidak akan sama seperti hari ini, kau tahu!"


Evelin memeluk Elliot, dia menjulurkan jari kelingkingnya, "Kalau begitu aku berjanji tidak akan pernah melupakannya, bahkan jika sepuluh atau dua puluh tahun berlalu."


Elliot tertawa rendah, mengaitkan jari kelingkingnya ke jari Evelin, "Kalau begitu, kau tidak boleh melupakannya karena kau sudah berjanji, jika Sweetie mengingkari janjinya.."


Evelin menatapnya dengan penasaran, "Apa?"


"Sweetie akan mendapat hukuman dari pacar tersayangnya ini!


Elliot tertawa dan berlari menjauh, sedangkan Evelin dengan wajah cemberut mengejar Elliot.


"El, jangan lari!"


Mereka berlari dan tertawa, menikmati momen kebersamaan yang membahagiakan.


Dengan latar belakang pemandangan matahari terbenam yang indah, yang perlahan hilang di telan cakrawala.


NB: Bab ini berisi tentang sedikit momen Antara kedua tokoh di kehidupan masa lalu atau kehidupan pertama sebelum transmigrasi Evelin.


~Selamat natal untuk semua yang merayakan🎄