
[Pulang Dari Kencan]
Alan mengantarkan Veronica ke hotel yang merupakan tempat tinggalnya selama syuting di Shibuya tiba-tiba Veronica memegang tangan kiri Alan sambil mengelusnya.
"Antar aku sampai kamar!" minta Veronica tanpa berani melihat wajah Alan
Alan menjawabnya dengan berjalan di samping Veronica kemudian mereka berdua masuk hotel lalu naik lift menuju lantai lima ketika sudah sampai, Veronica menarik Alan menuju kamar nomor 25. Alan bingung dengan sikap aneh yang Veronica perlihatkan bahkan di dalam kamar hotel, dia memeriksa setiap sudut ruangan untuk memastikan sesuatu.
"Vero, apa ada masalah dengan kamarmu?" tanya Alan sambil berdiri di depan pintu kamar hotel
[Menarik Tangan Alan]
[Menutup Pintu]
Veronica langsung meletakkan Alan di sofa sembari dia pergi ke kamarnya untuk melakukan sesuatu.
Mungkinkah~ (Emoji Kaget)
"Apa maksud dari emoji itu?" gumam Alan sambil merasakan kantuk karena sangat lelah
[Suara Langkah Kaki]
Mata Alan membuka perlahan lalu memperlihatkan Veronica berada di depannya dengan memakai kaos pendek yang membentuk dua gunung serta lekukan lehernya terlihat jelas dilanjutkan dengan mengenakan hot pants seketika memperlihatkan bentuk kaki ramping, halus dan perpaduan kaos pendek dengan hot pants membuat bagian perutnya terlihat.
"Alan...mau lanjut?" tanya Veronica dengan membulatkan tekadnya sambil menahan rasa malu
Sudah saatnya~ (Emoji Senyum Lebar)
[Mengantuk]
"Vero kau sangat manis dan cantik mengenakan pakaian itu...." ucap Alan dengan nada lembut
[Deg-degan]
Ucapan itu seketika menarik Veronica untuk melangkah pelan mendekati Alan sebagai kode persiapannya. Jantung Veronica berdegup kencang hingga napasnya tidak bisa dia atur, mata melas Alan serta senyuman tulusnya semakin membuat Veronica tergoda. Saat Veronica sudah sangat dekat dengan Alan yang hanya duduk sontak Veronica ingin mencium Alan sebagai pembukaan kini dia sudah benar-benar membulatkan tekadnya untuk terus maju.
Bibir mereka berdua mulai mendekat dengan napas Veronica semakin panas.
[Menutup Kedua Matanya]
"Memakai pakaian seperti itu bisa membuatmu kedinginan~" Zzzzz
[Berhenti]
[Membuka Kedua Matanya]
Alan tertidur lelap dengan Veronica terkejut melihatnya, bibir mereka berdua sudah sangat dekat dan Veronica sudah mempersiapkan tekadnya tetapi Alan tidur dengan ucapan cemas kepada pacarnya. Veronica tersenyum lembut melihat Alan sedang tertidur lelap, dia menyentuhkan keningnya sambil membaringkan tubuh Alan di sofa seketika Veronica mengurungkan niatnya.
"Vero, sikapmu benar-benar mirip seperti ibumu!" ucap Hayamura dari awal berdiri di depan pintu
[Terkejut]
[Melihat Ke Belakang]
"Aaa-ayah!" gugup Veronica dengan ekspresi terkejut
[Mendekati Veronica]
"Sayang sekali prosesnya harus berhenti sekarang juga!" ucap Hayamura sambil memukul kepala anaknya dengan pelan
"Sejak kamu menyuruh Alan untuk duduk di sofa!" jawab Hayamura sambil menatap datar anaknya
[Melempar Bantal]
"Ini privasiku!" teriak Veronica dengan ekspresi malu dan kesal
"Hahaha, masih terlalu dini untukmu melakukannya kalau bisa lakukan saat nikah saja!" nasehat ayahnya sambil teringat kenangan bersama istrinya
Veronica kesal terhadap ayahnya.
"Kedatangan ayah hanya ingin memberitahu permintaan dari seseorang tapi Alan sedang tidur nanti pagi saja, aku menjelaskannya. Vero jangan terlalu cepat, Alan masih mempunyai mimpi yang harus dia kejar. Kamu harus mendukung impiannya tersebut sampai lamaran muncul dengan sendirinya. Ayah benar-benar terkejut betapa cintanya kamu kepada Alan!" ucap Hayamura sambil mengelus kepala anaknya
"Berisik, padahal aku hanya ingin menggoda Alan!" ucap Veronica sambil memalingkan wajahnya
"Vero tidak akan bisa menyembunyikan niat yang sebenarnya karena sikapmu sangat mirip dengan mendiang ibumu!" ungkap Hayamura sambil rindu sosok istrinya
[Veronica Hanya Diam]
"Sepertinya kamu sudah mengungkapkan masa lalu itu kepada Alan!" ucap Hayamura sambil duduk di samping kiri sofa
"Iya, aku sudah menceritakan semuanya!" balas Veronica sambil duduk di samping kanan sofa
[Mengantuk]
Mata Veronica seketika terasa berat dengan rasa kantuk membuatnya selalu menutup kedua mata kemudian dia tertidur di sofa dengan Alan sebagai bantal. Hayamura menutup kedua matanya dengan posisi duduk, dia jadikan posisi tidur seketika kamar hotal nomor 25 menjadi tempat tidur bersama.
Pagi harinya. Alan terbangun dengan meregangkan tangannya ke atas sampai di buka lebar sontak dia terkejut melihat Veronica tidur dengannya bahkan Alan tidak sengaja melirik belahan surga yang langsung menyegarkan kedua matanya. Namun, pakaiannya tercium bau liur seketika keberadaan Hayamura sedang tidur posisi duduk dengan air liur mencair di sofa sepanjang malam sampai basah.
[Terbangun]
"Ternyata Alan kirain siapa!" ucap Hayamura sambil menatap Alan yang kemudian dia menguap
Veronica ikut terbangun dengan memperlihatkan penampilan seksi seketika membuat Alan hilang fokus dengan langsung mengenakan selimut ke Veronica. Hayamura langsung berdiri sambil memberikan kartu ijin yang dia buat untuk Alan dan Veronica agar bisa masuk ke studio lain.
"Alan, Veronica kalian selama tiga minggu akan berada di Terralite Entertainment Studio untuk bermain peran bersama Haruchiyo Uzumi. Sutradara Tokinawa adalah sahabat lama saya, dia meminjam kalian berdua untuk membantu pembuatan filmnya. Aku menerima permintaan ini karena kamu bisa melatih diri serta melihat seberapa hebat Aktor Uzumi, sebelum syuting film kita di mulai maka ambil yang bisa kamu dapatkan di sana jangan kembali dengan tangan kosong!" ucap Hayamura sambil tersenyum
[Senang]
"Terima kasih banyak Mura-san. Vero, mari kita siap-siap berangkat ke studio Aktor Uzumi!" ucap Alan dengan ekspresi semangat
Alan menarik Veronica ke kamar mandi.
"Mau mandi bareng?" tanya Veronica dengan wajah bangun tidur
"Alaaan!" teriak Hayamura dengan ekspresi marah
"Maafkan saya, Mura-san!" teriak Alan sambil menunduk di depan Hayamura
Alan terlalu bersemangat. Setelah itu, mereka berdua telah sampai di Terralite Entertainment Studio dengan Sutradara Tokinawa menyambut kedatangan Alan dan Veronica bahkan Haruchiyo Uzumi menghampiri mereka berdua sambil mengulurkan tangannya sebagai bukti kalau dia meminta bantuannya.
"Mohon bantuannya selama tiga minggu, Alan!" ucap Uzumi dengan senyuman tenangnya
[Menjabat Tangan Uzumi]
"Mohon bantuannya juga, Uzumi!" ucap Alan dengan ekspresi semangat
Bersambung...