Perfezione

Perfezione
Episode 15



Pagi yang cerah setelah hari yang bersejarah.Nesya bangun sambil melirik sekitar nya, lalu ia langsung tersenyum saat melihat Bagas sedang duduk di sofa kamar hotel sambil membaca Al qur'an.


Nesya bangun dari posisinya lalu menghampiri Bagas dan memberikan satu hadiah kecupan di pipi kanan Bagas.


"Pagi Suami",sambil berlalu duduk di samping Bagas.


"Kamu ngagetin aja sih"mengacak rambut Nesya yang memang sudah berantakan.Lalu Nesya hanya tersenyum lalu memeluk Bagas yang masih meneruskan membaca Al qur'an.


Setelah menyudahi aktivitas nya, Bagas lalu megecup puncak kepala Nesya dengan lembut.membelai lembut sayang Nesya.Nesya pun juga mengeluss dada Bagas.


Lama mereka dalam posisi itu Nesya melepas pelukan nya dari Bagas."Kenapa?" Tanya Bagas.


"Aku mau mandi,badanku bau."Ucap Nesya yang sudah akan beranjak dari posisi nya sekarang.Tapi tangan Bagas menghentikan langkah Nesya dan malah menarik Nesya kedalam dekapannya.


"Bagas... aku mau mandi,,lanjut nanti aja ya kamu emang gak risih apa aku bau gini?" sambil berusaha melepas pelukan Bagas,,tetapi Bagas malah mempererat pelukannya.


"5 menit aja Sayang..." sambil meletakkan kepala nya pundak Nesya.Nesya pun megelus kepala Bagas.


"Udah kamu mandi sana,,bau kamu udah kayak cucian gak kering!" Ucap Bagas mengusir Nesya setelah puas memeluknya.


"Mohon maaf sayang ku,cinta ku tadi siapa ya yang nahan aku pas mau mandi?" Menatap gemas dan geram ke arah suaminya


"Kan aku tadi bilang cuma bilang 5 menit aja,bukan ngehalangin kamu mandi." Santai sambil sok polos mukanya


"Tapi tadi kan kamu peluk aku jadi aku gak bisa gerak"


"Kan kamu bisa ngeberontak,aku rasa kamu gak selemah itu"


Sambil menatap Nesya remeh.


"Apaa!!!Tapi kan kamu peluk aku,terus bilang 5 menit aja Sayang..." Mencoba mengingatkan ucapan dan perbuatan nya tadi.


"Maksud ku kamu mandi nya jangan lama-lama 5 menit aja"Menyeringai karena berhasil mengoda istrinya."Apa jangan-janagn kamu emang seneng ya aku peluk gitu...Tenang aja sayang Jiwa Ragaku hanya untukmu"


"Sini tak peluk lagi!" Sambil menepuk nepuk dadanya yang bidang.


"Ih Bagas kamu ya" mengambil bantal sofa dan memukul tubuh Bagas dengan bantal itu.Tapi yang dipukul malah terbahak.


Geram karena pukulannya tak berarti apa apa Nesya pun berlalu ke kamar mandi.


Sedangkan Bagas memesan kan makanan untuk mereka sarapan.Tak berapa lama pegawai hotel mengantarkan pesanan makanan.Tapi Nesya masih belum keluar dari kamar mandi.


Sambil menunggu Nesya selesai ia bermain dengan ponselnya.


Sedangkan di kamar mandi Nesya sedang berendam air hangat,untuk merileks kan otot otot tubuhnya yang tegang.


Saat Bagas melihat Nesya mendekat ia pun langsung mengajak Nesya untuk sarapan bersama.


"Sayang nanti kita jalan jalan yuk" Ajak Bagas pada Nesya setelah mereka menuntas kan sarapan.


"Bolehh,,tapi jalan jalan kemana?" Tanyanya lagi


"Gimana kalau ke pantai?,udah lama kita gak ke pantai bareng!"


"Boleh juga!tapi kamu kan cuma dikasih ijin 10 hari emang cukup waktu nya kalau buat ke pantai?" Tanya Nesya mengingat ijin cuti yang di miliki Bagas.


"Kita ke pantai dekat dekat sini aja,gak usah yang jauh yang penting berdua."Sambil menherlingkan mata pada Nesya.


"Ihhh... kamu modus banget sih sayang"


"Gapapa modus sama istri sendiri,daripada modus sama istri orang!"Ucap Bagas sambil tertawa.Tak di sangka niat Bagas bercanda malah mendapat respon serius dari Nesya.


"Jadi kamu mau modusim istri orang?"


"Enggak,,enggak sayang gak gitu aku tadi cuma bercanda serius deh"


Bagas berusaha menjelaskan.


"Bercanda kamu gak lucu!"sambil menatap tajam Bagas.Yang arti tatapannya 'awas sampai kamu berani modusin istri orang aku cincang kamu' begitu yang di tafsirkan Bagas.


"Iya sayang aku minta maaf ya jangan ngambek dong"sambil memeluk Nesya yang duduk di sampingnya.'Perempuan kalau lagi PMS nakutin'' batin Bagas.


"Yaudah karena aku sayang kamu jadi kamu tak maafin"sambil megelus tangan Bagas yang memeluknya."sekarang lepasin pelukkannya aku mau beresin ini".


Bagas mengangguk melepaskan pelukkannya pada Nesya,Nesya membersihkan piring dan meletakkan nya ditroli,menaruhnya di depan pintu kamar.


Setelah selesai ia duduk di meja rias lalu mengambil sisir,tapi tangan Bagas lebih cepat mengambil sisir itu.Tatapan mereka bertemu.


"Aku sisirin rambut kamu sayang" Nesya pun menggangguk.


Dengan telaten Bagas menyisir rambut panjang Nesya.


"Udah"Ucap nya setelah melihat rambut Nesya yang sudah rapi.


"Terimakasih sayang"


Hai-hai aku nyapa kalian lagi nihh,,maaf ya udah luammmmma banget aku gak update ceritanya,,dan gak sesuaii janji aku yang mau rajin update.Semoga kalian tetep suka dengan cerita ini..


*S**alam Kasih Author*😘😘😘😘