THE ACTOR

THE ACTOR
Bab 37: Adegan Kekejaman Bos Mafia. Bagian 1



Tersisa satu bulan, Hayamura berniat menyelesaikan secepat mungkin tapi membutuhkan seminggu agar mendapatkan properti syuting film untuk dua adegan serta beberapa Aktor Amatir yang siap berakting asli tanpa CGI. Mengenai kabar Alan bersama Veronica yang resmi bertunangan dan akan segera menikah ketika syuting Film Cintaku Untuk Bos Mafia diselesaikan kini kabar tersebut sudah tersebar di media sosial sehingga mendapatkan dukungan penuh dari para penggemar.


Salju sudah mulai stabil dan volumenya sudah semakin sedikit seperti pertanda akan selesai. Lokasi syuting film berada di beberapa tempat Gangster Shibuya sering berkumpul, rumah sakit dan gedung bekas sehingga Hayamura membayar tinggi untuk mendapatkannya bahkan siap mengeluarkan tabungannya agar dua adegan film tersebut diselesaikan secara totalitas sebab dia berpikir kalau film ini akan balik modal atau lebih.


Persiapan syuting film sedang dilakukan oleh semua kru film serta masyarakat Shibuya yang sangat antusias ikut membantu mereka semua bahkan keluarga Alan juga ikut membantu. Sebelum syuting film, Hayamura membicarakan mengenai karakter Christopher yang sangat ingin dia muncul dengan ekspresi negatif sehingga Alan harus membawakan ekspresi lain untuk karakter tersebut memang perintah yang sulit sekali karena mengganti pembawaan akting tapi Alan masih menyanggupi.


Alan meminta waktu untuk sendirian.


"Sistem, apa yang harus aku lakukan agar memenuhi ekspektasinya?" tanya Alan kebingungan untuk memilih ekspresi negatif yang diinginkan Hayamura


Bagaimana kalau saya mengaktifkan Skill Penjiwaan Akting secara penuh. Tuan Alan sudah memerankan Psychopath dan Bos Mafia, saya akan menggabungkan keduanya sehingga menjadi satu karakter sesuai keinginan Hayamura! (Emoji Sembunyi)


Memikirkannya saja membuat Alan merasa takut tapi cara tersebut adalah langkah terbaik untuk merubah karakter Christopher menjadi ekspresi negatif. Skenario dan naskah film menjelaskan kalau Christopher sama sekali tidak mampu menahan diri lagi, setiap dia melihat Maria seketika perasaan dalam dirinya semakin tenggelam ke dasar yang sangat dalam dan semua itu memuncak saat Maria bangun di saat Christopher menjenguknya sembari tidak mengingat suaminya.


Saat itulah Alan harus memberikan adegan kejam Christopher kepada musuh yang mengganggu wilayahnya. Namun, masih ada yang kurang sehingga Alan ingin membumbui kejamnya karakter Christopher dengan perasaan telah kehilangan pasangan hidupnya karena Maria tidak mengingat Christopher. Selama proses persiapan syuting film di berbagai lokasi, Alan fokus ke dirinya untuk memikirkan perasaan tersebut.


Setengah jam berlalu dengan Hayamura memanggil Alan untuk bersiap melakukan makeup dan memakai kostum. Terlihat Alan melakukan konsentrasi tingginya sampai membuat Hayamura terkesan kemudian Alan pergi untuk mempersiapkan dirinya sedangkan itu semua masyarakat ingin sekali menyaksikan proses syuting film tersebut.


Lokasi pertama yang akan dipakai adalah rumah sakit dengan cuaca mendung sehingga mereka harus cepat melakukan syuting filmnya agar hujan turun di waktu yang tepat. Veronica hanya perlu tidur di kasur rumah sakit dengan peralatan medis berada di tubuhnya kemudian Alan yang sudah menyelesaikan persiapannya kini mulai berada di posisi lalu kru film bersiap di posisi mereka tanpa perintah dari Hayamura.


"Action!" teriak Hayamura


Alan memulai aktingnya dengan langkah pelan menuju kamar istrinya selama lima detik sudah Alan perhitungkan. Menampilkan ekspresi tegar seperti sudah merasa tenang ketika selesai melampiaskan kemarahannya, Alan masuk ke penjiwaan akting sehingga dia berhenti di depan pintu dengan perasaan takut melihat kondisi istrinya. Namun, Alan memberanikan diri agar dapat melihat kondisi istrinya ketika sudah berada di depan sambil melihat peralatan medis memenuhi sekujur tubuh istrinya seketika membuat Alan meneteskan air mata.


Hayamura merasa sesak, kru film merasa ingin menangis ketika melihat akting Alan yang pembawaannya sungguh menekan perasaan bahkan penonton di luar merasa tersentuh melihat akting Alan yang tersenyum sambil menangis. Pikiran Alan sudah sepenuhnya melihat Veronica berada di kondisi yang perlu mendapatkan perawatan penuh kemudian Alan duduk di kursi sambil menyentuh tangan Veronica sembari mengelusnya dengan lembut.


Veronica memulai aktingnya dengan bangun ketika tangannya sudah mendapatkan sentuhan dari Alan. Melihat istrinya bangun seketika membuat mata Alan menatap lebar sambil bergetar tetapi sesuai skenario dan naskah film maka Veronica menghayati karakter Maria dengan menatap bingung kepada pria yang menyentuh tangannya.


[Menarik Tangannya]


"Siapa?" tanya Veronica secara singkat dengan ekspresi takut dan bingung di saat bersamaan


Alan menunduk ke bawah sambil melihat telapak tangan yang tadi menyentuh tangan istrinya, menahan ekspresi dan berusaha untuk tetap tenang tiba-tiba hujan turun dengan deras sehingga penonton di luar mulai memakai payung. Alan berdiri dari kursi sambil berjalan keluar rumah sakit dengan tidak memperlihatkan ekspresi di wajahnya ketika berada di luar, Alan pergi ke belakang rumah sakit kemudian bersandar sambil mengangkat wajahnya ke atas langit,


Kru film mandi hujan untuk terus merekam Alan sedangkan Hayamura memantau dari tempat teduh. Alan mulai memikirkan apa yang sudah dia rencanakan kemudian Sistem Actor mulai mengaktifkan skill untuk membantu Alan.


Skill Virtual Script dengan Improvisasi Total untuk Skenario dan Naskah Film diaktifkan!


Skill Acting Mastery telah berhasil diaktifkan!


Skill Penjiwaan Akting secara penuh telah berhasil diaktifkan!


Skill Stage Mastery telah berhasil diaktifkan!


Skill Pesona Tubuh telah berhasil diaktifkan!


Menggabungkan lima skill secara bersamaan. Sukses!


Memulai proses penggabungan peran Psychopath dan Bos Mafia. Sukses!


Hujan membasahi seluruh tubuhnya, Alan bersandar sambil duduk dengan melakukan depresi berat seperti menutupi seluruh wajah dengan kedua telapak tangannya. Sesaat peran psychopath mulai merasuki isi pikirannya hingga bercampur aduk dengan peran bos mafia seketika suasana berubah menjadi mencekam dengan senyum bengis berubah senyum psychopath.


Di sini Hayamura bisa melihat kehancuran jiwa bos mafia yang sudah remuk hanya satu kata keluar dari mulut Maria seketika mengubah mental kejiwaannya sesuai apa yang Hayamura inginkan dari ekspresi negatif kemudian Hayamura menyuruh adegan perawat pria yang ingin melakukan pemerkosaan kepada salah satu pasien perempuannya.


"Lepaskan pakaianmu!" teriak perawat pria tersebut sambil merobek pakaian pasien perempuannya


"Tidak akan ada yang menolongmu!" ucap perawat pria itu


Alan bergerak mendekati pria tersebut kemudian memegang tangan kanannya sontak pria itu berakting dengan ekspresi kesal melihat kegiatannya terganggu. Alan memainkan jari-jemari tangan kirinya sebagai cara menenangkan diri tapi perasaan ingin mencapai kebahagiaan terus meningkat, tatapan kosong penuh dengan amarah disertai menyeringai.


[Merinding Dan Ketakutan]


Pria itu benar-benar merasakan kedua hal tersebut hingga tubuhnya bergerak sendiri untuk menjauhi bahaya yang berada di depannya. Hujan semakin deras hingga membuat Alan memukul kepalanya sebanyak dua kali dengan kuat.


"Ehhh~


Ternyata suara hujan bisa menghilangkan kebisingan ini. Melakukan kejahatan di wilayahku bukankah itu adalah perbuatan yang seharusnya tidak kamu lakukan, ternak!" ucap Alan menatap tajam sambil tersenyum psychopath


Adrenalin perawat pria itu langsung memuncak untuk memukul Alan tetapi serangannya sama sekali tidak mengenai Alan malahan pria itu terjatuh akibat tendangan kuat di kedua kakinya sehingga tubuh terlentang di tanah dengan air hujan membanjiri wajahnya.


Melihat tatapan Alan membuat pria itu gemetar ketakutan.


"Hujan adalah berkah darinya dan dirimu adalah maha karya buatannya, bayangkan bagaimana seorang ternak sepertimu mendapatkan kasih sayangnya. Namun, engkau kurang cantik untuk dipandang olehnya~" ucap Alan sambil menatap marah disertai senyuman lembut yang menyeramkan


Alan mengepalkan tinju kanannya kemudian memukul wajah pria itu mengenai hidung untuk mengeluarkan darah.


[Darah Mengalir]


Ekspresi Alan langsung berubah lagi dengan tatapan datar disertai amarah.


"100 kurang 10?" tanya Alan dengan nada pelan


Tidak menjawab pertanyaan maka Alan memberikan pukulan kuat tepat di wajahnya. Siapa pun yang melihat aksi Alan sudah sangat mengerti bahwa dia telah menjadi sangat kejam.


"100 kurang 10?" tanya Alan sekali lagi


"Sembilan puluh!" jawab pria itu dengan darah keluar dari hidungnya


"Aneh~


Suaramu tidak kedengaran!" ucap Alan sambil berubah ekspresi lagi dengan tersenyum psychopath kemudian memukul wajah pria itu untuk kedua kalinya


Alan melanjutkan pukulannya sebanyak enam kali sampai wajah pria tersebut babak belur disertai pingsan. Menjilat darah yang berada di tangannya dengan ekspresi puas disertai kebahagiaan telah dia capai, Alan menari bersama hujan sebagai bukti bahwa dia menghargai maha karyanya sambil bernyanyi tidak jelas mengenai kenikmatan saat melakukan perbuatan keji seperti itu.


"Hahaha~


Kurang...kurang...kurang...kurang...kurang...kurang. Aku ingin lebih, lebih dari ini!" teriak Alan dengan ekspresi haus akan darah


"Wrap!" teriak Hayamura untuk menutup adegan tersebut


Memaksa tubuh untuk kembali normal. Sukses!


Hayamura langsung meminta kru filmnya untuk membawa pria tersebut agar mendapatkan pemeriksaan dan perawatan. Kekejaman disertai kegilaan dari pembawaan Alan sangat tidak masuk akal hingga memberikan perasaan merinding, akting sampai melakukan hal seperti itu walaupun pria tersebut mendapatkan bayaran tinggi dengan kontrak perawatan mungkin bisa mereka pikirkan kalau itu sesuai tetapi siapa yang tega dan berani untuk melakukannya.


Namun, akting tersebut sangat membuat mereka terpukau melihat aksi kejam disertai gilanya bos mafia sedangkan Alan saat ini meminta maaf sebesar-besarnya kepada pria tersebut sampai akhirnya Alan mendapatkan jempol dari pria dengan wajah babak belur.


Bersambung...