
Enam bulan berlalu. Seluruh Jepang mulai gempar dengan hari Program Film World Award Ceremony yang akan dilakukan pada malam hari. Pada akhirnya mereka semua tidak sabar untuk menyaksikan secara langsung Program Film World Award Ceremony tersebut karena saking membludaknya hingga seluruh kursi stadion untuk memeriahkan pemberian Penghargaan FWAC sudah di pesan sampai habis.
[Suara Bayi]
"Ayah tolong bawakan aku popok bayi untuk Sora dan Seira kalau Rena tolong ambilkan air hangat untuk membersihkan mereka berdua, yah!" teriak Veronica yang sekarang terlihat sebagai ibu rumah tangga walaupun begitu penampilannya masih memperlihatkan keimutan dan manisnya
Hayamura bersama Tanaka membawa berbagai jenis popok bayi tepat dihadapan Veronica yang padahal sudah berkali-kali dijelaskan untuk memilih satu jenis popok bayi tapi tidak mereka berdua dengar. Mereka berdua berdebat karena masalah popok bayi hingga Rena datang dengan air hangat untuk kedua adiknya, di situ Rena bersama Veronica memandikan Baby Sora dan Seira yang sudah dapat bersuara imut hingga membuat semuanya merasa nyaman.
Seira adalah kakak perempuan yang duluan lahiran dengan ciri-ciri selalu bersemangat hingga sulit untuk dibuat tidur sampai dia merasa lelah atau minum ASI, baru bisa tidur. Sedangkan, sang adik bernama Sora lebih kalem dan tidak terlalu bersemangat seperti Seira tapi saat melihat kakeknya sontak anak tersebut langsung tidak mau tidur kecuali selesai bermain dengannya.
Untuk Rena adalah salah satu perempuan yang bisa membuat Sora dan Seira berhenti menangis kalau ibunya tidak disampingnya. Melihat wajah Rena saja sudah cukup untuk membuat keduanya tertawa hingga bergerak-gerak layaknya ingin bermain bersama. Sedangkan, Tanaka selalu menjadi pembantu untuk Veronica agar menyelesaikan masalah cucian dan lain-lainnya walaupun begitu, dia melakukannya dengan senang hati karena telah sudah dianggap sebagai keluarga oleh Hayamura.
Namun, keberadaan Alan sama sekali tidak ada di rumah besar tersebut akibat satu bulan ini. Para media sudah mulai mengetahui keberadaannya sehingga dia memilih pisah rumah dari keluarganya agar tidak terjadi sesuatu kepada mereka. Alan berada di kediaman keluarga Haruchiyo, saat ini sedang menganggap semua penggemarnya sebagai pengganggu elit yang memiliki maksud untuk memisahkannya dari Baby Sora dan Seira.
"Sepertinya aku harus menjerumuskan mereka semua ke dalam penjara!" ucap Alan dengan ekspresi serius
"Hey, hentikan niatmu itu. Menjadi terkenal itu memang sulit tapi juga menyenangkan, aku dulu bahkan harus menutup diri selama empat bulan lamanya dari media sosial untuk mengamankan privasiku!" ungkap Uzumi dengan tampilan papa dewasa disertai aura berwibawa
"Empat bulan, mana mungkin aku sanggup menahan untuk tidak melihat wajah Sora dan Seira. Oh iya, aku lupa. Selamat telah menampung bayinya Uzumi!" ucap Alan dengan benjolan di kepalanya
"Kau ini masih sama seperti dulu!" ucap Uzumi dengan nada kesal
"Haha, kalian berdua sama sekali tidak berubah. Terima kasih, Alan dan aku mengerti perasaanmu selama satu bulan ini. Uzumi mungkin buatmu itu baik-baik saja tapi Alan berbeda!" balas Eliyana dengan perutnya mulai membesar
[Menghela Napas]
Alan tiduran di sofa dengan posisi tengkurap karena kangen Sora dan Seira hingga pintu rumah terbuka lebar akibat Fumiyo bersama Oliver masuk disertai napas terengah-engah. Terlihat penampilan Oliver telah kembali seperti dirinya dulu, kedatangan mereka secara mendadak akibat beberapa orang di luar sana mengetahui mereka berdua hingga mengejar untuk mendapatkan lokasi Alan.
"Buset, dah. Alan sebelum acara saja sudah seperti polisi dan maling mungkin malam nanti kamu bisa menghilang dari dunia ini!" ucap Fumiyo dengan dark jokes
[Merinding]
"Hey, kau benar-benar menakutkan diriku!" ucap Alan dengan tatapan ketakutan
"Tenanglah, kediaman Uzumi bagaikan istana yang di luar sana ada tembok besar. Jadi, mana mungkin bisa di tembus!" ucap Oliver sambil duduk di sofa lainnya
Diketahui kalau Oliver dan Fumiyo sudah memiliki tunangan. Eliyana menuangkan teh hangat kepada mereka berempat hingga di satu meja itu, bertiga yaitu Alan, Fumiyo dan Oliver minum sambil melepaskan rasa lelah. Kumpulan bapak-bapak pada satu meja tersebut seketika membuat mereka tertawa karena sudah tidak sadar telah sangat berubah baik penampilan maupun sifat tetapi kebersamaan mereka semakin kuat.
"Malam ini adalah hari untukmu, Alan!" ucap Fumiyo dengan senyuman
"Seharusnya sebelum malam, kita minum bir!" ucap Oliver merasa tidak puas
"Mau dihantam sama istriku?" tanya Uzumi sambil melirik istrinya sontak Oliver menahannya untuk tidak diberitahu
"Satukan gelas untuk melepaskan satu bulan ini. Aku bisa melihat anakku lagi!" teriak Alan dengan penuh semangat
[Tertawa]
Semuanya tertawa karena Alan sama sekali tidak peduli dengan Penghargaan FWAC sebab dia telah menjadi seorang ayah yang sangat mencintai kedua anaknya. Sisa waktu itu, mereka habiskan untuk merayakan pelepasan satu bulan Alan tidak bersama anak dan istrinya. Setelah itu, malam hari telah tiba kini Kevin sebagai penjemput untuk semua yang berhak mendapatkan penghargaan bahkan Oliver juga ikut akibat tampilan hebatnya di Film Agen Rahasia.
Uzumi, Fumiyo dan Eliyana akan ikut hadir pada pemberian penghargaan tersebut bersama yang lainnya seketika Alan bersama Oliver menuju Stadion Tokyo Center untuk mempersiapkan diri. Saat Alan bersama Oliver sampai di tempat tersebut sontak terlihat begitu ramai dan meriah dari seluruh penjuru Jepang beramai-ramai menempati kursi stadion tersebut.
Alan merasa gugup hingga Oliver berusaha membuatnya untuk tetap tenang kemudian para makeup serta pakaian jas rapi diberikan kepada mereka berdua. Beberapa jam kemudian datang keluarga Alan bersama Wakama dan Tokinawa disertai rombongan keluarga Uzumi bersama Fumiyo. Mereka diberikan sebuah tempat VIP oleh pemilik Stadion Tokyo Center hingga pantauan dapat terlihat jelas mengarah ke panggung.
Juri eksklusif Lauren langsung membuka Program Film World Award Ceremony dengan sangat meriah hingga teriakan nyaring sampai membuat Baby Sora dan Seira mengeluarkan suara imut disertai aksi bergerak-gerak seakan-akan ingin ikut memeriahkan suasana.
Alan sudah bersiap di posisinya dengan perasaan gugup masih tertempel di hatinya hingga pernapasan tidak teratur dan ekspresi wajahnya sangat tidak karuan. Oliver tidak sanggup lagi untuk membantu Alan karena waktu pemberian Penghargaan FWAC sudah dijelaskan oleh Lauren dengan Alan sebagai Rookie of the Year. Alan mulai minta bantuan kepada Sistem Actor untuk diberikan super konsentrasi dan sikap seorang ahli hingga Oliver terkejut dengan perubahan tersebut.
Stadion Tokyo Center terdiam ketika kedatangan Alan menuju panggung dengan mic berada di depannya. Lauren sekali lagi menjelaskan kalau Alan adalah Aktor nomor satu di Jepang tapi tidak ada respon dari semuanya hingga perasaan takut akan kacau program tersebut sontak Lauren ingin menghentikannya untuk sementara. Namun, Alan mendekati mic lalu mengucapkan kata "halo" kepada semuanya seketika kemeriahan disambut dengan kembang api disertai foto-foto Alan dalam perannya sebagai Christopher di Film Cintaku Untuk Bos Mafia, Sasaki di Film Super Great Court dan Agen Joseph di Film Agen Rahasia telah memberikan mereka semua gambaran penuh dalam apresiasi terhadap Aktor Alan.
Lauren sampai di bawa terkejut hingga terjatuh ke lantai panggung akibat kemeriahan Stadion Tokyo Center hanya satu kata keluar dari mulut Alan. Menunggu kemeriahan habis seketika Alan mulai menarik napas lalu menghembuskannya sembari menutup kedua mata untuk mempersiapkan diri dalam mengutarakan seluruh isi hatinya.
[Membuka Kedua Mata]
"Untuk hal pertama yang wajib saya beritahu kepada kalian semua adalah tolong jangan ganggu waktu bersama keluargaku. Maaf karena meminta hal ini kepada kalian tapi saya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga saya. Terima kasih banyak karena sudah menjadi penggemar dan memilih saya sebagai Aktor favorit kalian semua dan jujur saya sangat senang hingga sulit untuk dijelaskan tapi tolong lakukan seadanya dan dukung dengan sewajarnya. Penghargaan FWAC, aku tanya apa masih berlaku untukku?" tanya Alan dengan ekspresi serius
Semua orang di seluruh Stadion Tokyo Center tanpa suara tapi memperlihatkan isyarat tangan yang memiliki arti "A" berarti semua setuju dan menerima semua apa yang Alan inginkan karena senyuman lebar dari mereka semua mengartikan kalau Alan benar-benar seorang Aktor favoritnya.
"Kalau begitu julukan Rookie of the Year akan saya terima bersama dengan Penghargaan FWAC. Siapa pun yang ingin merebutnya, silahkan coba tahun depan tapi bersiaplah karena satu Jepang adalah lawanmu bukan aku!" ucap Alan sambil keluar dari panggung
Ungkapan Alan sontak membuat semuanya berdebar-debar hingga kemeriahan dilakukan lagi untuk menutup ucapan Alan bahkan Lauren tidak bisa lagi mengutarakan apa pun karena kemeriahan tersebut diperuntukan kepada Alan sehingga Oliver mendapatkan sisa-sisa dari kemeriahan tersebut tapi dia tidak mempermasalahkannya sebab sudah menduga hal ini akan terjadi. Dia kembali bersama Alan dengan merangkul sebagai sahabat kini Program Film World Award Ceremony diselesaikan secara singkat tapi membuat Jepang bersorak ria.
Akhir cerita Novel The Actor.
Lauren foto dengan Aktor Alan bersama keluarganya, Oliver, Uzumi, Fumiyo lalu Aktris Eliyana dan Aktris Veronica disertai Wakama, Tokinawa, Hayamura dan Tanaka menjadi satu foto terakhir dari kenangan. Enam tahun berlalu, Penghargaan FWAC masih tetap dipegang Alan sebagai pemenang 5x berturut-turut.
[Rumah Besar Keluarga Alan]
[Suara Kamera]
"Kakak memang tidak bisa diam kalau di foto, yah!" ucap Sora dengan ekspresi kesal
Terlihat penampilan cantik dari Seira yang mengenakan pakaian model dengan bola mata birunya membuat siapa pun pasti terpukau dan terpana.
"Kemampuanmu berarti masih kurang, Sora. Moment untuk mendapatkan foto sempurna pasti bisa adikku dapatkan!" ucap Seira dengan senyuman lebar disertai sosok yang periang
Di ruang tamu. Terlihat Alan bersama Veronica dengan tampilan dewasa tapi masih sangat menarik di mata para penggemarnya. Mereka berdua sedang minum teh bersama Hayamura dan ibunya Alan hingga membicarakan cita-cita dari Sora dan Seira.
"Ehhh, cita-cita Sora ingin jadi Fotographer dan Seira ingin jadi model!" ucap Hayamura dengan penampilan tua tapi masih segar disertai ekspresi terkejutnya
"Sepertinya tidak ada yang ingin ikut di jalan profesi kalian berdua!" ucap ibunya Alan dengan senyuman
Sora dan Seira langsung datang ke ruang tamu dengan mereka berdua duduk di sebelah Alan sambil memeluknya.
"Ayah. Sora barusan mendapatkan foto sempurna, coba ibu lihat juga sepertinya adikku ini memang sangat berbakat!" ucap Seira dengan nada suara bersemangat
Veronica mendekati mereka bertiga hingga satu keluarga menyatu dengan satu kamera memperlihatkan penampilan Seira yang terlihat begitu menawan saat cahaya indah di pagi hari menyinari dunia. Satu keluarga tersebut sepenuhnya tersenyum bahagia. The End~
...
Sistem Actor memulai proses memecah belah kepada keturunan Tuan Alan. Sukses!
Sistem Fotographer telah berhasil menyatu ke tubuh Tuan Sora!
Sistem Model telah berhasil menyatu ke tubuh Nona Seira!
Sistem Utama memulai berubah menjadi penasehat. Sukses!
Saksikan perjalanan perjuangan Seira menuju Model Professional dan Sora sebagai Fotographer Professional!
Bersambung di novel baru!