
Di hari adegan pengenalan karakter atau tokoh Sasaki sebagai narapidana psikopat telah diselesaikan dengan cepat sehingga kru film bagian pengeditan mulai mengerjakan tugas mereka. Membutuhkan empat hari untuk menyelesaikan editan pengenalan Sasaki dengan hasil yang luar biasa bahkan Alan kagum melihat kinerja mereka padahal sebelumnya suasana studio seperti tidak hidup. Namun, saat bekerja maka mereka semua melakukannya secara totalitas sebagai bukti bahwa kru film sepenuhnya menyukai pekerjaannya.
Sekarang akan memulai adegan karakter saksi mata pembunuhan bernama Fujiwara yang diperankan oleh Veronica. Di dalam skenario dan naskah film, Fujiwara adalah seorang wanita berusia 20 tahun yang tinggal di sebelah rumah Sasaki dan mereka berdua tetangga. Veronica harus bisa memperlihatkan ekspresi takut dan terkejut ketika rasa curiganya mengenai Sasaki ternyata benar sehingga keberhasilannya untuk lolos dari rumah psikopat tersebut seketika membawanya menjadi saksi mata pembunuhan untuk adegan pengadilan.
Lokasi syuting masih di tempat yang sama. Selama persiapan syuting film masih dikerjakan oleh kru film, Alan bersama Veronica saling dekat-dekatan untuk bertukar informasi tentang yang harus dilakukan saat akting nanti. Namun, waktu romantis mereka berdua tiba-tiba diganggu oleh Furuta yang langsung ikut nimbrung sontak Veronica merasa kesal walaupun dia harus menutupi ekspresinya tersebut.
[Tertawa]
Alan tertawa melihat ekspresi lucu Veronica saat menyembunyikan cemberutnya, kedatangan Furuta adalah ingin melihat pembuatan film tersebut karena dia mengetahui kalau Alan akan bermain lagi melalui salah satu kru film yang mengantarnya pulang saat selesai adegan pengenalan Sasaki. Rasa kagum Furuta kepada Alan sudah membuatnya menjadi fans berat sehingga Alan sangat senang mengetahuinya sambil mengusap rambut Furuta sampai berantakan.
"Furuta siapkan mental saat menyaksikan akting dariku atau kamu nanti bakal ketakutan!" ucap Alan sambil tersenyum
[Bersemangat]
"Saya sangat tidak sabar untuk melihatnya. Kak Veronica, saya juga ingin melihat akting kakak!" ungkap Furuta sambil memberikan sikap sopan kepada Veronica
[Mengelus Kepala]
"Kamera akan menyorot aktingku itulah yang kuinginkan tapi jauh lebih baik menyorot kami berdua!" ucap Veronica sambil melihat Alan
"Mari kita perlihatkan Akting Collab seperti pembuatan Film Cintaku Untuk Bos Mafia!" ucap Alan menatap Veronica
"Sepertinya itu ide menarik!" balas Veronica sambil melihat kedua mata Alan
"Wah, aku semakin tidak sabar untuk Akting Collab kalian berdua!" ucap Furuta dengan ekspresi bersemangat hingga kedua tangannya membentuk pose tidak sabar
Setelah persiapan syuting film telah siap, Sutradara Tokinawa menyuruh Alan dan Veronica untuk memakai kostum dan makeup. Sutradara Tokinawa menginginkan Veronica berperan sepenuhnya sebagai gadis muda umur 20 tahun yang ingin mempunyai tubuh indah dengan cara olahraga sehingga Veronica memulai aktingnya dengan lari pagi untuk membangun stamina.
Adegan Saksi Mata Pembunuhan telah di mulai.
Kamera menyorot Veronica sepanjang dia berlari hingga sampai di halaman rumahnya, di sini Sutradara Tokinawa bisa mengetahui kalau Veronica mampu memerankan Fujiwara dengan baik. Setelah menyelesaikan lari paginya tiba-tiba tercium bau menyengat yang berasal dari kotak dekat tangga luar rumah Sasaki. Dia penasaran dengan isi kotak tersebut tetapi saat hampir membukanya tiba-tiba suara pintu rumah Sasaki terdengar keras karena di buka dengan kasar.
Saat adegan itu, Veronica mampu mengeluarkan ekspresi terkejut sesuai harapan Sutradara Tokinawa kemudian adegan berlanjut dengan Sasaki yang Alan perankan mulai merasa gelisah dengan aroma keringat dari wanita di depan halaman rumahnya. Veronica menampilkan ekspresi bingung melihat perilaku aneh Alan yang sudah dia anggap sebagai Sasaki, keanehan semakin bermunculan sebagai peran Fujiwara yang haus akan rasa ingin tahu, mata Veronica sangat fokus ke sumber bau menyengatnya seketika Sasaki turun sambil menggeser jauh kotak tersebut dari jangkauan hidung Veronica. Di sini Alan memperlihatkan pesona palsunya sehingga senyuman yang dia keluarkan membuat Veronica merasa malu untuk dipandangi.
"Kotak ini berisi sampah organik yang sudah lama membusuk. Maafkan saya karena sudah mengganggu udara sekitar!" ucap Alan sambil tersenyum lembut
Bau menyengat serta rasa penasaran Veronica langsung Alan tutup dengan topik ingin lari pagi bersama tetangganya. Veronica menerima untuk lari pagi bersama tetapi Alan sebagai Sasaki harus memperlihatkan perilaku anehnya lagi agar rasa penasaran Veronica sebagai Fujiwara keluar lagi sesuai apa yang ada di skenario dan naskah film.
[Hidungnya Mencium-cium]
"Aromanya sangat enak sekali!" ungkap Alan lepas kendali dari hasrat psikopatnya sambil menatap lebar ke arah Veronica
[Takut]
Semuanya merasa tegang melihat ketakutan yang Veronica munculkan, Alan mulai tidak mampu menahan dirinya sehingga mencekik leher Veronica sampai dia pingsan. Setelah berhasil membuat Veronica pingsan, dia mengangkat tubuh korbannya untuk dijadikan santapan pagi harinya.
"Wrap!" teriak Sutradara Tokinawa untuk menutup adegan tersebut
Cekikan Alan tadi sebenarnya tidak dia lakukan secara serius melainkan Veronica mendramatisasikan supaya terlihat asli, di situ Sutradara Tokinawa sangat menyukai pembawaan Veronica untuk karakter Fujiwara kini adegan selanjutnya adalah saat Fujiwara tertangkap oleh Sasaki.
Lokasi Veronica berada di ruang bawah tanah yang merupakan tempat Sasaki untuk memutilasi bahan makanannya. Tubuh Veronica terikat dengan dia posisi terbaring di sebuah meja besi tapi ikatan tangannya dibuat agar bisa terlepas. Sutradara Tokinawa memulainya dengan teriakan penuh semangat lalu Veronica berakting baru bangun dari pingsan dengan mulut tertutup kain sehingga dia meronta-ronta sampai ikatan tangannya terlepas.
Ekspresi ketakutan, kebingungan dan panik di kondisi melihat ruangan tersebut penuh dengan darah kering serta bau nyengat seperti yang dia cium sebelumnya seketika Veronica memperlihatkan keadaan Fujiwara yang tidak bisa tenang melainkan sangat gelisah.
Kru film merasakan ketegangan di saat mendengar langkah kaki dari Alan yang memerankan Sasaki mulai menampilkan ekspresi senyum psikopatnya. Mendengar suara tersebut sontak Veronica melihat ke sana dan ke sini dengan panik kemudian memilih untuk bersembunyi di lemari yang terdapat lubang kecil.
[Menancap]
Di dalam lemari ada kameramen yang sudah merekam rasa takut Veronica dengan menutup mulutnya memakai kedua tangan, matanya bergetar dan lubang kecil itu membuatnya bisa melihat Sasaki. Sesaat psikopat tersebut pergi untuk mencari bahan makanannya, Veronica keluar dari lemari dengan bernapas secara berlebihan karena dari awal sudah menahan napasnya.
[Kepala Manusia]
[Mual Lalu Muntah]
Sutradara Tokinawa tersenyum melihat aksi Veronica yang sangat memenuhi keinginannya. Dia melihat kepala manusia berada di bawah meja besi sedang menatap ke arahnya seketika Veronica merasa mual kemudian muntah. Saat itu juga akhirnya dia paham bahwa dirinya sedang dalam bahaya, Veronica berusaha untuk mencari jalan keluar tetapi pintu utama tertutup rapat hingga dia berusaha mendobrak tetapi tidak berhasil malahan suara itu mengakibatkan Sasaki mencari sumber suara tersebut.
[Tetasan Darah]
[Merinding]
"Kau tahu rasa nikmat dari hasil buruan?" tanya Alan sambil memegang pisau daging dengan darah menetes di ujungnya
Veronica melihat ke belakang dengan bulu kuduk merinding saat mendengar suara tersebut. Di sini, Veronica memperlihatkan ekspresi takut berlebihan ketika melihat tatapan tajam yang Alan lakukan seperti matanya ingin keluar. Tubuhnya kaku, Veronica berusaha untuk menggerakkan seluruh tubuhnya tapi dia tidak mampu seketika Alan melanjutkan ucapannya.
"Rasa takut, itulah bumbu spesialnya!" jawab Alan sendiri sambil menjilat bibirnya karena tidak bisa menahan aroma yang keluar dari tubuh Veronica
Seketika Veronica bisa menggerakkan tubuhnya untuk lari sekencang mungkin agar terhindar dari Alan. Kru film dan Sutradara Tokinawa menikmati akting mereka berdua yang terus memberikan rasa tegang. Veronica terus bersembunyi di tempat-tempat yang merupakan hasil maha karya dari seorang psikopat seperti melihat kulit manusia yang dipajang sebagai lukisan, kepala manusia yang dijadikan sebagai pajangan di ruang tamu, bau busuk dari organ-organ manusia dan potongan tubuh manusia yang berada di dapur.
Veronica sebagai karakter Fujiwara harus mencari jalan keluar untuk terhindar dari Sasaki. Satu-satunya jalan keluar yang bisa dia lewati adalah tempat kamar mandi, di situ terdapat lubang menuju halaman luar ketika Veronica ingin membukanya tiba-tiba terdengar suara Sasaki yang sedang mandi darah sembari meminumnya.
Segarnya~
Darah adalah minuman~
Daging adalah makanan~
Alan menyanyikan lagu tidak jelas kemudian berdiri untuk mengelap tubuhnya dengan handuk. Di situ, Veronica menggunakan kesempatan tersebut untuk perlahan masuk lalu merangkak keluar melalui lubang di samping bak mandi.
Sesaat hampir sampai tiba-tiba kaki kanannya dipegang Alan sambil menariknya, rasa tegang dari adegan itu membuat kru film seperti ingin mengatakan "tendang, tendang, tendang dan tendang". Veronica berhasil melepaskan genggaman Alan tapi dia masih mendengar nyanyian yang tidak jelas dari psikopat tersebut. Untuk terakhir kalinya, Veronica melihat melalui lubang tersebut lalu adegan penutup muncul dengan Alan tersenyum psikopat melihat buruannya berhasil meloloskan diri.
Veronica langsung kabur dengan berlari kencang tanpa berniat untuk pulang ke rumahnya melainkan memilih langsung melaporkannya kepada polisi.
"Wrap!" teriak Sutradara Tokinawa dengan ekspresi puas
Rasa tegang seketika menghilang dengan menjadi rasa lega, itulah yang kru film dan Furuta rasakan ketika syuting telah selesai. Veronica berhasil mengeluarkan akting nomor satunya dengan diikuti Alan keluar rumah sambil menyanyikan lagu tidak jelas buatan karakter Sasaki.
Kru film pada merinding mendengarnya walaupun Alan saat itu kembali normal dengan senyuman tetapi kru film menganggapnya sebagai pesona palsu sehingga menjaga jarak darinya. Alan dan Veronica langsung tos keberhasilan dengan Furuta ikut melakukannya tiba-tiba Uzumi mendekati mereka bertiga sambil memberikan tepuk tangan.
"Selanjutnya adalah adegan terakhir!" ucap Uzumi sambil tersenyum tipis kepada Alan
Alan terdiam selama 5 detik.
Skill Penjiwaan Akting telah diaktifkan!
Alan membalasnya dengan senyuman psikopat yang langsung menggetarkan mental semua yang berada di lokasi syuting sontak Uzumi tersenyum serius untuk seumur hidupnya.
Bersambung...