
[Membuka Pintu]
Atori membuka pintu rumah dengan cara ditendang kuat sampai terbuka secara kasar hingga membuat pintu tersebut rusak parah.
[Menjerit Takut]
Perbuatan Atori membuat anak laki-laki umur 12 tahun bersama ibunya langsung menjerit ketakutan kemudian muncul pria sambil membawa tongkat untuk melindungi keluarganya. Terlihat Atori menyeringai sambil tertawa melihat pria tersebut karena memegang tongkat bisbol dengan kedua tangannya gemetar disertai ekspresi ketakutan bahkan saat Atori mendekati kepalanya tepat di jangkauan serangan, dia sama sekali tidak bergerak untuk menyerang Atori.
Malahan pria itu melepaskan genggamannya dari tongkat bisbol tersebut sambil melakukan sujud.
"Tolong maafkan keluargaku, tolong jangan membunuh kami!" teriak pria tersebut sambil menangis
[Menghela Napas]
"Bagaimana, yah. Perintah yang kudapatkan adalah menyeret para pengkhianat yang membiarkan musuh masuk wilayah bos dan kamu sudah melakukan itu secara terang-terangan!" ucap Atori sambil menatap rendah pria tersebut
"Tolong bunuh aku saja jangan bunuh...."
[Tembakan]
Atori menembak punggung kaki pria tersebut seketika dia menjerit kesakitan sambil menahan kakinya agar darah tidak keluar tetapi semakin dia menekannya semakin mengeluarkan banyak darah. Melihat ayahnya menangis sambil kesakitan sontak anaknya langsung menjerit histeris disertai ibunya berusaha untuk membuatnya tetap tenang.
"Berisik sekali. Kalian semua cepat bawa dia ke lokasi bos, malam ini kita akan melakukan pesta pembunuhan untuk para pengkhianat!" ucap Atori dengan senyuman tidak sabar akan pesta tersebut
Membawa secara paksa satu keluarga ke dalam mobil menuju bekas Gedung Pusat Shibuya. Sesaat mereka sampai tiba-tiba muncul 10 mobil yang sama sambil mengeluarkan para pengkhianat bersama keluarganya, di sini Atori tersenyum puas sambil menembak ke atas secara sembarangan karena begitu banyak manusia yang bisa dia bunuh menggunakan kedua tangannya.
Muncul bawahan Christopher yang selalu berada di sisi istri bosnya bernama Yamori sedang menahan ekspresi marah dan kesalnya terhadap perilaku Atori yang sudah berlebihan.
"Apa yang kamu lakukan, Atori?" tanya Yamori menahan ekspresi marah dan kesalnya saat melihat puluhan manusia disekap dan diikat layaknya hewan
[Melirik Ke Belakang]
"Tidak perlu bertanya lagi, Yamori!" jawab Atori dengan ekspresi kesal
Yamori mendatangi Christopher dengan berani sambil berdiri tegak disertai ekspresi tegas menentang pembunuhan satu keluarga untuk para bawahan yang sudah berkhianat terhadap bosnya. Sikap dari Atori membuat para bawahan juga berpikir hal yang sama karena pengkhianat sama sekali tidak diperdengarkan alasan mereka berbuat seperti itu kepada bosnya.
Wilayah Christopher saat ini sedang melakukan pembersihan terhadap gangster luar yang masuk dengan membuat keributan hingga melakukan pembunuhan. Namun, saat melakukan pembersihan para bawahan Christopher terciduk menyembunyikan serta bersama musuh yang sudah merusak wilayah bosnya.
"Christopher-sama, melakukan pembunuhan satu keluarga adalah hal konyol kalau memang bawahan anda melakukan kesalahan mohon untuk diperdengarkan dulu alasan mereka melakukannya lalu saat alasannya tidak diterima maka bunuh pengkhianatnya saja!" teriak Yamori dengan nada tegas
Ribuan bawahan Christopher bersorak menerima usulan Yamori sedangkan bawahan Atori diam sembari menunggu jawaban bos mereka yang saat ini sedang duduk di atas mobil sambil menikmati rokok ganja. Diperlihatkan penampilan Christopher saat ini sudah kacau sekali seperti kedua matanya terasa lelah, penurunan berat badan drastis, rambut hitam gondrong, tato di sekitar lehernya dan ekspresi impulsif yang masih dia kontrol.
[Mengisap Rokok Ganja]
Christopher berekspresi melamun disertai tatapan tidak peduli terhadap usulan Yamori. Saat itu, Atori terlihat menahan tawanya bersama bawahannya lalu para pengkhianat melihat bos mereka yang sudah sangat berbeda karena tatapan matanya terasa gelap sekali.
"Christopher-sama pikir ulang sebelum anda bertindak atau nanti anda bakal menyesal ketika Nyonya Maria mengingat anda kembali!" teriak Yamori dengan sangat berani menyebutkan nama Maria tepat dihadapan bosnya
[Sunyi~~~]
Semua tatapan tertuju ke arah Yamori sambil menahan perasaan takut mereka kemudian berubah dengan tidak berani menatap ke depan melainkan mereka semua menunduk begitupun dengan Atori sambil menahan kemarahannya atas ucapan Yamori.
[Hawa Membunuh]
[Tanpa Ekspresi]
Christopher turun dari atas mobil dengan lompat ke bawah sambil membuang puntung rokok ganjanya. Semua di area tersebut seketika gemetar mengingat kekejaman bos mereka yang sudah tidak memiliki rasa simpati maupun empati di hatinya, mereka menangis sambil menahan diri untuk tidak lari dari tempat mereka pijak.
Skill Ketakutkan Berlebihan satu area gedung telah diaktifkan!
Seketika Yamori tunduk ke bawah sambil menatapi kaki Christopher dengan menahan ketakutan terdalamnya. Tendangan kuat mengenai pipi kiri Yamori hingga tubuhnya terlempar jauh, dia tidak sanggup berdiri dengan tubuh dibiarkan terbaring lemas bagaikan pasrah terhadap apa yang saat ini terjadi kepadanya. Christopher mendekati Yamori sambil mencekik lehernya kemudian mengangkat tubuhnya dengan tangan kanan siap untuk menghajar habis wajahnya.
[Memukul Wajah]
Christopher mencekik sambil memukul wajah Yamori tanpa belas kasihan dengan tanpa ekspresi seketika darah berhamburan di lantai gedung hingga menciprat ke wajah bawahan lainnya. Berkali-kali Christopher memukul wajah Yamori dengan kuat hingga darah memenuhi kepalan tangan kanannya, terlihat wajah yang sudah terkena puluhan pukulan sudah babak belur, memar dan membiru.
Christopher melempar tubuh Yamori sambil berniat untuk menghajar habis kepalanya memakai tongkat besi yang berada di samping mobil. Siapa pun tidak ada yang berani untuk menahan Christopher sehingga mereka semua membiarkan Yamori yang sebentar lagi akan terbunuh.
[Menyeret Tongkat Besi]
"Apa kata terakhir darimu, Yamori?" tanya Christopher dengan tatapan gelap
[Menangis]
"Nyonya Maria menunggu kedatangan Christopher-sama semoga anda menemukan jalan untuk kembali!" ucap Yamori dengan senyuman tulus siap akan kematiannya
Christopher memukul kepalanya sebanyak dua kali dengan keras kemudian memegang tongkat besi dengan kuat sambil menampilkan ekspresi gelapnya.
[Mengayunkan Tongkat Besi]
Ayunan kuat menghantam kepala Yamori dengan keras hingga tubuhnya tergeletak di lantai gedung bersimbah darah, perlahan memenuhi seluruh tubuhnya. Dia tersenyum puas dan bahagia seketika yang lainnya menangis melihat keberanian Yamori karena berusaha mengembalikan Christopher ke jalan yang benar sesuai keinginan Nyonya Maria.
Mereka semua teringat akan kebaikan Nyonya Maria tapi tidak ada yang berani untuk menentang Christopher sehingga mereka semua hanya bisa menuruti perkataan Atori yaitu membunuh para pengkhianat sesuai aturan baru yang telah dibuat olehnya.
[Membuang Tongkat Besi]
"Atori bunuh semua pengkhianat beserta keluarganya!" ucap Christopher dengan tatapan kejam
Bawahannya mengambil pistol yang langsung ditodongkan ke semua pengkhianat serta keluarganya baik itu wanita, balita, anak kecil, lanjut usia dan semua yang menjadikan keluarga untuk para pengkhianat. Atori tersenyum puas karena dapat melihat kembali sosok Christopher yang dulu dia kenal, para bawahan yang mendukung Yamori hanya bisa menatap tegar sembari bertekad untuk meneruskan keinginan Yamori yaitu membawa kembali Nyonya Maria ke sisi Christopher.
[Menjerit Histeris]
[Ketakutan]
[Menangis]
"Hahaha. Satu, dua, tiga, empat dan mati!" teriak Atori sambil menembak kepala pengkhianat diikuti para bawahannya
[Suara Tembakan Berkali-kali]
Suara tembakan pistol berkali-kali muncul dengan membunuh tanpa pandang bulu, lantai gedung dibanjiri darah dan puluhan mayat tergeletak bersama keluarga mereka masing-masing seketika malam itu menjadi tragedi yang tidak akan pernah dilupakan, wilayah Christopher menjadi tempat berbahaya dan dia sekarang menjadi buronan para polisi.
Namun, para polisi tidak berani untuk melawan Christopher yang sudah membentuk kumpulan bersenjata dengan Atori adalah pemimpinnya sehingga siap melawan balik kalau mereka melakukan perburuan kepada Christopher. Saat ini, Christopher mulai bergerak ke distrik lain untuk menguasainya dengan cara kejam, brutal dan tanpa pandang bulu kepada musuhnya.
[Mengisap Rokok Ganja]
Christopher berdiri di ujung atap gedung pencakar langit setelah mencapai wilayah lain yang sudah dia kuasai sambil menatap ke bawah dengan niat untuk bunuh diri tiba-tiba datang Yamori dengan perban di seluruh wajahnya ternyata Christopher tidak membunuh bawahan setianya.
"Yamori mengapa kamu masih mau mendatangiku?" tanya Christopher sambil melirik tajam ke arah Yamori
"Christopher-sama, saya mengetahui siapa dalang utama dalam kasus kecelakaan Nyonya Maria. Atori sudah merencanakan semua itu demi memanipulasi anda sesuai keinginannya, Nyonya Maria lumpuh dan lupa ingatan karena perbuatannya!" ungkap Yamori dengan wajah babak belur
"Heeee~" ucap Christopher dengan menyeringai
Ekspresi Christopher diperlihatkan penuh dengan hawa dan keinginan untuk membunuh Atori seketika para bawahan Christopher yang masih setia dan mendukung penuh Yamori datang memenuhi atap gedung pencakar langit tersebut dengan siap untuk membasmi akar pengkhianatan yang sebenarnya yaitu membunuh Atori.
"Maria berikan aku kekuatan!" ucap Christopher sambil memukul kepalanya sebanyak 3x dengan kuat
[Merinding]
Suasana seketika berubah dengan semua bawahan setia Christopher mulai mengenali ekspresi bos mereka yang sudah lama sekali tidak pernah terlihat.
[Menyeringai Bengis]
"Ahhhh~
Malam ini adalah pesta makan malam untuk para sampah seperti mereka. Bersiaplah semuanya kita akan membasmi para sampah tersebut!" ucap Christopher dengan senyum psychopath sambil mengenakan sarung tangan hitam
"Siap bos!" teriak seluruh para bawahan Christopher
Kameramen menyorot setiap moment tersebut yang kemudian Hayamura berdiri sambil memakai mikropon tepat di depan mulutnya.
"Wrap!" teriak Hayamura dengan penuh semangat untuk menutup adegan
Seketika semuanya merasa lelah dan bersorak gembira dengan keberhasilan mereka dalam berakting tanpa melakukan pengulangan sehingga waktu pembuatan adegan terakhir masih bisa dilakukan. Terlihat Alan melakukan akting dengan performa totalitasnya bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya sehingga membuat Tenku yang mengawasi akting serta kondisi tubuh Alan langsung berubah pikirkan kalau kelemahan Alan bukanlah totalitasnya.
Hayamura melirik ke Tenku yang panik melihat Alan kembali berakting dengan sempurna kini kelemahan Alan masih belum dapat terungkap oleh mata-mata Sutradara Yumeshima.
Bersambung....