THE ACTOR

THE ACTOR
The Actor



#Episode 1


"Song Yoooooonnnaaaa'" teriakan nyonya song menggelegar di ruangan wanita berusia 30 tahun itu.


"Mau sampai kapan kau tidur, cepat bangun. Pantas saja jika kau belum mendapat pekerjaan di usia mu ini." Omel sang ibu.


"Ummhhh"song yoona mengeliat.


"Aku bukan nya tidak dapat pekerjaan bu. Aku adalah seorang penulis." Ucapnya masih dengan mata terpejam.


"Penulis yang bahkan sampai setua ini karyanya belum di terbitkan. Menyedihkan"


"Hei ibu. Berhenti meledek ku. Aku pasti akan berhasil. Pasti itu. Ibu akan menyesali segala umpatan ibu selama ini. Lihat saja."cetus song yoona kesal.


Ibu nya tidak menghiraukan ucapan putri nya itu.


"Cepat bangun. Kau ada kencan buta pukul 10 nanti."


"Apa! Kencan buta lagi? Aku sudah bilang kan ibu. Aku tidak mau. Aku tidak mau menikah."


"Setidaknya jadilah anak berguna dengan menjadi istri orang. Dengan begitu ibu bisa lega."ucap ibu yoona dengan ketus.


Yoona nampak kesal mendengar ucapan ibu nya. Setiap hari ibu nya terus memaksa dia agar menikah.


Di tempat lain sang aktor tak kalah kesal nya. Ya kesal karena harus berpura pura.


"Cut! Cukup dulu hari ini. Kalian sangat hebat, terutama kau shin kim" ucap sutradara di lokasi shooting.


Shin kim nampak tersenyum. Lelah...tentu saja, shooting tiada henti setiap hari nya, memaksa dia terus tersenyum di depan fans yang selalu menantinya.


"Shin kim. Shin kim. Shin kim oppa, kau sangat tampan." Teriak para fans itu.


Meski lelah shin kim tetap berusaha untuk tersenyum.


"Ka, tolong kosongkan jadwal ku besok ya." Ucap shin kim pada manager nya.


Di tempat lain di rumah song yoona.


"Song yoona! Anak nakal itu. Kemana dia pergi? Dia tidak menjawab telephon juga tidak menghadiri kencan buta. Mau di taruh di mana muka ku ini pada nyonya lee. Awas kau anak nakal." Geram nyonya song.


*Di kampung nelayan


"Hahahaha...akhirnya aku bisa lepas dari wanita galak itu😁. Baiklah, sekarang aku bisa bebas berimajinasi di sini. Hehe." Song yoona nampak senang bisa berada di tempat yang sangat nyaman dan pemandangan begitu indah.


"Silakan di sebelah sini kamar nya." Seorang pegawai penginapan mempersilakan song yoona memasuki kamar nya.


Keesokan hari nya, shin kim telah sampai di tempat yang ia tuju.


"Akhirnya bisa menghirup udara segar tanpa seorang pun mengenaliku. Baiklah... Mari kita mulai."


Song yoona masih berdiam diri di kamar.


"Baiklah, aku berniat menulis tapi kenapa rasa cinta ku terhadap selimut ini lebih besar" ucap song yoona di dalam selimut tebal nya.


"Dingin sekali" Song yoona bangun dan keluar dari kamar nya menuju beranda. Di lihat nya sekumpulan orang sedang asyik bergurai sambil makan di pinggir pantai.


"Baju apa itu, aneh sekali." Song yoona segera masuk ke dalam, mencuci muka, menggosok gigi, lalu bergegas keluar menghampiri sekumpulan orang tersebut.


"Hey...sedang apa kalian? Boleh aku bergabung?"


"Wah. Nona cantik sekali. Mari mari, kita sedang sarapan nasi dan ikan kukus. Coba cicipi." Ucap salah seorang dari kumpulan itu.


Di antara mereka ada satu orang yang sangat mencolok sekali. Tidak terlihat seperti orang di kampung ini, Badanya tinggi, wajah nya tertutup topi pantai. Memakai baju yang sama dengan orang orang itu. Song yoona yang penasaran lantas mendekati nya.


"Hay, apa kau dari kota? Hay...Liat aku. Jangan mengacuhkan ku. Heeyy" Song yoona menarik bahu pria tersebut dan topi nya terlepas.


"Kauuuu! Kau kan...." Sebelum Song yoona menyelesaikan ucapan nya si pria langsung menarik nya menjauh dari orang orang.


"Gawat jika dia membuka identitas ku di sini" Batin si pria yang tak lain adalah Shin kim.