
Sebelum persiapan syuting film selesai, di sini Tenku menelepon Yumeshima untuk memberitahu perubahan Alan yang sudah melesat jauh dari perkiraannya.
[Memukul Meja Studio]
"Tch, padahal aku sudah menyusun rencana untuk merusaknya. Kenapa kamu baru menghubungiku, dua hari sebelumnya mana kabar darimu dasar bodoh!" teriak Yumeshima melalui panggilan telepon
Hayamura menguping pembicaraan mereka berdua.
"Maafkan saya, Hayamura selama dua hari tidak melepaskan pandangannya dariku!" balas Tenku
"Haa, sialan kalau kamu tidak mau berada di posisi Aktor biasa makanya kerja yang bagus!" teriak Yumeshima sambil menampar wanita yang sedang bermain dengannya
[Menghela Napas]
Yumeshima memakai sesuatu untuk menutupi tubuhnya dengan membiarkan dua Aktris muda keluar dari ruangannya.
"Aku memilihmu bukan sembarangan pilih, lakukan dengan aktingmu lalu ubah skenario dan naskah filmnya. Buat rusak mental Alan dengan penguasaan panggung aktingmu!" minta Yumeshima dengan ekspresi marah
[Menutup Panggilan Telepon]
"Akan saya lakukan!" ucap Tenku dengan ekspresi penuh percaya diri
Hayamura pergi menjauh dari tempat mengupingnya kemudian menemui Alan untuk memberikan sebuah saran akting. Terlihat Alan memeriksa otot tubuhnya yang sudah tidak terawat lagi akibat dua hari istirahat penuh walaupun masih terlihat eight pack dan otot dadanya tetapi dia tidak bisa mengencangkannya. Veronica masih menerima perubahan pada tubuh Alan sambil memeluk dengan erat seperti rindu dan kangen pada aroma Alan.
"Mura-san kenapa datang dengan ekspresi menyeringai seperti itu?" tanya Alan sambil takut melihat ekspresi ayahnya Veronica
"Alan keluarkan seluruh totalitas aktingmu tepat saat duel akting bersama Tenku jangan kasih kendor!" minta Hayamura dengan cengengesan
"Sudah saatnya membuat mental mata-mata Yumeshima hancur melawan aktingmu, Alan!" ucap Veronica sama seperti ayahnya
[Menghela Napas]
"Kalian ini memang tidak beda jauh, menganggap aktingku sebagai senjata mematikan. Baiklah, aku akan mengeluarkan seluruh performa terbaik akting untuk menghadapi Tenku!" balas Alan dengan berdiri dan bersiap untuk berakting
Persiapan syuting film telah diselesaikan kini Alan bersama ribuan bawahannya mulai berada di posisi sedangkan bawahan bersenjata yang dipimpin oleh Tenku sudah bersiap di posisinya lalu Hayamura memulai syuting film dengan tidak sabar melihat akting yang akan Alan bawakan.
[Proses Syuting Film]
Malam hari dengan bulan menyinari kantor polisi yang saat ini sedang dikuasai oleh pasukan bersenjata dipimpin oleh Atori. Mereka menginjak-injak harga diri polisi di wilayah tersebut hingga bos gangster wilayah itu juga, Atori mendapatkan kabar dari rekannya yang mengatakan kalau Christopher sudah lepas dari kendalinya dan saat ini sedang menuju lokasinya.
[Panggilan Telepon Tertutup]
Yamori sebagai bawahan yang selalu berada di samping Nyonya Maria mulai menunjukkan ketangguhannya walaupun terluka parah tapi dia masih sanggup beraksi. Membunuh antek-antek Atori yang memantau kedatangan mereka di depan kantor polisi dengan mulai mengepung tempat tersebut.
"Semuanya bersiap untuk melindungi diri kalian. Saat ini, semua musuh yang masuk ke dalam kantor polisi langsung bunuh walaupun Christopher dihadapan kalian jangan gentar!" ucap Atori dengan ekspresi serius
[Melakukan Pemanasan]
"Anda yakin memakai senjata tangan kosong?" tanya Yamori sambil mengisi peluru pistolnya
"Yaaa~
Perasaan ini, kebisingan ini, ternak-ternak di depan sana tidak mungkin bisa membunuhku~
Yamori buka jalan dengan tembak sembarangan, aku akan berlari mengincar Atori!" ucap Christopher dengan senyuman bengis
[Menghela Napas]
"Sesuai keinginan anda, Christopher-sama!" balas Yamori sambil memerintahkan semua bawahan untuk menembak sesuai aba-abanya
Christopher mempersiapkan larinya lalu menginjak gas dengan lari sekencang mungkin yang kemudian diikuti tembakan penuh ke kantor polisi seketika membuat Atori bersama bawahannya langsung panik untuk segera mencari tempat persembunyian.
Atori kebingungan serta berusaha memahami kondisi yang terjadi hingga dia sadar kalau tembakan mereka semua sama sekali tidak terarah seketika dia melihat ke depan sontak Christopher menerjang Atori hingga tidak mempunyai kesempatan untuk menghindari terjangan tersebut.
Ketika bawahan Atori ingin membantu bos mereka tiba-tiba Yamori masuk untuk menekan musuhnya agar tidak keluar dari persembunyian dengan terus menembak kemudian Atori berusaha melepaskan cengkeraman kuat di mulutnya padahal itu tidak ada di skenario dan naskah film, selama lima detik Alan menyeret keluar Atori dari kantor polisi untuk melakukan duel.
[Melempar Tubuh Atori]
Lemparan Alan dia lakukan tanpa mengaktifkan Skill Penjiwaan Akting sehingga tidak kuat ataupun serius melakukannya. Atori merasa kesal kepada akting yang Alan lakukan karena melesat jauh dari skenario dan naskah film walaupun dia sudah menerima bayaran tinggi dan kontrak perawatan tetapi melakukan sejauh itu sama sekali bukan akting menurutnya.
Skill Virtual Script dengan Improvisasi Total untuk Skenario dan Naskah Film diaktifkan!
Skill Acting Mastery telah berhasil diaktifkan!
Skill Penjiwaan Akting secara penuh telah berhasil diaktifkan!
Skill Stage Mastery telah berhasil diaktifkan!
Skill Pesona Tubuh telah berhasil diaktifkan!
Skill Ketakutan Berlebihan diaktifkan!
Menggabungkan enam skill secara bersamaan. Sukses!
Memulai proses penggabungan peran Psychopath, Bos Mafia Kepribadian Impulsif. Sukses!
[Tersenyum Puas Disertai Amarah]
"Sebaiknya tutup mulut busukmu itu, ternak!" ucap Alan sambil berlari dengan kepalan tinju kanannya menghantam pelindung kedua tangan Atori
[Terseret Jauh]
"Ohhh, aku paham tapi hanya segitu?" tanya Atori dengan menghayati karakternya
Tenku mengeluarkan sepenuhnya akting yang selama ini dia pelajari untuk mengeluarkan potensi karakter Atori sehingga dia mulai serius menghadapi lawan aktingnya. Mereka berdua saling menatap dengan memakai style street fighting seketika Christopher dan Atori saling baku hantam satu sama lain. Pukulan demi pukulan bisa Atori hindari karena Tenku adalah seorang petarung handal sehingga dia bisa melawan balik Alan yang sudah menghayati kegilaan Christopher lalu pukulan cepat Atori menghantam bertubi-tubi di daerah dada Christopher.
"Sudah selesai!" ucap Atori dengan senyum percaya diri
[Mencekik Leher Atori]
Tatapan Christopher melebar dengan tekanan rasa takut membuat Atori merinding kemudian tubuhnya dihantamkan ke permukaan tanah hingga dia kesakitan.
Mengaktifkan Skill Ketakutan Berlebihan untuk kedua kalinya. Sukses!
[Ketakutan]
Seketika Atori mulai gemetar, merinding dan ketakutan terdalamnya muncul meluap di ekspresi wajahnya. Dia berusaha menjauhi kaki Christopher yang sudah menekan dadanya sehingga tidak bisa berdiri sambil berteriak disertai tangisan.
"Lepaskan aku!" teriak Atori
"Haha~
Bumbu yang kusuka dari maha karya sepertimu adalah salah satu kualitas terbaik untuk menjadi makanan hewan. Atori jangan harap hidupmu akan tenang, aku akan menyewa dokter untuk berusaha membuatmu bertahan hidup dengan anggota tubuh sudah dimakan oleh hewan. Pastikan kamu berharap untuk cepat mati, A-t-o-r-i!" ucap Christopher sambil menghantam Atori hingga pingsan di tempat
[Suara Baku Tembak]
Beberapa menit berlalu dengan Christopher menyeret tubuh Atori menuju kantor polisi. Yamori bersama bawahannya sudah membunuh para bawahan Atori.
"Wrap!" teriak Hayamura untuk menutup adegan
Setelah itu, Hayamura menyuruh Alan membawa Tenku menuju ruang penyiksaan yang sudah disediakan seketika kru film langsung beraksi untuk memberikan perubahan pada tubuh Tenku dengan memberikan riasan luka sseperti asli. Veronica membawa hewan buas dan ganas yang siap menekan rasa takut Tenku kemudian adegan di mulai kembali dengan tubuh Atori terikat di kursi lalu Christopher memegang tang pencabut yang berlumuran darah disertai dokter operasi sudah siap membuat Tenku ketakutan.
"Action!" teriak Hayamura dengan menggunakan alat khusus agar Tenku bangun dari pingsannya
Tenku terbangun sambil melihat Alan yang sudah menghayati penuh karakter Christopher seketika rasa takutnya kembali kambuh saat melihat luka di berbagai tubuhnya, hewan ganas yang terus menggonggong ke arahnya, dokter operasi di samping serta Christopher yang siap menyiksa dirinya.
"Hentikan, tolong hentikan!" ucap Atori sambil menangis
Christopher memegang gerinda dengan mata tajam yang dia nyalakan kemudian bergerak mendekati wajah Tenku seketika dia menjerit ketakutan, meronta-ronta untuk melepaskan ikatan di kedua tangannya, semakin mata gerinda mendekat semakin memuncak rasa takut yang Tenku alami hingga mata gerinda itu menyentuh wajahnya dan ternyata itu adalah bahan properti syuting film sehingga mata gerinda langsung rusak saat mengenai wajah Tenku.
"Wrap!" teriak Hayamura sambil menahan tawa karena Tenku kencing di celana sambil pingsan lagi
Adegan di tutup tanpa memperlihatkan sisi malu dari akting Tenku. Hayamura dan Veronica tertawa setelah syuting film selesai sedangkan Alan menelepon perawat rumah sakit untuk memberikan pertolongkan kepada Tenku sebab Skill Ketakutan Berlebihan kalau dua kali pemakaian akan memberikan rasa takut kepada target selama lima jam tanpa henti.
Kontrak sewa Aktor dengan Hayamura sudah selesai sehingga Tenku mendapatkan bayaran tinggi dengan biaya perawatan sudah diberikan kepadanya. Adegan masih berlanjut ke bagian terakhir untuk menyelesaikan Film Cintaku Untuk Bos Mafia dengan proses syuting filmnya akan dilakukan pada pagi hari sebagai waktu yang sangat cocok menutup akhir film.
Bersambung....