THE ACTOR

THE ACTOR
Bab 23: Kalah Telak



Kedatangan Alan dipandang remeh oleh kru film studio tersebut malahan mereka mewaspadai Aktris Veronica. Sutradara Tokinawa mengajak mereka berdua keliling studio, Alan sangat antusias ketika melihat fasilitas-fasilitas Terralite Entertainment Studio yang tidak ada di Mur-4 Entertainment Studio. Perbandingan studio milik Hayamura sangat berbeda jauh dengan studio milik Tokinawa tetapi kekurangannya adalah tidak ada suasana akrab yang mengakibatkan studio terasa sangat sepi dan tidak hidup.


Setelah keliling studio selesai, Tokinawa membawa Alan dan Veronica untuk diperlihatkan kamar tinggal mereka selama 3 minggu. Kamarnya sederhana tapi sangat mewah terutama kasur dengan kualitas tinggi ketika Alan merebahkan diri seketika kasur itu menelannya karena sangat empuk. Tokinawa memberikan skenario film dan naskah film kepada Alan dan Veronica untuk segera dipahami dan dimengerti sebab besok mereka berdua akan mulai untuk pembuatan film.


"Baiklah!" jawab Alan dan Veronica secara bersamaan


Sutradara Tokinawa terkejut mendengar jawaban mereka yang sama sekali tidak menolak kalau proses syuting dilakukan besok. Veronica langsung bertanya kepada Uzumi mengenai adegan pembuatan film yang sudah dibuat sembari mendengarkan Uzumi tiba-tiba Alan terpukau sambil gemetar memegang skenario film dan naskah film karena jalan ceritanya sangat menarik.


Tokinawa menjelaskan mengenai pembuatan film besok, terdapat dua peran kosong yaitu narapidana dan saksi mata pembunuhan. Tokinawa meminta Alan untuk memerankan narapidana yang memiliki sifat psikopat dalam kasusnya, dia sudah membunuh sebanyak 20 anak perempuan usia rata-rata di atas 12 tahun dengan memutilasi tubuh korban, memakan tubuh korban serta memperkosanya.


Sedangkan Veronica akan menjadi saksi mata pembunuhan, dia adalah tetangga dari pembunuh sadis yang sudah mencurigai kalau tetangga di sebelah rumahnya melakukan pembunuhan terhadap korban di bawah umur. Di sini Veronica harus mengeluarkan ekspresi takut dan terkejut melihat tetangganya itu adalah seorang psikopat padahal di dalam cerita, narapidana itu memiliki sifat yang baik hati dan ramah.


Uzumi menjadi hakim pengadilan yang akan menjatuhkan hukuman mati ke narapidana, Sutradara Tokinawa ingin melihat pengadilan baru yang tidak monoton. Di sini Aktor Uzumi dan Aktor Alan wajib membangkitkan karakter mereka masing-masing, Alan terlihat sangat menikmati alur cerita filmnya seketika membuat Tokinawa tersenyum.


"Kalau boleh tahu berapa adegan yang akan dilakukan?" tanya Veronica sambil melihat-lihat naskah film


"Tokinawa ingin membuatnya sebanyak tiga adegan yaitu adegan pengenalan tokoh yang Alan perankan, adegan penangkapan dan adegan pengadilan. Jadi, besok adalah pembukaan Alan untuk memperkenalkan tokoh psikopat tersebut!" jawab Uzumi sambil melihat Alan


"Uzumi jangan menurunkan kualitas aktingmu ketika pembuatan film dilakukan!" minta Veronica sambil menepuk punggung Uzumi


"Tentu saja tapi jangan salahkan aku kalau pacarmu itu nanti mental down!" balas Uzumi sambil tersenyum tipis ke Veronica


Veronica membawa koper yang berisikan pakaian menuju kamarnya sambil membaca skenario film dan naskah film sedangkan Alan ingin pergi ke ruangan akting tiba-tiba Uzumi meminta untuk ikut. Setelah itu, Alan dan Uzumi sudah sampai di ruangan akting dengan suasana berubah menjadi tegang.


Sesaat Alan terkesima dengan ruangan akting tiba-tiba Uzumi mengeluarkan kunci dari saku celananya kemudian mengunci ruangan akting. Di ruangan akting hanya terdapat cermin besar, jam dinding, kunci ruangan akting serta mereka berdua.


[Menyimpan Kunci Ruangan Akting]


"Alan Jangan dendam kepadaku karena ini adalah keinginan Sutradara Tokinawa sebelum kamu mencapai puncak dari akting, saat ini juga aku akan menghancurkan impianmu itu!" ucap Uzumi sambil menatap Alan dengan ekspresi serius namun tetap tenang


"Jadi, permintaan itu hanya bohong belaka!" ucap Alan


"Alan kalau tidak salah, impianmu adalah menjadi Aktor hebat dan terkenal di seluruh dunia maka perlihatkan kepadaku!" ucap Uzumi sambil mendekati Alan dengan ekspresi serius


Uzumi menantang Alan untuk berakting bersama dengan mengambil adegan dari skenario film dan naskah film buatan Sutradara Tokinawa sontak Alan merasa cemas dan khawatir kepada dirinya sendiri, pukul 10.00 adalah waktu mereka memulai akting bersama.


Beberapa jam terlewati dengan Uzumi dan Alan tidak terlihat di studio. Veronica keluar dari kamar karena sudah memahami skenario film tersisa naskah filmnya lalu dia penasaran dengan tujuan Sutradara Tokinawa. Dia mencari keberadaan Sutradara Tokinawa lalu ketemu di sebuah ruangan istirahat seketika Veronica langsung bicara ke intinya.


[Minum Teh]


"Apa tujuanmu Sutradara Tokinawa?" tanya Veronica sambil mendekati Tokinawa yang sedang duduk menikmati teh


"Kamu benar-benar tajam sekali seperti ayahmu saat masih muda. Tenang saja, aku tidak punya niat buruk untuk menjatuhkan kalian walaupun aku kesal kepada studio Yamura karena dia membuatku kesal saat kedatangan Aktor Alan itu!" jawab Tokinawa sambil mempersilahkan Veronica untuk duduk


[Veronica Duduk]


"Memang ucapanmu itu bisa dipercaya?" tanya Veronica sambil menatap marah ke Tokinawa


"Satu malam sebelum proses pembuatan trailer film, Alpha Entertainment Studio hancur karena perbuatan Sutradara Yumeshima!" ucap Tokinawa sambil meletakkan gelas tehnya di atas meja


Veronica terkejut sambil meminta penjelasan lebih detail.


Tokinawa menjelaskan kalau Alpha Entertainment Studio yang dipegang oleh Sutradara Wakama sebelumnya mengalami perdebatan hebat dengan Sutradara Yumeshima. Dari yang dia ketahui kalau Yumeshima memegang sebuah bukti yang dapat menghancurkan karir Wakama. Tokinawa tidak mengetahui bukti seperti apa yang dapat menghancurkan karir Wakama tetapi Yumeshima sudah memegang kelemahan Wakama sehingga bisa dikendalikan sesuka hatinya bahkan pemindahan Aktor Fumiyo ke Elite.One Entertainment Studio dilakukan dengan persetujuan dari kedua belah pihak.


Akibatnya sesuai apa yang terjadi saat ini, Aktor Oliver kehilangan popularitasnya karena di cap sebagai benalu yang terus mengharapkan Aktor Fumiyo agar dapat berakting bersamanya. Tidak sampai situ, Yumeshima meminta kepada Wakama untuk memberhentikan studionya selama satu tahun setelah trailer film buatan Wakama tayang. Sekarang keberadaan Sutradara Wakama tidak terlihat dan lepas dari media sosial bahkan Aktor Oliver pensiun untuk waktu yang lama akibat hinaan dari para penonton serta penggemarnya.


"Intinya adalah Yumeshima sudah mulai bergerak untuk memakai cara licik seperti yang dia lakukan kepada ibumu. Kami bisa bertahan karena Uzumi tidak memperlihatkan kelemahannya kepada Yumeshima begitupun diriku yang tertutup dengan media sosial. Jadi, aku berkesimpulan kalau Yumeshima ingin mengincar Alan!" ucap Tokinawa sambil minum teh dengan ekspresi serius


"Kalau kamu tidak ada niat buruk kepada kami maka apa tujuanmu yang sebenarnya?" tanya Veronica dengan ekspresi serius


"Membuat Alan mundur dari dunia perfilman!" jawab Tokinawa dengan ekspresi serius


Tokinawa menjelaskan lagi kalau Alan berada di tangan Yumeshima maka rencana menghancurkan Sutradara Yumeshima yang selama ini Tokinawa buat akan sia-sia. Uzumi mengatakan kalau Alan memiliki potensi besar untuk mengguncang dunia perfilman dan itu bisa dilihat oleh Yumeshima ketika pertemuan di Shibuya. Rencana Tokinawa adalah ingin membuat Yumeshima masuk ke jeruji besi atas perbuatannya selama ini di dunia perfilman, di sini Tokinawa tidak menyebutkan perbuatan apa saja yang Yumeshima lakukan tetapi satu hal yang pasti kalau dia sangat membenci perilaku Sutradara Yumeshima.


"Membuat Alan berpikir impiannya tidak akan bisa di capai adalah tujuan kami dengan adanya Uzumi sebagai Aktor Jenius maka tujuan ini telah tercapai!" ucap Tokinawa dengan ekspresi percaya diri


"Kau salah Tokinawa. Alan tidak akan pernah menyerah dengan impiannya ketika Yumeshima mengincarnya maka dia sendiri yang akan menghancurkannya. Ayah mengetahui lebih jauh tentang Alan daripada dirimu maka berhenti menganggap kami musuh dan bersama-sama mari buat Sutradara Yumeshima menerima hukumannya!" ungkap Veronica


Mereka berdua pergi ke ruangan akting kemudian Tokinawa memakai kunci cadangannya, saat pintu ruangan akting terbuka tiba-tiba teriakan keras dari Uzumi membuat Tokinawa terkejut karena ruangan akting ketika terkunci maka suara sekeras apapun tidak akan terdengar di luar.


[Lelah]


"Keras kepala sekali kau bocah!" teriak Uzumi dengan napas terengah-engah


Jam dinding memperlihatkan pukul 15.00


[Lelah]


Terlihat pakaian Alan basah dengan keringat disertai konsentrasi penuh yang Alan perlihatkan mampu membuat Tokinawa merinding. Sebanyak 100x Alan tidak mampu berakting bersama Uzumi tapi dia masih terus meminta untuk berakting lagi dan lagi walaupun sudah sangat lelah. Uzumi sama sekali belum membuat Alan menyerah akan impiannya, Tokinawa terkejut melihat perubahan ekspresi tenang dari Uzumi yang selama ini sulit untuk diubah kini memperlihatkan ekspresi lain di dalam dirinya.


"Kau hebat sekali Uzumi. Aktor sepertimu sangat sulit untuk dilampaui tapi aku tidak akan pernah menyerah sampai bisa melampauimu. Sutradara Tokinawa tolong undur proses pembuatan filmnya dan berikan aku waktu seminggu untuk melatih diri kalau aku masih belum bisa berakting bersama Uzumi maka saat itu juga, aku mengundurkan diri sebagai Aktor!" ucap Alan dengan ekspresi serius


[Kesal]


"Hahahah!" tawa Tokinawa melihat ekspresi kesal dari Uzumi


"Diamlah Tokinawa!" teriak Uzumi dengan ekspresi marah


Veronica langsung mendekati Alan sambil mengelap keringat pacarnya dengan tisu yang dia bawa. Alan masih belum bisa mengatur pernapasannya karena sangat lelah bahkan tubuhnya terasa kaku dan pita suaranya terasa sakit ketika ingin berbicara. Alan benar-benar kalah telak saat berakting bersama Uzumi, penguasaan panggung serta improvisasi dari Uzumi langsung mengalahkan Alan walaupun sudah mengaktifkan 5x Skill Stage Mastery.


"Baiklah, aku terima permintaanmu Alan. Uzumi istirahatlah dan terima kasih sudah menuruti permintaanku!" ucap Tokinawa


"Alan, aku menunggu hasilnya!" tuntut Uzumi sambil melirik Alan dengan sinis


Tokinawa untuk pertama kalinya melihat perubahan ekspresi pada Uzumi. Kerja sama yang Veronica minta kini telah tercapai tapi akan sia-sia kalau Alan seminggu ini tetap kalah akting bersama Uzumi.


Memproses kekalahan sebagai pengalaman. Sukses!


Misi telah diperbarui, cara meningkatkan status telah diperbarui, reward misi telah diperbarui.


Mempersiapkan pelatihan akurat untuk Tuan Alan. Sukses!


Misi Utama adalah mampu berakting bersama Aktor Uzumi dengan reward Skill Penjiwaan Akting!


Proses Status Aktor Alan. Sukses!


TUBUH : 75%


SUARA : 75%


KONSENTRASI : 75%


IMAJINASI : 75%


OBSERVASI : 75%


EMOSI : 75%


PIKIRAN : 75%


PENGHAYATAN : 75%


SKILL AKTOR : Virtual Script, Stage Mastery


TITLE: New Actor


Telah sukses diperbarui!


"Sistem, mari kita lakukan!" gumam Alan dengan ekspresi pantang menyerah


Pencapaian Aktor Professional akan kita dapatkan, Tuan Alan! (Emoji Serius)


Bersambung...