THE ACTOR

THE ACTOR
Bab 35: Adegan Kemarahan Bos Mafia. Bagian 2



Alan berhasil meminta maaf kepada pria yang berperan sebagai pelaku adegan kecelakaan Maria. Saat Alan berniat untuk kembali ke lokasi syuting film tiba-tiba Tanaka, Hayamura dan Veronica sudah menunggu kedatangannya. Hayamura memberitahu kepada Alan kalau lokasi syuting film akan berpindah ke gedung bekas yang tidak terpakai dengan bantuan masyarakat Shibuya, Hayamura bisa memakainya secara gratis tapi dengan satu syarat yaitu membiarkan mereka menyaksikan syuting filmnya.


Saat di dalam mobil van, Veronica sedikit menjauhi Alan seketika Hayamura paham saat melihat ekspresi putrinya yang mirip sekali dengan mendiang ibunya ketika menyukai seorang pria. Hayamura berniat untuk mengatasi permasalahan Veronica ketika syuting film ini diselesaikan, mengetahui Alan adalah pria yang disukai putrinya seketika membuat Hayamura tersenyum lembut.


Beberapa menit berlalu dengan mereka sudah berada di depan gedung bekas, suasana malam dengan udara dingin disertai salju turun sedikit demi sedikit memenuhi jalanan. Hayamura sudah membayar 10 pria Gangster Shibuya dengan harga tinggi serta kontrak perawatan sehingga tidak akan ada efek CGI untuk adegan ini, dia menjelaskannya kepada Alan untuk melakukan akting seperti biasa.


Muncul pemimpin dari salah satu 10 Gangster Shibuya yang Hayamura sewa ketika melihat akting Alan saat di ruang interogasi melalui kamera, membuat mereka ingin merasakan akting tersebut dari dekat. Hayamura meminta kepada Alan untuk melakukan improvisasi pada adegan kemarahan bos mafia sehingga apa pun perubahan pada skenario dan naskah film akan dia terima.


Hayamura paham saat pertama kali melihat akting Alan saat bertarung melawan Uzumi di Tokyo Tower. Alan bisa bertarung tangan kosong bahkan dapat mengimbangi Uzumi walaupun akhirnya dia tetap kalah tetapi itu semua sudah lama karena saat ini, Alan sudah sangat berbeda. Tanaka sebagai perwakilan para kru film sudah mendapatkan informasi kalau persiapan syuting film sudah diselesaikan kini dia menyuruh 10 Gangster Shibuya untuk bersiap di lokasi mereka.


Alan masuk mobil dengan bawahannya sebagai sopir langsung membuat jarak beberapa meter.


"Kamera ready and action!" teriak Hayamura untuk memulai syuting film


Mobil berjalan dengan pelan lalu berhenti tepat di depan Gedung Pusat Shibuya. Alan membuka pintu mobil lalu keluar secara perlahan sambil menutupnya kembali, mengulur waktu selama lima detik dengan melepaskan dasi mafianya kemudian Sistem Actor mulai beraksi dengan mengaktifkan Skill Aktor.


Skill Virtual Script dengan Improvisasi Total untuk Skenario dan Naskah Film diaktifkan!


Skill Acting Mastery telah berhasil diaktifkan!


Skill Penjiwaan Akting telah berhasil diaktifkan!


Menggabungkan tiga skill secara bersamaan. Sukses!


Suasana syuting film kembali seperti sebelumnya dengan ekspresi Alan tidak berubah seketika membuat para masyarakat Shibuya yang menyaksikan akting Alan mulai kembali terpukau tetapi kedua teman Veronica tidak menyukai suasana aneh dari akting tersebut sehingga Veronica menginginkan suatu perubahan atau pembaruan dari aksi yang akan Alan lakukan kalau tetap melakukan hal yang sama maka memberikan ketidaknyamanan untuk melihatnya. Hayamura juga berpikir seperti itu tapi yang mereka bicarakan adalah Alan yang pandai membuat improvisasi skenario dan naskah film.


Bekas Gedung Pusat Shibuya terlihat sudah lama sekali tidak terawat sehingga memberikan kesan sebagai tempat yang berbahaya.


"Tuan Christopher sepertinya ada banyak penjaga di Gedung Pusat Shibuya ini, apakah saya perlu memanggil bawahan lainnya untuk membantu anda masuk?" tanya bawahan Alan


Ekspresi yang Alan tampilkan adalah ketenangan layaknya permukaan air dengan kemarahannya belum dia perlihatkan karena pelaku yang sebenarnya masih belum dia lihat.


"Tidak perlu!" jawab Alan dengan nada pelan


Alan melakukan pemanasan sebelum masuk gedung, sesaat semua fokus dengan apa yang Alan lakukan tiba-tiba kru film, Hayamura dan Veronica merasakan nostalgia melalui perubahan suasana syuting film. Setelah pemanasan selesai, Alan mengeluarkan foto pernikahan mereka berdua seketika kru film langsung menyadari detik-detik perubahan yang akan Alan lakukan sehingga mereka fokus merekam.


"Maria selama ini dengan adanya dirimu telah merubah diriku tapi sekarang kau sedang tidur lelap karena kesalahanku!" ucap Alan sambil berjalan masuk gedung


Melihat kedatangan Alan seketika lima orang mulai berakting serius untuk melukai Alan sesuai perintah Hayamura. Namun, perasaan aneh mulai membuat kaki mereka gemetar hingga tidak berani menatap Alan bahkan jantung mereka berdetak kencang.


"Maria maafkan aku!


Senyuman yang tidak pernah dilupakan oleh kru film, Hayamura dan Veronica saat pembuatan trailer film


[Senyum Bengis]


"Ahhh~


Mimpi telah usai, mari menari dan tunjukkan kepadaku semua kemampuan kalian sebaiknya jangan mengecewakan diriku. SAMPAH!" ucap Alan sambil menyeringai dan menatap tajam ke lima Gangster Shibuya


[Ketakutan]


[Merinding]


Kru film langsung fokus merekam pertarungan yang akan di mulai. Hayamura tersenyum lega melihat Alan memberikan improvisasi yang sangat dia inginkan.


"Apa yang kalian lakukan langsung hajar dia!" ucap salah satu dari lima Gangster Shibuya


Empat orang langsung berlari untuk menghajar Alan sesuai perintah yang Hayamura berikan. Sesaat empat orang itu ingin memukul bersamaan tiba-tiba Alan mengincar satu orang yang langsung dia pisahkan kemudian memukul bagian rahang sambil menjatuhkannya ke lantai lalu Alan mengepalkan tinju kanan sambil menghantam pipi kiri pria itu sampai tubuhnya terhantam kuat ke lantai sehingga membuatnya pingsan.


Tangan kanan Alan meneteskan darah pria yang dia pukul. Empat orang lagi datang untuk membantu pertarungan setelah melihat salah satu rekan mereka lari untuk memberitahu pemimpin, satu sudah Alan kalahkan tersisa tujuh orang yang sedang mengepungnya. Melihat satu orang dikalahkan dengan mudah oleh Alan seketika adrenalin mereka mulai memuncak sehingga bertarung secara membabi buta.


Kru film ingin menghentikan syuting film karena berbahaya untuk Alan melawan tujuh orang secara bersamaan tetapi Hayamura menghentikannya dengan memerintahkan semua kru film untuk merekam secara utuh. Rasa khawatir mereka langsung hilang ketika melihat cara bertarung Alan yang mampu mengatasi tujuh orang dengan cara menghindari kepungan sambil memukul secara cepat agar lawannya tidak kembali melawan.


Menyerang dan menghindar mampu Alan lakukan secara rapi hingga tidak ada yang dapat melancarkan satu serangan kepadanya. Tersenyum bengis ketika memukul musuhnya disertai ketenangan dalam bertindak seketika membuat para penonton terpukau melihat aksi yang Alan perlihatkan. Tujuh orang yang tadi berniat memukul Alan dengan serius seketika terbaring lemas sambil kesakitan memegang salah satu anggota tubuh yang Alan pukul.


Setelah itu, Alan berjalan naik tangga untuk menemui pemimpin mereka serta satu orang yang lari. Sebuah ruangan yang diberikan tanda kalau Alan harus masuk seketika memperlihatkan pemimpin dengan bawahannya sudah dia pukul sampai babak belur akibat tidak menyelesaikan tugasnya dengan benar.


[Melepaskan Pakaiannya]


Bentuk tubuh petarung jalanan dengan senyum sombongnya seakan-akan lebih unggul dari Alan. Alan melepaskan jaket mafianya kemudian melepaskan kancing kemeja putihnya satu per satu sampai terakhir lalu membuang kemeja putih tersebut ke lantai.


Mengaktifkan Skill Pesona Tubuh. Sukses!


Bentuk tubuh yang sangat sempurna seketika membuat Veronica dan kedua temannya terpesona melihat otot tubuh Alan bahkan tato naga dipunggungnya membuat Alan terlihat mengerikan dan itu membuat pemimpin yang saat ini menghadapi Alan tiba-tiba kena mental sehingga mulai memasang kuda-kuda pelindung. Namun, Alan mampu menyerang titik buta lawannya kemudian menghajar secara brutal hingga lawannya pingsan di tempat.


Alan memperlihatkan kemarahan puncaknya dengan darah memenuhi dua kepalan tangannya yang langsung Hayamura teriak Wrap agar ekspresi kemarahan tersebut dijadikan sebagai penutup adegan. Semua yang menyaksikan seketika terpukau sekaligus terpesona melihat karakter Christopher karena mencerminkan bos mafia yang sebenarnya.


Bersambung...