THE ACTOR

THE ACTOR
Bab 54: Adegan Akhir Dua Agen Rahasia. Bagian 1



Tersisa tiga minggu sebelum mencapai akhir bulan atau sebelum mencapai empat bulan. Kabar mengenai Veronica yang mempunyai bayi kembar seketika membuat seluruh kru film dari tiga studio mendukung serta memberikannya doa agar proses lahiran berjalan dengan lancar bersamaan mendoakan Veronica supaya tambah kuat saat lahiran.


Machiko bersama istrinya menjenguk Veronica yang lagi bersama Rena sedang memikirkan nama untuk bayi kembarnya. Alan tidak menyangka kalau dia sebentar lagi akan menjadi seorang ayah sehingga pikirannya sebelum syuting film sedang mengalami sesuatu yang membuatnya agar dapat berpikir panjang atau tidak salah memilih mengenai terus maju mengapai impian atau meluangkan waktu bersama keluarga demi kedua anaknya nanti.


Alan dilema mengenai persoalan seperti itu tiba-tiba datang Hayamura untuk membantunya agar dapat berpikir panjang karena dia sudah mengawasi Alan dari awal.


"Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah!" ucap Hayamura sambil duduk di sebelah Alan


"Iya. Mura-san menurutmu apa yang lebih penting karir atau keluarga?" tanya Alan dengan serius


"Alan memilih karir akan menunjang kehidupan keluarga agar bisa terus bertahan, maju sekaligus membahagiakan keluarga tapi kekurangannya adalah kamu tidak akan bisa bersama anak dan istrimu untuk waktu yang lama bahkan bisa saja anakmu tidak mengenalimu sebagai ayahnya sedangkan ,emilih keluarga adalah nomor satu tapi kamu tidak akan puas akan impian yang belum kau capai. Alan jangan pernah berpikir kamu untuk mencapai impian yang bisa menjauhkan dirimu dari keluarga karena aku tidak ingin perbuatanmu menjadi mirip seperti apa yang kulakukan dulu!" ungkap Hayamura sambil mengelus kepala Alan


[Menutup Kedua Mata]


"Mura-san dulu aku mempunyai ayah yang sangat menyayangiku tapi sekarang dia meninggalkan kami. Karma dunia akan selalu berlaku untuk orang sepertinya sehingga kecelakaan menimpahnya dan aku masih mau menolong walaupun dia sudah menelantarkan keluarganya. Engkau sudah menjadi ayah kedua untukku, nasehatmu adalah saran terbaik demi anakku maka impian menjadi Aktor terhebat dan terkenal hanya perlu di seluruh Jepang saja mungkin lain kali akan ada kesempatan untuk mencapai seluruh dunia!" balas Alan dengan senyuman tulus


[Merangkul]


"Ketika kesempatan itu tiba maka aku akan menolongmu!" ucap Hayamura


"Mohon bantuannya!" balas Alan


Tokinawa dan Wakama datang untuk memberikan kabar kepada mereka berdua bahwa Pusat Wisata Osaka: Dotonbori sudah siap pada perijinan, properti syuting film dan pengamanan. Alan mulai bersiap-siap untuk memakai makeup dan pakaian agen rahasianya tapi sebelum itu, dia menatap ketiga sutradara dengan ekspresi serius.


"Pada adegan ini, saya akan lebih serius menampilkan karakter Agen Joseph secara keseluruhan sampai perubahannya!" ungkap Alan dengan tatapan penuh percaya diri


[Terdiam]


Ketika Alan pergi untuk makeup dan memakai pakaian agen rahasianya agar dapat memulai proses syuting film. Wakama hanya bisa pasrah untuk melepaskan penghargaan FWAC, Tokinawa berharap penuh dengan Uzumi sedangkan Hayamura tersenyum puas saat melihat tatapan penuh percaya diri dari Alan.


Masyarakat Osaka, pengunjung wisata dan penjaga keamanan terpukau serta kagum melihat dua Aktor terkenal mulai fokus untuk menampilkan akting terbaiknya. Alan datang dengan menekan mental dua Aktor tersebut untuk tidak lengah pada akting mereka di saat proses syuting film dilakukan kini Oliver dan Uzumi benar-benar kagum serta respect kepada sosoknya.


Uzumi berperan sebagai Ryzen yang merupakan terorisme kelas dunia dengan tampilan pria kantor biasa tapi memiliki banyak keahlian yang sama seperti Agen Rahasia sebab dia adalah mantan dari organisasi tersebut, dia keluar karena ingin menciptakan kehancuran dunia akibat rasa bencinya terhadap peperangan yang tidak pernah berakhir di seluruh dunia.


Oliver berperan sebagai Agen Leo pada adegan ini untuk pertama kalinya sosok monster terkuat yang bisa solo versus squad mampu dibuat mundur oleh Ryzen sehingga dia meminta bantuan kepada Agen Joseph agar bisa mengatasi mantan nomor satu Agen Rahasia dari organisasi yang sama sepertinya.


Alan berperan sebagai Agen Joseph pada adegan ini, dia hanya perlu menembak jarak jauh untuk menutupi titik lemah dari rekannya. Namun, Alan berniat untuk merubah semua itu dengan hal yang benar-benar baru di mata para tiga sutradara kini Alan akan serius merubah pandangan mereka bertiga terhadap Agen Joseph.


"Action!" teriak tiga sutradara untuk memulai syuting filmnya


[Proses Syuting Film]


Agen Leo dan Agen Joseph sedang menyamar dengan memakai pakaian kantor untuk memasuki gedung yang merupakan tempat pertemuan para terorisme kelas kakap lainnya. Mereka berdua memakai identitas dua terorisme yang sudah mereka lumpuhkan sehingga bisa masuk dengan mudah sampai ke ruangan rapat mengenai serangan teror untuk para masyarakat Jepang terutama Osaka.


Terdapat lima terorisme kelas kakap termasuk Leo dan Joseph yang menyamar sebagai dua dari mereka kemudian pintu ruangan rapat terbuka lebar dengan memperlihatkan kedatangan sosok Ryzen yang terlihat sangat polos dikalangan orang biasa. Namun, Leo dan Joseph dapat mengetahui bahwa orang tersebut pandai menutup ekspresi kejamnya dengan senyuman palsu.


"Leo bersiaplah!" gumam Agen Joseph sambil meletakkan tangannya di saku celana


"Baiklah!" balas Agen Leo dengan bergumam sambil bersiap


[Tembakan]


Leo dan Joseph terkejut sekaligus mata mereka melebar tajam karena kecepatan tangan Ryzen saat menggunakan senjata pistolnya mampu menembak 3x secara bersamaan dan tepat sasaran mengenai jantung tiga terorisme seketika mereka mati di tempat. Ryzen menodongkan senjatanya sehingga Leo dan Joseph sama sekali tidak berani untuk mengambil tindakan pembelaan.


"Bagaimana kabar kalian berdua?" tanya Ryzen dengan senyum palsu


"Hentikan senyuman busukmu itu, Ryzen!" ancam Agen Leo dengan ekspresi marah


"Kau benar-benar kasar tapi aku memaafkanmu. Namun, anggota tiga terorisme kelas kakap ini mungkin tidak bisa memaafkan kalian berdua. Jadi, semoga beruntung!" ucap Ryzen sambil meninggalkan ruangan rapat


 [Kerumunan Terorisme]


Ryzen yang sudah pergi seketika membuat Agen Leo untuk pertama kalinya terdapat rasa takut muncul padanya sehingga dia menerobos sampai membantai puluhan terorisme memakai tangan kosong disertai memanfaatkan senjata mereka untuk melawan balik. Agen Joseph turun dengan memecahkan kaca gedung kemudian dia turun ke bawah memakai tali yang ujung penahannya sudah terpasang di benda kuat.


Sembari turun dia melihat beberapa terorisme mulai mengepung Leo sehingga dia mengeluarkan pistol untuk menembak beberapa musuh agar rekannya bisa selamat. Ryzen terus turun secara perlahan dengan menaiki lift dengan santainya, dia menunggu hingga pintu lift terbuka lebar tapi Agen Leo lompat dari tangga sambil membawa kepala musuhnya kemudian melempar tepat mengenai kepala Ryzen.


"Sampah, apa benar kamu ingin mati?" tanya Ryzen dengan ekspresi marah besar


"Lawanlah aku!" jawab Agen Leo dengan senyuman bengisnya


Bersambung....