THE ACTOR

THE ACTOR
Bab 38: Adegan Kekejaman Bos Mafia. Bagian 2



Adegan kekejaman bos mafia masih berlanjut. Hujan menumpas habis sisa-sisa salju yang berada di jalanan kini musim salju sudah resmi berakhir, Alan istirahat untuk beberapa menit bersama Veronica tiba-tiba datang Tanaka bersama Hayamura dengan memberitahu kalau waktu istirahat telah selesai kemudian membawa mereka berdua menuju lokasi syuting yang berlokasikan di sebuah bar minuman keras.


Tempat bar minuman keras berjumlah empat bar dengan para Gangster Shibuya sudah menunggu kedatangan mereka. Terlihat masyarakat Shibuya bersenang-senang bersama Gangster Shibuya karena berhasil menyelesaikan persiapan syuting film sesuai jadwal seketika Hayamura berterima kasih secara tulus kepada semuanya.


Kru film masuk ke bar sambil memberitahu kalau persiapan syuting film sudah diselesaikan sontak semuanya bersemangat untuk melihat aksi serta akting yang akan Alan lakukan. Hayamura meminta beberapa Gangster Shibuya untuk memakai pakaian mafia agar bisa membantu Alan dalam syuting film, Hayamura mengajari serta memberikan skenario dan naskah film kepada mereka.


Terlihat banyak sekali senjata api buatan yang sudah diatur untuk pembuatan film, Gangster Shibuya akan menjadi pengganggu untuk wilayah Christopher. Semuanya terlihat sangat antusias untuk melakukan akting di Film Cintaku Untuk Bos Mafia sehingga Alan berniat menampilkan akting yang akan membakar semangat mereka semua.


Membutuhkan 25 menit agar semua siap berada di posisi masing-masing. Alan sudah berada di posisi tempat duduknya sembari memegang segelas alkohol, di sini Alan memakai makeup seperti pemakai narkoba dengan penampilan kurang rapi dari biasanya karena intinya adalah Christopher yang sudah tenggelam ke ekspresi negatif.


[Kamera Menyorot Ke Seluruh Area Bar]


Alan menutup matanya sambil memikirkan cara akting yang tidak akan dia ulangi lagi karena inti adegan kekejaman kedua ini, Christopher harus terlihat sangat kejam hingga rela melakukan pembunuhan yang sudah lama sekali tidak pernah dia lakukan. Skenario dan naskah film tertulis dua minggu sejak Christopher tidak lagi menjenguk istrinya dengan dia sekarang fokus untuk mencari kebahagiaannya sendiri melalui cara gelap.


"Action!" teriak Hayamura untuk membuat semuanya bersemangat


Adegan di mulai dengan salah satu musuh yang sudah memasuki wilayah Christopher sedang berulah menjadi penguasa daerah bar tersebut. Dia menodongkan pistol tepat di kepala pemilik bar minuman keras tapi akting yang dilakukan pemilik bar sudah sangat bagus sekali karena memperlihatkan ekspresi tidak takut terhadap ancaman pria tersebut yang terus memaksa agar uang diberikan kepadanya.


"Cepat serahkan uangmu atau ku ledakan isi kepalamu hingga menyebar ke seluruh tempat ini, ha!" teriaknya sambil memperlihatkan ekspresi marah bercampur kesal


Sistem Actor langsung mengaktifkan Skill Aktor untuk membantu Alan.


Skill Virtual Script dengan Improvisasi Total untuk Skenario dan Naskah Film diaktifkan!


Skill Acting Mastery telah berhasil diaktifkan!


Skill Penjiwaan Akting secara penuh telah berhasil diaktifkan!


Skill Stage Mastery telah berhasil diaktifkan!


Skill Pesona Tubuh telah berhasil diaktifkan!


Menggabungkan lima skill secara bersamaan. Sukses!


Memulai proses penggabungan peran Psychopath dan Bos Mafia. Sukses!


Alan bergumam kepada Sistem Actor untuk membatalkan proses penggabungan peran Psychopath dan Bos Mafia seketika Alan kembali ke akting biasanya.


Membatalkan penggabungan peran Psychopath dan Bos Mafia. Sukses!


Sesaat proses pembatalan berhasil diselesaikan seketika Sistem Actor terkejut melihat Alan mulai merubah kedua peran tersebut menjadi sesuatu yang baru. Adegan berlanjut dengan pemilik bar mulai khawatir karena pelindungnya sama sekali tidak berbicara sehingga dia mulai memperlihatkan ekspresi takut sambil memberanikan diri untuk berbicara kepada Alan.


"Christopher-sama, maafkan saya karena sudah mengganggu waktu minum anda. Tolong selesaikan masalah ini karena keberadaan mereka akan mengganggu bisnis kami!" ucap pemilik bar tersebut sambil menundukkan kepalanya dengan ekspresi ketakutan


Mendengar nama Christopher seketika pria tersebut mulai tertawa karena tidak percaya melihat penampilan buruk dari bos mafia. Penampilan Alan terlihat kacau sekali dengan rambut berantakan, kelopak mata yang terlihat sangat lelah, kantung matanya seperti pengguna narkoba, janggut menutupi sikap berwibawanya dan menikmati segelas alkohol sambil merokok dengan ekspresi melamun.


"Ini Christopher yang dibilang sebagai bos mafia terkejam pada masanya." tawanya sampai terbahak-bahak


Pembawaan Alan dalam perubahan aktingnya seketika membuat Hayamura terkesan sehingga meminta kepada kameramen menyorot ekspresi yang Alan tampilkan sebagai kepribadian lain dari bos mafia.


"Hey, pemilik bar kalau kamu tidak menyerahkan uangmu maka kepalamu duluan yang akan...."


Ucapannya terhenti dengan suara tembakan mengenai perutnya. Isi peluru dari pistol properti syuting film memiliki cat darah yang sangat mirip dengan yang asli walaupun terlihat tidak bahaya tetapi masih bisa memberikan rasa sakit ketika tertembak bahkan bisa pingsan.


Alan memberikan tanda isyarat kepada pria tersebut melalui tembakannya untuk mengunyah pil darah yang tersimpan di mulutnya agar menampilkan muntah darah akibat terkena tembakan ketika pria itu berhasil melakukannya sambil memegang perut sebagai bentuk terkejutnya kemudian jatuh ke lantai dengan ekspresi mata terbuka artinya dia sudah terbunuh.


Pemilik bar mulai aktingnya dengan ekspresi ketakutan disertai rasa lega kemudian suara dari tembakan itu mulai terdengar dari luar bar sehingga musuh Christopher langsung masuk ke bar sambil memegang pistol untuk bersiap melakukan aktingnya.


"Siapa yang berani menembak di wilayah milikku, ha!" teriak pria lain yang menganggap dirinya sebagai penguasa wilayah milik Christopher


Pria itu memainkan aktingnya karena dia pandai menembak sehingga arah peluru mengenai gelas kaca yang Alan pegang seketika pecah tepat di depan wajahnya. Alan membuang rokoknya kemudian berbalik sambil menembak sebanyak 3x tanpa meleset seketika tiga pria tersebut melakukan akting yang sama seperti pria sebelumnya.


"Tuan Christopher, apa anda baik-baik saja?" teriak bawahan Alan sambil melihat empat mayat bersimbah darah


"Atori kau datang di waktu yang tepat sekali. Para tikus sudah memasuki wilayah sekitar sini dan mengklaim wilayahku seenaknya." ucap Alan berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan mendekati bawahannya


Alan menampilkan ekspresi kejamnya dengan menatap bawahannya seperti ingin membunuhnya. Tidak tersenyum atau memperlihatkan ekspresi gilanya, Alan memberikan penampilan lain untuk bos mafia dengan membuat kepribadian lain untuk karakter tersebut.


[Merinding Dan Ketakutan]


Alan memegang pundak bawahannya yang bernama Atori untuk memberikan sebuah perintah.


"Bunuh semua tikus yang mengganggu wilayahku!" ucap Alan dengan ekspresi kejam


Sesaat Alan keluar dari bar tiba-tiba tiga tempat bar minuman keras lainnya mulai berakting dengan membuat keributan memakai senjata api agar terdengar sebagai pembasmian atas perintah Christopher. Ekspresi Alan begitu menyedihkan dan sulit untuk dijelaskan terkadang menampilkan ekspresi kejam lalu berubah menjadi sedih, di sini Alan memperlihatkan betapa hancurnya mental Christopher sehingga kepribadian lain mulai membentuk serta melindungi dirinya dari ingatan mengenai Maria.


Adegan akan di tutup dengan Alan memberikan isyarat kepada Hayamura sontak dia langsung menuruti perintah Aktor sehingga menyuruh kru film serta kameramen agar melihat telapak tangannya sebagai tanda penutup adegan.


Alan memasuki gang sempit dengan menendang tong sampah hingga berhamburan kemudian berteriak sekuat mungkin sampai memperlihatkan depresi berat disertai Alan mulai memperlihatkan akting seperti berbicara sendiri untuk menjelaskan kalau dalam dirinya memiliki kepribadian lain yang ingin sekali keluar untuk mempertunjukkan dirinya.


"Diamlah, diamlah, diamlah kalian!" teriak Christopher sambil menyeringai


Alan menutup mata menggunakan kedua telapak tangannya sambil tersenyum lebar kemudian tertawa lalu menangis. Di sini Alan memperlihatkan gangguan mental disertai dia berusaha menahan kepribadian lainnya agar tidak muncul dengan menghancurkan apa pun yang berada di sekitarnya.


[Menggigit Jari]


"Bunuh, bunuh, bunuh, bunuh. Siksa mereka semua! Lupakan itu dan mulailah menari, hahaha! Berisik sekali, aku ingin kedamaian! Maria tolong aku, siapa pun tolong hentikan diriku! La, la, la, la!" teriak Christopher sambil berekspresi gila


Gangguan mental yang Alan perlihatkan membuat semuanya terkesan dengan cara dia membawa karakter Christopher. Hayamura masih belum memberhentikan adegan karena kedatangan Atori di waktu yang tepat karena Alan sebelumnya memberikan petunjuk kepada bawahannya untuk mengikuti improvisasi yang Alan buat.


[Sedih, Khawatir Dan Cemas]


Walaupun Atori adalah Aktor biasa tapi dia mengikuti perintah Alan dengan benar bahkan lebih jauh memikirkan cara agar membuat improvisasi bersama rekan akting sebab dia sangat kagum terhadap akting, pembawaan dan penjiwaan karakter yang Alan mainkan sehingga dia dapat menyanggupi apa yang Alan perintahkan.


Dia membawa pemimpin yang mengganggu wilayah mereka sambil melempar pria tersebut kepada Alan yang sedang gangguan mental. Namun, sebenarnya dalam Film Cintaku Untuk Bos Mafia yang merupakan dalang utama dari kecelakaan Maria adalah bawahan Alan yaitu Atori sebagai antagonis. Hayamura tersenyum melihat akting pembawaan pria tersebut untuk karakter Atori, skenario dan naskah film menjelaskan kalau Atori ingin sekali melihat penderitaan bos mafia bahkan dia ingin sekali memanipulasinya.


"Tuan Christopher, sudah cukup untuk menahan diri yang perlu anda lakukan adalah melepaskannya. Carilah kebahagiaan baru selain mengingat kondisi Nyonya Maria seperti membunuh semua yang mengganggu wilayah ini sampai ke akar-akarnya tanpa mempedulikan siapa pun itu, saya ingin melihat kembali masa-masa kejamnya Tuan Christopher memangnya anda ingin kejadian itu terulang kembali?" tanya Atori untuk memanipulasi Christopher


Alan begitu menghayati karakter Christopher sehingga dia memasuki ekspresi gelapnya. Matanya seperti tertelan kegelapan, rasa simpati dan empati mulai dia tutup kini Alan sudah selesai pada perubahan perannya. Dia telah sepenuhnya mengerti arti dari sifat kejam seketika kepribadian di dalam dirinya menyatu menjadi Impulsif.


[Tanpa Ekspresi]


Selamat Tuan Alan telah berhasil menambahkan peran baru. Peran Kepribadian Impulsif telah berhasil ditambahkan dalam Skill Penjiwaan Akting, memberikan sebuah skill bawaan peran tersebut yaitu Skill Ketakutan Berlebihan telah berhasil didapatkan.


Skill ketakutan Berlebihan bisa membuat lawan main masuk ke rasa takut terdalamnya, efek skill akan menghilang selama 5 detik. Perhatian penggunaan skill ini tidak boleh dilakukan dua kali kepada target yang sama!


Adegan di tutup dengan Atori berhasil memanipulasi Christopher.


"Wrap!" teriak Hayamura untuk menutup adegan


Memaksa tubuh untuk kembali normal. Sukses!


Tiba-tiba Alan merasa sangat pusing disertai mual hingga muntah-muntah sesudah selesai syuting film seketika semuanya panik melihat kondisi Alan. Hayamura kepanikan sehingga dia menyuruh semua orang untuk mengantarkan Alan menuju rumah sakit agar mendapatkan perawatan.


Apa Tuan Alan baik-baik saja?


Sepertinya penggunaan Skill Penjiwaan Akting memakan banyak tenaga! (Emoji Cemas dan Khawatir)


Alan juga menyadari hal tersebut karena selama tiga bulan ini, dia terus-terusan memakai Skill Penjiwaan Akting sehingga tenaga dan pikirannya terasa sangat lelah kini dia perlu suatu cara untuk mencegah hal tersebut agar tidak mengganggu aktingnya.


Bersambung...