
Drittt! Dritt!
Ponsel Aldi berdering, dengan cepat Aldi langsung mengambil ponselnya dan melihat panggilan dari Azka yang tertera di layar ponselnya.
"Halo," ucap Azka dari seberang.
"Besok kita camping yuk, ajak Farah sama Ayana sekalian," ajak Azka.
"Lo yang ajak deh, nanti kalau mereka udah setuju, gue tinggal ikut aja," ucap Aldi.
"Sialan lo!" Azka langsung mengakhiri panggilan tersebut dan mencoba menghubungi Farah dan Ayana, mengajak kedua gadis itu untuk ikut camping bersama Gaeun dan Aldi, karena masih suasana liburan setelah kelulusan, Farah dan Ayana pun setuju untuk melakukan camping lusa.
*****
Sesuai persetujuan mereka, kini mereka bersiap untuk berangkat camping. Aldi, Azka, Gaeun dan Farah sudah menunggu di depan rumah Ayana.
Ayana keluar dari rumah, melihat teman-temannya yang sudah menunggunya. "Ini mobil siapa?" tanya Ayana, mengingat mobil Aldi yang terparkir di garasinya tidak ada yang Pajero.
"Mobil gue lah," jawab Azka.
"Azka bisa nyetir mobil?" tanya Ayana, selama ini yang Ayana tahu Azka selalu menggunakan motor kesayangannya saat ke sekolah, tidak pernah melihat Azka membawa mobil.
"Bisa dong," jawab Azka.
"SIM nya nembak," celetuk Aldi.
"Nggak anjir, sialan lo!" decak Azka.
"Ayo berangkat," ajak Farah.
Ayana menganggukan kepalanya, mereka pun segera masuk ke dalam mobil. "Pakai sabuk pengaman," ucap Azka mengingatkan.
Azka memutar lagu 'Menepi' di audio mobilnya. Azka yang tengah menyetir terus bernyanyi diiringi oleh suara Gaeun yang duduk di sampingnya.
Ayana dan Aldi yang duduk di kursi tengah memajukan bibir mereka beberapa sentimeter. "Harus banget posisi duduknya kayak gini?" tanya Aldi seraya melihat Ayana yang berada di kanannya dan Farah yang berada di sisi kirinya.
Farah mendecak kesal, tidurnya terganggu karena suara Azka dan Gaeun yang berisik, ditambah lagi Aldi yang mempermasalahkan tempat duduk.
Farah membuka matanya, "Berisik banget sih lo semua, gue ngantuk."
Azka tertawa. "Yaudah nanti di rest area kita tukeran tempat, lo yang nyetir, gue sama Gaeun pindah ke belakang," ucap Azka pada Aldi.
"Sialan!" decak Aldi.
*****
Sebelum mereka ke tempat camp, mereka mampir dulu ke rest area untuk membeli beberapa makanan dan minuman. Tak lupa juga Aldi dan Azka yang bertukar posisi.
"Foto di sana yuk," ajak Farah pada Ayana dan Gaeun seraya menunjuk ke arah pemandangan gunung yang berada di dekat rest area.
"Yuk."
"Yuk."
Azka hanya bisa menggeleng melihat tingkah ketiga gadis itu, dimana-mana selalu saja berfoto.
"Di, gue ke toilet dulu ya," ucap Azka seraya menepuk pundak Aldi.
"Gue tunggu di mobil ya," sahut Aldi yang dibalas dengan ibu jari oleh Azka.
Tling!
Sebuah notifikasi chat masuk ke ponsel Aldi, tertera di layar ponselnya sebuah nomor yang tidak di kenal. Aldi langsung membuka chat tersebut.
Di, ini gue Argatha.
Gue titip Ayana ya, gue yakin lo bisa jaga Ayana dengan baik, maaf karena gue nggak bisa jaga Ayana lagi.
Jangan kasih tahu Ayana tentang ini. Gue ingin Ayana ngelupain gue, karena bukan waktu yang singkat untuk nunggu gue. Gue juga nggak mau Ayana jadi penghambat gue ke depannya, karena udah pasti gue akan fokus kuliah karena udah jadi impian gue sejak dulu untuk kuliah di SNU, mangkanya gue nggak akan sia-siain kesempatan ini.
Sekali lagi gue titip Ayana ya.
Tulis isi chat yang dikirim Argatha.
Sorot mata Aldi berkaca-kaca. Ia mengepal tangannya kuat seraya menahan emosinya. Ia tidak menyangka jika Argatha akan melakukan ini.
Aldi melihat Ayana yang sibuk berfoto-foto bersama Farah dan Gaeun. Aldi merasa kasihan pada Ayana, ia saja yang membaca chat dari Argatha sangat sakit hati, apalagi kalau Ayana yang membacanya. Aldi tidak bisa membayangkan betapa sedihnya Ayana.
Ayana berlari kecil menghampiri Aldi. Ayana melihat mata Aldi yang berkaca-kaca. "Aldi kenapa?" tanya Ayana.
Aldi menarik napasnya panjang, lalu membuangnya perlahan. "Gue nggak apa-apa kok."
"Beneran?" tanya Ayana memastikan.
Aldi tersenyum seraya merangkul tubuh Ayana. "Benar, Ay," jawab Aldi meyakinkan gadis itu.
Ayana mengambil ponselnya, menunjukkan chat yang ia kirim untuk Argatha. "Kok Argatha nggak ngehubungin Ayana ya? Ayana chat juga nggak balas. Padahal kan kuliah belum mulai, apa di Seoul National University udah mulai duluan ya?"
Aldi terdiam, ia tidak bisa menjawab apa-apa, ia tidak mungkin menceritakan apa yang barusan Argatha kirim, itu bisa membuat Ayana sakit hati.
*****
Aldi menyetir dengan pandangannya yang kosong, ia masih tidak menyangka Argatha akan meninggalkan Ayana dengan alasan seperti itu.
"Aldi," panggil Ayana yang duduk di samping pria itu.
Aldi tidak menjawab apapun, ia terus menyetir dengan pandangannya yang kosong. Aldi memang berada di dalam mobil, tapi tidak dengan pikirannya.
Aldi menaikkan kecepatannya, namun tiba-tiba ada kendaraan lain yang menyalip mobilnya dan mengambil posisi di depannya, membuat Aldi terkejut dan terpaksa membanting stir ke kanan dan berhenti mendadak.
Tangan Aldi reflek menahan tubuh Ayana agar tidak menghantam bagian depan. Tidak peduli dengan dirinya sendiri.
Brukk!! Azka, Farah dan Gaeun menghantam kursi depan karena Aldi yang berhenti mendadak.
"Lo baik-baik aja kan, Ay?" Terlihat jelas ada sebuah kekhawatiran dari sorot mata Aldi.
"Ayana baik-baik aja kok. Aldi juga baik-baik aja kan?" tanya Ayana.
"Gue baik-baik aja kok," jawab Aldi.
"Gila lo, Di! Udah bosan hidup?" omel Azka.
Farah memukul pundak Aldi keras, kesal karena pria itu sudah berhenti mendadak. "Lo gimana sih nyetirnya? Lo mau bikin kita semua mati muda?"
Aldi menoleh ke belakang. "Maaf, gue nggak sengaja berhenti mendadak, tadi itu ada mobil nyalip, karena gue takut nabrak pembatas jalan ya jadi gue lebih baik berhenti mendadak," jelas Aldi.
"Biar gue aja yang nyetir, lo kayaknya dari tadi lagi ada yang dipikirin, nggak fokus nyetirnya," ucap Azka seraya membuka pintu mobil.
Aldi pun melepas seat belt-nya dan kembali bertukar posisi dengan Azka.
Aldi mengusap wajahnya gusar, isi chat Argatha masih terbayang-bayang di dalam pikirannya, ia tidak bisa menghapus itu semua di dalam pikirannya.
*****
Mereka pun sudah sampai di tempat tujuan mereka. Mereka langsung mendirikan dua tenda, satu untuk Aldi dan Azka, dan satu lagi untuk Ayana, Farah dan Gaeun.
"Lumayan ramai juga ya, kayak di camp kembang api waktu itu," ucap Farah.
Ayana duduk sendirian di sebuah batu kecil yang berada tidak jauh dari tenda mereka seraya memandangi ponselnya, berharap Argatha membalas pesannya.
Aldi hanya bisa melihat Ayana dari kejauhan. Ia tidak tega melihat Ayana yang terus menunggu kabar dari Argatha, sedangkan Argatha sendiri meminta Aldi untuk merahasiakan keputusan Argatha yang seolah memutuskan hubungannya dengan Ayana secara sepihak.
"Woyy! Sendirian aja," ucap Farah dan Gaeun yang menghampiri Ayana.
Ayana menyeringai seraya memasukkan ponselnya ke dalam saku. Ia tidak boleh terlihat sedih di depan teman-temannya, apalagi ia sedang liburan bersama, Ayana tidak ingin merusak liburan teman-temannya hanya karena kesedihannya.