THE ACTOR

THE ACTOR
Bab 36: Menuruti Permintaan Hayamura



Proses syuting film selesai dengan Alan mendapatkan banyak sekali pelukan dari kaum hawa karena bentuk otot tubuh Alan yang mempesona di mata mereka. Veronica kesal melihat Alan dipeluk orang lain padahal dia belum pernah berpelukan bersamanya seketika Hayamura datang untuk menarik Alan lepas dari para penggemarnya. Alan merasa senang dan bahagia ketika mengetahui kalau dia memiliki penggemar tapi Hayamura merasa kesal kepada Alan yang sama sekali tidak peka.


Hayamura langsung membawa Alan masuk mobil van hanya berdua saja tanpa siapa pun yang tahu, terlihat tatapan serius dari Hayamura membuat Alan merasa tegang hingga tidak bisa melepaskan pandangannya. Hayamura melepaskan cincin di jari manisnya kemudian memberikan cincin tersebut kepada Alan sontak dia bingung sekaligus panik ketika Hayamura memberikan barang berharganya.


"Sebagai ayah Veronica, ada yang ingin ku pertanyakan mengenai perasaanmu kepada putriku!" ucap Hayamura dengan ekspresi serius


Veronica melihat mereka berdua masuk mobil van sehingga penasaran dengan apa yang akan ayahnya lakukan, dia menguping pembicaraan melalui jendela mobil van yang terbuka ketika mendengar ayahnya memberikan pertanyaan kepada Alan sontak Veronica bersandar sambil mendengarkannya secara saksama.


[Tersenyum Tulus]


"Aku mencintainya!" balas Alan secara pelan dengan ekspresi bahagia


Veronica yang mendengarnya langsung malu sendiri sambil menggulung diri.


"Cincin ini adalah harta berharga untukku dan istriku, kami bersumpah untuk setia selama-lamanya dan selalu melindungi keluarga satu sama lain dengan cara apa pun. Melalui janji inilah, aku sangat yakin kalau istriku tidak akan berbuat seperti itu kepada putrinya sendiri kecuali memiliki sebuah alasan. Cincin ini kuberikan kepadamu sebagai tanda bukti bahwa kami menerima Alan sebagai tunangan Veronica, kamu harus bersumpah melindungi putriku dan setia selama-lamanya!" minta Hayamura dengan ekspresi serius


Alan menerima cincin tersebut kemudian memakainya di jari manis.


"Saya bersumpah akan melindungi dan setia selama-lamanya kepada Veronica!" balas Alan dengan ekspresi serius dan yakin


"Aku sangat percaya kepadamu Alan dan sekarang tinggal meminta persetujuan kedua orang tuamu, aku akan pergi menemui mereka besok. Jadi, besok kamu harus mengungkapkan kepadanya kalau dirimu resmi bertunangan dengan putriku kalau dia tidak percaya maka perlihatkan cincin itu kepadanya dan kalian boleh melakukan itu untuk merayakan pertunangan!" ungkap Hayamura dengan ekspresi menahan untuk bisa melepaskan putrinya


[Memukul Meja]


"Me-me-me-melakukan itu sebagai perayaan, ehhh~" ucap Alan sambil terbayang sebuah khayalan kenikmatan bersama Veronica


[Membuka Pintu Mobil Van]


Kedatangan Veronica dengan membuka pintu secara kasar seketika membuat Hayamura dan Alan terkejut melihatnya. Perilaku Veronica mirip sekali dengan mendiang ibunya, itulah isi pikiran Hayamura ketika melihat ekspresi putrinya yang menahan kebahagiaannya.


Hayamura menyuruh Veronica untuk duduk di samping Alan yang masih berada di dunia khayalan, saat Alan kembali ke dunia nyata tiba-tiba keberadaan Veronica yang berada di samping kirinya sedang menatap dengan ekspresi malu dan sangat manis seketika membuat Alan menatap Hayamura untuk menghilangkan pikiran surgawinya.


"To-to-to-tolong dilanjutkan!" ucap Alan dengan isi pikirannya terasa berantakan


[Menghela Napas]


"Alan sekarang juga lakukan apa yang aku minta sebelumnya!" ucap Hayamura sambil menatap mereka berdua


Alan berusaha untuk tetap tenang tapi malah bergerak seperti robot bahkan ucapannya juga seperti robot. Hayamura menghela napas sebagai tanda untuk Alan supaya lebih serius seketika Alan mulai memberanikan dirinya.


"Vero dengan cincin yang merupakan warisan keluargamu. Aku akan menjadi tunanganmu dengan bersumpah akan setia dan melindungi dirimu maka dari itu, apa engkau bersedia untuk menikah di hari yang akan ditentukan?" tanya Alan dengan keberanian


Veronica tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata sehingga dia membiarkan tubuhnya bergerak untuk mencium Alan tepat dihadapan ayahnya sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut. Hayamura teringat akan masa lalunya sehingga dia merasa sedih dan sesak ketika mengenang wajah istrinya.


Tanaka melihat Hayamura keluar dari mobil van dengan mengetahui Alan dan Veronica berada di dalam mobil van tersebut sontak dia langsung mendukung agar mereka berdua semakin memanas dengan mematikan lampu mobil van tersebut menggunakan kunci cadangan.


[Lampu Mati]


Hayamura bersama Tanaka dan kru film mulai membersihkan lokasi syuting dengan menyimpan properti syuting film kemudian bersiap untuk kembali ke hotel setidaknya menggunakan tiga mobil van masih bisa mereka bawa semua properti syuting film.


Kembali ke Alan dengan pikirannya mulai berantakan, napasnya terasa sangat panas, kepalanya mulai terasa hangat dan tubuhnya berkeringat. Gelapnya malam tidak memperlihatkan Veronica yang berada di atas tubuhnya kemudian Alan merasa sentuhan tangan mulai membuka kancing kemejanya secara perlahan sampai kancing terakhir.


Suara pakaian terjatuh ke lantai lalu sentuhan lembut dan kenyal mengenai dada Alan sambil dapat mendengar detak jantung Veronica mulai menyatu satu irama dengan detak jantungnya kemudian cahaya bulan mendukungnya sehingga Alan dapat melihat bentuk tubuh Veronica yang sangat indah dan mempesona.


Alan mulai memberanikan diri dengan memegang kedua tangan Veronica kemudian menggantikan posisinya sehingga Veronica berada di bawah sedangkan Alan berada di atasnya. Terlihat Veronica tersenyum lembut sambil menutup kedua matanya seperti ingin menyerahkan dirinya kepada Alan sehingga dia menuruti permintaan tersebut dengan mengincar leher kemudian bergerak ke tempat yang lebih sensitif.


Perasaan mereka berdua saling menggebu-gebu dengan jari-jemari tangan saling menyatu. Malam hari itu adalah puncak untuk mereka saling mengutarakan perasaan satu sama lain sehingga membiarkan tubuh untuk saling berbicara.


Emoji Menutup Mata~


Pagi harinya~


Alan terbangun sambil membuka jendela mobil van sembari menikmati udara dingin di pagi hari yang mana salju sudah sedikit memenuhi jalanan tiba-tiba tangannya dipegang Veronica kemudian menariknya hingga mereka berdua saling menatap lalu tersenyum bersama sambil ciuman untuk menyambut pagi hari.


Setelah itu, Alan dan Veronica kembali ke hotel untuk membicarakan sesuatu yang penting. Beberapa menit berlalu, mobil van berhenti tepat di depan hotel dengan kedatangan mereka sudah ditunggu Hayamura. Alan bersama Veronica keluar dari mobil van sambil berpegangan tangan dengan sudah membulatkan tekad untuk menempuh lebih jauh hubungannya.


Alan maju ke depan untuk berhadapan dengan ayah Veronica.


"Ijinkan saya untuk menikahi putri anda!" ucap Alan dengan tegak dia menatap Hayamura tanpa menurunkan derajatnya sebagai seorang pria


"Padahal aku belum meminta persetujuan dari kedua orang tuamu!" ucap Hayamura


[Menghela Napas]


"Kuterima keberanianmu itu, tolong jaga putriku!" balas Hayamura dengan senyuman


Alan memeluk Hayamura sebagai bukti dia sudah menganggapnya sebagai ayah kedua, Veronica merasa senang karena semuanya berjalan dengan lancar tapi Hayamura masih bersikeras untuk meminta persetujuan dari keluarga Alan sontak mereka bertiga langsung bergerak ke rumah paman Alan.


Ketika sampai dengan Hayamura langsung berbicara inti permasalahan seketika Rena melompat-lompat saking bahagianya mengenai kabar tersebut, dia memeluk Veronica dan mulai memanggilnya kakak ipar. Ibu Alan menangis bahagia ketika mengetahui Alan akan lepas dari pandangannya tetapi Alan menunjukkan rasa terima kasihnya kepada sosok ibu yang terus menyayanginya.


Paman Kenma dan Bibi Hitoka menyambut bahagia untuk pernikahan tersebut tetapi Hayamura ingin merayakan pernikahan putrinya ketika syuting Film Cintaku Untuk Bos Mafia diselesaikan.


Alan bersama Veronica menerima permintaan Hayamura.


Bersambung...