THE ACTOR

THE ACTOR
Bab 28: Film Super Great Court. Bagian 3



Tersisa empat hari lagi sebelum Alan dan Veronica kembali syuting untuk Film Cintaku Untuk Bos Mafia. Adegan pengadilan yang menjadi sebuah panggung untuk dua Aktor ini saling baku hantam dalam akting mereka maka Veronica, Furuta dan Sutradara Tokinawa tidak akan berkedip sedikit pun saat itu terjadi.


Lokasi yang dipakai untuk syuting yaitu tempat interogasi sebab Uzumi yang berperan sebagai hakim pengadilan bernama Terano harus membongkar seluruh perbuatan, alasan dan tujuan Sasaki melakukan semua hal sadis dan keji tersebut tanpa merasa bersalah ataupun menyesal sehingga proses hukuman dapat diberikan kepada Sasaki.


Semua kru film sangat antusias dalam mempersiapkan properti syuting. Alan memakai pakaian tahanan, borgol terpasang di kedua tangannya, nama tahanan di bagian dada dan nomor tahanan berada di bagian punggungnya. Penangkapan Sasaki sudah dilakukan tetapi proses hukum tidak dapat berlanjut karena bukti dari Saksi Mata Pembunuhan, sama sekali tidak dijelaskan karena perasaan takut dan trauma pada dirinya sehingga tidak mampu mengungkapkan semua yang dia lihat.


Saat itulah kepolisian memanggil Terano yang merupakan karakter atau tokoh utama di dalam film untuk interogasi Sasaki. Terlihat dua kursi saling berhadapan dengan meja berada di tengah lalu lampu menyorot ke arah meja sehingga kedua posisi terlihat jelas. Sutradara Tokinawa tidak sabar untuk melihat akting mereka berdua ketika semua kru film telah menyelesaikan persiapannya kini semuanya mulai berada di posisi masing-masing untuk merekam setiap akting dua aktor tersebut.


Tokinawa berdiri dari kursi untuk memantau dari dekat. Alan duduk sambil menutup kedua matanya sedangkan Uzumi bersiap di depan pintu untuk memulai pembukaan film dengan kedatangannya memasuki ruangan interogasi.


[Tegang]


Ekspresi Uzumi di depan pintu menampilkan ketenangan dan fokus yang luar biasa sekali hingga pandangannya hanya tertuju untuk melakukan penguasaan akting supaya tidak salah sasaran. Alan mempersiapkan dirinya dengan Sistem Actor bersiap untuk mengeluarkan seluruh skill secara bersamaan.


"Action!" teriak Sutradara Tokinawa


[Membuka Pintu]


Sesaat masuk ke ruangan interogasi dengan membuka pintu secara pelan tiba-tiba suasana langsung berubah dengan Uzumi memerankan Terano secara sempurna bahkan ekspresi tenang yang selama ini dia andalkan berubah menjadi ekspresi penuh percaya diri sehingga tampilan Terano terasa lebih sesuai sontak Sutradara Tokinawa gemetar melihat perubahan drastis yang Uzumi bawakan.


[Duduk]


"Salah satu kasus yang mengerikan dengan korban anak perempuan di bawah umur berjumlah 20 dan semua korban dinyatakan meninggal dengan kerangka manusia sebagai bukti keberadaan mereka, sisanya menjadi nutrisi untuk tubuhmu. Sasaki!" ucap Uzumi dengan senyuman di campur amarah


Skill Virtual Script dengan Improvisasi Total untuk Skenario dan Naskah Film diaktifkan!


Skill Stage Mastery dengan 5x lipat diaktifkan!


Skill Penjiwaan Akting telah berhasil diaktifkan!


Skill Acting Mastery telah berhasil diaktifkan!


Menggabungkan empat skill secara bersamaan. Sukses!


[Merinding]


"Ahhh~


Dua puluh gadis itu bersatu di dalam tubuhku, terasa seperti kita berhubungan badan secara bersamaan~


Sungguh nikmat~" ungkap Alan sambil berekspresi puas berlebihan dengan matanya seperti menggunakan narkoba, lidah bergerak menjilat seluruh bibirnya dan tangan bergerak seperti menikmati seluruh perasaan bahagia


Ekspresi melambangkan kegilaan secara berlebihan membuat Sutradara Tokinawa terpukau merasakan jiwa Sasaki sebagai karakter terasa sangat hidup di matanya.


"Hooo~


Aku sangat suka melihat pelaku jujur sepertimu yang melampiaskannya melalui perasaan!" balas Uzumi sambil tersenyum seperti menyeringai bahkan tatapan matanya tercermin kebencian


Tidak bisa dijelaskan lagi dengan kata-kata karena mereka semua yang menonton Alan dan Uzumi hanya bisa terpukau dengan akting serta pembawaan karakter dari mereka berdua. Berpikir kalau adegan ini menjadi film maka penonton pasti tidak akan melepaskan pandangan mereka saat menontonnya bahkan sulit untuk melupakannya.


Sasaki sudah diapresiasikan secara penuh sedangkan Terano diberikan tambahan yang dapat mengeluarkan potensi karakternya.


"Katakan kepadaku, apa saja yang kamu lakukan kepada 20 korbanmu?" tanya Uzumi dengan menahan ekspresi amarahnya


[Menatap Ke Bawah]


"Apa kau tahu kalau rasa daging manusia itu seperti daging pada umumnya, kulit mereka bisa dijadikan bahan, tulang sebenarnya bisa menjadi bahan juga tapi sulit untuk dibentuk dan itu sangat menyusahkan. Memotong anggota tubuh mereka mulai dari kedua tangan, kedua kaki, memisahkan bagian dada dengan perut kemudian membersihkan bagian dalamnya seketika aku langsung mengerti kalau manusia itu seperti hewan ternak!" ungkap Alan sambil menatap tajam dengan bola mata bergetar dan air liur sebagai tanda rasa lapar


"Lanjutkan!" ucap Uzumi dengan menutup ekspresinya


"Memasak adalah bagian favoritku. Mencium bau aroma dari daging yang meleleh di panasnya wajan, membolak-balik dengan perlahan sambil mengeluarkan minyaknya tanpa bumbu pun rasanya akan sangat nikmat tapi memilih bagian lembut adalah cara terbaik untuk mendapatkan daging yang super lembut seperti bagian paha.


Ahhhh~


Kegilaan yang tidak mengenal rasa empati dapat Alan keluarkan serta perilaku-perilaku lain yang mencerminkan secara penuh seorang psikopat.


"Memakan daging berkualitas dengan cara mewah dan elegan adalah bukti bahwa kita menghargai maha karyanya. Sebaiknya kamu mencoba~" ucap Alan dengan senyuman gila


[Menangis]


Uzumi menutupi ekspresi menangisnya karena tidak tahan mendengar ungkapan tidak jelas dari Sasaki. Sutradara Tokinawa terkejut melihat ekspresi lain yang Uzumi perlihatkan, terlihat sangat jelas kalau Uzumi mulai menunjukkan seluruh ekspresi yang dapat dipakai untuk karakter Terano.


"Apa kau pernah mengalami rasa sakit?" tanya Uzumi sambil memperlihatkan tatapan air mata dengan di campur amarah besar


[Ekspresi Datar]


"Apa kau baru saja menyamakan diriku dengan hewan ternak?" tanya Alan sambil menatap sinis


"Hahaha~" tawa Uzumi


"Kenapa tertawa, aku bertanya serius kepadamu. Hewan ternak!" ucap Alan menatap tajam dengan marah sekaligus mulut dan bibir menggambarkan ekspresi kesal


Uzumi berdiri dari kursinya lalu menutup jendela, mengambil barang yang merupakan properti syuting film. Barang tersebut adalah obeng lalu menusukkannya di punggung tangan Alan hingga menancap ke meja.


[Sunyi~~~]


"Selama proses interogasi ini, aku akan membuat ekspresi bengismu itu berubah menjadi rasa takut!" ucap Uzumi sambil menatap mata Alan yang menyeringai ketika tangannya tertusuk obeng


"Ohhh~" Alan menyeringai


Mata mereka berdua sama sekali tidak bergeming. Adegan berlanjut dengan Alan menjelaskan alasannya berbuat seperti itu yang sama sekali tidak masuk akal kemudian berlanjut dengan tujuan Alan melakukan semua itu tapi sekali lagi, dia menjawabnya secara tidak masuk akal sehingga membuat Uzumi kesal lalu menyiksa secara sadis dengan melubangi tubuh Alan sampai mengeluarkan darah.


[Efek CGI]


Alan masih secara penuh menjiwai karakter Sasaki hingga sampai darah menetes ke lantai sekalipun, Alan masih menyeringai tepat dihadapan Uzumi.


"Kau tidak akan bisa membuatku takut. Selama aku hidup yang bisa kurasakan adalah keinginan untuk mencapai kebahagiaanku sendiri maka apa pun akan kulakukan agar itu tercapai!" ungkap Alan dengan senyuman psikopat


[Menghela Napas]


"Apa kau tahu kalau manusia mati akan menghadapi neraka atau surga?" tanya Uzumi sambil mengeluarkan pistol lalu mengisinya dengan satu peluru


"Sudah pasti surga yang akan menjadi tempatku. Aku sudah menghargai dan menghormati maha karyanya hingga menikmati seluruh bagian dengan rasa syukur maka tidak ada tempat selain...."


[Efek CGI Tembakan]


"Cari tahu sendiri melalui kematianmu!" ucap Uzumi dengan menembak kepala Alan hingga mati di tempat


Mengakhiri adegan dengan mengeksekusi mati Sasaki di tempat adalah pilihan Terano untuk membuat pembunuh sadis dan keji tersebut mati di tangannya. Di akhir ending, Terano memperlihatkan ekspresi yang sudah tidak naif lagi seketika Tokinawa akhirnya siap untuk merubah isi skenario dan naskah film selanjutnya karena tidak mau membuang improvisasi yang Aktor Uzumi buat.


"Wrap!" teriak Sutradara Tokinawa dengan ekspresi puas


Semua kru film tidak bisa mengungkapkan apa pun selain ekspresi terpukau. Aktor Uzumi menghembuskan napas dengan diikuti senyuman puas serta tawa bahagia.


"Tokinawa, dia sudah siap!" ungkap Uzumi dengan senyum puas dan bahagia


"Yes, kerja sama terbentuk!" ucap Veronica dengan ekspresi bersemangat


Memaksa tubuh untuk kembali normal. Sukses!


"Selanjutnya giliran Yumeshima!" ucap Alan dengan senyuman marah sambil baringan di lantai karena lelah


Film Super Great Court bagian narapidana dan saksi mata pembunuhan yang Alan dengan Veronica perankan akhirnya telah selesai.


Bersambung...