
Setelah syuting film kemarin, Alan kembali fokus latihan bersama Machiko dengan menyelesaikan setiap latihan yang sama. Sesuai jadwal, Alan mampu menyelesaikannya tepat 55 menit dengan dia saat ini sedang mengistirahatkan tubuhnya tiba-tiba Machiko mendengar suara langkah kaki dari pendatang baru.
[Membuka Pintu]
Para member perempuan Venus Gym terpukau melihat kecantikan dan seksinya Veronica memakai pakaian olahraga ketat yang cocok untuk melakukan latihan gym bahkan member pria Venus Gym langsung teriak bersemangat hingga memamerkan ototnya. Alan bingung dengan keributan itu sehingga muncul rasa penasaran untuk melihatnya, saat mata sepenuhnya mengarah ke penampilan Veronica sontak membuat Alan meneguk air liurnya.
"Wow, it's so hot!" ucap Machiko dengan tatapan gagah melihat perut Veronica
[Melempar Botol Minuman]
Alan melempar botol minumnya tepat mengenai belakang kepala Machiko sambil mengambil handuk untuk menutupi tubuh Veronica dari para manusia berotot yang terus-menerus memamerkan otot kekarnya.
"Menjauh kalian para kaum adam!" teriak Alan dengan ekspresi marah disertai kepalanya terasa sangat panas
Veronica langsung dipancing oleh member perempuan Venus Gym untuk melaksanakan aksinya sekarang karena itu adalah waktu yang sangat tepat seketika Veronica menghembuskan napas secara perlahan sambil membulatkan tekad agar dapat menahan rasa malunya. Untuk hari ini saja, Veronica harus menjadi wanita nakal sesuai ajaran member perempuan Venus Gym agar dapat melihat Alan tergoda oleh pesona tubuhnya.
"Alan, mari latihan bersama sebelum syuting film di mulai!" ucap Veronica di samping telinga kanan Alan dengan hembusan napas yang hangat
[Meneguk Air Liur Lagi]
"Ba-baiklah, ma-mari ki-kita la-latihan bersama!" ucap Alan dengan ekspresi gugup
Mereka berdua latihan bersama dengan Veronica terus meminta Alan untuk mengajarinya melalui sentuhan tubuh seperti mengendalikan boneka. Hembusan napas Alan selama latihan membuat Veronica tidak bisa fokus kepada latihannya sehingga beberapa menit terlewati dengan mereka berdua masih tetap di satu latihan saja.
Kepala Alan terasa ingin meledak ketika kulitnya menyentuh punggung, tangan dan bagian bawah sungguh tidak bisa di ajak kerja sama sehingga Alan berusaha mati-matian untuk tidak membiarkan pedang tumpulnya menyentuh apa pun itu karena sedikit kesalahan akan membuatnya terbunuh oleh Hayamura.
Machiko langsung melihat ke arah pedang tumpul Alan sedang beraksi.
"Pffttt, apa itu!" ucap Machiko sambil menunjuk jarinya ke pedang tumpul Alan dengan menahan tawanya
Sesaat Veronica ingin melihat Machiko tiba-tiba Alan berdiri dari posisinya sambil melempar botol minum tepat mengenai wajah Machiko
"Diamlah!" teriak Alan dengan ekspresi kesal
Tiba-tiba member perempuan Venus Gym memberikan jempol kepada Veronica walaupun dia sama sekali tidak mengetahui maksud pemberian jempol tersebut tapi dia berpikir kalau tujuannya telah berhasil. Alan meminta kepada Veronica untuk memberhentikan proses latihannya lalu mulai bersiap-siap kembali ke studio sewa. Namun, sebelum itu Alan ke toilet sambil mencelupkan kepalanya ke genangan air di wastafel dengan cara menutup saluran pembuangannya.
Alan melakukan itu untuk mendinginkan kepalanya. Sesaat mereka sudah selesai berlatih tiba-tiba Tanaka datang dengan sendirinya untuk menjemput mereka berdua. Alan berterima kasih atas bantuan latihannya sedangkan Veronica berterima kasih atas saran dari member perempuan Venus Gym seketika Alan mengetahui asal sifat nakal yang Veronica lakukan.
[Masuk Ke Mobil Van]
Alan, Veronica dan Tanaka menuju rumah sakit yang Hayamura jadikan sebagai lokasi syuting film dengan dia sudah mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang. Saat sudah sampai tiba-tiba banyak sekali kerumunan masyarakat Shibuya yang sudah menunggu kedatangan mereka berdua terutama keluarga Alan juga ikut serta untuk menyaksikan aktingnya.
Alan sangat bersemangat dengan kehadiran mereka terutama adiknya yang sudah terlihat cukup dewasa sampai mengeluarkan aura wanita seketika Alan memeriksa keadaan sekitar jika ada yang melihat adiknya.
"Rena, apa kabarmu?" tanya Veronica menyapa dengan senyuman
[Memeluk]
"Kak Vero, aku sangat senang bisa melihatmu lagi!" ucap Rena tanpa menjawab pertanyaan Veronica
Terlihat kalau Veronica sangat akrab dengan keluarga Alan sehingga dia bingung sejak kapan Veronica berhubungan baik dengan keluarganya tapi Alan tidak akan mengungkit permasalahan tersebut karena dia senang melihat keberadaan Veronica diterima oleh keluarganya.
Beberapa menit, Alan dan Veronica telah siap untuk berakting kemudian Hayamura menyuruh kru film agar segera bersiap di posisi mereka. Sekarang yang akan menjadi sorotan kamera adalah Alan dengan dia berada di sebuah ruangan dokter yang sudah mengoperasi Maria.
"Kamera ready and action!" ucap Hayamura
Adegan di mulai dengan Alan memanfaatkan lima detik untuk masuk ke penjiwaan akting, saat itu Hayamura mulai bersemangat. Dokter yang mengoperasi Maria pasca kecelakaan terjadi langsung memberikan berkas mengenai kondisi Maria.
"Tuan, saya sudah mengeluarkan seluruh kemampuan untuk istri anda dengan hasil keselamatannya tercapai. Namun, kondisi Nyonya Maria sangat mengkhawatirkan sebelum saya menjelaskannya secara detail maka Tuan Christopher harus menerima kondisi Nyonya Maria yang sekarang!" minta dokter sambil mengumpulkan berkas di tangannya
Kantung mata Alan sudah di makeup sehingga terlihat sudah menangis semalaman tanpa henti bahkan Alan mampu menampilkan ekspresi sedih yang teramat dalam disertai ekspresi depresi berat dengan berusaha untuk mendengarkan penjelasan kondisi Maria.
"Beritahu semuanya!" ucap Alan dengan nada pelan sambil menyatukan jari tangannya
Hasil rontgen kedua kaki Maria yang merupakan properti syuting film diperlihatkan kepada Alan.
"Nyonya Maria mengalami Paraplegia. Kondisi tersebut disebabkan hilangnya fungsi gerak dan fungsi indra akibat gangguan pada otak atau saraf tulang belakang yang mengendalikan otot panggul dan tungkai sehingga istri anda tidak bisa berjalan lagi!" ucap dokter tersebut sambil melanjutkan hasil rontgennya
Alan menampilkan ekspresi diam dengan tatapan matanya terasa sangat kosong, dia mengandalkan telinga saja untuk mendengar penjelasan dokter tanpa melihat hasil rontgen. Dokter mengambil hasil rontgen kepala kemudian menjelaskannya dengan berat hati.
"Akibat dari kecelakaan tersebut mengakibatkan Nyonya Maria mengalami cedera otak traumatik. Istri anda bisa melewati masa koma tetapi mengalami amnesia, ketidakmampuan berbicara atau memahami bahasa, kesulitan konsentrasi dan kebingungan mental. Saya berharap istri anda mendapatkan keajaiban dan diperlukan usaha anda untuk membuat ingatannya kembali!" ucap dokter sambil terkejut melihat ekspresi Alan
Tatapan Alan terasa mati. Dada Hayamura seketika terasa sesak melihat ekspresi Alan yang sungguh menghayati kondisi Maria lalu adegan berlanjut dengan Alan berjalan sempoyongan keluar dari ruangan dokter sambil berusaha mencapai kamar istrinya.
Saat itu dua bawahannya tidak tahan melihat mental bosnya yang sudah hancur lembur ketika mengetahui kondisi Maria. Mereka berusaha untuk membantu Alan agar dapat mendekati Veronica yang sedang terbaring dengan alat bantu pernapasan, alat detak jantung dan transfusi darah terpasang di lengan. Alan tidak mampu melihat kondisi Maria sehingga dia keluar kamar sambil pergi ke atap rumah sakit sesuai yang Hayamura inginkan.
Pintu atap rumah sakit ternyata tertutup rapat karena kesalahan kru film sontak dua polisi ingin memberhentikan akting tetapi Hayamura meminta mereka berdua untuk terus lanjut. Di situ, Alan berdiri tegak di depan pintu atap rumah sakit dengan dua dinding berada di kanan dan kiri. Hayamura pasti mengetahui kalau Alan akan melakukan improvisasi mengenai kesalahan kru film tersebut sehingga dia menunggu hal menarik yang dapat Alan berikan.
"Tuan Christopher menurut bukti yang kami dapatkan. Nyonya Maria mengalami kecelakaan yang sudah direncanakan melalui interogasi yang kami lakukan kepada pelaku, dia mengatakan kalau dirinya adalah orang suruhan tapi dia tidak memberitahu siapa bosnya!" ucap polisi tersebut
"Tuan Christopher kami kepolisian akan mencari tahu lebih dalam mengenai bos dari pelaku tersebut. Ini balas budi kepolisian terhadap Tuan Christopher yang terus melindungi serta memberantas penjahat yang menyatakan dirinya sebagai gangster!" ucap rekan polisi yang tadi berbicara sebelumnya
Hayamura belum melihat improvisasi yang akan Alan lakukan ketika dua polisi itu mulai membalikkan badan tiba-tiba suara keras menghantam pintu atap rumah sakit hingga Hayamura beserta kru film terkejut melihat aksi Alan yang melukai dirinya sendiri.
Dia menghantamkan kepalanya ke pintu atap rumah sakit yang terbuat dari besi hingga bentuknya menyerupai lingkaran ke dalam akibat benturan kuat yang Alan lakukan. Hayamura ingin memberhentikan syuting film karena Alan melakukan akting terlalu berlebihan tetapi saat Alan membalikkan badannya tiba-tiba dua polisi yang menatap dia langsung terjatuh dengan ekspresi ketakutan bahkan Hayamura dan kru film merinding diikuti gemetar melihat kegelapan seperti menyelimuti amarah Alan, tatapan kosong tapi terlihat penuh amarah disertai darah keluar dari keningnya seketika tangan kanan dia gunakan untuk mengusap darah ke rambutnya bahkan sisa darah yang jatuh Alan jilat.
"Bawa aku ke pelaku tersebut!" ucap Alan dengan ekspresi datar namun penuh dengan amarah
"Wrap!" teriak Hayamura untuk menutup adegan tersebut
Alan kembali normal lagi ketika Sistem Actor memaksakan tubuhnya untuk kembali, saat itu juga Hayamura melihat sisi lain dari Alan ketika akting sehingga satu kata yang dapat Hayamura berikan kepada Alan yaitu Totalitas Akting.
[Sempoyongan]
"Alan bodoh!" teriak Hayamura sambil menggendong Alan untuk diperiksa oleh dokter
Dua polisi itu masih tidak dapat berdiri dari rasa takutnya, dia takut sekaligus kagum melihat akting yang Alan lakukan seketika mereka berdua berniat untuk membeli tiket VIP jika filmnya sudah selesai dibuat.
Bersambung...