
"Ayo Semangat Bagas Nesya kalian pasti bisa!!!!!" Teriak seluruh keluarga Bagas menyemangati kami berdua.
Yah disinilah kami sekarang di tengah halaman belakang untuk melakukan tantangan dari Nenek.Dan iya tantangannya adalah Aku dan Bagas harus memindahkan belut dari satu kaleng ke kaleng lainnya.
Tetapi masalahnya adalah tangan kiri ku dan tangan kanan Bagas diikat juga kami harus memindahkan setidaknya 20 ekor belut dalam waktu 10 menit,bukan hanya itu jarak 1 kaleng ke kaleng lainnya adalah 25m tidak jauh sih tapi jika dilihat kondisi nya sih cukup melelahkan.
Yah jika dipikir pikir sih kayak lomba Agustusan tapi kata Nenek ini untuk melatih kekompakan,karena pasangan suami istri itu harus kompak dan saling melengkapi itu kata Nenek.
"Semangat Nes tinggal 1 belut lagi" Ucap Bagas menyemangati Nesya yang sudah nampak kepayahan
"Iya semangat demi restu kita" Ucap Nesya mantap
Mereka pun berlari menuju kaleng tempat menaruh belut terakhir.Mereka berlari sambil berpacu dengan waktu terdengar suara kak Zima menghitung mundur 10 membuat mereka semaikin kencang berlari.
"5..4..3..2..1,Yeahhhh"
keluarga Bagas berteriak takkalah Bagas dan Nesya berhasil memasukkan belut terakhir ke dalam kaleng saat hitungan 1.
"Huh akhirnya..." Ucap Nesya lega karena berhasil menyelesaikan misi tersebut.
Kak Zima pun datang menghamliri Nesya dan Bagas untuk melepas ikatan di tangan mereka
"Wah selamat ya kalian berhasil" Ucap kak Zima memeluk Nesya."Iya kak aku lega banget"Ucap Nesya memeluk Kak Zima.
Nenek dan Ibu datang menghampiri mereka dan mengucapkan selamat datang di keluarga Adipati.Lalu Ibu menyuruh Nesya dan Bagas membersihkan dan memerintahkan yang lainnya untuk mengeksekusi belut tadi.
"Saya bisa bantu apa Bun?" Tanya Nesya saat sampai di dapur."Ehh sayang udah selseai mandinya,kamu duduk manis aja disitu tunggu makananya matang kamu pasti lelah karena permainan tadi"Ucap Bunda lembut pada Nesya.
"Nesya gaenak Bun masa Nesya cuma duduk aja sedangkan Bunda dan Kakak Ipar berjuang keras mengeksekusi belut" Ucap Nesya pada Bunda
"Ihh apaan sih nak sok mendramatisir banget kita cuma masak gak pergi perang" Ucap Bunda sambil mencolek hidung mancung Nesya
"Heheh iya Bun maaf habisnya Nesya bosen kalau cuma duduk diem" Ucap Nesya cengingisan
"Kamu ni udah gapapa kamu temenin Nenek kasih makan ikan aja, disini kan udah ada Zima sama Sisil masa kamu udah dandan mandi masuk dapur sih"
"Yaudah deh Bun aku nemenin Nenek kasih makan ikan ya" ucap Nesya pergi dari dapur menuju kolam ikan di halaman belakang.
"Nenek" Ucap Nesya pada Nenek
"Eh Nesya sini sayang duduk dekat Nenek!" Nesya pun menurut dan duduk disebelah Nenek.
"Nesya...." Ucap lembut Nenek
"Iya nek"
"Sayang Nek"
"Kamu cinta sama Bagas"
"Nesya sayang,Cinta dan yakin banget sama Bagas Nek. Memang kenapa Nenek tanya begitu?Apa Nenek gak suka sama Nesya?Apa Nenek gak setuju kalau Bagas nikah sama Nesya?" Ucap Nesya beruntun dengan wajah yang sedih.
"Maksud Nenek bukan begitu nak,Nenek hanya memastikan perasaan kamu sama Bagas,mengingat pekerjaan Bagas yang seorang Prajurit,yang harus siap saat mendapat perintah tugas,baik malam ataupun siang dia harus siap menjalankan tugas nya,dan kamu juga pasti tau nak seorang Prajurit siap berangkat tugas juga siap mati.Mungkin dia berangkat dengan keadaan sehat bugar tidak kurang satu apapun,tapi kita tidak bisa menghindari maut nak bisa saja nanti Bagas pulang tinggal nama" Ucap Nenek sambil memegang tangan Nesya.
"Nek, Nesya tau semua itu,Nesya juga tau resiko menjadi istri seorang Prajurit, Tapi Nesya yakin nek bahwa semua yang terjadi di muka bumi ini adalah kehendak Allah jadi Nesya akan pasrahkan semua pada Allah nek."
Ucap Nesya sambil tersenyum pada Nenek.
"Gak salah kalau Bagas milih pendamping hidup seperti kamu Nak,Nenek bangga sama kamu,apapun yang terjadi nanti kamu akan tetap menjadi cucu mantu Nenek" Ucap Nenek sambil memeluk Nesya dan di balas pelukan pula oleh Nesya.
Tak lama Kak Zima datang dan mengajak Nenek serta Nesya untuk makan malam.Di meja makan semua orang makan dengan tenang,setelah makan keluarga Bagas pun menyampaikan pada Nesya bahwa mereka setuju dan merestui hubungan Bagas dan Nesya,Merek juga akan berkunjung ke rumah Nesya Lusa.Setelah berbincang cukup lama Nesya pun berpamitan pada keluarga Bagas untuk pulang.
"Semuanya saya pamit pulang dulu ya Asalamualaikum"
Ucap Nesya pada keluarga Bagas dan menyalami satu persatu.
"Iya waalaikumsalam,hati-hati ya nak" Ucap Ayah Bagas
"Salam buat Pak suryo sama Bu Fatma ya nak" Ucap Ibu Bagas
"Iya Bun nanti pasti disamapaiin"
"Yaudah kalau gitu Bagas anterin Nesya pulang dulu ya!" Ucap Bagas
"Iya Hati-hati ya le bawa cucu mantuku"
"Oke Nek siap,Asalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Jawab mereka serentak
ย
Hai-hai Aku datang menyapa kalian lagi nih......๐
Mohon Maaf Ceritanya baru Update lagi karena satu dan lain hal jadi cerita ini macet deh๐ข,oh ya untuk para pembaca yang suka cerita ini jangan lupa tinggalakn jejak kalian berupa like,komen,Rate dan jangan lupa jadiin cerita ini favorit ya.....๐Karena aku butuh semangat dari kalain semua biar bisa lanjutin cerita ini.Dan Author Minta Maaf kalau masih banyak kekurangan dalam tulisan ini๐.Heheh Maaf ya kalau Autor crewet intinya kalian terus baca cerita ini ya see you next episode๐๐๐๐๐๐๐
ย