THE ACTOR

THE ACTOR
Bab Bonus: Pendidikan Moral Dari Alan Dan Veronica



[Ruang Kelas]


Fujiku Sora adalah anak pendiam di kelasnya karena selalu menghabiskan waktu istirahat dengan membaca buku tentang fotografi. Sekolah yang menjadi tempat dia mengejar pendidikan merupakan sekolah elite karena menjunjung tinggi talenta atau keterampilan dari setiap muridnya. Sekolah ini bernama Tokyo Central Academy sehingga tidak heran kalau sekolah tersebut mempunyai bangunan luas bahkan dilengkapi fasilitas mewah dan serba menyanggupi kebutuhan para muridnya.


[Membalik Halaman Buku]


Terlihat dari belakang tempat duduk dan arah samping ternyata sudah ada banyak sekali teman kelas perempuan yang sangat tertarik akan penampilan Sora, tingkah laku dan tatapan matanya yang kuat. Dia sama sekali tidak peduli akan tatapan orang lain karena matanya hanya fokus membaca setiap kata pada buku mengenai fotografi.


[Suara Langkah Kaki]


Setiap melangkahkan kaki membuat siapa pun di luar kelas langsung terpukau akan pesona Haruchiyo Kei tampilkan, dia sudah lebih percaya diri karena tujuan yang dia inginkan adalah memenuhi janjinya kepada Seira dan Sora. Dia berhenti tepat di depan pintu kelas Sora dengan maksud ingin mengajaknya makan bersama, bertamu pada saat itu telah menjadikan Kei sebagai sahabat Sora sehingga paham untuk mengatasi sahabatnya kalau sudah terlalu fokus ke buku.


Kei mendekati Sora sambil menutup buku fotografi agar fokusnya menghilang seketika ekspresinya berubah menjadi kesal dan marah tetapi para perempuan di kelas tersebut langsung teriak kegirangan karena dua murid terbaik sedang saling menatap. Akhirnya, Sora menyadari suasana kelas sehingga dia menerima tawaran Kei untuk makan bersama tapi rasa kesal langsung dilampiaskan dengan mencubit pinggang Kei karena itu adalah titik kelemahannya.


[Menahan Tawa]


"Maaf Sora, sebenarnya Kak Seira memintaku untuk membawamu agar dapat menonton pertandingannya melawan para senior!" ucap Kei dengan jujur sambil melepaskan tawanya


Lawan tanding olahraga bola voli dengan senior seketika Sora menghela napas karena mengetahui kalau pertandingan akan berjalan menuju kemenangan di tempat Seira berada sebab dia memahami kalau kakaknya serba bisa kalau sudah serius tapi Kei masih ingin menonton pertandingan tersebut ketika mereka sampai tiba-tiba bunyi peluit memberitahu kalau tim Seira telah memenangkan pertandingannya. Para senior ketakutan sekaligus menyesal untuk menantang sosok Seira yang memiliki tinggi seperti senior.


[Tatapan Dingin]


"Kalian semua lemah!" ucap Seira dengan menatap tajam ke semua seniornya


Seluruh senior bola voli langsung merasa kesal tapi saat Seira menampilkan senyum tipis sontak senior bola voli yang menjadi lawan tim Seira langsung terpukau akan ekspresi dingin tersebut.


"Terima kasih atas pertandingannya, senpai!" ucap Seira sambil meninggalkan mereka semua


Ketika ingin kembali ke rekan satu tim tiba-tiba Seira melihat adiknya sedang berdiri di tempat penonton sontak ekspresi dinginnya langsung berubah menjadi bahagia hingga seluruh murid terdiam karena senyuman lebar yang Seira perlihatkan seketika menyejukkane hati mereka semua.


"Sora!" teriak Seira sambil melambaikan tangan


"Kak Seira, nice play!" teriak Kei dengan senyuman disertai mengacungkan jempol


"Terima kasih, Kei!" balas Seira lalu pergi ke ruang ganti bersama satu timnya


Pertandingan selesai, kotak makan mereka berdua masih utuh dan waktu istirahat hampir habis seketika Sora dan Kei langsung makan di tempat duduk penonton secara cepat sebelum kelaparan di jam pelajaran selanjutnya. Selesai makan, Sora ingin kembali untuk melanjutkan bacaannya sedangkan Kei masih mempunyai latihan bermain piano dengan pelatihnya.


"Sora, terima kasih sudah mau menemaniku makan hanya kamu satu-satunya orang yang mau bersamaku!" ucap Kei dengan ekspresi sedih karena pengganggu masih menghantuinya


"Hey, kita sahabat kalau mereka mengganggumu. Aku hanya perlu lari memanggil kakakku dan masalah selesai!" ucap Sora sambil mengacungkan jempolnya


[Tertawa]


Sora menatap punggung Kei yang terus menjauh setelah tidak terlihat, dia berjalan pelan menuju kelasnya tanpa takut telat. Memikirkan masalah yang Kei alami seketika suasana hatinya membuat Sora tidak membaca buku fotografi.


"Ternyata sampai zaman kapan pun pasti ada saja, kecoa pengganggu di dunia pendidikan. Pikiran sempit seperti itu, aku sangat membencinya!" ungkap Kei dengan dahi mengerut karena kesal


[Sudut Pandang Seira]


Di ruang ganti, Seira mendapatkan pujian dari rekan satu timnya bahkan menghormatinya karena selalu membantu saat diperlukan. Seira hanya bisa merendahkan diri sekaligus tertawa menanggapi pujian mereka semua tapi saat semuanya keluar dari ruang ganti tiba-tiba Seira bercermin lalu merubah ekspresinya.


[Menghela Napas]


Keluar satu gadis sambil menangis dari loker karena dirinya telah digantikan bahkan tidak ada yang peduli kepadanya padahal dia sudah berlatih keras untuk bisa bermain bersama. Seira merasa kesal pada dirinya sendiri hingga minta maaf kepada perempuan tersebut dengan sangat tulus sebab dia baru tahu kalau mereka minta tolong tanpa memberitahu kejadian seperti ini.


"Tidak apa, Seira-chan. Kamu berbeda dari yang lainnya dan selalu merendah mungkin sebaiknya aku harus memilih jalan lain!" ucap gadis tersebut


Gadis itu akhirnya keluar dari ruang ganti dengan ekspresi menerima kenyataan seketika Seira tersenyum bangga karena masih ada sosok yang kuat untuk meraih mimpi. Namun, Seira kembali ke kelasnya dengan ekspresi kesal kepada mereka semua sehingga dia berniat menyelesaikan masalah tersebut dengan memakai caranya.


Seira dan Sora mempunyai pikiran dewasa walaupun tubuh mereka masih seorang pelajar SMP. Alan mengajarkan mereka berdua untuk bersikap seperti itu agar dunia gelap di luar sana akan dapat mereka atasi dengan cara tepat dan benar, itu baru awal.


Sistem Penasehat membantu Alan untuk mengajarkan anaknya sejak dini agar menjadi kepribadian yang baik dan tidak jalan di arah yang salah. Veronica ikut andil untuk membantu Alan agar pendidikan moral langsung tertempel di pikiran Seira dan Sora.


[Ruang Kelas Sora]


Tuan Sora barusan memahami pendidikan moral dari ayah dan ibu anda! (Emoji Senyum)


"Iya, aku paham maksud orang tuaku tapi ini baru awalnya saja. Aku akan mencapai cita-citaku dengan cara yang tepat dan mohon bantuannya, Sistem Fotographer!" gumam Sora dengan senyum tipis


Saya siap menemani Tuan Sora untuk mencapai cita-cita tersebut sesuai perintah dari sistem utama! (Emoji Bersemangat)


[Ruang Kelas Seira]


Semua rekan satu timnya sedang meminta maaf kepada gadis yang digantikan secara paksa bahkan Seira tidak mengetahui pergantian paksa tersebut sehingga Seira menyuruh semuanya untuk minta maaf kepada gadis tersebut dan mengancam mereka untuk tidak melakukan perbuatan seperti itu lagi.


Nona Seira, saya salut dengan perbuatan ini! (Emoji Terharu)


"Hehe, nasehat ayah dan ibu itu wajib dilakukan untuk mencapai cita-cita yang ku inginkan maka moral itu diperlukan!" gumam Seira merasa senang


Saya siap membantu Nona Seira untuk mencapai cita-cita yang anda inginkan karena ini perintah langsung dari sistem utama!" (Emoji Bersemangat)


Bersambung....