The Assassin'S Transmigration

The Assassin'S Transmigration
Kontrak Kerja



"Rahasia untuk maju adalah memulai." – Mark Twain


Alex terdiam di tempatnya dengan wajah tercengang, dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa setelah mendengar cerita yang sangat di luar nalar.


Evelin melihat ke arah Alex yang kini masih terdiam. Dia menghela nafas, kalau dia jadi Alex dia mungkin juga tidak akan percaya.


Tadi, Evelin telah menceritakan semuanya kepada Alex tanpa terkecuali. Dia juga menceritakan tentang kondisinya saat ini kepada Alex.


Dia menceritakan tentang dia yang masuk ke dalam tubuh ini dan cerita tentang penculikan Chika. Dia juga menceritakan tentang pekerjaan di kehidupan sebelumnya namun tidak menceritakan lebih dari yang di butuhkan.


Karena dia tahu, Alex tidak akan membocorkan rahasianya. Seperti yang di ceritakan dalam novel, Alex adalah orang yang setia. Dia adalah orang yang akan membalas budi dan sangat bertanggung jawab.


Dia tidak mempercayai Alex, dia hanya percaya pada sifat dan sikap Alex yang tegas dan selalu berpegang pada kata-katanya.


Alex bukanlah tipe orang yang mudah mempercayai orang lain. Tapi, sekali dia percaya, dia akan sangat setia dan akan selalu mempercayai orang tersebut. Apalagi, Evelin telah menyelamatkan adiknya.


Karena itu, Evelin memutuskan untuk menjadikan Alex sebagai orang kepercayaannya.


Evelin menyesap teh di depannya, "Aku tahu. Kau pasti tidak akan percaya padaku, tapi kau harus memikirkannya kembali."


Alex melihat ke arah Evelin dengan tatapan serius seperti dia telah memutuskan sesuatu.


Dia berbicara dengan suara tegas, "Aku percaya pada mu! Karena kau juga telah menyelamatkan adikku."


Evelin tertawa rendah, "Kalau begitu, aku punya satu permintaan untukmu."


"Apa itu? Aku pasti akan mengabulkannya jika aku bisa."


"Tunggu sebentar, seharusnya dia ada di sini sekarang."


Tak lama kemudian, seorang pria yang mengenakan pakaian kasual memasuki Cafe, melihat sekeliling dan berjalan ke arah mereka.


Dia berbicara dengan sikap sopan dan hormat, "Selamat siang, nona."


Evelin melambaikan tangannya dan tersenyum, "Kau tidak perlu terlalu formal denganku. Kau bisa memanggilku Evelin."


"Baik nona Evelin. Nona bisa memanggilku Adelio. "


"Ah, terserah kau saja. Pertama, kau bisa duduk dulu."


"Ah, baik."


Pria itu duduk di sebelah Alex dengan sedikit canggung.


Evelin menjalin jari-jarinya dan meletakan dagunya di atasnya sebelum berkata dengan tenang, "Jadi, aku ingin kalian bekerja untukku."


Mereka berdua terdiam beberapa saat sebelum Alex berbicara, "Apa ini permintaan Boss untuk saya? tapi saya kan sudah bekerja untuk Boss."


"Bagaimana ya mengatakannya, maksudku bekerja secara resmi. Aku juga akan membuat kontrak."


Alex segera mengerti dan kembali berbicara, "Saya akan bekerja untuk Boss bahkan jika tidak di beri gaji."


Evelin tertawa mendengar ucapan Alex sebelum berkata dengan ceria, "Bagaimana dengan kamu, Adelio?"


Adelio menepuk dadanya dan berbicara sungguh-sungguh, "Saya juga akan bekerja untuk Anda. Nona sudah menyelamatkan hidup saya dan adik saya. Jika bukan karena nona saya pasti sudah mati. Jadi, hidup saya adalah milik nona sekarang."


"Kau tak perlu berbicara seperti itu, bahkan jika tidak ada aku. Kau pasti akan tetap selamat."


Evelin tidak berbohong, laki-laki di depannya ini tidak akan mati bahkan jika dia tidak datang.


Adelio Kendrick adalah orang yang akan menjadi tangan kanan antagonis di dalam novel.


Evelin ingin mempersiapkan untuk apa yang terjadi di masa depan. Dia tahu tindakannya sekarang akan mengubah jalan cerita yang sudah di tulis.


Namun, dengan perubahan perilaku Evelin sekarang sudah membuat efek kupu-kupu. Jadi, lebih baik dia mengubah segalanya dan mempersiapkan untuk perubahan yang tidak terduga di masa depan.


"Jadi, sebelum kalian menerima pekerjaan ini. Aku akan menjelaskan sedikit tentang pekerjaan kalian, agar kalian bisa memilih untuk menerima atau menolaknya."


Mereka berdua mengangguk dan berkata, "Baiklah."


"Kalian akan melakukan pekerjaan yang berbahaya dan secara rahasia. Kalian akan mencari informasi, menemukan orang dan tentu saja tidak bisa di hindarkan jika kalian mungkin akan membunuh seseorang saat melakukan pekerjaan kalian."


Evelin memperhatikan wajah kedua orang di depannya yang tampak berfikir keras.


Dia melanjutkan, "Karena itu, aku tidak akan marah bahkan jika kalian menolak."


Keheningan menyapu mereka, tidak ada yang berbicara, masing-masing tenggelam dalam pikiran mereka sendiri.


Adelio membuka suara, memecahkan keheningan di antara mereka, "Aku akan tetap menerimanya. Aku tidak masalah jika harus membunuh karena aku sudah pernah melakukannya."


Setelahnya Alex juga berbicara, "Aku juga akan menerimanya. Aku tidak tahu apakah aku bisa membunuh seseorang, namun jika hal itu bisa di hindari. Aku akan memilih untuk tidak membunuh."


Evelin tahu mereka berdua akan setuju, jadi dia hanya tersenyum dan membuat tasnya dan mengambil kontrak di dalamnya.


"Kalian bisa membacanya dulu, jika kalian tidak puas atau ada yang ingin di tambahkan, kalian bisa berbicara."


Mereka mengambil kontrak di depan mereka dan membacanya dengan seksama.


Alex berbicara dengan terkejut, "Apakah gajinya memang segini? ini tidak salah ketik kan?"


Menyadari sesuatu, Evelin berbicara dengan cemas, "Apakah gajinya terlalu sedikit? maaf, aku kaan menambah gaji kalian nanti. Tapi, sekarang hanya itu yang bisa ku bayar karena aku juga tidak bekerja.."


Alex segera berbicara dengan cepat, memotong ucapan Evelin, "Tidak! tidak! bukan itu maksudku.. gajinya tidak sedikit tapi terlalu banyak. Apa Boss yakin bayar kami sebanyak ini?"


Adelio yang duduk di sebelah Alex juga mengangguk mengiyakan setelah melihat nominal di kontrak.


Evelin terdiam sejenak lalu menghela nafas lega, "Itu tidak banyak, apalagi pekerjaan yang akan kalian lakukan adalah pekerjaan yang mempertaruhkan hidup kalian."


Alex masih cemas, "Tapi ini masih terlalu banyak, apalagi kami ini masih anak sekolah."


Menyadari sesuatu Alex melihat ke samping, "Umur kamu berapa?"


Adelio segera menjawab, "19 Tahun."


"Ah? maaf, seharusnya aku berbicara dengan lebih hormat."


Alex berbicara dengan canggung, umurnya sekarang masih 17 tahun. Beda dua tahun dengan Adelio.


Adelio melambaikan tangannya di iringi tawa rendah, "Tidak apa-apa. Kau bisa memanggilku Lio. Itu berarti aku terlihat seperti remaja."


"Baiklah."


Senyum di wajah Evelin mengembang, "Sepertinya kalian kan menjadi partner yang baik. Jadi, kalau tidak ada keluhan lagi kalian bisa menandatanganinya."


"Tapi, gajinya.."


Evelin tersenyum, "Ngga papa Alex, itu tidak banyak. kau tidak perlu terlalu memikirkannya."


Dengan itu, Alex dan Adelio menandatangani kontrak dan menjadi bawahan Evelin.


NB: Menurut APA Dictionary of Psychology, butterfly effect atau efek kupu-kupu adalah suatu kecenderungan sistem yang kompleks dan dinamis agar lebih peka terhadap suatu kondisi awal yang mungkin berubah karena hal-hal kecil.