THE ACTOR

THE ACTOR
Bab Bonus: Cita-Cita Seira Dan Sora



Jendela rumah perlahan terbuka karena perempuan usia 6 tahun menggeser kain gorden tersebut. Perempuan itu memakai bangku kecil untuk melihat cuaca di luar halaman seketika ekspresi riang dan cerianya membuat dunia bersinar terang akan keberadaannya, mata biru dengan rambut pirang panjangnya membuat kecantikan Seira sudah sangat terlihat. Menatap halaman rumah dari jendela kamar seketika membuat dia kesal karena adik laki-lakinya sama sekali tidak bangun, waktu sudah menyentuh sarapan pagi bersama sontak Seira menarik selimut yang menutupi Sora.


[Menarik Napas]


"Bangun Soraaaa!" teriak Seira dengan suara tinggi


[Terkejut]


Sora langsung terbangun dari tidurnya dengan rasa kantuk sudah menghilang akibat kejutan tersebut. Dia turun dari tempat tidur lalu mengambil selimut yang Seira tarik sampai jatuh ke lantai seketika Sora merapikan kamarnya dengan perlahan hingga membuat Seira terpaksa menunggu sampai selesai.


Selesai merapikan kamarnya.


"Cepat sekali bangunnya. Apa kamarmu sudah rapi?" tanya Sora dengan ekspresi kalem disertai suara pelannya


[Panik]


Seira lupa untuk merapikan kamarnya sendiri karena panik, dia langsung berlari menuju kamar untuk dirapikan sebelum ibunya datang. Sikap ceroboh yang kakaknya lakukan membuat Sora terpaksa ikut membantu karena suara langkah kaki sedang menaiki tangga sudah terdengar di telinga Sora. Pada akhirnya, Veronica membuka pintu kamar Seira seketika dia melihat kedua anaknya sedang berdiri tegak di depan pintu dengan tempat tidur sudah rapi.


"Bagus sekali, ayo sarapan sebelum makanannya dingin!" ucap Veronica dengan senyum bahagia karena dapat melihat rasa tanggung jawab dari kedua anaknya


[Menghela Napas]


"Jangan lupakan hutang ini, Kak Seira!" ucap Sora sambil keluar kamar menuju ruang makan


Seira mengejar Sora sambil berjalan di samping kiri karena ingin membayar hutang tersebut, dia menawari adiknya dengan memberikan wortel sontak Sora menatap tajam kakaknya lalu berlari kencang untuk memberitahu ibu mengenai Seira yang tidak ingin makan wortel tersebut. Sora turun dari tangga secara perlahan agar tidak jatuh karena rasa percaya diri dengan kecepatannya tiba-tiba Seira melakukan cara yang tidak masuk akal dengan seluncuran di pegangan tangga.


[Mendarat]


Seira mendarat di depan Sora dengan senyuman licik disertai atraksi kemenangan.


"Beritahu ibu dan kamu tidak boleh melihat bunga matahari yang sudah kutanam. Makan atau tidak itu terserahmu, bukannya Sora sudah menunggu sangat lama untuk dapat melihat bunga matahari lagipula itu bisa mengisi koleksi fotomu!" ancam Seira dengan senyuman lebar disertai menyilang kedua tangannya


"Baru 6 tahun sudah kayak gini, besarnya nanti jadi apa!" balas Sora dengan ekspresi kesal


Sora pergi ke ruang makan, dia menerima makan wortel tersebut sebagai bayar hutang sedangkan Seira makan dengan lahap semua daging dan telur habis di piringnya tapi Veronica tidak melihat putrinya makan sayur sehingga brokoli meluncur ke piringnya sontak Sora nyengir dari jauh sambil menahan tawa.


[Selesai Makan]


"Di mana Kak Seira letakkan bunga mataharinya?" tanya Sora sambil mengambil kamera


"Ada di belakang halaman rumah!" jawab Seira sambil keluar rumah melewati jendela kamar


Sora memakai kamera pemberian ibunya dengan merek Canon EOS 1500D. Sadar akan kakaknya yang sudah keluar duluan seketika dia berlari menurunin tangga hingga membuat Alan mendengar langkah kakinya, Sora berlari kencang keluar rumah untuk memotret bunga matahari.


[Mengangkat Pot Bunga Matahari]


"Ini dia The Sunflower!" teriak Seira sambil memasang pose keren


"Uwaahh, ternyata benar kalau bunga matahari selalu mengikuti arah sinar matahari!" ungkap Sora dengan ekspresi terpukau


"Sora kenapa turun tangganya harus lari?" tanya Alan dengan ekspresi marah walaupun masih marah pose kaku


[Menunjuk Jari Ke Seira]


"Ayah tadi aku lihat Kak Seira lompat dari jendela kamar rumah!" jawab Sora untuk mengalihkan kemarahan ayahnya


"Seiraaa!" teriak ayahnya dengan marah sungguhan


"Lah kok aku sih, Sora. Tunggu ayah, lihat ibu marah di belakangmu!" balas Seira sambil menunjuk jarinya ke belakang ayahnya


[Panik]


Alan langsung melihat ke belakang dengan keringat dingin akibat baru ingat kalau dia lupa menutup pintu depan. Veronica memiliki sifat disiplin sehingga apa pun harus dilakukan dengan benar dan tepat waktu karena akan berpengaruh kepada kedua anak mereka tetapi menyadari tidak ada siapa pun di belakangnya lalu dia melihat ke depan dengan Seira dan Sora sudah tidak ada.


"Astaga!" ucap Alan karena di tipu anaknya sendiri


Hahaha, anda kena tipu sampai keringat dingin! (Emoji Tertawa)


"Diamlah!" ucap Alan dengan perasaan malu sambil kembali ke rumah


Seira dan Sora bersembunyi di balik pohon besar yang berada di halaman rumahnya sehingga hawa sejuk membuat mereka bersemangat untuk membuat foto. Seira memegang pot bunga matahari dengan memasang pose senyum manisnya yang langsung membuat Sora tertarik memotretnya hingga sebuah foto sempurna berhasil mereka dapatkan. Dari jarak jauh, Alan bersama Veronica memantau mereka berdua yang sedang asik berswafoto dengan Seira menjadi model bersama pot bunga matahari sedangkan Sora memotret kakaknya dengan ekspresi senang.


"Mereka berdua jadi kombinasi yang sempurna, yah!" ucap Alan dengan senyuman melihat kedua anaknya


"Model dan Fotographer mungkin sudah saatnya kita mendukung cita-cita mereka berdua kalau keduanya ingin terus melanjutkannya, anak-anak cepat berubah pikiran. Sayang lain kali tutup pintunya jangan biasakan membukanya!" ucap Veronica sambil masuk rumah


"Jadi, dia sudah tahu kalau pintu terbuka dari awal!" ucap Alan sambil duduk di rumput halaman rumah dengan memantau kedua anaknya


[Tertawa]


[Berswafoto]


"Sistem saja bisa membela diri seperti amoeba!" ucap Alan dengan nada pelan


Sudah menjadi tugas saya untuk meneruskan sistem kepada keturunan Tuan Alan karena anda tidak berniat untuk menjadi Aktor terkenal di seluruh dunia maka tindakan ini dilakukan sebagai bukti bahwa saya adalah rekan Tuan Alan seumur hidup! (Emoji Jabat Tangan)


"Terima kasih sudah tetap bersamaku. Mendengar kalau dua sistem tersebut sudah berada pada kedua anakku mungkin tinggal mendukungnya saja, Sistem Model dan Sistem Fotographer!" ucap Alan dengan nada pelan


Saya Sistem Penasehat akan membantu anda! (Emoji Perjuangan)


"Iya, iya. Mohon bantuannya, Sistem Penasehat!" ucap Alan dengan senyuman


Seira dan Sora selesai berswafoto tiba-tiba melihat ayahnya lalu mereka berdua berlari menghampirinya sambil memperlihatkan hasil foto disertai bunga matahari yang sudah Seira rawat secara rutin sampai memberikan hasil luar biasa. Berharap bisa mendapatkan pujian dari ayahnya seketika Alan memegang kedua tangan mereka kemudian menarik masuk ke rumah untuk diberitahu perilaku seperti lompat jendela kamar dan berlari di tangga sontak Seira dan Sora duduk Seiza dengan Veronica menceramahinya.


Bersambung....