THE ACTOR

THE ACTOR
Bab 31: Adegan Kecelakaan Untuk Maria



Kedatangan Alan dan Veronica di studio sewa seketika langsung Tanaka bawa menuju lokasi syuting film yang berada di Shibuya Crossing. Adegan kecelakaan adalah hal penting untuk Hayamura sebab adegan tersebut merupakan pembangun jalan cerita film selanjutnya agar menjadi sangat menarik dan mendebarkan, Maria yang Veronica perankan tertabrak mobil ketika hendak menyeberang jalan.


Saat Alan dan Veronica bersiap-siap memakai makeup serta kostum tiba-tiba muncul banyak pria dengan tampilan seorang gangster berniat untuk menonton proses syuting film. Kedatangan mereka disambut baik oleh para masyarakat Shibuya karena reputasi gangster tersebut bukan mengenai kejahatan melainkan status pelindung seperti seorang polisi dengan adanya mereka seketika membuat kasus penjahat berkurang di Shibuya.


Masyarakat sekitar Shibuya akan menjadi tokoh figuran sebagai pejalan kaki dan menyaksikan kecelakaan yang terjadi kepada Maria. Satu mobil biasa menjadi properti syuting film dengan sopir adalah pelaku dari gangster terbesar di Shibuya yang akan menjadi musuh untuk Christopher. Beberapa menit berlalu dengan Alan dan Veronica sudah siap untuk berakting sedangkan persiapan syuting film juga sudah diselesaikan sehingga Veronica yang mulai berada di posisinya membuat para penonton proses syuting film merasa tegang melihat akting Aktris favorit mereka.


Posisi Veronica berada di toko buku yang merupakan tempat favorit Maria untuk membaca berbagai jenis novel. Hayamura menyuruh semua kru film untuk bersiap di lokasi mereka masing-masing agar dapat menangkap seluruh akting Veronica.


"Action!" ucap Hayamura sambil memantau sekitar tempat syuting


Veronica memulai aktingnya dengan langsung menyerupai karakter Maria yang suka sekali membaca novel, kesunyian di dalam ruangan membaca membuat kesan nyaman dan tenang, matanya sangat fokus ke setiap kata yang tertulis di novel tersebut karena saking terhanyut membaca novel.


Maria tidak menyadari kalau waktu keluarnya sudah melewati batas yang Christopher tetapkan untuknya. Ponsel yang berada di atas meja berdering dengan memunculkan nama kontak nomor tersebut yaitu Chris sontak Veronica memunculkan ekspresi terkejut sampai panik hingga melepaskan genggamannya terhadap novel yang dia baca.


[Buku Terjatuh]


[Dering Ponsel]


Berusaha tenang lalu mengangkat panggilan tersebut yang langsung memanggil namanya dengan nada marah tapi terdengar sangat khawatir.


"Maria, waktunya pulang!" ucap Alan melalui telepon dengan dia duduk di sebuah kursi jauh dari Shibuya Crossing


Sorot kamera lainnya mengarah ke Alan karena nanti CGI akan menjadikan tempat Alan berubah seperti rumah besar seorang mafia.


[Tertawa Kecil]


Tawa kecil yang Veronica lakukan sangat pas sekali karena waktu Christopher menelepon sesuai batas waktu keluarnya sudah habis sehingga terlihat jelas sekali bahwa suaminya itu memantau waktu sambil mempersiapkan untuk menyuruh istrinya pulang.


"Chris, apa kau merasa kesepian di rumah?" tanya Veronica sebagai Maria dengan nada lembut


"Sangat, aku sangat kesepian. Maria, kau adalah satu-satunya sosok perempuan yang bisa memikat hatiku sampai sejauh ini ketika mengetahui dirimu berada di luar sendirian dengan status istri dari seorang mafia maka apa pun bisa terjadi kepadamu!" jawab Alan sebagai Christopher dengan nada khawatir dan cinta


Veronica berdiri dari tempat duduknya lalu mengembalikan novel yang dia baca ke tempat asalnya sambil berjalan keluar toko buku dengan tidak mematikan teleponnya.


"Kalau begitu temani aku selama perjalanan pulang ini dengan suaramu!" minta Veronica sebagai Maria dengan senyum manis


Sepanjang perjalanan menuju Shibuya Crossing, Alan dan Veronica saling mengobrol terutama godaan yang Veronica berikan kepada Alan melalui suaranya seketika membuat Alan merasa sangat ingin melihat istrinya. Para penonton di luar syuting film merasa nyaman dengan obrolan mereka di telepon hingga kamera video bergerak ke sisi atas yang menampilkan mobil biasa berwarna putih sedang bergerak pelan sambil memantau Veronica dari kejauhan.


Mobil tersebut sudah sangat aman untuk menabrak Veronica bahkan pengemudinya sudah sangat ahli untuk memberikan efek tabrakan. Setelah itu, CGI akan beraksi lagi untuk memberikan efek darah disertai luka parah yang Maria alami pasca kecelakaan. Sesaat Veronica sudah berada di Shibuya Crossing sambil menunggu lampu berwarna hijau tiba-tiba mobil putih tersebut mulai tancap gas dengan kecepatan tinggi.


"Chris selama menjadi istrimu, aku berusaha keras agar mendapatkan cintamu. Perasaan takut menjadi istri dari seorang mafia memberikan aku ketakutan untuk membalas cintamu tapi sekian lama kita menjadi pasangan suami-istri ternyata aku bisa sangat-sangat mencintaimu bahkan jauh lebih dari siapa pun!" ungkap Veronica sebagai Maria dengan mengeluarkan tangisan bahagia


Akting Veronica sangat memukau hingga membuat para penonton menangis dan merasa terharu saat mendengarnya. Lampu hijau muncul disertai mobil putih di sisi atas semakin kencang, Christopher yang Alan perankan akan berhenti disambungan telepon ini karena saat Veronica menyeberang tiba-tiba suara klakson mobil yang sangat keras dengan sorot lampu mobil menyilaukan kedua mata Veronica sontak menabrak tubuhnya hingga terlempar beberapa jarak dengan kondisi pingsan, berdarah dan ponsel masih menyala dalam kondisi rusak parah tepat di samping tangan kanan Veronica.


Suara tabrakan dan klakson mobil terasa sangat jelas di telinga Alan sehingga akting yang Alan tampilkan dengan getaran bola mata, rasa panik yang mulai perlahan timbul dan ekspresi takut mendengar kedua suara tersebut.


"Maria...Maria...Maria jawab aku!" teriak Alan sambil menghayati karakter Christopher


[Sambungan Telepon Terputus]


Alan menjatuhkan ponselnya dengan ekspresi panik memanggil para bawahannya untuk menyiapkan mobil disertai menelepon ambulan dan rumah sakit. Di saat itu ekspresi yang Alan tampilkan mampu membuat para penonton di jarak aman syuting film mengetahui secara jelas kalau Christopher berdoa di dalam hati dengan berharap tidak terjadi apa pun kepada istrinya.


Kedatangan Alan bersama para bawahannya disertai mobil ambulan mencapai lokasi yang Alan kirimkan melalui ponsel karena sudah melacak ponsel Veronica. Hayamura langsung menyuruh masyarakat Shibuya untuk menyaksikan kecelakaan tersebut dengan tidak diperbolehkan menyentuhnya, Veronica masih mempertahankan akting pingsannya.


Melihat kerumunan orang banyak menatapi satu tempat sontak menampilkan ekspresi takut berlebihan hingga menyatu ke seluruh tubuh seketika Hayamura menyuruh para kameramen untuk merekam secara keseluruhan tubuh Alan. Satu bawahan Alan yang memeriksa terlebih dahulu tiba-tiba menampilkan ekspresi syok yang langsung satu bawahannya menyadari isyarat tersebut, dia berusaha untuk mencegah bosnya agar tidak melihat korban dari kecelakaan itu.


"Bos mari kita ke rumah sakit terlebih dahulu!" ucap bawahannya sambil melebarkan kedua tangannya seperti membentuk tembok


[Merinding]


"Siapa, apa itu Maria?" tanya Alan dengan ekspresi ketakutan


"Bos tolong jangan lihat. Tunggulah di rumah sakit kemudian saya akan membawa nyonya tanpa memperlihatkan kondisi kecelakaan ini!" ucap bawahan Alan dengan ekspresi menahan sedih


Alan terlanjur memasuki penjiwaan akting sehingga dia sepenuhnya menjadi Christopher, dia lepas dari skenario dan naskah film dengan masih memaksa untuk melihat kondisi istrinya. Mendorong, membuka jalan dengan kasar dan disertai ekspresi menahan tangisan lalu saat masyarakat Shibuya sedikit menjauh sehingga Alan bisa melihat secara penuh keadaan Veronica.


Walaupun tidak ada darah dengan Veronica pura-pura pingsan tapi penglihatan Alan sudah sepenuhnya melihat kondisi parah yang istrinya alami. Lututnya terasa lemah hingga terjatuh mencium aspal jalan tiba-tiba turun salju di waktu yang sangat tidak terduga seketika membuat Hayamura merasa bahagia melihat moment tersebut.


Alan merangkak mendekati Veronica dengan ekspresi menahan tangisannya, mengelus pipi Veronica secara pelan, mendekap Veronica sambil mengeluskan pipinya ke pipi istrinya disertai pecah tangisan yang langsung membanjiri wajah Veronica sontak masyarakat Shibuya dari dekat menyaksikan akting Alan langsung terharu dan ada yang berusaha untuk menutup ekspresi sedihnya.


Adegan di tutup dengan Alan menangis sambil memeluk Veronica.


"Wrap!" teriak Hayamura sambil menyuruh para kru film untuk memeriksa kondisi Veronica


Memaksa tubuh kembali normal. Sukses!


Veronica membuka kedua matanya sambil terharu melihat akting Alan yang terasa sangat nyata sedangkan Alan menyentuhkan keningnya ke Veronica disertai senyuman lembut. Para masyarakat Shibuya menangis melihat akting Alan yang sangat menghayati karakter Christopher di saat adegan seperti itu seketika membuat Alan panik melihat mereka menangis sehingga berusaha untuk membuat semuanya kembali tenang dengan alasan itu adalah akting.


[Ting!]


Misi akting khawatir, cemas, panik dan takut secara bersamaan sampai menghayati karakter Christopher dengan reward berupa Skill Pesona Tubuh telah berhasil diselesaikan!


Memulai proses pemberian Skill Aktor. Sukses!


Skill Pesona Tubuh telah berhasil didapatkan. Skill tersebut bisa menampilkan puncak pesona dari seorang pria dalam berakting dan membantu perkembangan tubuh Aktor sebanyak 5% setiap menyelesaikan misi latihan eight pack.


Memproses Tubuh eight pack. Sukses!


Angka proses mencapai 5%


Proses Status Aktor Alan. Sukses!


TUBUH : 95%


SUARA : 95%


KONSENTRASI : 95%


IMAJINASI : 95%


OBSERVASI : 95%


EMOSI : 95%


PIKIRAN : 95%


PENGHAYATAN : 92%


SKILL AKTOR : Virtual Script, Stage Mastery, Penjiwaan Akting, Acting Mastery, Pesona Tubuh


TITLE: Professional Actor


Telah sukses diperbarui!


Bersambung...