THE ACTOR

THE ACTOR
Bab 34: Adegan Kemarahan Bos Mafia. Bagian 1



Malam hari dengan cuaca yang sangat dingin mengharuskan semua kru film memakai pakaian setebal mungkin demi menghangatkan tubuh mereka selama proses syuting film terjadi karena salju sudah mulai menebal, membuat proses persiapan menjadi sedikit lama dari biasanya.


[Dering Ponsel]


Veronica mengangkat panggilan telepon yang berasal dari ayahnya. Hayamura menyuruhnya untuk menuju kantor polisi Shibuya karena lokasi syuting film akan dilakukan di tempat tersebut, Veronica menuju kantor polisi Shibuya bersama dua temannya ingin ikut untuk melihat syuting film tersebut. Sesaat mereka sampai di tempat yang sudah ditentukan tiba-tiba Tanaka datang lalu menarik Veronica untuk segera mendapatkan makeup dan kostum.


Saat Veronica ingin masuk ke dalam ruangan tiba-tiba dia menabrak seseorang sebelum jatuh, tubuhnya ditangkap oleh pria tersebut. Aroma tubuh yang sangat familiar untuk Veronica, memegang otot lengan yang sangat tebal serta tangan kirinya menyentuh otot dada dari pria itu.


"A-alan!" ucap Veronica sambil menatap Alan dengan ekspresi terpesona


"Seminggu ini kamu ke mana saja, Vero?" tanya Alan dengan ekspresi kesal


Menyentuh tubuh Alan yang sudah menyelesaikan latihan eight packnya seketika membuat Veronica menahan mata untuk tidak selalu menatap setelan mafia yang Alan kenakan karena dia terlihat sangat keren. Terlihat bentuk tubuh seperti biasanya tetapi saat Veronica menyentuh kedua hal tadi, dia langsung membayangkan bentuk dada dan lengan dari balik setelan mafia yang Alan pakai.


[Udara Memanas]


"Uwaahh, panas sekali di sini!" ucap Veronica sambil memalingkan matanya


"Ehhh~" Alan bingung melihat sikap Veronica


Veronica langsung meninggalkan Alan dengan dia pergi melakukan makeup dan memakai kostumnya, sekali lagi dia melirik Alan sontak getaran matanya terlihat sangat jelas karena pesona Alan terlihat sangat berbeda lalu Veronica teringat dengan perkataan istri Machiko, mengatakan kalau pesona pria akan berada di puncaknya ketika mereka berhasil membentuk tubuh yang sempurna untuk dilihat perempuan sehingga Veronica diberikan saran agar menahan dirinya.


[Berdebar-debar]


Veronica berusaha menahan diri selama proses syuting film terjadi seketika Hayamura datang dengan memberitahu kepada mereka berdua bahwa persiapan syuting film telah selesai. Adegan kemarahan bos mafia akan segera di mulai dengan Alan berada di posisi luar pintu ruangan interogasi, kru film sudah pada posisi mereka, Veronica bersama dua temannya menyaksikan proses syuting film tersebut.


Awalnya dua teman Veronica menganggap Alan sebagai pacar dengan rating biasa saja untuk Veronica sebab tidak ada yang menarik kecuali tampangnya. Hayamura memanggil dua polisi yang berakting saat adengan kesedihan bos mafia, di sini bentuk tubuh Alan memang tidak terlihat jelas karena Hayamura sudah memastikan awal film sama sekali tidak memperlihatkan bentuk tubuh Christopher bahkan saat adegan ranjang pada awal film.


Hayamura ingin membuat sebuah kejutan lalu dia berteriak untuk memulai syuting filmnya, Alan menurunkan topi mafia untuk menutupi kedua mata dan ekspresinya selama melakukan itu seketika Sistem Actor mengaktifkan Skill Penjiwaan Akting.


Dua polisi tadi membuka pintu ruangan interogasi.


"Tuan Christopher, silahkan masuk!" ucapnya sambil mempersilahkan Alan masuk


[Masuk Ruangan]


Skill Virtual Script dengan Improvisasi Total untuk Skenario dan Naskah Film diaktifkan!


Skill Stage Mastery dengan 5x lipat diaktifkan!


Skill Acting Mastery telah berhasil diaktifkan!


Menggabungkan tiga skill secara bersamaan. Sukses!


"Tch, sudah kubilang kalau...."


Suasana seketika berubah dingin padahal tadi terasa sangat hangat bahkan pelaku, kru film dan Hayamura langsung dibuat merinding dan gemetar karena Alan mampu membuat karakter Christopher sama seperti di adegan kesedihan bos mafia.


"Yoo, bagaimana kabarmu setelah melukai istriku?" tanya Alan sambil melepaskan topi mafianya


Tatapan datar dengan penuh kekosongan tapi terisi penuh oleh amarah, kantung matanya terlihat sangat lelah hingga membentuk garis hitam, tubuh lesu dan tidak bersemangat, ekspresi frustasi dicampur depresi sehingga membentuk kepribadian tenang dan dingin.


Sekali lagi mereka melihat Christopher yang sudah tenggelam dalam emosi. Pelaku itu sama sekali tidak mampu menjawab pertanyaan yang Alan berikan sehingga Hayamura merasa kesal tapi Alan melakukan improvisasi yang tidak terduga. Sebelum syuting film, Hayamura mengatakan kalau pria yang memerankan pelaku dari kecelakaan sudah di bayar mahal untuk memerankan tanpa CGI sehingga Alan boleh melakukan apa pun itu kecuali membunuh.


Menembak kaki pelaku tersebut sampai berdarah dan menjerit kesakitan, Hayamura langsung berdiri dengan ekspresi terkejut melihat Alan tanpa segan mengeluarkan pistol yang merupakan properti syuting film. Kedua teman Veronica ketakutan melihat ekspresi datar penuh dengan amarah bahkan Veronica bisa merasakan kemarahan yang tidak bisa diukur lagi.


[Menjerit Kesakitan]


[Memaksa Masuk Ruangan]


"Tuan Christopher, apa yang sedang terjadi?" tanya polisi tersebut sambil terkejut melihat darah di lantai interogasi


Pelaku itu menangis sambil memegang kakinya.


"Apa yang kamu lakukan. Ini tidak sesuai dengan...."


[Menembak]


[Menarik Rambut Pelaku]


"Ini sesuai bayaran yang kamu terima, bukan?" tanya Alan sebagai tanda buat pelaku biar tetap dalam karakternya dan kalimat tersebut bermakna untuk pelaku menerima apa yang sudah dia perbuat


Hayamura keringatan melihat akting Alan, dua teman Veronica ketakutan seperti melihat aslinya, kru film sama sekali tidak boleh melepaskan pandangan mereka untuk merekam semuanya. Bayaran tinggi dan kontrak perawatan sudah Hayamura tanggung bahkan pistol properti syuting film tersebut bukanlah peluru asli melainkan peluru buatan sehingga lukanya hanya akan mengeluarkan darah sebab merobek kulit luar sampai dalam tanpa peluru masuk ke dalam daging.


[Ketakutan]


"Membunuhku berarti informasi hilang!" teriak pelaku sambil menangis, kesakitan, dan takut bercampur aduk di wajahnya


Alan mengambil kursi lalu duduk sambil mencekik leher pelaku. Di sini ekspresi sempurna dari seorang karakter Christopher dengan sifat asli yang sudah lama terpendam akhirnya keluar sebagai bukti bahwa dirinya adalah Bos Mafia.


"Membunuhmu?


Memangnya perlu?


Yang kuinginkan saat ini adalah menyiksamu!" ucap Alan dengan ekspresi datar dan dingin


Alan mengetahui bahwa meja interogasi merupakan properti syuting film sehingga dia menarik rambut pelaku yang kemudian Alan pegang belakang kepalanya lalu menghantamkannya ke meja berkali-kali hingga darah buatan di balik cat meja interogasi mulai beraksi.


Pelaku berdiam diri tanpa melawan dengan Alan terus-menerus menghantamkannya kepalanya ke meja hingga jeritan dari pelaku sama sekali tidak terdengar lagi. Polisi yang menyaksikannya hanya bisa merinding sambil ketakutan melihat ekspresi Alan yang sangat tidak peduli dengan apa yang akan terjadi kepada pelaku tersebut.


"Dua puluh satu!" ucap Alan sambil menghantamkan kepala pelaku ke meja dengan keras


"Dua puluh dua!" melakukannya lagi


"Dua puluh tiga!" melakukannya lagi


"Dua puluh empat!" melakukannya lagi dengan lebih keras


"Dua puluh...."


[Berhenti]


"Bekas Gedung Pusat Shibuya, bosku berada di sana!" ucap pelaku itu dengan wajah penuh dengan darah


Darah asli keluar dari pelaku, dia tidak sanggup untuk melanjutkan aktingnya lagi sehingga keluar dari skenario dan naskah film dengan memberitahu lokasi yang menyuruhnya. Alan melempar tubuh pelaku sampai menghantam dinding kemudian mengeluarkan ponsel dari saku celananya lalu menghubungi dua bawahan kepercayaannya.


[Volume Suara Nyaring]


"Halo, Tuan Christopher anda di mana?" tanya bawahannya


"Bawa mobil sekarang ke kantor polisi Shibuya, bawa rekanmu sekalian!" jawab Alan sambil menarik rambut pelaku itu lagi kemudian menyeret tubuhnya yang sudah terlanjur pingsan


Dua polisi hanya diam sambil menyaksikan kemarahan bos mafia. Hayamura langsung menyuruh dua bawahan Alan untuk membawa mobil yang merupakan properti syuting film dengan beberapa menit saja, mereka datang untuk menjemput Christopher.


"Antar aku ke bekas Gedung Pusat Shibuya!" ucap Alan tanpa memperlihatkan ekspresi apa pun karena dia memakai ekspresi yang sama dari awal mula akting


Alan melepaskan pelaku hingga membiarkannya terbaring di aspal jalan.


"Apa yang akan kita lakukan kepadanya?" tanya bawahan Alan


"Bawa dia ke tempat penampungan Anjing jenis Rottweilers. Ini perintah Christopher langsung, suruh bos di sana untuk menjadikannya makanan untuk peliharannya!" jawab Alan tanpa simpati


[Merinding]


"Siap, saya akan melaksanakan perintah anda!" ucap bawahan Alan dengan tegas


Saat mobil berjalan menuju bekas Gedung Pusat Shibuya seketika Hayamura langsung teriak Wrap sebagai tanda syuting film telah berhasil kemudian Hayamura menyuruh kru filmnya untuk membawa pelaku menuju rumah sakit agar mendapatkan perawatan.


Tiba-tiba Alan di bawa kembali oleh mobil bawahannya kemudian dia langsung bertanya ke Hayamura mengenai pelaku yang sudah dia siksa saat akting untuk segera meminta maaf. Hayamura memberitahukannya kemudian Alan langsung menuju rumah sakit hingga semua orang yang menyaksikan akting Alan sama sekali tidak percaya kalau yang berperan adalah Alan karena semua kru film, Veronica dan Hayamura seperti secara langsung melihat Christopher.


Bersambung...