THE ACTOR

THE ACTOR
Bab 49: Adegan Awal Film Agen Rahasia



Malam hari, Alan bersama Hayamura menuju hutan dengan banyak sekali kru film dari tiga studio mulai bersatu serta bekerja sama dengan baik sekali. Semua persiapan properti syuting film, para polisi yang menjaga proses syuting film dan masih banyak lagi. Veronica bersama Rena mendapatkan tempat khusus untuk dapat menyaksikan akting mereka kini Alan dan Oliver masuk ke ruangan makeup serta memakai kostum sesuai dengan karakter dan ciri khas filmnya yaitu pakaian agen rahasia.


Pada adegan ini, Alan dan Oliver harus memperlihatkan kehebatan karakter yang mereka perankan ketika menyelesaikan misi rahasia dengan membasmi para terorisme hingga pemimpin masing-masing agen mulai mendapatkan sebuah permintaan dari pusat yaitu menangkap atau membunuh terorisme kelas dunia dengan nama Ryzen.


Alan diharuskan bisa menampilkan aksi senjata jarak jauh dan strategi yang hebat sesuai skenario dan naskah film karena strategi sudah tertulis sehingga Alan hanya perlu mengikutinya saja. Namun, lima detik terlewati akan membuat para Aktor Amatir yang berperan sebagai terorisme bisa berubah dari skenario dan naskah film sehingga Alan harus membuat Improvisasi jika melakukan kesalahan tersebut.


Alan diberikan AWM Sniper dengan peluru cat darah sebagai amunisinya kemudian Tokinawa memperlihatkan arah ranjau properti syuting film yang wajib Alan tembak tepat sasaran untuk membunuh terorisme ketika melarikan diri akibat melihat rekannya terbunuh sehingga memberikan kesan seperti asli. Terlihat Wakama sedang memberikan arahan kepada Oliver yang sudah siap dengan tangan kosongnya sebagai alat utamanya sedangkan pistol sebagai alat kedua walaupun bentuk tubuh Oliver biasa saja tapi dia memberikan sebuah kesan bahwa dirinya ahli bela diri.


Alan tidak mau kalah berakting sehingga berdiri di posisi yang sudah ditentukan dengan memantau target sebanyak 10 terorisme kini Alan mulai menunjukkan ekspresi semangatnya. Oliver berada di posisinya dengan bersiap lari tanpa membuat suara agar dapat menyerang musuhnya yang berjumlah sama. Mereka berdua melihat aba-aba dari Hayamura yang sudah memberikan tanda bersiap kepada dua Aktor-nya kini para Aktor Amatir harus berakting layaknya terorisme dengan membuat kebisingan menggunakan senjatanya agar terlihat nyata serta berakting seperti ingin perang.


Alan dan Oliver mengenakan alat komunikasi di telinga mereka dengan beranggapan suara tersebut berasal dari atasan mereka. Tokinawa sudah berada di tempatnya dengan kameramen bersamanya sedangkan Wakama memantau Oliver yang tidak tahu apa akan terjadi kesalahan atau tidak. Hayamura memberikan tanda kedua yang mengharuskan dua aktor agar melakukan persiapan aktingnya.


"Action!" teriak tiga sutradara di saat bersamaan


[Proses Syuting Film]


Kameramen menyoroti Oliver sebagai tokoh utama sedang memantau kondisi terlebih dahulu yang akan menjadi tempat para terorisme adalah pohon tanpa daun.


"Kawasan hutan telah menjadi tempat untuk persembunyian para terorisme yang berniat ingin membuat ideologi mereka sendiri. Agen Leo, kami harap anda bisa menyelesaikan misi kali ini tanpa terluka sedikitpun!" ucap alat komunikasi di telinga sebagai atasan Agen Leo


[Membunyikan Jari-Jemarinya]


"Malam ini akan sangat mudah untuk menginjak kepala mereka!" ucap Agen Leo sambil berlari kencang tanpa mengeluarkan suara bagaikan ninja


Agen Leo mendekati musuhnya sedangkan itu kameramen menyoroti Agen Joseph sedang bersandar di pohon sambil memasukkan peluru ke AWM Sniper yang dipegang secara hati-hati.


"Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang mereka pikirkan tapi ini sudah menjadi tugasku!" ucap Agen Joseph dengan selesai mengisi peluru AWM Sniper miliknya


[Teriakan]


Agen Leo beraksi dengan menyiksa para terorisme dengan kepalan tinjunya, tembakan senjata rifle sama sekali tidak mampu membuat manusia itu bolong akan peluru karena dia bisa menghindari semuanya itu dengan berlari sangat kencang bahkan sudah mencapai lima target.


Telinga tajam Agen Joseph mampu mendengar suara bising tersebut ketika para target mulai bergerak dan ingin melarikan diri seketika rasa kesal terlihat di wajahnya lalu dia berlari mencari posisi yang tepat kemudian Alan mengaktifkan Skill Super Konsentrasi dengan menarik napas sedalam mungkin lalu menahannya.


[Menembak]


Satu tembakan sesuai dengan apa yang Tokinawa jelaskan hingga dia terkejut melihat Alan mampu menembaknya tepat sasaran. Alan berlari lagi dengan kameramen menyorotnya tapi di lain sisi kegilaan serta kehebatan dari Oliver memerankan Agen Leo mampu menghayati karakternya sehingga bisa menampilkan serangan tangan kosong disertai pistol untuk menembak musuh jarak jauh begitu menarik di mata Hayamura.


Oliver begitu bahagia dalam memerankan karakternya. Entah, itu memang ekspresi asli atau ekspresi sesuai karakternya kini Agen Leo menyelesaikan misinya dengan cepat tanpa terluka tapi membuat keributan yang mengakibatkan target Agen Joseph mulai berakting panik hingga mencoba melarikan diri disertai menembak sembarangan dengan harapan bisa mengenai musuh dibalik kegelapan.


Berlari dengan cepat menuju posisi sesuai arahan Tokinawa kemudian menembak sasaran ranjau secara tepat hingga meledak dan membunuh para terorisme lalu melihat peta seakan-akan sedang membaca strateginya yang sudah mulai kacau akibat seseorang kemudian dia melepaskan alat peredam di moncong AWM Sniper.


Menembak ke atas sehingga memberikan suara ribut yang langsung memberikan tanda kepada Aktor Amatir agar berlari lawan arah supaya Alan bisa menembak satu ranjau terakhir untuk menyelesaikan aksi dan misinya seketika mereka semua menuruti pesan isyarat tersebut, Alan berlari naik bukit untuk masuk ke dalam posisi yang sesuai dengan skenario dan naskah film kemudian membidik target terakhir yaitu ranjau yang akan meledakan mereka semua disertai efek ledakan besar agar membuat Agen Leo mulai mencari sumber penembak jitu tersebut.


"Mission complete!" ucap Alan sebagai Agen Joseph di sambungan komunikasi dengan atasannya sambil mulai bernapas kembali


Kameramen mulai menyoroti Oliver yang berperan dengan sangat bagus hingga dapat memberikan kesan sebagai Agen Leo sesuai keinginan Wakama. Dia berlari menaiki bukit dengan sangat cepat seketika Alan mulai menyadari suara tersebut sehingga dia melihat keberadaan Oliver.


[Kuda-Kuda Penembak]


Alan menembak sebanyak tiga kali karena panik melihat kedatangan musuh dari belakang tapi bisa dihindari oleh Oliver dengan mudahnya. Pertarungan jarak dekat adalah kelemahan Agen Joseph sehingga Alan harus memikirkan cara agar tidak jatuh ke penguasaan panggung akting dari Oliver yang sudah begitu menghayati karakter Agen Leo.


Kecepatannya tidak natural sehingga Alan membiarkan dirinya terpukul oleh Oliver yang sudah berakting agar pukulannya tidak menyakitkan. Pukulan mengenai perutnya sebanyak dua kali hingga dia muntah dengan sengaja agar terlihat pukulan tersebut sangat kuat tapi sebagai Agen Rahasia maka dia harus memberikan aksi tidak mau kalah dengan menghantamkan ujung sniper ke wajah Oliver sontak tubuhnya terlepas dari genggaman kemudian adegan aksi berakhir dengan Alan mengeluarkan pistol dari saku belakangnya disertai Oliver melancarkan pukulan tajam yang langsung mengarah ke dada bagian letaknya jantung.


[Berhenti Bergerak]


Kameramen menyoroti mereka berdua yang sedang saling menatap satu sama lain dengan tajam dan serius. Senyuman buas dari Oliver seakan-akan berhenti tepat pistol sudah berada di tenggorokannya sedangkan Alan berhasil menahan pukulan tajam yang dapat membunuhnya sehingga dia mencoba mengatur napasnya.


Wakama, Hayamura dan Tokinawa terpukau melihat akting mereka dengan memberikan momentum hebat sehingga kameramen menyorotinya selama 10 detik dengan aksi diam tapi sangat tegang. Suara komunikasi muncul yang mengharuskan Agen Leo dan Agen Joseph berhenti melawan sesama rekan Agen Rahasia seketika mereka berdua melepaskan perasaan tegang tersebut sambil terjatuh ke permukaan tanah.


"Tidak kusangka ada Agen buas sepertimu yang sanggup melawan terorisme secara frontal hanya dengan menggunakan tangan kosong dan pistol!" ucap Alan dengan berakting kagum melihat aksi Agen Leo


"Haha, kau sama hebatnya padahal di dunia ini tidak ada yang bisa mengimbangi kecepatanku melancarkan tinju!" balas Oliver dengan berakting tertantang melihat aksi Agen Joseph


Para atasan untuk kedua agen harus mulai menjelaskan kepada mereka berdua bahwa misi selanjutnya akan menjadikan Agen Leo dan Agen Joseph sebagai rekan dengan misi menangkap atau membunuh terorisme kelas dunia.


"Ini adalah misi kelas internasional dan kalian berdua wajib menjadi rekan satu tim untuk menuntaskan misi menangkap atau membunuh terorisme kelas dunia bernama Ryzen. Bergeraklah ke lokasi yang ditentukan untuk mendapatkan pangan, sandang dan papan selama beberapa hari. Kami akan menghubungi kalian berdua setelah pencarian lokasi Ryzen telah ditemukan!" ucap kedua atasan mereka


Adegan di tutup dengan Alan menerima misi tersebut disertai Oliver mengulurkan tangannya agar dapat membantu Alan berdiri, mereka berdua menuju lokasi yang ditentukan atasannya untuk beristirahat.


"Wrap!" teriak tiga sutradara untuk menutup aksi pembukaan tersebut


Semua kru film dari tiga studio merasa lega dengan keberhasilan mereka dalam mempersiapkan properti syuting film tanpa ada masalah. Alan dan Oliver memberikan performa akting dengan sangat bagus tapi Alan masih menyadari akan kekurangannya sehingga dia berniat untuk berlatih kembali agar mendapatkan peran Agen supaya masuk ke dalam list Skill Penjiwaan Akting.


Bersambung....