THE ACTOR

THE ACTOR
Bab 26: Film Super Great Court. Bagian 1



Tersisa dua minggu. Hari ini di mulainya syuting Film Super Great Court, kru film mempersiapkan segalanya sedangkan Sutradara Tokinawa menelepon pemilik lokasi syuting untuk memastikan tempat tersebut bisa dipakai karena Tokinawa akan melakukan adegan pengenalan karakter atau tokoh psikopat yaitu Sasaki. Pemilik sudah mempersiapkan lokasi syutingnya kini mereka semua berangkat menggunakan empat mobil van untuk mengangkat semua properti syuting film.


Sutradara Tokinawa menjemput Aktor dan Aktris yang dia sewa yaitu Aktor Cilik untuk memerankan Sasaki versi anak kecil, satu Aktor dan Aktris untuk memerankan polisi pria dan wanita. Mereka bertiga tidak sabar dan merasa tegang karena akan bertemu Aktor Uzumi dan Aktris Veronica ketika sudah sampai dengan Alan, Uzumi dan Veronica sudah duluan tiba-tiba mereka bertiga langsung antusias untuk memperkenalkan diri kepada sosok Aktor dan Aktris terkemuka di Jepang.


Alan merasa iri dengan mereka berdua karena dia hanya dikenal sebagai pacar Aktris Veronica. Sutradara Tokinawa menyuruh para Aktor dan Aktris-nya untuk mengenal serta memahami lokasi syuting, memperlihatkan dua rumah besar saling berdekatan dengan perabotan kayu kualitas zaman dulu sehingga memberikan kesan estetik.


Di saat Alan ingin menjelajahi rumah tersebut tiba-tiba Aktor Cilik menghampirinya dengan maksud ingin saling kenal sebab mereka satu peran. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Akihiba Furuta, Aktor Cilik yang sudah banyak bermain iklan produk dan ini adalah pertama kalinya dia memainkan peran di film.


Alan kagum ketika mendengar prestasi Akihiba Furuta walaupun Aktor Cilik itu sebenarnya meremehkan Alan bahkan dia menyindir melalui kata-kata yang membandingkannya dengan Aktor Uzumi dan Aktris Veronica bahkan mengira kalau Alan hanya ingin memanfaatkan status Veronica saja. Alan tidak marah ataupun kesal, dia mengelus kepala Furuta dengan lembut sambil berkata kepadanya


"Kau luar biasa sekali Furuta mungkin kakak mesti banyak belajar lagi untuk terlihat sama sepertimu!" ucap Alan sambil tersenyum


"Kakak ini aneh sekali!" balas Furuta dengan ekspresi kecewa


Furuta kecewa kepada sikap lemah Alan karena menerima dihina oleh anak kecil bahkan Aktor, Aktris yang memerankan polisi pria dan wanita tertawa kecil di belakang Alan. Keberadaan Alan di lokasi syuting hanya menjadi candaan bagi mereka. Namun, Aktor Uzumi, Aktris Veronica dan Sutradara Tokinawa sama sekali tidak menganggap remeh Alan sebab melihat dia habis dihina dan diremehkan sama sekali tidak merobohkan dirinya, di sini mereka bertiga mulai mengeluarkan sikap professional walaupun sebenarnya Veronica ingin sekali memarahi mereka bertiga tapi itu akan menghancurkan popularitasnya dan Alan tidak menginginkan hal tersebut.


Untuk ketiga kalinya, Aktor Uzumi mulai mengeluarkan ekspresi seriusnya sampai membuat kru film dan Tokinawa merinding hanya satu yang terpikirkan mereka semua yaitu jangan sampai membuat cut terlalu banyak di setiap adegan. Setelah persiapan properti syuting film telah selesai, berlanjut dengan memberikan makeup serta kostum kepada Alan dan Furuta.


Adegan pengenalan Sasaki sebagai narapidana psikopat di mulai dengan Furuta memerankan Sasaki umur 8-12 tahun. Di sini Furuta harus memperlihatkan ciri-ciri psikopat ketika syuting film di mulai, Furuta mampu melewati beberapa skenario film dan naskah film dengan benar walaupun tidak membangkitkan semangat Sutradara Tokinawa tetapi Furuta terus berusaha mengeluarkan kualitas aktingnya.


Beberapa cut terjadi sehingga dia ingin meminta beberapa saran kepada Aktor Uzumi dan Aktris Veronica tetapi mereka berdua sama sekali tidak bisa didekatin karena Furuta tidak ingin dianggap aktingnya jelek. Alan melihat ekspresi bingung dari Furuta yang berusaha memahami naskah film serta menghafalkannya supaya terlihat natural.


"Aduh, bagaimana ini kalau naskah film sama sekali tidak kumengerti maka mereka berdua akan menatap rendah diriku!" ucap Furuta di tempat terhindar dari tatapan Sutradara Tokinawa


[Menepuk Pelan Kepala Furuta]


"Perlu bantuan?" tanya Alan sambil duduk di samping Furuta


"Memangnya apa yang bisa kamu bantu?" tanya Furuta dengan ekspresi kesal


Alan menjelaskan apa yang dia baca melalui naskah film untuk peran Sasaki kecil. Beberapa menit berlalu dengan Alan menjelaskannya secara lembut, pelan dan mudah dipahami sehingga Furuta mulai kesal terhadap dirinya sendiri akibat menghina Aktor yang sungguh baik seperti Alan karena untuk pertama kalinya dia mendapatkan sesama rekan Aktor yang mau membantunya.


[Menangis]


"Maaf, Kak Alan. Aku sebelumnya menghina kakak!" ungkap Furuta sambil mengelap air matanya


[Merangkul Furuta]


"Aku punya adik perempuan. Jadi, sikap ini muncul karena aku menganggap Furuta sebagai adikku sendiri dan di lain sisi kita berdua sudah seperti rekan syuting bukankah begitu, Furuta?" tanya Alan sambil tersenyum


"Iya, terima kasih banyak atas bantuannya Kak Alan. Saya tidak akan pernah bersikap arogan dan sombong lagi bahkan saya ingin seperti Kak Alan!" ucap Furuta dengan ekspresi bersemangat


Furuta pergi untuk memulai syuting lagi hingga beberapa cut yang sebelumnya terjadi, bisa dia gantikan dengan menampilkan aktingnya yang luar biasa sampai mendekati peran Sasaki sesuai keinginan Sutradara Tokinawa bahkan saat Furuta berhasil menyelesaikan tugasnya tiba-tiba ucapan terima kasih dari Tokinawa membuat perasaan Furuta menggebu-gebu.


Sutradara Tokinawa memanggil Alan untuk melakukan syuting Sasaki versi remaja. Furuta menyemangati Alan seketika membuat Veronica terkejut melihat perubahan sikap bocah tersebut tetapi beberapa pemeran sekali pakai yang akan digunakan sebagai korban pembunuhan yang Sasaki lakukan mulai menunjukkan ekspresi meremehkan Alan.


Namun, semuanya mundur ketika Aktor Uzumi mulai mendekati Alan. Di sini semuanya terkejut melihat Aktor Uzumi tersenyum untuk pertama kalinya di depan orang lain. Mereka berdua melakukan tos sahabat kemudian Alan berjalan menuju tempat syutingnya yang mulai di kursi ruang tamu karena Tokinawa ingin melihat perasaan Sasaki tidak bisa menahan hasrat mencapai kebahagiaannya sendiri sehingga dia menculik korban lalu membunuh, memutilasi dan memakannya.


Kru film mempersiapkan kamera video, mic suara serta pencahayaan lalu Alan duduk di kursi sambil menutup kedua matanya dengan posisi duduk tegak. Kru film bingung untuk melihat apakah dia siap atau tidak lalu Sutradara Tokinawa untuk pertama kalinya berdiri dari kursi sambil memberikan aba-aba action.


"Action!" ucap Sutradara Tokinawa


Alan memulainya dengan memainkan jari-jemarinya selama lima detik untuk mengaktifkan Skill Penjiwaan Akting seketika saat proses menyatu 100%, Alan sepenuhnya masuk ke mode psikopat dengan tatapan lebar dan tajam melihat ke bawah lantai kayu. Memainkan jari-jemarinya yang dia artikan sebagai penenang diri sama sekali tidak berfungsi bahkan Alan menggigit kuku di setiap jari tangannya untuk tetap berusaha tenang.


Para korban sudah siap di luar sebagai anak kecil dari tetangga sedikit jauh dari rumah Sasaki sedang jalan-jalan dengan sepedanya. Alan menutup kedua telinganya seperti mendengar suara nyaring tapi itu sama sekali tidak ada, Alan berdiri dari tempat duduknya sambil berjalan dengan menutup ekspresi psikopatnya dengan satu ekspresi senyuman sebagai pesona palsu.


[Membuka Pintu]


Alan melihat anak kecil seketika Sutradara Tokinawa, kru film dan yang lainnya langsung merinding melihat tatapan tenang dengan senyuman khas seorang psikopat untuk menutupi ekspresi asli muncul sempurna di mata mereka.


"Wrap!" teriak Sutradara Tokinawa dengan semangat


Memaksa tubuh untuk tidak melewati batas dari Skill Penjiwaan Akting. Sukses!


Alan kembali setengah dirinya dengan setengah jiwa psikopat kemudian Sutradara Tokinawa yang sudah bersemangat mulai menyuruh Alan untuk menutup pintu sebagai tanda penculikan sudah berhasil lalu Alan disuruh lagi untuk menampilkan adegan sadis sesuai skenario film dan naskah film.


Semua kru film langsung takut menatap mata Alan begitupun yang lainnya bahkan Furuta merinding melihat akting Alan. Setelah itu, Alan berada di ruang bawah tanah dengan memanfaatkan CGI untuk membuat adegan sadis terlihat jelas nantinya.


Alan kembali ke mode psikopat dengan menatap lebar lagi kepada korbannya yang merupakan Properti Reality Human Doll dengan kostum hijau karena nantinya CGI akan membuatnya seperti korban asli. Boneka tersebut akan mengeluarkan darah merah, berbentuk mirip seperti manusia asli lalu Alan mulai akting sadisnya dengan mendekati korban sambil mata melebar kemudian menjilat pipi korban dengan ekspresi menikmatinya.


"Kurang, ini masih kurang!" ucap Alan sambil memutilasi korbannya secara perlahan


Setiap bagian tubuh korban, Alan menyentuhnya seperti melihat daging berkualitas hingga memperlakukan semua bagian tubuh korban yang sudah terpotong rapi. Dia masukkan ke kotak kulkas kemudian mengeluarkan mesin penggiling daging dengan ukuran besar lalu Alan dengan ekspresi lapar, memilih potongan daging korbannya secara teliti.


Setelah itu, Alan menggiling potongan daging yang sudah dia pilih. Di sini beberapa kru film merasa merinding melihat ekspresi Alan yang sama sekali tidak merasakan empati ataupun menyesal. Alan terlihat menikmati setiap apa yang dia lakukan kemudian gilingan daging tersebut, dia ambil lalu dijadikan sebagai bahan masakan.


Sekali lagi Sutradara melakukan Wrap sebagai tanda berhasil lalu menyuruh Alan untuk melakukan adegan memasak dan memakan hasil daging korban tersebut. Alan memulainya dengan memasak daging tersebut yang dia anggap sebagai daging burger, Alan memakai serbet dan mempersiapkan meja, kursi, garpu, pisau dan lampu.


Lampu pencahayaan menyinari mejanya yang dia buat seperti makan malam istimewa. Alan menikmati makanan tersebut layaknya berada di restoran mewah, setiap menelan daging tersebut mampu Alan keluarkan ekspresi nikmat seperti hubungan badan. Di situ akting Alan membuat beberapa kru film menahan mualnya karena terkena efek Skill Acting Mastery sehingga memberikan dampak seperti adegan asli.


Furuta, Uzumi dan Veronica terpukau melihat akting Alan yang sangat menjiwai perannya. Adegan di tutup dengan Alan berdoa selesai makan lalu menjilat darah di bibirnya kemudian menatap dirinya sendiri melalui piring yang sekitarnya masih mengkilap sehingga memantulkan cerminan wajahnya.


"Ahhh~


Sudah kutemukan, hal bahagia yang selama ingin kuinginkan. Aku menginginkannya lagi!" ucap Alan dengan beda dari suara aslinya sambil tersenyum psikopat


[Jijik dan Ketakutan]


"Wrap!" teriak Sutradara Tokinawa dengan bersemangat


Memaksakan tubuh Tuan Alan untuk terlepas dari Skill Penjiwaan Akting. Sukses!


Alan kembali ke sikap ramahnya seketika membuat kru film dan yang lainnya terkejut melihat perubahan drastis darinya. Furuta bahkan tidak mengira kalau Alan mampu berakting seperti itu hingga dia mulai melihat Alan sebagai Aktor yang setara dengan Aktor Uzumi dan Aktris Veronica.


"Bagus sekali Alan tadi sangat mengerikan!" ucap Sutradara Tokinawa dengan ekspresi bersemangat


Veronica takjub dengan akting Alan bahkan Uzumi tersenyum lagi ke arah Alan.


"Aku masih belum sepenuhnya serius!" ucap Alan di depan semua kru film dan Sutradara Tokinawa tapi arah matanya tertuju ke satu orang yaitu Uzumi


"Maka kutunggu saat adegan pengadilan!" balas Uzumi sambil meninggalkan lokasi syuting untuk mempersiapkan dirinya


Tidak ada siapa pun yang mengira kalau Alan belum serius aktingnya. Sekarang tidak ada yang meremehkan Aktor Alan karena pembawaan peran Sasaki yang mampu membuat mental mereka berguncang. Veronica di sini tidak mau kalah sehingga dia juga ingin menampilkan kualitas aktingnya sebagai Aktris nomor satu di Jepang.


Bersambung...