
[Kerumunan Orang]
Malam menjadi terang dan sepi menjadi ramai hanya kedua itu saja yang dapat menjelaskan suasana Akihabara, terkenal sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Jepang dan pusat perbelanjaan ini berlokasi pada Kawasan Akihabara, Kota Taitou di distrik Chiyoda. Agen Leo dan Agen Joseph berada di Kota Taitou untuk mencari keberadaan veteran tentara bernama Kenjiro, tempat tersebut membuat Agen Joseph sakit telinga karena keramaian yang menurutnya masuk ke golongan abnormal.
"Joseph tenangkan dirimu sepertinya kota ini memiliki sisi gelap maka kita berdua harus segera mencarinya!" ucap Agen Leo
"Terserah dirimu, andalkan hidung itu untuk mencari aroma mereka!" balas Agen Joseph sambil memegang koper putih
Agen Leo mencium-cium layaknya hewan sampai membuat banyak orang mengira dirinya adalah orang aneh dan gila tiba-tiba dia mendapatkan aroma tidak sedap seketika menarik tangan kanan Agen Joseph menuju gang sempit lalu menemukan jalan ke perbelanjaan bawah tanah alias black market. Suasana tenang tanpa ada keramaian dan sangat berbeda sekali dengan yang berada di luar seketika Agen Joseph bisa memakai pendengaran tajamnya untuk menguping setiap pembicaraan para pelanggan dan lainnya.
"Leo jangan jauh dariku atau kamu bisa dalam bahaya!" minta Agen Joseph dengan niat tersembunyi
"Terbalik bukan?" tanya Agen Leo
Bersembunyi di belakang Agen Leo sambil melihat samping kanan dan kirinya dengan perasaan takut ketika ada seseorang yang melawannya dalam jarak dekat. Agen Joseph lemah terhadap pertarungan jarak dekat tapi sangat kuat pada jarak jauh sehingga Agen Leo mengatasi masalah tersebut dengan berjalan natural bersama rekannya yang masih berusaha menguping pembicaraan setiap orang tiba-tiba sebuah keanehan serta mereka berdua di awasi oleh banyak orang.
Perlahan ketika mereka terus berjalan mengelilingi black market, para pelanggannya semakin berkurang sontak Agen Joseph menyuruh rekannya untuk waspada.
[Suara Tembakan Dua Arah]
Agen Joseph secara cepat menyadari arah tembakan tersebut kemudian Agen Leo mengangkat tubuh rekannya sambil menghindari arah peluru sesuai perkataan rekannya karena menyadari musuh telah mengepung mereka seketika Agen Leo melempar Joseph ke tempat tinggi seperti atap toko hingga dia dapat mendarat tanpa terluka. Alat komunikasi langsung Joseph gunakan untuk memberitahu arah peluru dari musuh seketika Leo dapat mengikuti setiap arahan rekannya sehingga dapat mengamuk sesuka hati tanpa perlu khawatir tertembak.
"Leo bergerak ke samping kiri dan masuk ke toko yang jarak terdekat dari posisimu akan ada ribuan peluru mendatangimu, berlindunglah dan serahkan kepadaku!" ucap Agen Joseph sambil membuka kopernya kemudian FN SCAR dia keluarkan
[Tembakan Beruntun]
Agen Joseph membunuh puluhan musuh yang sudah mengepung Leo tanpa meleset sama sekali hingga semuanya rata tiba-tiba suara granat launcher terdengar di telinganya sontak ekspresi panik dan khawatir terhadap rekannya membuat Agen Joseph berteriak sekuat mungkin untuk memperingatinya.
"Granat Launcher, Leo berlindunglah!" teriak Agen Joseph dengan menampilkan diri
Salah satu musuh melihatnya seketika tembakan pistol mengenai bahu kanan hingga membuat Joseph merasakan sakit di seluruh bagian lengan kanannya dan itu membuat dia tidak dapat memegang FN SCAR dengan baik. Granat Launcher ditembakan sampai membuat toko tersebut hancur lembur disertai api mulai membakar tempat tersebut tetapi saat para musuh mulai senang tiba-tiba Agen Leo memperlihatkan dirinya walaupun api sudah mulai membesar.
"Sebaiknya, kalian semua berlutut untuk meminta maaf karena sudah melukai rekan berhargaku dasar sampah!" teriak Agen Leo dengan berlari sangat cepat menuju pemegang senjata Granat Launcher
[Memukul]
Pukulan kuat mengenai perut pria tersebut hingga muntah darah, di saat lainnya panik sampai menodongkan pistol ke arah Leo tiba-tiba dia menggunakan tubuh musuhnya sebagai perisai lalu memaksa untuk menembus pertahanan musuh dengan segera Leo bantai habis hanya menggunakan tangan kosong. Kemarahannya sangat mengerikan karena musuh yang menggunakan senjata saja bisa dia kalahkan tanpa terkena luka tembakan kecuali luka bakar disertai luka lecet.
"Joseph, apa kau baik-baik saja!" teriak Agen Leo dengan ekspresi khawatir
Tiba-tiba di atap toko yang merupakan tempat Agen Joseph terluka akhirnya diperlihatkan oleh seseorang pria tua seketika Leo mengetahui wajah pria tua tersebut, dia adalah target pemegang serpihan data ke-18 berisi lokasi Ryzen dan apa yang Kenjiro lakukan adalah menyandera Joseph agar dapat terlepas dari monster di depannya.
"Apa kau benar-benar seorang manusia, ha!" teriak Kenjiro dengan ekspresi panik
"Lepaskan dia tua bangka!" ancam Agen Joseph dengan ekspresi marah besar
[Menodongkan Pistol]
"Mustahil, sialan. Kalian berdua ini siapa?" tanya Kenjiro sambil melepaskan Agen Joseph
[Sempoyongan]
Agen Leo langsung melompat ke atas atap sambil memegang tubuh rekannya agar tidak goyah, terdengar suara langkah kaki sedang menaiki tangga seketika Agen Joseph mengeluarkan Desert Eagle Mark XIX Pistol yang berada di belakang saku celananya.
[Tembakan]
Desert Eagle Mark XIX Pistol memberikan dampak kerusakan lumayan besar hingga membuat musuh tidak berani masuk ke atap toko ketika melihat rekannya terlempar akibat satu tembakan dari pistol Agen Joseph. Veteran tentara bernama Kenjiro mulai memahami situasi seketika Agen Leo langsung berlari untuk menghantam sekaligus menghajar pria tua bangka tersebut dengan Agen Joseph bergerak sempoyongan akibat kekurangan darah, masih dapat memahami arah hembusan angin tapi pada saat kondisi ingin menembak seketika postur tubuhnya langsung berdiri tegak tanpa goyah.
[Tembakan]
Satu tembakan Desert Eagle Mark XIX Pistol langsung membunuh tiga musuh sekaligus yang ingin masuk serta membantu Kenjiro. Untuk pertama kalinya, Agen Leo melawan pria lanjut usia yang mampu menghindari setiap serangan cepat dan tajamnya hingga mendapatkan pukulan dari tangannya sendiri ternyata Kenjiro asli adalah seorang petarung elite jarak dekat karena mampu menang situasi dan kondisi hanya mengantarkan kembali arah pukulan Agen Leo yang dapat dia manipulasi menggunakan kedua telapak tangannya.
"Sangat menarik, pria tua!" ucap Agen Leo dengan senyum bengis disertai kecepatan dan kekuatannya mulai meningkat
Pertarungan sengit di antara mereka berdua terus berlanjut walauapun Agen Leo terus-terusan terkena pukulan dari tangannya sendiri tapi semakin lama pertarungan maka stamina Kenjiro menjadi menurun sehingga pada saat itu, pukulan Agen Leo menghantam wajahnya sampai terlempar jauh. Dampak pukulan kuat Agen Leo mengakibatkan Kenjiro langsung pingsan di tempat sehingga membuat Agen Joseph tumbang saat pertempuran telah usai.
[Transfusi Darah]
Darah Agen Leo dan Agen Joseph sangatlah mirip sehingga mereka berdua baringan dengan tubuh Kenjiro terikat lalu para musuh sudah habis di bantai Leo sendirian ketika rekannya pingsan. Agen Joseph terbangun sambil menyadari aliran darahnya sudah kembali normal dan ternyata Leo menyumbangkan darahnya.
"Terima kasih sudah menolongku, Joseph!" ungkap Agen Leo secara tulus
"Sudahlah, aku tidak mau mendengar ucapan terima kasih darimu!" balas Agen Joseph dengan tubuh masih lemah
"Ha, kau ini dingin sekali padahal aku sudah berterima kasih dengan benar!" balas Agen Leo dengan ekspresi kesal
"Haha, kita adalah rekan maka itu adalah hal wajar untukku menolongmu!" ucap Agen Joseph sambil tersenyum
Leo dan Joseph berdiri sambil jabat tangan rahasia untuk mereka berdua, serpihan ke-18 sudah didapatkan dengan Kenjiro tidak terbunuh melainkan tertangkap kemudian muncul pasukan khusus yang langsung menangani situasi tersebut. Namun, semua pasukan tidak melihat Agen Rahasia yang seharusnya mereka tolong hanya terdapat alat transfusi darah tergeletak di lantai atap toko.
[Keluar Dari Black Market]
Agen Leo dan Joseph sudah menyamar dengan cepat sehingga bisa melewati para pasukan khusus tanpa ketahuan. Malam hari, mereka gunakan untuk mencari tempat agar dapat mengistirahatkan tubuh kemudian melanjutkan misi pencarian serpihan data lokasi Ryzen.
"Wrap!" teriak Wakama untuk menutup adegan tersebut
Seketika masyarakat Akihabara bersorak lega disertai kekaguman melihat akting Alan dan Oliver tapi di sini Uzumi tidak memperlihatkan dirinya padahal dia sangat ingin melihat akting mereka berdua sebab dia bersembunyi adalah akan mengganggu jalannya syuting film karena para fansnya bisa mengamuk ketika melihat keberadaannya saja kemudian mereka semua mengincarnya.
Tokinawa, Wakama dan Hayamura sama sekali tidak percaya dengan lancarnya syuting film tersebut tanpa ada kendala sontak Hayamura tertawa seram di belakang Tokinawa dan Wakama mengenai royaliti pendapatan ketika Film Agen Rahasia ditayangkan. Akhirnya, Wakama dapat melihat kembali mengenai popularitas Oliver mulai pulih akibat dirinya berani menampilkan diri. Dia senang dapat bekerja sama dengan Tokinawa dan Hayamura bahkan respect kepada Aktor Alan yang sudah membantu Oliver untuk berani serta bersemangat setiap berakting.
Bersambung....